TAJUK: Sifat Kepemimpinan dan Kita
Oleh: Nuha Guwa
Presiden, raja, syeikh, manajer, kepala, bos, datuk, ibu ketua, apalah namanya hanya sebutan untuk orang yang berkuasa atau yang disebut pemimpin. Dalam bahasa Indonesia “pemimpin” sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, penuntun, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah “memimpin” digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya memengaruhi orang lain dengan berbagai cara. Istilah pemimpin, kepemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang sama yakni “pimpin”. Namun demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda.
Baiklah, suka atau tidak suka di antara kita selalu ada orang yang memang harus menjadi pemimpin. Dalam lingkup yang kecil sekali paling tidak ada seseorang diharuskan menjadi pemimpin bagi yang lain, terutama pemimpin di keluarga sendiri, atau sekecil-kecilnya menjadi pemimpin bagi diri sendiri. Sifat pemimpin tentu saja baik buat kemajuan diri dan lingkungan tempat hidup. Namun sebelum mencapai semua itu coba kita lihat apa sebenarnya sifat kepemimpinan ini.
Pemimpin adalah suatu peran dalam sistem tertentu. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan keterampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan “pemimpin”. Menurut wikipedia pemimpin yang kuat adalah pemimpin yang berani mengambil keputusan, berani ambil risiko, pemimpin yang kuat harusnya juga mempunyai kecerdasan memimpin. Pemimpin menurut definisi ini jika memenuhi syarat dan kredibel akan sanggup memproduksi orang-orang kuat dan cerdas.
Baiklah, sudah berjubel literatur bagus yang membahas soal pemimpin, bahkan seminar-seminar leadership dengan harga juta-jutaan dibuat untuk menciptakan seorang pemimpin ideal. Siapa yang belum melewatkan satu seminar pun sepertinya harus membuat daftar seminar itu di tahun ini. Selain itu berjuta buah pikiran menyangkut leadership dicetak dalam kepingan buku, The Heart of Leadership oleh Joanna B. Ciulla, Leadership and the Culture of Trust oleh Gilbert W. Sankowsky dalam Journal of Leadership Studies, dan banyak lagi. Sudah baca belum? Ketiga buku itu konon dianggap pegangan buku leadership terlaris. Jadi kalau belum baca teori kepmimpinan mereka tadi barangkali kepemimpinan yang ada sekarang masih belum tertempa secara apik dan teratur.
Ada beberapa faktor penting yg harus dimiliki seorang pemimpin, antara lain confident alias percaya diri, memiliki visi, idealis atau kebijaksanaannya berpijak pada nilai standar ideal, tanggung jawab tinggi, egaliter, caring, lebih mengutamakan kepentingan umum, serta bermartabat. Well… dari keterangan tersebut, coba tengok kanan kiri atas bawah diri kita sendiri, apakah ciri-ciri tersebut ada? Menurut ketiga buku tadi pemimpin yang baik akan selalu menganggap setiap orang sejajar dengan dirinya, tidak lebih tinggi dan tidak lebih rendah. Tidak menunduk atau mengangkat kepala, apa pun status orang yg dihadapi: selebriti, sosialita, dubes, pengemis, jenius, idiot, kaya , miskin, elite atau kere, ia tidak akan membuat perbedaan-perbedaan yang merendahkan derajat kemanusiaan. Pemimpin juga dituntut sopan dan rendah hati, mengutamakan hal prinsip dari pada hal-hal remeh, ini berarti kita tidak akan mudah tersinggung jika status Facebook atau Twitter seseorang menyindir-nyindir kepribadian kita, bener nggak?
Untuk memiliki visi atau wawasan ke depan tentu saja hal ini tidak jatuh dari langit, namun harus diupayakan. Visi ini bisa diperoleh dengan banyak membaca, banyak bergaul, dan bertanya, mau menulis atau berkomentar, serta aktif dalam berbagai diskusi, serta rajin membaca buku biografi tokoh-tokoh besar nasional dan dunia.
Pemimpin yang baik memiliki kepribadian kuat serta bertanggung jawab. Tanggung jawab ini tentu identik dengan sikap konsisten dalam ucapan dan perilaku. Tanggung jawab berkaitan erat dengan semangat yang stabil dari awal tugas sampai akhir. Selain itu juga satu ciri mencolok dari pemimpin yang karismatik dan populer adalah sikapnya egaliter atau merakyat serta mudah dihubungi. Jadi nggak jaim-an atau angkuh ketika seseorang membutuhkan tukar pikiran melalui alat komunikasi apa pun dengannya. Yang terakhir, pemimpin kredibel memilih mengalah ketika kepentingan pribadinya bertabrakan dengan kepentingan umum dan siap berkorban, termasuk mengorbankan perasaannya sendiri bila perlu, gampang, kan?
Memang semua ciri dan syarat di atas terdengar mudah dilaksanakan. Di saat bulan penuh berkah ini. Ketika umat Islam memperbaiki keimanannya dengan berpuasa. Mari lesbian, perbaiki sifat kepemimpinan kita. Memang kita semua memiliki target, cita-cita atau impian dalam hidup ini.Untuk mendapatkan impian tersebut salah satunya bisa dicapai dengan meningkatkan kualitas sifat kepemimpinan tadi, setidaknya bisa diterapkan dengan bijak dalam rumah tangga sendiri. Bagaimana mengatur keseimbangan dan irama kepemimpinan yang egalitas dengan pasangan, harmoni dengan keluarga partner, dengan rekan di tempat kerja, dalam organisasi, hingga lingkup yang luas sebagai warganegara Indonesia sebagai bagian dari umat manusia.
Satu lagi yang paling penting, pemimpin sukses yang pasti buka orang yang hanya melaksanakan kepemimpinannya bagi generasi saat dia memimpin saja. Namun, lebih dari itu, dia adalah seorang yang visioner yang mempersiapkan pemimpin berikutnya untuk regenerasi di masa depan. Pemimpin yang mempersiapkan pemimpin berikutnya. Seorang pemimpin sejati pasti dikatakan sukses jika ia mampu menelorkan para pemimpin-pemimpin muda, lalu siapa yang akan memimpin SepociKopi di masa depan? Kamukah?
@Nuha Guwa, SepociKopi, 2010









Tema yang tepat di bulan yang tepat. Karena, berpuasa di bulan ramadhan, merupakan salah satu sarana untuk melatih sifat-sifat yang diperlukan oleh seorang pemimpin dalam memimpin yakni kedisiplinan, pengendalian diri dan emosi, kejujuran, pengorbanan, kepedulian sosial, egaliter, visioner, dsb, etc. Saya setuju jika pemimpin yang hebat dan sukses adalah pemimpin yang bisa melahirkan kader-kader penerus visi dan misi organisasinya, bukan hanya hebat bagi dirinya. Dan satu hal lagi yang penting, bahwa menjadi seorang pemimpin bukanlah main-main karena akan diminta pertanggung jawabannya atas apa yang ia pimpin di dunia. Minimal pertanggung jawaban atas hasil memimpin dirinya dan juga pertanggung jawaban atas memimpin keluarga. Termasuk di dalamnya pertanggung jawaban seorang ‘L’ yang memilih menjadi pemimpin dalam sebuah keluarga yang dibina bersama pasangannya.
Buat SK, semoga ke depannya, memiliki kader hebat yang mampu meneruskan perjuangan untuk mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misinya. Bravo!!!!
artikel yg bgs d saat fajar dmana aq bth motivasi. Tx
wah bnr jg. siapa yg bkl mimpin sepocikopi di ms dpn ya? deng deng deng deng! saya nantikan xp
ayo ayo ayo siapa yg mau menjadi the next leader for sepoci kopi ^^
pemimpin yg sukses mampu menyeimbangkan logika & emosi..
next leadernya kudu wanita juga dong ?
siapapun pemimpin sepocikopi berikutnya, semoga bisa bikin sepocikopi maju & dirikupun sedang mencari seorang pemimpin..
Tante Nuha,
Ada beberapa faktor penting yg harus dimiliki seorang pemimpin, antara lain confident alias percaya diri, memiliki visi, idealis atau kebijaksanaannya berpijak pada nilai standar ideal, tanggung jawab tinggi, egaliter, caring, lebih mengutamakan kepentingan umum, serta bermartabat.
Tapi menurut sy tan, semua faktor tsb hrus berjalan seimbang, tidak bisa yg 1 lebih mencolok dr pada yg lain.
Misalnya: kepedean terlalu tinggi, yg ada org sebel sama kita…
Dan saya rasa utk melihat bgmana tipe kepemimpinan kita, bawahan kita adalah tolak ukur yg paling ideal.
Karena bawahan adalah cerminan pimpinan.
Bawahan yg baik mengindikasikan terciptanya kepemimpinan yg baik di suatu komunitas (seperti sepoci-walaupun disini tidak ada hubungan bawahan dan pimpinan-hnya pertemanan)
Sebaliknya bawahan yg amburadul dan tidak patuh justru mengindikasikan ketidak becusan pemimpinnya…
Sebagai pemimpin kita jg tidak bisa mengkultuskan diri kita. Kita tidak bisa menjadikan diri kita sebagai sentra. Sentra adalah tim dgn pemimpin sbg leader.
Ketika timbul suatu masalah, jika tim dapat menyelesaikan dgn baik maka yg berhasil adalah tim dan pimpinan. Jika gagal, itu mutlak kegagalan pemimpin utk memimpin pasukan.
Ini opini sy tante nuha..
Maaf sy manggilnya tante, krna sy kira anda org bijak dengan pengalaman yg sangat banyak. Saya yakin anda org bijak.
pemimpin yg visioner, rada langka y, org2 cenderung mnekan org2 yg tliat lbh perfect n bagus kinerja ny dr dia, agar dy ttp unggul. sgt dsayangkn praktek spt it…..
Para pemimpin barangkali dah pada hatam dgn teori “kepemimpinan” dari berbagai buku/sumber (dalam n luar negeri)….syangx belum ada pemimpin yg mengaplikasikanx secara hatam….hee..(mngkin krn trlalu bnyak “kpentingan” ato trlalu bnyak “phak yg brkpentingan” yg trlibat/dlibatkan)…heee…Andaikan masing2 orang d ngara kt pny jw kpmimpinan yg “bnar” mgkn gk akn ad smpah2 dsmbrang t4, gkkan ad krupsi dismua bdang/dpartmen, gkkan ad maling/cpet/rmpok, gkkan ad gepeng n kmskinan…heee…preambul UUD 45 bner trcpai dehhhh….tp kpan y????…dri pd psing mkrxx…yuk kt mlai dari diri kt sndri…kt berusaha jd pmimpin yg “bner” bg dri kt……ayo smangat….kt pasti bs….where there is a will, there is a way…
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments