Mengenal Lebih Dekat 12 Penulis Kumcer “Un Soir Du Paris”
Oleh: Alex
Cerpen-cerpen di “Un Soir du Paris” adalah cerpen yang pernah kami tampilkan di situs ini sejak tahun 2007. Berkat dukungan teman-teman dari para penulis atas izin pemuatan mereka di situs ini, akhirnya setelah tiga tahun kita bisa memiliki sebuah kumpulan cerpen yang merupakan kumpulan cerpen full lesbian pertama di Indonesia.
Bukan sekadar kumpulan cerpen, tapi terdiri atas cerpen-cerpen yang pernah dimuat di media massa atau pernah dimuat dalam antologi/kumpulan cerpen. Semua penulis yang karyanya terangkum di sini karyanya pernah diterbitkan dalam bentuk buku, baik itu puisi, cerpen, dan novel. Ini memang suatu kesengajaan untuk menunjukkan eksistensi suatu karya lesbian yang pernah dipublikasikan di media massa. Siapa tahu, ini bisa menjadi perintis untuk terbitnya karya-karya lesbian dari penulis baru di masa datang.
Mari kita kenali lebih akrab sosok 12 penulis cerpen dalam kumpulan cerpen “Un Soir du Paris”:
Cok Sawitri lahir di Sidemen, Karangasem, Bali tanggal 1 September 1968. Ia telah menerbitkan sejumlah buku puisi, cerpen dan novel. Dua bukunya yang masuk dalam short list Khatulistiwa Literary Award adalah Janda dari Jirah (2007) dan Sutasoma (2009). Kini Cok tinggal di Bali dan menjadi juru bicara Komponen Rakyat Bali.
Shantined lahir di Yogyakarta, 21 Oktober 1972. Sekarang tinggal di Bontang, Kaltim. Beberapa puisi diterbitkan oleh harian/majalah: HORISON, Republika, Suara Pembaharuan, Minggu Pagi, Kaltim Pos, Tribun Kaltim, Dinamika & Kriminal, BEN!, cerpen dan puisinya juga dibukukan dalam antologi. Shanti aktif mengikuti berbagai seminar, kongres maupun pertemuan sastrawan di berbagai kota di Indonesia.
Abmi Handayani perempuan kelahiran 5 januari 1987 di Balikpapan. Lulusan Jurusan Sejarah UGM dengan skripsi berjudul Perkara Mesoem; penangkapan homoseksual di Indonesia circa 1938-1939. Tertarik pada dunia penulisan sejak bersekolah di SLTP Patra Dharma 1 Balikpapan. Bersama kawan-kawan sekolahnya di SMA Negeri 6 Balikpapan pernah menjuarai kompetisi majalah dinding. Memutuskan untuk menjadi penulis—baik fiksi maupun lepas—di tahun-tahun awal kuliahnya. Memulai debutnya dengan teenlit Cha untuk Chayang, duet dengan Dalih Sembiring (Gramedia, 2005). Beberapa cerpennya dimuat di media antara lain “The Sky Scribbler” (The Jakarta Post dan Prima Storia); “Sent” (Esquire), dan “Dua Malam Terakhir” dan “Sebuah Mimpi Rahasia” (Jeune). Kini intens menggeluti dunia seni dan sastra bersama kawan berprosesnya di Sanggar Kali Putih, Sawangan, Wonosobo.
Ucu Agustin adalah penulis, wartawan, juga pembuat film dokumenter. Ucu telah menerbitkan 2 buku kumpulan cerpen berjudul Kanakar dan Dunia di Kepala Alice, serta sebuah novel berjudul Being Ing.
Stefanny Irawan, selain menulis, juga menjadi managing director suatu teater kecil, dosen di almamaternya, dan juga penerjemah. Karya-karyanya diterbitkan di berbagai media nasional, beberapa antologi, dan Tidak Ada Kelinci di Bulan! (GPU, 2006) adalah kumpulan cerpen pertamanya. Masih tinggal di Surabaya.
Linda Christanty adalah sastrawan dan wartawan. Ia menulis buku kumpulan cerpen Kuda Terbang Maria Pinto yang menjadi pemenang prosa Khatulistiwa Literary Award dan buku kumpulan esei Dari Jawa Menuju Atjeh. Ia bekerja sebagai pemimpin redaksi sindikasi feature Aceh Feature, tinggal di Banda Aceh.
Clara Ng adalah penulis, pendongeng, dan pekerja sastra full time untuk cerita anak, novel, skenario, esai, dan cerpen. Lulus dari Ohio State University, Amerika. Gaya Rambut Pascal (2006), Melukis Cinta (2007), Jangan Bilang Siapa-siapa (2008) mendapat penghargaan cerita anak-anak Adikarya Ikapi. Novelnya yang diterbitkan antara lain: Gerhana Kembar (2007) dan Tea for Two (2009) pernah dimuat secara bersambung di koran Kompas. Dongeng-dongengnya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris untuk konsumsi negara ASEAN. Sekarang tinggal di Jakarta.
Triyanto Triwikromo lahir tanggal 15 September 1964. Cerpennya dimuat di sejumlah media cetak dan antologi termasuk antologi tahunan Cerpen Kompas Pilihan dan 20 Cepen Indonesia Terbaik Anugerah Sastra Pena Kencana. Kumcer terbarunya adalah Ular di Mangkuk Sang Nabi (2009). Triyanto kini aktif sebagai redaktur budaya di harian Suara Merdeka, Semarang.
Ratih Kumala lahir di Jakarta tanggal 4 Juni 1980. Ia telah menerbitkan tiga novel dan satu kumpulan cerpen. Novel terbarunya berjudul Kronik Betawi (2009). Ratih kini tinggal di Jakarta bersama suaminya Eka Kurniawan, dan bergiat sebagai skrip editor divisi drama di Trans TV.
Agus Noor menulis banyak prosa, cerpen, naskah lakon (monolog dan teater) juga skenario sinetron. Buku-buku yang telah ditulisnya antara lain, Memorabilia, Bapak Presiden yang Terhormat, Selingkuh Itu Indah, Rendezvous (Kisah Cinta yang Tak Setia), Matinya Toekang Kritik, Potongan Cerita di Kartu Pos. Kumpulan cerpen terbarunya berjudul Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia. Ia bisa dikunjungi di http://agusnoorfiles.wordpress.com.
Seno Gumira Ajidarma dilahirkan tahun 1958. Menulis sejak 1974 dan bekerja sebagai wartawan dari 1977. Mulai 1985 bekerja untuk Gramedia Majalah. Menerima sejumlah penghargaan sastra, dan tulisannya diterjemahkan ke berbagai bahasa. Selain menulis, juga memotret dan berpameran. Mengajar di almamaternya, Fakultas Film dan Televisi IKJ maupun Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI.
Maggie Tiojakin adalah jurnalis dan penulis kumpulan cerita pendek Homecoming (And Other Stories), Balada Ching-Ching (Gramedia Pustaka Utama, 2010). Karya fiksi pendeknya telah diterbitkan di–antara lain–Writers’ Journal, Voices, Femina, Sun Magazine, hackwriters.com, The Jakarta Post, Kompas, TNY, dan Eastown Fiction. Dia berdomisili di Jakarta, Indonesia.
Nantikan tanggal terbit “Un Soir du Paris” tanggal 9 September 2010. Buku ini tersedia di toko buku di seluruh Indonesia, juga di toko buku online langgananmu.
@Alex, SepociKopi, 2010














Leave your response!