Home » Puisi, Seni Budaya

Puisi: #11

23 August 2010 96 views 6 Comments

#11
Oleh: Talitha Anaya

Aku berdiri di ngarai ini
memandangmu jauh di bawah sana
Sakit. Harus melihatmu terberai,
rambutmu masai tercabik ilalang
dan karang tajam
Sakit. Mengingatmu, menepis ulurku
dan memilih keabadian yang tak pernah kita tahu
Angin berdesau di kaki kaku, membujukku melompat menujumu
Tapi, ke alam mana kau pergi?
Aku takut kita tak bertemu

Tentang Talitha Anaya:Karyawati yang hobi mencangkung, tinggal di Jakarta, 25 tahun.

6 Comments »

  • Gl@_@m said:

    hikss seddiihhh ~.~

  • Lie_nux said:

    Ada s’tment berkta : berseru memanggil namanya, berdoa Diakan s’gra mnghampiri dirimu, percaya Dia tak jauh darimu, krn Dia hanya sjauh doa…
    Jd u ga perlu takut ya

  • Princezz Rain said:

    .menyentuh bgt :-(

  • yulsic said:

    sendu dan keren

  • doris fidelya d'rain said:

    oh…really sad ending….but, jgn sia2kan hidupmu, talitha
    hiduplah untuk dia :)

  • Amortalen said:

    Suka

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.