Home » Humaniora, Memory

Dua Perempuan

1 September 2010 180 views 18 Comments

800_Licudine_Broken_HeartOleh: Ayni

Tubuhku menyelinap lemas. Sekujur tubuhku dihinggapi rasa tak menentu. Perlahan keringat mulai bercucuran. Mata memuntahkan air ke dalam hati. Mata yang sama tertuju pada dua orang perempuan yang sedang masyuk dengan cinta. Mungkin karena jarak pertemuan yang jauh hingga saat bertemu mereka melepasnya tanpa beban seolah tak ada perempuan lain yang begitu perih melihat mereka bercengkrama.

Tubuh terasa kecut, nyali memudar menatap perempuanku. Sedikit penyesalan dengan pertanyaan: kenapa aku memberanikan diri di depan mereka? Mata ini semakin tersiksa melihatnya. Tak kuingkari, aku cemburu melihat perempuanku bersama perempuannya. Perempuanku menatap indah seakan berkata “Ini cinta dan hidupku selamanya. Jangan ganggu aku, kau hanya perempuan pelampiasan saat perempuanku tak di sisiku.” Ah… aku hanya tersenyum, mencoba menghibur diri sendiri bahwa perempuanku tak seburuk itu.

Logika punya sejuta tanya tapi hati satu tak mampu menjawab. Hatiku hanya berbisik lirih, “Aku bahagia melihat perempuanku ” Dingin jus melon ternyata tak mampu mendamaikan suasana hati. Aku beku menahan kesakitan. Aku berharap hati ini seperti es batu yang tercampur dalam es lemon milik perempuannya, akan mencair bersama waktu. Oh, perempuanku, ingin rasanya meludahi muka manismu karena dengan kejam kau rayu perempuanmu, mempertotonkan kemesraanmu, membuatku serasa duduk di atas bara. Sedikit pun tak kau hargai perasaan ini!

Detik-detik terus berlalu perlahan, hati mulai berdamai dengan keadaan meski masih terasa sangat mengiris. Tak adil bila dua perempuan itu tersenyum, saling menatap manja, mengumbar cintanya sementara aku… duduk manis bak menikmati sebuah pertunjukan sirkus sesekali tersenyum bahkan ikut tertawa, menepis hati yang lagi galau bergemuruh. Perlahan kuhapus air mata, bertekad ini adalah air mata terakhir untuk perempuanku. Aku beranjak jauh dari kehidupannya namun tidak dengan cintaku. Sekian banyak cara telah ditempuh untuk menjauh dari cinta… Namun cinta tetap mengikuti seperti bayanganku.

@Ayni, SepociKopi, 2010

18 Comments »

  • gumilotsy said:

    I might lose my mind 4 a while but, I’ll b fine
    Have u heard there’s this thing that heals, and it’s called time
    Clock can tick away, happy will fall in place
    I know, my heart will break, a new me will fill this space

    *Pixie Lott
    Turn it up

  • Myukazuki said:

    Lalu mengapa kamu diam saja melihat kemesraan yang menyakitimu seperti itu? Apa tak ada kah daya mu untuk merebut perempuanmu kembali?

    I wish it never in to my life..

  • Zorra said:

    Astaga..kejam sekali dy..
    Tapi y sudahlah,semangat sista..

  • orange said:

    “Aku beranjak jauh dari kehidupannya namun tidak dengan cintaku.”

    Kren bgt kata2ny.. Aku bgt. :)

    Moga kamu ngerti, lil.. (Kalo kamu liat ini)

  • Komar said:

    Sabar ya ayni,apa yg km rasa sama sperti yg sedang aq rasakan sekarang..sakit,perih

  • disa said:

    CINTA TAK HARUS MEMILIKI

    tapi…

    jika tak termiliki, perih bagai dicambuk..
    ngilu sampai ketulang…

  • Tenshi said:

    Too pity. .aq lbih baik mundur daripada harus berperang dg emosi. Menjadi yg kedua itu sungguh menyakitkan. Apalagi cm dijadikan pelampiasan semata.

  • gallore said:

    sound like rebound girl…byk bgt case bgini di dunia lez.lg ada mslh ma cinta sejatinya trus berpaling ke rebound girl. kasihan juga si rebound girl, apalg klo dh ngincer lama. so cek and ricek lah. kagum kdng bukan cinta galzzz, memacari idola kdgn bikin kita jd reboundnya,hikkkss. sedihnyooo

  • Ananta said:

    kuatkan hatimu, waktu akan menghukum perempuanmu, dan pd akhrnya dy akn menysl tlah tanpa sdr menyakitimu.

  • Românezianca said:

    Tidak tahu harus berkata apa.

  • eliz said:

    mau dicintai org lain? cintai dulu dirimu sendiri, lebih!

  • Jai said:

    Stop crying coz love will find you a way & life too precioust to waste.

  • say_czeka15 said:

    cinta memang buta, “cukup sudah kau sakiti hati ini”
    itu kalimat yg seharusnya diucapkan kpd perempuanmu

  • romeo said:

    yupz..setuju ma say_czeka15! Cukup sdh…tingglin…mati satu tumbuh segambreng hee..cayo..semangat..

  • rani said:

    waw aku tau tuh rasanya gmn,,,,,
    ya ya,,,kamu bisa untuk tidak berada di posisi yang sama,,,,

    ayooo semangat ,,,kamu bisa,,,

  • bryand said:

    Gak mau lg d jadiin yg kedua.
    Sakiiiiiiiitt!!

  • torri said:

    aynii..
    critamu sma dgn apa yg prnh ak alami dluu..
    kadang terbesit kata ” ak manusia bodoh” yg mau”nya liat adegan tersebut.
    tp smwnya msti jd pelajaran wt slnjutna !!

    chayooo!!
    ^_^

  • doris fidelya d'rain said:

    oh dear….jgn myiksa dirimu. biarkan dirimu mjauh, dan waktu yg mjauhkn cintamu pd perempuanmu itu.

    time will be d best healing pills :) be tough y…

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.