Home » Humaniora, Tajuk

TAJUK: Sifat Kepemimpinan dan Kita

24 August 2010 179 views 10 Comments

pociOleh: Nuha Guwa

Presiden, raja, syeikh, manajer, kepala, bos, datuk, ibu ketua, apalah namanya hanya sebutan untuk orang yang berkuasa atau yang disebut pemimpin. Dalam bahasa Indonesia “pemimpin” sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, penuntun, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah “memimpin” digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya memengaruhi orang lain dengan berbagai cara. Istilah pemimpin, kepemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang sama yakni “pimpin”. Namun demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda.

Baiklah, suka atau tidak suka di antara kita selalu ada orang yang memang harus menjadi pemimpin. Dalam lingkup yang kecil sekali paling tidak ada seseorang diharuskan menjadi pemimpin bagi yang lain, terutama pemimpin di keluarga sendiri, atau sekecil-kecilnya menjadi pemimpin bagi diri sendiri. Sifat pemimpin tentu saja baik buat kemajuan diri dan lingkungan tempat hidup. Namun sebelum mencapai semua itu coba kita lihat apa sebenarnya sifat kepemimpinan ini.

Pemimpin adalah suatu peran dalam sistem tertentu. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan keterampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan “pemimpin”. Menurut wikipedia pemimpin yang kuat adalah pemimpin yang berani mengambil keputusan, berani ambil risiko, pemimpin yang kuat harusnya juga mempunyai kecerdasan memimpin. Pemimpin menurut definisi ini jika memenuhi syarat dan kredibel akan sanggup memproduksi orang-orang kuat dan cerdas.

Baiklah, sudah berjubel literatur bagus yang membahas soal pemimpin, bahkan seminar-seminar leadership dengan harga juta-jutaan dibuat untuk menciptakan seorang pemimpin ideal. Siapa yang belum melewatkan satu seminar pun sepertinya harus membuat daftar seminar itu di tahun ini. Selain itu berjuta buah pikiran menyangkut leadership dicetak dalam kepingan buku, The Heart of Leadership oleh Joanna B. Ciulla, Leadership and the Culture of Trust oleh Gilbert W. Sankowsky dalam Journal of Leadership Studies, dan banyak lagi. Sudah baca belum? Ketiga buku itu konon dianggap pegangan buku leadership terlaris. Jadi kalau belum baca teori kepmimpinan mereka tadi barangkali kepemimpinan yang ada sekarang masih belum tertempa secara apik dan teratur.

Ada beberapa faktor penting yg harus dimiliki seorang pemimpin, antara lain confident alias percaya diri, memiliki visi, idealis atau kebijaksanaannya berpijak pada nilai standar ideal, tanggung jawab tinggi, egaliter, caring, lebih mengutamakan kepentingan umum, serta bermartabat. Well… dari keterangan tersebut, coba tengok kanan kiri atas bawah diri kita sendiri, apakah ciri-ciri tersebut ada? Menurut ketiga buku tadi pemimpin yang baik akan selalu menganggap setiap orang sejajar dengan dirinya, tidak lebih tinggi dan tidak lebih rendah. Tidak menunduk atau mengangkat kepala, apa pun status orang yg dihadapi: selebriti, sosialita, dubes, pengemis, jenius, idiot, kaya , miskin, elite atau kere, ia tidak akan membuat perbedaan-perbedaan yang merendahkan derajat kemanusiaan. Pemimpin juga dituntut sopan dan rendah hati, mengutamakan hal prinsip dari pada hal-hal remeh, ini berarti kita tidak akan mudah tersinggung jika status Facebook atau Twitter seseorang menyindir-nyindir kepribadian kita, bener nggak?

Untuk memiliki visi atau wawasan ke depan tentu saja hal ini tidak jatuh dari langit, namun harus diupayakan. Visi ini bisa diperoleh dengan banyak membaca, banyak bergaul, dan bertanya, mau menulis atau berkomentar, serta aktif dalam berbagai diskusi, serta rajin membaca buku biografi tokoh-tokoh besar nasional dan dunia.

Pemimpin yang baik memiliki kepribadian kuat serta bertanggung jawab. Tanggung jawab ini tentu identik dengan sikap konsisten dalam ucapan dan perilaku. Tanggung jawab berkaitan erat dengan semangat yang stabil dari awal tugas sampai akhir. Selain itu juga satu ciri mencolok dari pemimpin yang karismatik dan populer adalah sikapnya egaliter atau merakyat serta mudah dihubungi. Jadi nggak jaim-an atau angkuh ketika seseorang membutuhkan tukar pikiran melalui alat komunikasi apa pun dengannya. Yang terakhir, pemimpin kredibel memilih mengalah ketika kepentingan pribadinya bertabrakan dengan kepentingan umum dan siap berkorban, termasuk mengorbankan perasaannya sendiri bila perlu, gampang, kan?

Memang semua ciri dan syarat di atas terdengar mudah dilaksanakan. Di saat bulan penuh berkah ini. Ketika umat Islam memperbaiki keimanannya dengan berpuasa. Mari lesbian, perbaiki sifat kepemimpinan kita. Memang kita semua memiliki target, cita-cita atau impian dalam hidup ini.Untuk mendapatkan impian tersebut salah satunya bisa dicapai dengan meningkatkan kualitas sifat kepemimpinan tadi, setidaknya bisa diterapkan dengan bijak dalam rumah tangga sendiri. Bagaimana mengatur keseimbangan dan irama kepemimpinan yang egalitas dengan pasangan, harmoni dengan keluarga partner, dengan rekan di tempat kerja, dalam organisasi, hingga lingkup yang luas sebagai warganegara Indonesia sebagai bagian dari umat manusia.

Satu lagi yang paling penting, pemimpin sukses yang pasti buka orang yang hanya melaksanakan kepemimpinannya bagi generasi saat dia memimpin saja. Namun, lebih dari itu, dia adalah seorang yang visioner yang mempersiapkan pemimpin berikutnya untuk regenerasi di masa depan. Pemimpin yang mempersiapkan pemimpin berikutnya. Seorang pemimpin sejati pasti dikatakan sukses jika ia mampu menelorkan para pemimpin-pemimpin muda, lalu siapa yang akan memimpin SepociKopi di masa depan? Kamukah?

@Nuha Guwa, SepociKopi, 2010

10 Comments »

  • no_name said:

    Tema yang tepat di bulan yang tepat. Karena, berpuasa di bulan ramadhan, merupakan salah satu sarana untuk melatih sifat-sifat yang diperlukan oleh seorang pemimpin dalam memimpin yakni kedisiplinan, pengendalian diri dan emosi, kejujuran, pengorbanan, kepedulian sosial, egaliter, visioner, dsb, etc. Saya setuju jika pemimpin yang hebat dan sukses adalah pemimpin yang bisa melahirkan kader-kader penerus visi dan misi organisasinya, bukan hanya hebat bagi dirinya. Dan satu hal lagi yang penting, bahwa menjadi seorang pemimpin bukanlah main-main karena akan diminta pertanggung jawabannya atas apa yang ia pimpin di dunia. Minimal pertanggung jawaban atas hasil memimpin dirinya dan juga pertanggung jawaban atas memimpin keluarga. Termasuk di dalamnya pertanggung jawaban seorang ‘L’ yang memilih menjadi pemimpin dalam sebuah keluarga yang dibina bersama pasangannya.
    Buat SK, semoga ke depannya, memiliki kader hebat yang mampu meneruskan perjuangan untuk mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misinya. Bravo!!!!

  • Ananta said:

    artikel yg bgs d saat fajar dmana aq bth motivasi. Tx

  • yulsic said:

    wah bnr jg. siapa yg bkl mimpin sepocikopi di ms dpn ya? deng deng deng deng! saya nantikan xp

  • Gl@_@m said:

    ayo ayo ayo siapa yg mau menjadi the next leader for sepoci kopi ^^

  • rafha said:

    pemimpin yg sukses mampu menyeimbangkan logika & emosi..

  • Leonita said:

    next leadernya kudu wanita juga dong ?

  • say_czeka15 said:

    siapapun pemimpin sepocikopi berikutnya, semoga bisa bikin sepocikopi maju & dirikupun sedang mencari seorang pemimpin..

  • enis said:

    Tante Nuha,
    Ada beberapa faktor penting yg harus dimiliki seorang pemimpin, antara lain confident alias percaya diri, memiliki visi, idealis atau kebijaksanaannya berpijak pada nilai standar ideal, tanggung jawab tinggi, egaliter, caring, lebih mengutamakan kepentingan umum, serta bermartabat.

    Tapi menurut sy tan, semua faktor tsb hrus berjalan seimbang, tidak bisa yg 1 lebih mencolok dr pada yg lain.
    Misalnya: kepedean terlalu tinggi, yg ada org sebel sama kita…

    Dan saya rasa utk melihat bgmana tipe kepemimpinan kita, bawahan kita adalah tolak ukur yg paling ideal.
    Karena bawahan adalah cerminan pimpinan.
    Bawahan yg baik mengindikasikan terciptanya kepemimpinan yg baik di suatu komunitas (seperti sepoci-walaupun disini tidak ada hubungan bawahan dan pimpinan-hnya pertemanan)
    Sebaliknya bawahan yg amburadul dan tidak patuh justru mengindikasikan ketidak becusan pemimpinnya…

    Sebagai pemimpin kita jg tidak bisa mengkultuskan diri kita. Kita tidak bisa menjadikan diri kita sebagai sentra. Sentra adalah tim dgn pemimpin sbg leader.
    Ketika timbul suatu masalah, jika tim dapat menyelesaikan dgn baik maka yg berhasil adalah tim dan pimpinan. Jika gagal, itu mutlak kegagalan pemimpin utk memimpin pasukan.

    Ini opini sy tante nuha..

    Maaf sy manggilnya tante, krna sy kira anda org bijak dengan pengalaman yg sangat banyak. Saya yakin anda org bijak.

  • doris fidelya d'rain said:

    pemimpin yg visioner, rada langka y, org2 cenderung mnekan org2 yg tliat lbh perfect n bagus kinerja ny dr dia, agar dy ttp unggul. sgt dsayangkn praktek spt it…..

  • Just In said:

    Para pemimpin barangkali dah pada hatam dgn teori “kepemimpinan” dari berbagai buku/sumber (dalam n luar negeri)….syangx belum ada pemimpin yg mengaplikasikanx secara hatam….hee..(mngkin krn trlalu bnyak “kpentingan” ato trlalu bnyak “phak yg brkpentingan” yg trlibat/dlibatkan)…heee…Andaikan masing2 orang d ngara kt pny jw kpmimpinan yg “bnar” mgkn gk akn ad smpah2 dsmbrang t4, gkkan ad krupsi dismua bdang/dpartmen, gkkan ad maling/cpet/rmpok, gkkan ad gepeng n kmskinan…heee…preambul UUD 45 bner trcpai dehhhh….tp kpan y????…dri pd psing mkrxx…yuk kt mlai dari diri kt sndri…kt berusaha jd pmimpin yg “bner” bg dri kt……ayo smangat….kt pasti bs….where there is a will, there is a way…

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.