Have Your Say: Cinta tak Mati
Bertepuk sebelah tangan? Mengagumi dari jauh? Tidak berani mendekati? Begitulah cerita klasik yang sering dialami oleh teman-teman lesbian kita. Bagaimana kita menghadapinya? Dengarkan kisah sahabat kita, Andika Y., yang bercerita tentang obsesinya terhadap kekasih yang tak pernah didapatkannya.
Aku berkenalan dengan dia di sebuah pesta sekolah. Dia kakak kelasku, setahun di atasku. Aku langsung jatuh cinta pada matanya yang sipit tapi selalu bersinar-sinar. Aku juga jatuh cinta pada tawanya, keceriaannya, dan supelnya yang membuatnya dikelilingi oleh banyak teman-teman. Dia adalah ketua OSIS di sekolahku.
Karena adik kelas, tentu saja aku nggak bisa menjadi tim inti OSIS, padahal maksud hati ingin selalu berdekatan dengannya. Akhirnya dengan buah kesabaranku, aku aktif di tim basket, menjadi kapten basket angkatanku. Di sanalah aku mendapat kesempatan beberapa kali untuk bergabung dengan rapat-rapat OSIS, acara dengan sekolah lain, dan kepanitiaan lainnya yang pastinya melibatkan… dirinya.
Namanya panjang. Tapi khusus untuk dirinya, kupanggil dia Oranye atau O. Karena menurutku dia secantik senja yang yang berwarna oranye. Setelah beberapa kali melakukan pe-de-ka-te, akhirnya O menyadari keberadaanku. Kami menjadi teman dalam lingkup pergaulan SMA. Selepas SMA, O melanjutkan pendidikan di universitas negeri di suatu kota besar. Setahun aku memendam rindu untuk melihat rambut hitamnya bergoyang-goyang ketika melangkah. Atau memendam rindu pada tawa lepasnya pada humor-humor yang cerdas. Untunglah, masa itu sudah ada Facebook. Melalui teknologi, aku mengawasi O dari jauh.
Aku memutuskan untuk mencoba sekuat tenagaku agar diterima di universitas yang sama dengan O: Universitas negeri yang keren itu. Ini rencana cadanganku: kalau tidak bisa diterima, aku tetap berniat bulat untuk kuliah di kota di mana O berada. Hanya saja mungkin kuliah di universitas yang berbeda. Universitas swasta. Setelah usaha keras dan belajar mati-matian, akhirnya aku diterima di dua universitas, satu di kota tempatku berada (universitas swasta) dan satunya lagi di kota tempat O berada, sekampus dengannya. Hore nggak sih?! Ortuku sih sebenarnya lebih suka aku kuliah di kota yang sama, tapi aku tidak bisa menahan diriku untuk keluar dan sekampus dengan O, walaupun jurusan kami berbeda.
Aku bertemu dengan O dan kulihat dia semakin cantik saja. Diam-diam, aku kembali seperti waktu aku SMA, mengawasinya dan memantau er. Kulihat dia juga aktif di organisasi kepemudaan kampus. Aku semakin menyayangi dirinya karena kekagumanku padanya tiada putus. Kudengar juga dari teman bahwa O kini berpacaran dengan seorang lelaki keren, pengusaha muda yang namanya cukup terkenal di kota kami.
Aku cukup tahu diri. Aku tahu O pasti perempuan straight, sementara aku adalah seorang lesbian. Aku juga ingin menemukan kekasih hatiku dan berpacaran seperti layaknya teman-teman straight-ku yang lain. Setelah berbulan-bulan mencari, akhirnya aku menemukan seorang perempuan yang kucintai dan bersedia berkomitmen dengannya.
Tapi rasa sayang dan kagumku pada O tidak berhenti dengan memiliki kekasih hati. Malah kagumku bertumbuh dan semakin dewasa. Beberapa kali aku bersinggungan dengan O dalam acara kampus, beberapa kali pula aku sama dia berjalan-jalan, dan beberapa kali pula mendapat kesempatan mendengar O bercerita tentang hari-harinya. Hanya sejauh itu aku sudah bahagia. Dulu, aku mendambanya untuk menjadikan O sebagai kekasihku, tapi kini, aku tidak lagi. Bagiku O tetap indah dan aku tetap mengasihinya. Dengan mencintai dari jauh seperti ini, O akan tetap menjadi perempuan yang sosoknya tetap nyata di mataku.
Aku belum pernah coming out kepada O. Tidak, aku tidak berminat melakukannya. Aku ingin O tetap bercahaya di tempatnya berada, dan aku tetap mengaguminya dari tempatku berada. Tidak perlu dia dikotak-katik dan dirusak oleh debu-debu yang tidak jelas tentang keberadaan diriku. Biarlah dia tetap duduk di singgasana yang selalu kusiapkan untuknya. Dan apabila aku melihat senja, cukuplah itu menjadi pengingat, bahwa nun jauh di sana, senja akan selalu mengingatkanku akan seorang gadis dari masa laluku (dan sekarang) bernama kecil: Oranye.
@Andika, SepociKopi, 2010









wooouw…salut
Cerita yg bagus…
Dan pemikiran yg bagus,
yep… daripada gr2 coming out dia pergi lebih baik mencintai dengan diam ^^ terkadang sesuatu hal tidak harus selalu dikatakan…
wow! salah 1 kisah kbesaran dan keunikan cinta…
membacanya bagai diterpa angin surga, semriwing… mmm… rasanya manis bagai permen loli.. hehehe
Nice story ,
secret admiror sejati . Aq suka sm org yg py mindset spt anda . Cinta kan ga harus memiliki . Bisa dibilang definisi cinta yg sbnr2nya adl spt yg anda rasakan skg . .
Tetep semangat yah ! !
Sukses deh .
Nice story….
Just like me…
Bedanya gw belum dapat pujaan hati lagi
.hmm cinta tak harus memiliki
.tp tetap trsimpan d hati ..
betul Gl@_@m ga’ harus coming out, biar semua brjln pd jalurnya. Jodoh ga’ kmn, mnjd tmn pun sdh jodoh namanya
“mungkin aku tidaklah sempurna tetapi hatiku memilikimu sepanjang umurku,mungkin aku tak bisa memiliki dirimu seumur hidupku..”
Rean setuju trkadang ga smuany msti d ungkapkn ma kta” … Tuk ajeng pkbr ny….
wow secret lover sejati. hebat da!
Mengnyayangi dr jauh justru lebih indah yah…nice story
.setuju kata Ajeng
Jangan bersedih ketika kita tak dapat memiliki perempuan yg kita cintai.. sebab apa yg paling kita kasihi dari dirinya, justru akan nampak lebih indah jika dilihat dari kejauhan.. sama seperti gunung yg nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran..
Bner jg,,!!
Dr jauh lbh indah koq,,
kata kan sayang ada kan cinta untukku,,,,lama ku nanti tak juga engkau kembali oooooooooooh tak tau mengapa bimbang hati menunggu
kata kan sayang masi kah engkau yang dulu,,,
,misi numpang nganyi wkwkwk
oh! kisahmu…kisah aku juga
)
suka dgn cara pmikiranmu.
happy n langgeng truz y, ama gf u skr. pray n wish d best always for u ^^
uda liatnya dr jauh…..pake sedotan lgi liatnya…….hohohohooho
ahh perasaan itu masih ada, tersenyum jika melihat dy tersenyum, aku juga mengalaminya, tapi aku jujur kepadanya tentang perasaan ini..
sekarang dy udah punya suami & jagoan kecil..
yupz.. lebih indah melihatnya dari kejauhan
o cinta sejatimu sob’ kalo bs jgn dipndam…ungkapin-terserah jwbn o ap,kasian gf km skrg km bersamanya tapi hati km bersm o’
mengagumi dari kejauhan, mencntai dia tanpa dia tau keberadaan kita, yach itu semua indah bila kita mampu menikmatinya.. jika memang tak mampu, ya sudah lepaskan saja, keluarkan dia dari otak juga hati kita..
still be a secret admirer ^^
wah keren bangeet.Inilah yang dinamakan cinta yang sebenarnya.salut dah.biarin dia tetep straight aja tu pilihan yang terbaik.
nice story… *10000 thumbs up*
setuju sama super |hero|… still be a secret admirer…
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments