te.Lez.kop: Shampo Cinta
Sebenarnya hal-hal kecil dan remeh dalam hidup kita bisa memiliki arti lebih kompleks atau korelasi yang jelas dengan hal-hal yang lebih penting bila kita benar-benar memperhatikannya atau mencoba melihatnya dari sudut yang sedikit berbeda. Namun seringnya, di tengah segala macam situasi hidup, kita tak menyadari itu. Kita sering sibuk hidup tanpa dengan sadar mencoba menikmati hidup. Salah satu hal remeh yang bila diamati lagi bisa berarti lebih adalah shampo. Benar, si cairan kimia yang tugasnya membersihkan rambut di kepala kita dari, idealnya, segala macam masalah rambut yang kita miliki. Arti lebih apa? Well, hubungan kita terhadap shampo ternyata sangat paralel dengan hubungan kita terhadap cinta.
Pada awalnya, kita mungkin tak terlalu pemilih terhadap shampo. Shampo apa pun tidak masalah dengan rambut kita. Ini mengingatkan saya pada fase cinta pertama. Cinta pertama seringnya bukan hasil dari pilih-pilih. Seperti shampo yang menarik kita dengan bentuk botolnya, warnanya, wanginya, cinta pertama bisa menarik kita dengan fitur fisiknya. Yang penting menarik, yang penting ada. Dan kita bisa bertahan memakai shampo itu hanya karena wanginya, seperti kita bisa bertahan dengan cinta pertama karena cakep atau kerennya.
Tetapi, keadaan berubah, kehidupan terus berjalan, usia bertambah. Kita tidak bisa lagi pakai shampo sembarangan. Ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat kita harus menyesuaikan pilihan shampo kita itu. Misalnya ketombe, atau rambut bercabang, atau rambut rontok. Kita tentu harus tahu dulu apa yang dibutuhkan rambut kita sebelum kita memutuskan shampo apa yang akan dipakai. Ketidaktepatan memilih shampo tentu bisa runyam akibatnya. Begitu juga dengan cinta. Semakin matang kita memahami diri kita, pilihan cinta kita juga akan lebih spesifik. Supaya hubungan kita langgeng, kita butuh tahu dulu pasangan seperti apa yang kita butuhkan.
Jika kita orangnya terlalu kaku atau kering seperti kulit kepala yang akhirnya menghasilkan ketombe, tentu kita butuh shampo yang bisa mendinginkan kita alias butuh pasangan yang mampu membuat kita lebih santai. Jika kita orangnya susah setia seperti rambut bercabang, berarti kita butuh pasangan yang mampu mengendalikan kebercabangan itu dan membuat kita setia. Kalau kita orangnya gampang patah semangat layaknya rambut rontok, maka kita butuh pasangan yang bisa menguatkan dan mengobarkan semangat kita. Tidak bisa sembarangan lagi kalau mau hubungan yang awet.
Bagaimana dengan yang masih oke-oke saja memakai shampo untuk segala jenis rambut? Ya tidak apa-apa. Itu bisa berlaku untuk orang yang tak memiliki kebutuhan khusus, baik untuk shampo maupun cinta/pasangan. Bisa jadi orang itu termasuk orang yang sangat mudah menyesuaikan diri dan nyaris bisa menerima segala macam keadaan. Sepertinya orang seperti ini bisa berbahagia karena, mestinya, tidak akan susah baginya menemukan pasangan.
Lantas, kalau kita berganti shampo? Tidak masalah juga. Tidak bisa dipungkiri bahwa pada suatu masa, kita butuh mengganti shampo karena sudah tidak cocok, misalnya. Ini juga terjadi dalam hubungan cinta. Karena satu dan lain hal pula, kita bisa berpisah dengan seseorang. Tetapi sebagaimana halnya berganti shampo tidak berarti kita tidak akan memakai shampo lagi, berpisah dengan seseorang bukan berarti kita akan berhenti dan tak akan menjalin hubungan lain lagi. Ketika kita berganti shampo, tentu kita akan mencari shampo yang lebih baik, bukan? Sama seperti yang terjadi setelah kita putus. Kita akan mencari yang lebih baik lagi.
Sudah? Analoginya cuma dari jenis shampo? Oho, tidak. Relevansi shampo dan hubungan percintaan juga bisa ditarik dari pemakaiannya. Memakai shampo tidak cukup hanya memakai, tetapi kita butuh membilasnya hingga bersih dari kepala kita. Sisa shampo di kepala malah akan menimbulkan masalah kelak. Sama seperti hubungan cinta yang memerlukan pembilasan secara berkala, yaitu pembilasan kesalahan masing-masing pihak yang melibatkan proses membahas dan memaafkan. Membiarkan kesalahan itu terus menumpuk tentu tidaklah sehat bagi hubungan kita dengan pasangan.
Yang terakhir, baik shampo maupun hubungan cinta sama-sama bisa membuat mata kita pedih dan mencucurkan air mata dalam waktu yang cukup lama. Khusus yang satu ini, saya yakin para pembaca SepociKopi yang cerdas-cerdas bisa mengaitkannya sendiri. Masih ada korelasi yang lain? Silakan dicari.
@Shinigami, SepociKopi, 2010










Gut. . Gut. . Gut.
Kenapa pengandaian nya sampo? Sedang brmasalah dgn sampo ato ‘sampo cinta’ nih dewa kematian? Hehehe
Apabila sudah cocok dgn shampo tertentu, biasanya orang enggan beralih pada shampo yg lain. Begitulah perasaan setia yg ditunjukkan dalam hubungan cinta. Tak bisa ke lain hati.
pesan delivery
by bontot kecil
ketik REG SPASI KERE SPASI DIT kirim ke fb sekop
di antar scepatna :-p
Good thinking! hahaha
Hmn,bner jg ia
Tp g stju jg klo mst mnggnti shmp0 yg qt pkai krn udh g c02k lg,jstr itu dmn qt msk mmpu mnylaraskn hub qt lg. . . Jgn smpai udh g d buthn trz d buang, habis manis sepah d buang. . . .
Bner jg, tp byk g stjuny, g mst jg qt mnggnti pasangn yg ada krj udh g c02k lg. Shmp0 ia shmp0, bkn prcntaan. Ktka qt udh g c02k, qt mst c0ba bwt mnylaraskn lg hub qt biar jd 1 arah, krn mngkn pd dasarny 1 vsi
yuuuuup.. ketika blm mendapatkan apa yang sesuai dgn kebutuhan kita, normally klo kita msh mencari terus hingga menemukan yang tepat.. tetapi ketika sudah mendapatkan yang paling pas dan yang paling ngerti kbutuh kita, pastilah kita tak akan berpindah pilihan lagi.. cukup dgn satu shamppo itu za.. eh mksd na cukup dgn seorang itu za.. ^^
kekasihku tidak sama dengan shampo yang dengan mudahnya mengganti dengan shampo lain. Sampai sekarang aku tetap bersampho dengan kekasih
good analogy…
great idea shinigami…
like this…hehe
Tak pernah terpikir kalau ternyata sampo pun bs jd sbuah pengandaian yg begitu hiperbolis ya. .
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments