L’Amour: Perempuan Terbaik
Oleh : Cassandra_Lea
Perempuan pertama yang membuatku jatuh cinta adalah Mama. Bukan… aku bukan penderita kelainan Oedipus Compleks yang tergila-gila secara seksual kepada ibunya sendiri, bukan cinta seperti itu yang kumaksudkan.
Sepanjang ingatanku, sosok yang paling dominan dalam hidupku adalah Mama. Papa hanya muncul sesekali dalam sebulan. Yang kami tahu, pekerjaan Papa menuntut berpindah dari satu kota ke kota lain. Tapi Mama selalu berupaya membuat keberadaan Papa ada di antara kami, aku dan adik laki-lakiku yang berusia tiga tahun lebih muda. Misalnya jika kami membantah, Mama akan menarik napas dan mengatakan, “Nanti kalau Papa pulang akan Mama akan ceritakan perbuatan kamu.” Selain itu Mama juga berlaku seakan-akan Papa sangat mencintai dan merindukan kami. Tapi saat Papa pulang ke rumah, sikap Papa jauh dari apa yang Mama selalu sampaikan. Papa cenderung cuek pada aku dan adikku.
Jadi buatku, Papa hanya pelengkap. Ada atau tidak ada, tidak ada bedanya. Kebahagiaan kami tidak pernah berkurang tanpa kehadiran Papa. Meski berusaha keras menutupi kekalutan tanpa kehadiran Papa namun seiring bertambahnya usiaku, aku mulai mengerti apa yang terjadi tanpa perlu Mama menceritakan apapun. Apalagi Papa yang dulunya pulang minimal sekali sebulan, semakin jarang muncul tanpa kabar bahkan hingga tidak pulang sama sekali.
Berbeda dengan Papa, buat kami Mama adalah segala-galanya. Mama dengan segala keterbatasan dan kesabarannya berusaha membuat keluarga kami sama seperti keluarga yang lain. Meski beban Mama sangat berat, menjadi ayah sekaligus ibu, tapi Mama tidak pernah menjadi kasar dan keras kepada kami. Mama mendidik kami dengan tegas tapi tetap lemah lembut. Membantu urusan pelajaran hingga mengajarkan pendidikan seksual. Satu yang paling melekat dalam ingatanku adalah: boleh pacaran tetapi hati-hati terhadap lawan jenis dan jangan biarkan bagian tubuh pribadimu disentuh oleh mereka. Buatku, Mama menjadi teman cerita dalam segala hal kecuali satu hal: perasaanku, bahwa aku tidak tertarik disentuh oleh lelaki.
Aku tidak tahu sejak kapan mulanya, tapi yang aku tahu, aku selalu ingin melindungi Mama dan setiap perempuan yang lembut seperti Mama. Teman-temanku menyebutku si tomboy. Aku tidak pernah ingin menjadi laki-laki, tapi pakaian laki-laki hanya terasa lebih nyaman dan pas di tubuhku. Mama sering mengingatkan agar sesekali berpenampilan perempuan agar teman cowok yang naksir nggak keder, tapi sesuatu dalam hatiku berbisik, “Bagaimana kalau teman cewek yang naksir, Ma?”
Bisikan ini tidak mengada-ada dan bukan karena ingin membanggakan diri. Aku merasa banyak teman-teman perempuan yang ingin bersahabat dekat denganku. Mungkin karena aku selalu memperlakukan mereka dengan baik, melindungi mereka dan selalu siap membantu mereka seperti aku selalu ingin membahagiakan Mama. Awalnya aku juga tidak mengerti bagaimana adik-adik kelasku yang dulu sama-sama aktif di OSIS sampe sikut-sikutan bila ada salah satu yang lebih dekat denganku.
Persababatanku yang lebih dominan dengan perempuan memberi warna dalam masa remajaku hingga masa kuliah. Dan Mama adalah orang yang paling mengerti dengan lika-liku persababatanku dengan perempuan-perempuan tersebut. Aku menyebutnya persahabatan karena kala itu aku belum berani untuk melintas lebih jauh. Satu demi satu sahabat dekatku silih berganti, ada yang cemburuan dan ada yang banyak menuntut perhatian lebih bahkan menyita waktuku yang sedianya untuk Mama.
Saat usiaku semakin dewasa, dorongan seksual untuk mencintai perempuan semakin kuat. Tapi ternyata mencintai perempuan selain Mama ternyata tidak sama rasanya. Meski sama-sama perempuan, tidak semua selembut dan sepengertian Mama. Meski aku tidak pernah mampu menceritakan pada Mama, namun Mama tetap orang yang paling mengerti bahkan hanya dengan percakapan sederhana.
Saat perempuan yang selama dua tahun dekat denganku tiba-tiba tidak pernah muncul dan mampir ke rumah lagi, Mama hanya berkata bahwa aku harusnya sudah lebih siap untuk itu, karena Papa telah mengajarkan pada kami bahwa orang terdekat kita sekalipun tidak bisa kita ikat untuk selalu ada di sisi kita, apalagi hanya “seorang sahabat”, meski dari cara Mama mengucapkannya aku tau bahwa Mama mengerti dia lebih dari seorang sahabat.
Mama mengajariku bahwa setiap orang yang hadir dalam hidup itu selalu untuk suatu alasan, bahkan saat mereka berlalu pun untuk suatu alasan. Termasuk suami yang kata Mama kelak akan mendampingi hidupku. Aku tidak bisa menahan air mata saat Mama berkata, “Mama ingin melihat kamu mengecap kebahagiaan berkeluarga yang utuh, kebahagiaan yang tidak pernah Mama rasakan. Tapi Mama tau tidak setiap orang memiliki kesempatan yang sama. Dan satu hal yang harus kamu tahu, bahwa tidak ada kebahagiaan yang bisa menandingi kebahagiaan memiliki seorang anak yang kita cintai sepenuh jiwa.”
Aku memeluk Mama, perempuan pertama yang kucintai dan selamanya akan memiliki cinta terbesarku. Cintaku yang terbesar pada perempuan adalah cinta pada Mama. Kebahagiaan Mama adalah tujuan utamaku. Aku selalu berusaha mencintai perempuan dengan ketulusan, menyakiti perempuan rasanya seperti menyakiti perasaan Mama. Tapi ternyata, memang tidak semua mampu membalas cinta dan perhatianku sebesar yang Mama berikan, dan tentu seperti kata Mama, itu terjadi untuk sebuah alasan. I Love You, Mama…
@Cassandra_Lea, Sepocikopi, 2010









cool, cass..
hehehhe manding dong masi ada mama,,,
aku dah dari kecil dari aku sd ngggk pernah kumpul dan tinggal bareng keluarga sampai detik ini,,
aku juga lupa rasa kangen sama orang tua,,,
orang tua ku hanya mengunjungiku dan kakak2 ku 1 bulan 1 kali dan itu pun cuma sehari,,,,
wkwkwk orang tua aku dah kayak absen aja ,,,,
Asli terharu bgt gw bc ni tulisan… Love u Mom…
Walaupun pemikiran mama tidak sama sepertiku,namun aku ttp menghargai dirinya
Smoga jika aku bnr2 cinta dia, cintaku pdnya tdk melebihi cintaku pada mama
iya tu
iya, kita mpunyai kisah yg sama persis, sampai kdetailny
for her, my first lady! love u, mama!!!!
jadi ingat lagu anak2 :
“Kasih ibu, kepada beta. tak thingga spanjang masa. HY MBERI, tak harap kbali. BAGI SANG SURYA, myinari dunia…”
mama, d best angel kiriman Tuhan
indahnya dicintai seorang perempuan …
aku merindukan rasa itu lagi
keren banget tulisannya..
Baru baca ini hari ni..hehehee
Berbahagialah qta2 yg memiliki ma2 yang baik,perhatian..jgn ? sia2kan dan jgn kita tdk hormat.. Karena di saat qta kehilangan,barulah qta menyesal..meskipun ma2 memukul qta kala qta nakal dulu,meskipun ma2 selalu menuntut qta untuk menikah dgn cow,meskipuun ma2 serasa se enaknya sendiri,tetapi ma2 its number one!!
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments