Mix n’ Match: 12 Buku karya Cerpenis Pilihan SepociKopi
Oleh: Alex
Setelah kami mengupload informasi segera terbitnya Kumpulan Cerpen Pilihan SepociKopi “Un Soir du Paris” banyak komentar masuk dan menanyakan siapa sih penulis-penulis ini. Inilah jadinya kalau seorang lesbian cuma tahunya baca buku lesbian, dan memakai kacamata kuda tidak mau tahu bahwa masih ada jenis buku lain yang bisa dibaca untuk meningkatkan kualitas diri. Dua belas cerpenis ini adalah penulis terkemuka di Indonesia. Karya-karya mereka bertebaran di rak toko buku. Sekali google, nama mereka akan bermunculan puluhan hingga ribuan entri.
Berikut ini saya pilihkan karya-karya lain mereka yang belum tentu ada lesbiannya lho. Jadi mungkin buat mereka yang cuma maunya baca buku lesbian saja, nggak perlu klik “Read more”. Saya memilihkan 12 buku yang memuat karya 12 cerpenis ini, yang bisa jadi pilihan bacaan di kala senggang. Karena tak ada waktu untuk membuat review satu per satu, saya copy-paste sebagian sinopsis dari situs resmi penerbit buku ybs.
Balada Ching-Ching – Maggie Tiojakin
Gramedia Pustaka Utama – 2010 (kumcer)
Ching-Ching adalah seorang gadis keturunan. Ia selalu dijadikan bulan-bulanan di sekolah. Ayahnya seorang pedagang kwetiau pinggiran. Ini adalah baladanya, juga balada manusia lainnya.
Masing-masing kisah dalam koleksi fiksi pendek ini merupakan sebuah vignet tentang apa artinya menjadi manusia biasa—yang sakit, sedih, senang, hidup, mati, gila, waras. Lebih dari itu, dunia fiksi yang dipersembahkan dalam koleksi ini sungguh mewakili kegelisahan internal semua orang, di mana karakter-karakternya tumbuh dewasa lewat kegagalan dan kekeliruan, obsesi dan pilihan, harapan dan keputusasaan.
Nagabumi – Seno Gumira Ajidarma
Gramedia Pustaka Utama – 2010 (novel)
Nagabumi, sebuah cerita tempat orang-orang awam menghayati dunia persilatan sebagai dunia dongeng, tentang para pendekar yang telah menjadi terasing dari kehidupan sehari-hari, karena tujuan hidupnya untuk menggapai wibawa naga.
Nagabumi adalah drama di antara pendekar-pendekar, pertarungan jurus-jurus maut, yang diwarnai intrik politik kekuasaan, maupun pergulatan pikiran-pikiran besar, dari Nagasena sampai Nagarjuna, dengan selingan kisah asmara mendebarkan, dalam latar kebudayaan dunia abad VIII-IX.
Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia – Agus Noor
Bentang Pustaka – 2010 (kumcer)
Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia, kumpulan prosa Agus Noor menghimpun puncak-puncak pencapain estetis dan eksplorasinya dalam bercerita, hingga kisah-kisahnya terasa penuh pukau. Cinta dan perselingkuhan, sensualitas dan kepedihan, sampai memori kekejaman politik dan religiositas, terasa subtil dalam bahasanya yang puitik dan seringkali mengejutkan.
Kronik Betawi – Ratih Kumala
Gramedia Pustaka Utama – 2009 (novel)
Kronik Betawi karya Ratih Kumala ini bercerita tentang perjalanan kota Betawi dan anak daerahnya menghadapi modernisasi dan menepis berbagai persepsi miring terutama dari para pendatang. Kerelaan berbagi dengan kaum pendatang dalam mengais rejeki di ibukota ternyata tidak sebanding dengan dampaknya. Kota Jakarta bagai bukan milik penduduk aslinya lagi. Diceritakan, pembangunan yang sembarangan dan pertumbuhan permukiman bahkan telah menghilangkan asal-usul serta sejarah beberapa tempat.
Novel ini khas Betawi. Menghibur, menyindir, dan ceplas-ceplos. Sebuah pengingat, dokumentasi, dan apresiasi bagi nilai-nilai dan keluhuran budaya Betawi yang patut dibanggakan.
Dimsum Terakhir – Clara Ng
Gramedia Pustaka Utama – 2006 (novel)
Berkisah tentang empat perempuan kembar yang mempunyai empat kehidupan berbeda. Empat masa depan yang membingungkan. Empat rahasia masa lalu yang menghantui. Dan satu usia biologis yang terus-menerus berdetik.
Dimsum Terakhir adalah drama penuh harum memikat, cerdas, dan dituturkan dengan amat indah oleh Clara Ng. Kisah ditulis modis dengan gaya lembut tapi kuat ini menyuarakan keberanian serta kekuatan yang selalu ada di setiap hati kita semua.
Ular di Mangkuk Nabi – Triyanto Triwikromo
Gramedia Pustaka Utama – 2009 (kumcer)
Triyanto menyajikan bahasa yang benar-benar kuat, agar melalui bahasa, secara tersirat ia dapat menyampaikan pandangannya. Penguatan bahasa, sekali lagi menjadi kunci sentral, dan karena itu form menjadi lebih eksplisit daripada content.
—Budi Darma, sastrawan dan kritikus
Menakjubkan dengan dua ketukan—itulah yang dicapai oleh Triyanto Triwikromo dengan cerita-cerita pendek ini…. Agaknya kumpulan cerita pendek ini berangkat dari premis bahwa hidup tidak gila, tetapi kegilaan itu bisa indah, dan dalam saat-saatnya yang paling baik, bisa menakjubkan.
—Goenawan Mohamad, penyair dan kritikus
Rahasia Selma – Linda Christanty
Gramedia Pustaka Utama – 2010 (kumcer)
Setelah Kuda Terbang Maria Pinto karya Linda Christanty meraih Khatulistiwa Literary Award 2004 untuk kategori buku fiksi Indonesia terbaik, kini Linda kembali lagi dengan cerita-ceritanya tentang dunia hari ini dalam Rahasia Selma. Rahasia orang-orang yang berjuang melawan ketidakadilan, trauma, doktrin, mitos, kesunyian, atau bahkan apa yang mereka sendiri tak tahu. Cerita-cerita ini meluaskan pandangan kita tentang manusia dan kemanusiaan, sampai ke batas-batas terjauh yang dimungkinkan.
Tak Ada Kelinci Di Bulan – Stefanny Irawan
Gramedia Pustaka Utama – 2006 (kumcer)
Inilah sebuah karya yang mengungkap sisi-sisi lain kehidupan dengan santun dan puitis. Di dalam kumpulan cerpen Tidak Ada Kelinci di Bulan!, Stefanny Irawan menggarap tema homoseksual, konflik psikologis, perselingkuhan dan penyimpangan cinta dengan gaya bercerita yang elegan. Eksplorasi bahasa yang dilakukan Stefanny membuat cerpen-cerpennya unik dan berbeda dari gaya bercerita yang rata-rata kini digandrungi oleh para penulis; lugas dan verbal.
Dunia di Kepala Alice – Ucu Agustin
Gramedia Pustaka Utama – 2007Â (kumcer)
Kumpulan cerpen Dunia di Kepala Alice berisi sebelas cerpen yang memadukan style dongeng dengan ‘tema-tema zaman sekarang’: child abuse, homoseksualitas, dan cinta di luar kelaziman.
Keindahan berbahasa ditampilkan oleh Ucu dengan pemakaian metafora-metafora yang puitis. Dalam cerpen “Ismail Penjahit Hati”, misalnya, tokoh Ismail diceritakan memiliki benang dari pintalan ludah laba-laba untuk menjahit hati yang luka karena cinta. Kumpulan cerpen Dunia di Kepala Alice menyodorkan kepada pembaca sebuah perjalanan ke negeri dongeng dengan cita rasa masa kini.
Cha Untuk Chayang (Teenlit) – Abmi Handayani dan Dalih Sembiring
Gramedia Pustaka Utama – 2008 (novel)
Tokoh utama novel ini bernama Lina, asal Balikpapan yang kuliah di Yogyakarta. Dia seorang cewek cerdas dengan logat yang lucu. Kalau dengar dia ngomong, kamu pasti bakal tersenyum, atau bengong, atau malah merinding. Sebagai pendatang baru di Kota Pelajar, Lina berkenalan dengan beraneka macam karakter. Ada Bebe, waria kece pemilik resto. Ada Eno, cewek jutek yang doyan baca. Serta Zeta dan Lili, duet cewek pabrikan yang cantik jelita. Tentu saja Lina ketemu cowok juga. Ada Helmi yang imut-imut, dan Yogi, cowok indie yang tergila-gila sama pudel. Baca buku ini dan ikuti petualangan Lina yang penuh warna, mulai dari kena copet, belajar bikin cha latte, sampai merias diri habis-habisan demi mendapatkan cowok yang dia incar.
Bingkisan Petir:
Antologi Cerita Pendek Cerpenis Kalimantan Timur (2005)
Editor: Korrie Layun Lampan
Salah satu cerpen Shantined termasuk dalam kumpulan cerpen ini. Beberapa karyanya berupa puisi dimuat di harian nasional. Selain dalam kumcer ini, puisinya juga tergabung dalam antologi bersama Surat Putih 2 (2003), Surat Putih 3 (2004), Dian Sastro for President 3 (2004), Perkawinan Batu (2004). Selain aktif di milis-milis puisi, juga aktif di Dewan Kesenian Balikpapan.
Sutasoma – Cok Sawitri
Penerbit Kaki Langit Kencana – 2009
Novel Sutasoma ini terinspirasi dari karya Empu Tantular, yang judul resminya adalah Porusadha, populer dengan nama Sutasoma; yang secara tradisi dibagi dalam dua versi. Yakni versi Bali dan Jawa. Dalam novel ini justru baru ditemukan proses ajaran Mahayana Tantra dan latar belakang Jayantaka; mengungkapkan pula jalan rahasia yoga tantra, kemudian tokoh-tokoh yang semula kabur dalam kisah lisannya dihidupkan dengan berbagai percakapan dan penjelasan mengenai ajaran Buddha Nusantara dan siwait, di latar belakangnya adalah kisah negara yang bangkit merebut kedaulatan dan bagaimana akibat apabila seorang raja menerapkan “dharma agama” dan “dharma negara” tanpa memperhitungkan kebhinekaan.
Novel ini dilihat dari sudut pandang Jayantaka, yang Raja Kerajaan Ratnakanda yang menyaksikan konflik dan carut-marut keluarga kerajaan saat ayahnya masih menjadi raja. Berbagai ambisi terbuka akan kekuasaan dan jabatan, juga persaingan terselubung, politik istana yang saling tarik-menarik menyebabkan Ratnakanda perlahan berada di ambang kehilangan kedaulatan.
Demikian 12 buku yang mungkin bisa jadi pilihan bacaan untuk lebih membuka wawasan terhadap dunia sastra Indonesia yang terdiri atas banyak penulis hebat.
@Alex, SepociKopi, 2010









kayanya bukunya berat2 yah… yg ringan kayanya yg teenlit aja deh ^^
yahh
bener bgt .
jgn cuma mw ny bca buku lesbian aj dongg .
yuuup bener bgt.. jgn cm baca buku ttg lesbian story doank.. byk buku2 menarik laen na.. saya termasuk penggemar clara ng.. tulisan na bagus.. saya menyukai yang judul na “Sayap Malaikat Jatuh” kisah yang menarik.. dimsum terakhir pun bagus.. saya tau ttg clara ng justru krn buku “Gerhana Kembar” yang tak sengaja saya lirik di toko buku.. ternyata buku2 laen karya dia pun juga menarik utk dbaca..
hahahaha paragraf pertama dan kedua–setuju sama Alex!! Capek ngobrol sama lesbian yang ga ada isinya selain kelesbianannya. Thanks reviewnya, untuk referensi buku kumpulan cerpen.
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments