Home » Have Your Say, Sepocikopiana

Have Your Say: Cinta tak Mati

20 August 2010 362 views 24 Comments

flowers-orangeBertepuk sebelah tangan? Mengagumi dari jauh? Tidak berani mendekati? Begitulah cerita klasik yang sering dialami oleh teman-teman lesbian kita. Bagaimana kita menghadapinya? Dengarkan kisah sahabat kita, Andika Y., yang bercerita tentang obsesinya terhadap kekasih yang tak pernah didapatkannya.

Aku berkenalan dengan dia di sebuah pesta sekolah. Dia kakak kelasku, setahun di atasku. Aku langsung jatuh cinta pada matanya yang sipit tapi selalu bersinar-sinar. Aku juga jatuh cinta pada tawanya, keceriaannya, dan supelnya yang membuatnya dikelilingi oleh banyak teman-teman. Dia adalah ketua OSIS di sekolahku.

Karena adik kelas, tentu saja aku nggak bisa menjadi tim inti OSIS, padahal maksud hati ingin selalu berdekatan dengannya. Akhirnya dengan buah kesabaranku, aku aktif di tim basket, menjadi kapten basket angkatanku. Di sanalah aku mendapat kesempatan beberapa kali untuk bergabung dengan rapat-rapat OSIS, acara dengan sekolah lain, dan kepanitiaan lainnya yang pastinya melibatkan… dirinya.

Namanya panjang. Tapi khusus untuk dirinya, kupanggil dia Oranye atau O. Karena menurutku dia secantik senja yang yang berwarna oranye. Setelah beberapa kali melakukan pe-de-ka-te, akhirnya O menyadari keberadaanku. Kami menjadi teman dalam lingkup pergaulan SMA. Selepas SMA, O melanjutkan pendidikan di universitas negeri di suatu kota besar. Setahun aku memendam rindu untuk melihat rambut hitamnya bergoyang-goyang ketika melangkah. Atau memendam rindu pada tawa lepasnya pada humor-humor yang cerdas. Untunglah, masa itu sudah ada Facebook. Melalui teknologi, aku mengawasi O dari jauh.

Aku memutuskan untuk mencoba sekuat tenagaku agar diterima di universitas yang sama dengan O: Universitas negeri yang keren itu. Ini rencana cadanganku: kalau tidak bisa diterima, aku tetap berniat bulat untuk kuliah di kota di mana O berada. Hanya saja mungkin kuliah di universitas yang berbeda. Universitas swasta. Setelah usaha keras dan belajar mati-matian, akhirnya aku diterima di dua universitas, satu di kota tempatku berada (universitas swasta) dan satunya lagi di kota tempat O berada, sekampus dengannya. Hore nggak sih?! Ortuku sih sebenarnya lebih suka aku kuliah di kota yang sama, tapi aku tidak bisa menahan diriku untuk keluar dan sekampus dengan O, walaupun jurusan kami berbeda.

Aku bertemu dengan O dan kulihat dia semakin cantik saja. Diam-diam, aku kembali seperti waktu aku SMA, mengawasinya dan memantau er. Kulihat dia juga aktif di organisasi kepemudaan kampus. Aku semakin menyayangi dirinya karena kekagumanku padanya tiada putus. Kudengar juga dari teman bahwa O kini berpacaran dengan seorang lelaki keren, pengusaha muda yang namanya cukup terkenal di kota kami.

Aku cukup tahu diri. Aku tahu O pasti perempuan straight, sementara aku adalah seorang lesbian. Aku juga ingin menemukan kekasih hatiku dan berpacaran seperti layaknya teman-teman straight-ku yang lain. Setelah berbulan-bulan mencari, akhirnya aku menemukan seorang perempuan yang kucintai dan bersedia berkomitmen dengannya.

Tapi rasa sayang dan kagumku pada O tidak berhenti dengan memiliki kekasih hati. Malah kagumku bertumbuh dan semakin dewasa. Beberapa kali aku bersinggungan dengan O dalam acara kampus, beberapa kali pula aku sama dia berjalan-jalan, dan beberapa kali pula mendapat kesempatan mendengar O bercerita tentang hari-harinya. Hanya sejauh itu aku sudah bahagia. Dulu, aku mendambanya untuk menjadikan O sebagai kekasihku, tapi kini, aku tidak lagi. Bagiku O tetap indah dan aku tetap mengasihinya. Dengan mencintai dari jauh seperti ini, O akan tetap menjadi perempuan yang sosoknya tetap nyata di mataku.

Aku belum pernah coming out kepada O. Tidak, aku tidak berminat melakukannya. Aku ingin O tetap bercahaya di tempatnya berada, dan aku tetap mengaguminya dari tempatku berada. Tidak perlu dia dikotak-katik dan dirusak oleh debu-debu yang tidak jelas tentang keberadaan diriku. Biarlah dia tetap duduk di singgasana yang selalu kusiapkan untuknya. Dan apabila aku melihat senja, cukuplah itu menjadi pengingat, bahwa nun jauh di sana, senja akan selalu mengingatkanku akan seorang gadis dari masa laluku (dan sekarang) bernama kecil: Oranye.

@Andika, SepociKopi, 2010

24 Comments »

  • deandev said:

    wooouw…salut

  • Rie Yu said:

    Cerita yg bagus…

    Dan pemikiran yg bagus, :)

  • Gl@_@m said:

    yep… daripada gr2 coming out dia pergi lebih baik mencintai dengan diam ^^ terkadang sesuatu hal tidak harus selalu dikatakan…

  • gumilotsy said:

    wow! salah 1 kisah kbesaran dan keunikan cinta…
    membacanya bagai diterpa angin surga, semriwing… mmm… rasanya manis bagai permen loli.. hehehe :D

  • GoodGirL said:

    Nice story ,
    secret admiror sejati . Aq suka sm org yg py mindset spt anda . Cinta kan ga harus memiliki . Bisa dibilang definisi cinta yg sbnr2nya adl spt yg anda rasakan skg . .
    Tetep semangat yah ! !
    Sukses deh .

  • dav son said:

    Nice story….
    Just like me…
    Bedanya gw belum dapat pujaan hati lagi

  • Princezz Rain said:

    .hmm cinta tak harus memiliki :)
    .tp tetap trsimpan d hati ..

  • say_czeka15 said:

    betul Gl@_@m ga’ harus coming out, biar semua brjln pd jalurnya. Jodoh ga’ kmn, mnjd tmn pun sdh jodoh namanya

  • Ajeng said:

    “mungkin aku tidaklah sempurna tetapi hatiku memilikimu sepanjang umurku,mungkin aku tak bisa memiliki dirimu seumur hidupku..”

  • Rean said:

    Rean setuju trkadang ga smuany msti d ungkapkn ma kta” … Tuk ajeng pkbr ny….

  • yulsic said:

    wow secret lover sejati. hebat da!

  • Meblue said:

    Mengnyayangi dr jauh justru lebih indah yah…nice story

  • Princezz Rain said:

    .setuju kata Ajeng :-D

  • della quinzha said:

    Jangan bersedih ketika kita tak dapat memiliki perempuan yg kita cintai.. sebab apa yg paling kita kasihi dari dirinya, justru akan nampak lebih indah jika dilihat dari kejauhan.. sama seperti gunung yg nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran..

  • Happy_sendiri said:

    Bner jg,,!!
    Dr jauh lbh indah koq,,

  • rani said:

    kata kan sayang ada kan cinta untukku,,,,lama ku nanti tak juga engkau kembali oooooooooooh tak tau mengapa bimbang hati menunggu

    kata kan sayang masi kah engkau yang dulu,,,

    ,misi numpang nganyi wkwkwk

  • doris fidelya d'rain said:

    oh! kisahmu…kisah aku juga :) )
    suka dgn cara pmikiranmu.
    happy n langgeng truz y, ama gf u skr. pray n wish d best always for u ^^

  • lie_nux said:

    uda liatnya dr jauh…..pake sedotan lgi liatnya…….hohohohooho

  • black said:

    ahh perasaan itu masih ada, tersenyum jika melihat dy tersenyum, aku juga mengalaminya, tapi aku jujur kepadanya tentang perasaan ini..
    sekarang dy udah punya suami & jagoan kecil..
    yupz.. lebih indah melihatnya dari kejauhan

  • ayy said:

    o cinta sejatimu sob’ kalo bs jgn dipndam…ungkapin-terserah jwbn o ap,kasian gf km skrg km bersamanya tapi hati km bersm o’

  • phiLopHobia said:

    mengagumi dari kejauhan, mencntai dia tanpa dia tau keberadaan kita, yach itu semua indah bila kita mampu menikmatinya.. jika memang tak mampu, ya sudah lepaskan saja, keluarkan dia dari otak juga hati kita..

  • super|hero| said:

    still be a secret admirer ^^

  • Mahadewi said:

    wah keren bangeet.Inilah yang dinamakan cinta yang sebenarnya.salut dah.biarin dia tetep straight aja tu pilihan yang terbaik.

  • ludy invalidy said:

    nice story… *10000 thumbs up*

    setuju sama super |hero|… still be a secret admirer…

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.