Home » Lagak Lajang, Sepocikopiana

Lagak Lajang: Meredupnya Lampu Jalan ke Surga

22 August 2010 196 views 28 Comments

Before Heaven by TheBroth3R

Oleh: Oscar A.

Dunia adalah samudra kesulitan, di seberangnya samudra kemudahan. Dalam kesulitan, semuanya terlihat buram. Lampu-lampu temaram, langit berwajah muram, tak ada senyuman selain wajah-wajah penuh rintihan dan meringis. Apa yang kau ingat tatkala kesedihan itu datang? Sakit hati yang sudah berkarat? Kekasih yang seenaknya meninggalkanmu dan menyayatmu perlahan-lahan? Apa yang kau lihat? Air hujan yang menetes dari sudut atapmu yang sudah bocor? Apa yang kau rasakan? Kepedihan yang tiada tara melebihi sakitnya seorang anak yang ditinggal mati kedua orangtuanya? Apa yang kau inginkan? Kekasih berengsek mu itu kembali pada dirimu, lalu dengan seenaknya menjajahmu kembali seperti yang lalu-lalu? Bangkitlah, berdirilah lalu berjalanlah.

Sesekali, mungkin sebaiknya kita berdiam dan merenung. Sejenak tinggalkan kesibukan, lupakan deretan rutinitas. Renungkan segala kesulitan yang menimpa atau yang sedang dialami. Kalau pacarmu meninggalkanmu, doakan sajalah dia berbahagia dengan pilihannya. Kalau kondisi keuanganmu sedang berantakan, bersyukurlah artinya kau masih punya uang, meskipun berantakan. Lalu bayangkan, peminta-minta di jalanan, yang mengumpulkan keping demi keping untuk sepiring nasi. Kalau hatimu sedang gundah gulana, lakukanlah hal-hal positif yang bisa mengembalikan mood bahagiamu. Bersepeda, berjalan-jalan di pinggir pantai, menonton DVD di dalam kamar, atau mendengarkan lagu-lagu kesayanganmu. Renungkanlah, karena hidup adalah pergulatan yang panjang, yang tetap harus diarungi sampai titik akhir nafas kita.

Ramadhan sedang melintas di hadapan. Kali ini saya benar-benar khawatir, apakah tahun depan Ramadhan masih mau datang lagi, atau jangan-jangan, diri ini yang sudah tak mampu lagi mendatanginya. Diri ini tak sanggup membayangkannya, karna berlumuran dengan dosa. Saya tak mau membahasnya panjang-panjang karena harusnya kita tahu dosa apa yang saya maksud.

Biru sedang mewarnai langit, tapi yang saya lihat adalah kelabu yang sedang bertahta. Sebelum wudhu’ ternoda, cepat-cepat saya bergegas memasuki halaman mesjid dan menghentikan lamunan tak berjudul itu.

Di dalam mesjid, sajadah tak bertuan lebih banyak jumlahnya daripada yang bertuan. Ini sudah lumayan banyak, dibanding hari-hari selain Ramadhan. Segera saya ambil mukena dan sajadah, menghadapkan diri sepenuhnya kepada pemilik jiwa dan raga dan mempasrahkan semuanya kepada Dia sang Pencipta.

”Nak, pakai mukenanya, sayang.” Seorang Ibu sedang menasehati anaknya di sebelah saya.

”Mama, Najwa mau pakai peci aja kayak Papa. Papa kan solat pake peci,” jawab sang bocah kepada Ibunya.

Dag dig dug dag dig dug, mata saya berpapasan dengan Ibu si bocah ini. Oh, Tuhan, perempuan cantik ini tersenyum lalu menjawab anaknya sambil menyorongkan mukena ke kepala si bocah dengan penuh kasih sayang.

”Najwa itu perempuan dan Papa itu laki-laki. Kata Allah, perempuan itu tidak boleh menyerupai laki-laki, sayang.”

PLAK! Tamparan mengenai tepat kedua pipi saya. Oke, hentikan ini semua. STOP. Saya tak tahan, saya ingin menjerit, saya ingin menangis di sini, di rumah Tuhan yang mulia ini. Ingin saya bersujud semalaman di sini, lalu mengguncang-guncang bahu Tuhan dan mencari jawaban atas ini semua. Astaga, sombongnya saya! Memangnya Tuhan mau menerima saya?

Entahlah, hari ini saya tidak sedang memikirkan masa depan duniawi, melainkan memikirkan masa depan akhirat saya. Mukena masih menjerat tubuh saya, dan saya terpekur atas ucapan perempuan cantik di sebelah. Mata saya mulai berair, dan berharap semoga saya tidak benar-benar bercucuran air mata di sini. Ya, bayangan itu muncul lagi, diri ini yang berlumuran dosa. Hitam dan putih seolah-olah menarik-narik tangan kanan dan kiri saya. Dan harusnya, saya tidak perlu terjerat di ranah abu-abu ini. Ah, tiba-tiba, perjalanan ini terasa semakin berat saja. Karena, lampu menuju surga, meredup sepanjang jalan ini.

@Oscar A., SepociKopi, 2010.

28 Comments »

  • della quinzha said:

    :) nice! smpat mmbuat mataq brkaca2. perempuanku prnah brkata pdq, “Jadilah lesbian yg tetap memegang agamamu, Syg.. Insya Allah, Allah tdk akan pernah meninggalkanmu.. Cintai aku krn Allah, bukan tanpa alasan spt yg kau katakan..” JLEB! tepat di ulu hati.

  • Nita said:

    “.. Ingin saya bersujud semalaman di sini, lalu mengguncang-guncang bahu Tuhan dan mencari jawaban atas ini semua. Astaga, sombongnya saya! Memangnya Tuhan mau menerima saya?”..Yups..pertanyaan ini terus menghantui aku..hanya dengan iman yang kecil mampu membuatku bertahan dan percaya..”Tuhan tidak pernah salah mencipta..”..

  • say_czeka15 said:

    y lampu menuju surga meredup karna diri ini yg smkn melupakan penciptanya. Allah pasti lbh memahami keadaan hambanya, semoga ibadah kt d bulan yg suci ini dpt terimaNya. Biarlah baik buruknya manusia sprti kita Dia yg menilai.

  • phiko said:

    pengen k0men tp bingung,krn artikelny padet bgd dan abs0lutely right..aq yakin qt smua sbNrny jg mrasakanx,hny kdg qt brusaha menyisihkanx dr pikiran qt..

    Dan inilah qt,manusia,yg wal0pun sama2 tau ini d0sa tp tetap kekeuh menjalaniny,bhkan kadang brusaha mencri pmbenaran dgn cr apapun..

    Sm0ga Allah mau terus brsabar..

  • Ra said:

    Tamparan halus pada otak kananku…
    Cubitan legit di otak kiriku…
    Flashback pada ajakan umroh partner yang ku tolak karena rasa tak siap…

    *) terimakasih…
    Untuk membuka kembali pintu logika…

  • Tenshi said:

    Aq percaya Tuhan akan selalu menjaga mereka yang tetap percaya padaNya. Sekalipun kita adalah lesbian.

  • Gl@_@m said:

    manusia tak luput dari dosa… dan ALLOH maha pengampun bukan… ^^

  • yo said:

    jadi kita mesti bagaimana ?
    #berharap pintu surga yang meredup tidak tertutup .

  • Lie_nux said:

    Gw ga tau mau bri comen apa tuk u..tp Gw pnya 1 lyric lgu guys..tuk u…
    -judulnya semua baik-
    ”Dr semula tlah Kau tetapkan,
    hidupku dlm tangnMu,
    dlm rencanaMu Tuhan,
    rencna indah tlah Kau siapkan,
    bgi msa depanku yg penuh harapan,
    semua baik,
    sunggu teramat baik, apa yg tlah Kau perbuat didalm hiduku,
    semua baik,
    sunggu tramat baik, Kau jadikan hidupku berarti.”
    dsakiti orang yg kt kasihi emank sangt sakit rasanya guys…krn gw jg da ngerasai…tp anggp jg semuanya baik..dn sangt baik…

  • Fe said:

    Huuftt..
    Udh thu slah ttep aj djalni..
    Udh thu dosa tpi ttep lakoni..
    Oz, mungkn biarlah hal ni jd perkara antra kta dan Tuhan..
    Cma bsa brdoa smga jaln ini mtlak jd tnggung jwab kta tnpa Tuhan hrus mmperslahkan orng lain dluar kta..

  • disa said:

    stuju bgt dg yg d ktkn tensi..
    Tuhan maha pengasih,maha penyayang,n maha cinta..
    Kt jlni kewajiban kita,kita usahakan se maksimal mungkin agar tuhan mau mengasihi kita..
    Krn tuhan punya caranya..

  • gumilotsy said:

    dear os & teman2 yg brada di ranah abu2. let me give u a big hug n a sincere smile to put u at ease though just a bit :)
    os & teman2, mungkin xan tlah sngat lelah diingatkan & diingatkan baik oleh hati nuranimu atopun org lain ttg hal itu. pndngan sbgian org, sinis menhakimimu, tak peduli bhwa bkan qm yg menginginkannya. dan qm jg tdk mengerti mengapa Tuhan memilihmu, menganugerahimu dgn cobaan itu. mungkin ad kalanya ingin sangat mbenci & melupakan-Nya.
    namun ruang di hatimu yg memang khusus u/-Nya brteriak keras memanggil-Nya. hidup tnpa sosok Tuhan mbuat qt mrasakan kekosongan & kbimbangan yg sangat. makna hidup brkrng bhkan hilang. qt bth cinta, kasih sayang, tmpt brsandar, mengadu, brmhon yg tiada tndingnya di dunia ini.
    bila qt ingin bicara/mncr jwban Tuhan ttg cobaan, bukalah kitabmu dan bacalah (bila qmu muslim) QS. Al Baqarah:155-156, At Taubah:16, An Nahl:90-113.
    bila hati sy gundah gulana, dgn membaca Basmallah & brharap ptunjuk dr-Nya sy mbuka Qur’an scara acak. Alhamdulillah, slalu brhasil menenangkan sy.

  • gumilotsy said:

    tdk ada kt trlmbt u/ mperbaiki diri kcuali bila matahari tlh trbit dr barat, bgtu sabda Rasul. Beliau jg brsabda bhwa cinta Allah lbh bsar dr kbncian-Nya. ad 2 hadist shahih yg ingin sy smpaikan: 1. bila kau dtng pd Tuhanmu dgn brjalan maka Dia menyambutmu dgn brlari. 2. rasa kbhagiaan Allah brtemu dgn hamba-Nya yg dulu jauh dr-Nya jauh lbh besar dr kbhgiaan seseorang yg menemukan kmbali sesuatu yg dcintainya.
    masihkah kau yakini bhwa stiap manusia masuk surga-Nya smata karna kemurahan-Nya?
    Os & teman2 smua, sy bkan pngkhotbah (udztazah) atau sdng brkhotbah. sy ingin brbagi pndangan. sy akui sy bkan prempuan yg sdh benar, sy biasa2 saja, mungkin jg hancur. sy hnya ingin brusaha mncri amalan u/ akhirat sya, mncri tman u/ mengingatkan sya. ya, sy layaknya org dlm lagu opick brjudul ‘rapuh.’ sy ingin qt brgandengan tngan, slng mberi & mnerima karna-Nya.
    smoga Allah slalu menjaga & menguatkan qt, menancapkan dlm2 tonggak2 keimanan qt shingga smakin kokoh. smoga qt slalu mempercayai, mencintai, menyayangi-Nya, serta brsabar dgn ujian-Nya. smoga qt mnjd org2 yg bruntung & dberkahi-Nya. smoga Allah mengumpulkan qt dlm surga-Nya brsama org2 yg dicintai-Nya. amin, amin ya Rabbal alamin.
    let’s keep the faith!
    i love u all :)

  • Cyntiasari said:

    Jelas, sama seperti yang sedang saya rasakan Oscar…

  • vionalim said:

    hehehehe nasip jd lesbi

  • no_name said:

    Temanya menarik. Membuat renungan malam terasa lebih panjang. Menuntun lisan tuk melirihkan doa di antara harapan yang menyeruak dalam kekhawatiran ……..
    “Wahai Allah, Rabbku, seandainya jubah abu-abu itu memang kau pilihkan untukku, jadikanlah jubah itu jubah terindah diantara jubah warna-warni yang ada, bertabur kemilau budipekerti, bercorak jejak sentuh dahi ke bumi, beraroma bisikan takbir dan tasbih namaMu, dengan benang-benang emas amalan terbaik yang ku untai dalam 99 namaMu.
    Wahai Tuhan, jika ada satu hal yang tak kau suka dariku, izinkan ku meraih ridhoMu lewat 98 jalan yang tersisa. Semoga satu itu tak membuat redup cahaya, ku harap 98 jalan yang ada mampu menjadi pelita yang kan menuntunku menuju surga bersama orang-orang yang ku cinta…..

    Robbku, Tuhanku,terimakasih atas cinta yang tak pernah mati.Mencintai karenaMu.Mencintai setiap jiwa yangmencintaiMu.Merindu kekasih yang juga merinduMu……
    Nicearticle.., utk oz n SK, Bravo!!

  • DAV SON said:

    itu jg yg menjadi salah satu kekuatiranku……
    bingung…..

  • Princezz Rain said:

    .lewat artikel ini aq jd sdkitx brcermin krna smpai detik ini aq ga perna pantas dgn jilbab yg aq kenakan krna aq Lesbian :-(
    .ya rabb T.T

  • icop said:

    suka apa kata nita, Tuhan tidak pernah salah mencipta…. betul banget.

  • Ajeng said:

    Rain : wauuww..pasti lbh berat yg dirasain

  • noer said:

    boleh berbeda pendapat?
    boleh dooong ya ya ya…
    terus terang gw gak cocok memakai pendekatan agama-agama Semitik dalam kasus ini, entah Islam dan atau Kristen, tanpa bermaksud apriori sama pengalaman batin dan spiritual temen-temen di sini. masalah klasik sih, karena interpretasinya selalu teks dan teks, padahal asyik bener kalau interpretasinya kontekstual, apalagi kalau pake temuan-temuan sains maupun psikologi.

    singkat cerita, menjadi lesbian dan menjadi seorang spiritualis bisa dilakukan berdampingan, tanpa perlu kita melakukan interpretasi akan kemauan Tuhan atau zat adikodrati. Toh, bahwa Tuhan begini dan begitu, hanyalah interpretasi manusia yang mencoba meraba-raba Realitas Tuhan itu sendiri. Spiritualis macam apa dong yang nir-interpretasi akan Tuhan? Ya spiritualis yang dituntun sama nuraninya, sama inti jiwanya yang paling murni. Nurani akan membawa kepada kebaikan, lahir dan batin. Jangan bilang bahwa nurani lesbian itu sesat, jika merasa begitu, syarat penting memperoleh kedamaian spiritual pun susah diperoleh, karena seumur-umur hanya akan mengalami perang batin tak berkesudahan.

    Jadi, berdamailah dengan diri sendiri. Berhentilah melakukan interpretasi akan kehendak Tuhan. Lakukan hal-hal terbaik sebagai manusia.

    mungkin, perlu dikutip jeritan cinta seorang sufi dari Irak, Rabi’ah Adawiyah, yang berteriak sepanjang jalanan kota Basrah: “Kekasih, jika Aku menyembahMu karena ketakutan akan neraka, maka bakarlah Aku, dan jika Aku menyembahMu karena menginginkan surga, maka tutuplah pintu surga itu bagiKu”

  • gumilotsy said:

    @noer. salam kenal. sy gumilotsy. prempuan 27thn (tp ga sdkt mengira lbh muda, hehe), bpnampilan tomboy, sk ptualangan, karokean, iseng, kdng bs menyebalkan, dll. sy brtrimakasih qm mau brbgi pndpt yg beda. buat SK thx jg tlah menggelar bnyak wacana2 yahud.
    ad 2 bag. yg tdk sy mengerti:1. …krn intrptsinya slalu teks&teks. 2. toh bhw Tuhan bgni bgtu hnylah intrptsi manusia yg mncoba mraba2 realitas Tuhan.
    benar, ‘spiritualis mcm apa dong yg nir-intrprtsi akan Tuhan?’ krn itu Tuhan mbimbing lwt kitab-Nya, utusan2-Nya & nurani.
    slh 1 sifat Allah a/ brkata2. Dia mengajarkan manusia lwt prantaraan qalam. Dia perintahkan manusia u/ mbaca (Al Alaq 1-5). Ia menjmin Quran a/ murni kitab-Nya (Yunus:37-38) (Al Hijr:9). dlm mnafsirkan Quran gunakanlah ilmu bkan opini, bgtu kt Rasul (HR. Muslim). Quran bkn skdr hub. Tuhan-manusia, ad brmcm ilmu: astronomi,kdktran,sosial,sains,kpmimpinan,psikologi, dsb. percayakah qm bnyk pula ahli mengakuinya?
    ttg nurani. ya itu a/ chaya Allah. yep, dia mengajak kpd kbaikan & bukankah Tuhan kbaikan itu sndiri? dlm QS. 13:28. “Ingatlah hny dgn mengingati Allah hati mnjd tntaram.” damailah hatimu. Ia mbri tips sputar doa, slh 1nya, intip QS. 2:286.

  • gumilotsy said:

    sy s7 lg ma qm, lesbian&spiritualis bs brjalan brdmpingan. dah bc ‘Tuhan tdk prnh iseng’ oleh Zamarey, gay yg jg guru ngaji?
    jiwa seorang lesbian sesat? oh no! jelas ga s7. pa lg menilai bkal msuk neraka. aduh2, ampun2, trlalu jauh, trlalu jauh. kt Rasul, ga brhak seseorang menilai org lain bkal msk neraka bhkan kpd placur skalipun. plus slh 1 pngrtian smbong a/ meremehkan org lain, nah ga da kan yg suka sifat ni?
    ttg kutipan Rabi’ah. wow! ia brucap dmikian krn cintanya pd Tuhan. indah bukan mencintai dgn harapan imbalan cinta itu sndiri? jd pgn nyanyi ‘jika surga & neraka tak prnah ada.’ namun kt Tuhan, surga mrpkn t4 hamba2 yg dcintai-Nya. siapa ayo yg ga kpngen jd bag. dr org2 yg dcintai Zat Maha Mulia ini? :) mbaca buku2 pr ahli mang asik bgt tp alangkah baiknya qt jg mbc kitab-Nya. no offense ya. menukil Dr. Syamsudin Arif, “kritik bkn brarti benci. sblknya apresiasi tk prlu brtkr jd venerasi. spt kt Aristoteles ktk brbd pndpt dg gurunya: amicus Plato sed magis amica veritas, cintaku pd kbnran mlbihi cintaku pd guru.”
    V^_^V

  • noy said:

    os, gw masih melihat ambigu pd diri tmen2 les
    suatu ktika, mreka keukekuh mpertahankan diri
    tapi saat lain mreka luluh lantak dengan keagungan Tuhan

    saya heero yg sangat mencintai sepocikopi
    nyaris hampir membaca seluruh artikelnya
    dan slalu, slalu…ambigu terselip di antara artikel2 tsb
    yg mana membuat saya btanya2…kok bisa ya?!
    kalian berargumentasi dengan cerdas membenarkan diri,
    tapi suatu ketika…kalian merasa bersalah n berdosa
    adakah intuisi yang dititipkan Tuhan pada akhirnya bermakna?

    @Noer
    tentang rabiáh adawiyah…
    mohon jangan hanya mendengar jeritannya saja
    ia telah melampaui hakikat
    sedangkan kita…harus melewati syariát, tarikat n ma’rifat
    untuk mencapai ksana

    konteks surga dan neraka dalam jeritan rabiáh adawiyah
    kurang pas dimasukkan di sini :)

  • Tuyus said:

    Oscar, bravo. Great Story. Boleh titip cerita? Alkisah pada zaman dahulu, ada seorang manusia tekun beribadah kepada Tuhan selama 500 tahun di atas sebuah bukit yang dilingkari oleh laut. Semua kebutuhan akan makan,minum, dan ibadah dipenuhi oleh Sang Maha Pemberi Kurnia. Ia shalat dan berdo’a memohon kepada Sang Pencipta agar ia mati dalam keadaan bersujud, dengan tubuh tidak tersentuh oleh bumi atau lainnya.
    Do’anya itu dikabulkan Sang Maha Mendengar, yakni sampai ia dibangkitkan dari kubur masih dalam keadaan bersujud. Allah berfirman: “Masukanlah hambaKu ini kedalam syurga, berkat rahmatKu”. Sahut orang tersebut: “Tetapi aku masuk surga berkat amal taatku sendiri ya Allah”. Lalu Sang Maha Adil menyuruh para malaikat menimbang amal taat orang itu dengan karunia nikmatNya kepada manusia tersebut. Ternyata dengan karunia nikmat Sang Khaliq berupa pandangan mata saja, amal ibadah selama 500 tahun belum dapat memadai, apalagi dengan karunia nikmat Allah lainnya. Berarti orang itu banyak menikmati karunia Allah tanpa diimbangi dengan amal taat kepadaNya. Maka Allah berfirman: ”Hai para malaikat!, masukanlah ia kedalam neraka”.

    Membaca cerita di atas, marilah kita bersama2 , apapun agama teman-teman, untuk selalu memohon rahmat Tuhan. Hanya dengan RahmatNya lah kita selamat dunia dan akhirat. Seperti sabda Rasulullah: “Bukanlah amal perbuatan seseorang yang dapat memasukannya ke syurga, dan bukan pula memaksanya bebas dari neraka. Dan bukan pula amal perbuatanku yang memasukan diriku ke syurga, hanya rahmat Allah SWT yang dapat memasukannya (alhadis).

    Semoga kisah di atas dapat memberi pencerahan buat kita semua, amin.

  • Just In said:

    Jnglah kita terus berlari, cobalah untuk berhenti, diam dan duduklah….
    Bila kt mnemukan jln yg gelap dan buntu, jgn paksakan matamu utk mencari cahaya dan celah (karena itu akan sia-sia),pejamkanlah matamu dan cobalah cari,lihat dan rasakan dgn mata hatimu…..
    MARILAH KTA COBA RENUNGKAN MAKNA 2 KLIMAT INI, SMGA KTA MENEMUkAN JAWABAN YG BIJAK ATSA JALAN YG KITA CARI DAB COBA KTA TEMPUH…GOOD LUCK……

  • iyas said:

    kalo hati kita sudah dipenuhi dengan sayang kita hanya pada Allah, gak akan ada tempat untuk yang lain, hanya saja masalahnya garis pinggir hati kita tidaklah lurus kotak, ataupun melengkung bulat sempurna…selalu saja ada sisi kosong yang membuat kita merasa tidak pernah lengkap…

  • tiek said:

    Mencintai kekasih adalah ketulusan hati.
    Mengasihi kekasih adalah anugerah yang indah dariNya
    Bersyukurlah sampai hari ini kita masih mempunyai kasih dan cinta. Kasih dan sayang yang kita miliki dengan keikhlasan hati maka akan terpancar di wajah kita …

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.