Home » Film, Seni Budaya

Film: Last Friends – Persahabatan dan Cinta dalam Simbolisme Mug

16 August 2010 1,112 views 12 Comments

Oleh: Arie Gere

Hayo, tunjuk tangan siapa yang suka sama drama Korea atau Jepang yang buang-buang air mata? Hm, berdasarkan penerawangan saya, sesangar apa pun wajah kamu, tetapi kalau ternyata hobinya adalah menonton drama Korea atau Jepang, pasti hatinya selembut es krim deh, gampang meler dan mencair.  Film Last Friends ini adalah film drama Jepang bersambung dan pasti buat penontonnya penasaran, karena pengin cepat-cepat menghabiskan sepuluh episode yang ditayangkannya. Ah, tapi kalau kamu membayangkan film ini penuh dengan adegan hot dan erotis, sorry sorry jek, gak bakal ketemu deh. Hanya saja, kalau suka mendengar logat kental Jepang haik, arigato dan moshi-moshi yang diucapkan dengan nada tegas dan pas, akan banyak ditampilkan di film ini.

Film jebolan Fuji TV dan Japanase TV Production ini mengisahkan tentang persahabatan di antara Ruka, Michiru  dan Takeru. Ketiganya tentu saja, terlibat cinta segitiga yang rumit dan membingungkan. Hm, yang pasti, salah satu di antara ketiga pemilik nama itu adalah lesbian. Ya benar, Ruka dalam film ini, mati-matian mencintai Michiru, sahabat SMP-nya yang sempat terpisah beberapa tahun namun kemudian berjumpa lagi dalam momen yang tak diduga-duga.

Awalnya, saya sempat menerka-nerka, apakah nama Ruka dan Michiru dalam serial Last Friends ini, diadopsi atau memang terinspirasi oleh Haruka-Michiru dalam serial Sailormoon. Tidak tahu apakah memang ada kaitannya atau tidak, yang pasti seperti kebanyakan kisah di dalam dunia nyata, Michiru ini juga punya kekasih laki-laki yang sangat dicintainya. Sayangnya, laki-laki ini agak saiko karena terus-menerus membuntuti atau memukuli Michiru hanya karna kelalaian-kelalaian kecil. Karena tak tahan dengan perlakuan sang pacar, Michiru meninggalkannya dan pindah ke rumah Ruka yang juga dihuni oleh Takeru dan dua sahabat Ruka lainnya yang kocak dengan logat kental Jepang-nya yang khas.

Sepanjang film ini, penonton akan ditemani oleh lantunan merdu Utara Hikaru berjudul Prisoner of Love. Dentuman musik yang pas hampir selalu dipasangkan dengan adegan-adegan mendebarkan sekaligus mengaduk-aduk emosi penontonnya. Kehidupan seorang lesbian di dalam dunia hetero ditampilkan secara lugas, nyata dan tidak dibuat-buat. Saat Ruka mengalami pergulatan yang hebat tentang perasaannya kepada perempuan, kemudian menghindar untuk menyendiri dan menyepi, adalah potret nyata lesbian kebanyakan. Ditambah lagi dengan keadaan lingkungan, sahabat dan keluarga yang belum tentu bisa menerima kehadiran seorang lesbian, membuat semuanya semakin ruwet dan menambah sakit kepala. Apakah harus dihindari, atau memang harus dihadapi?

Awalnya, Ruka tidak pernah menceritakan rahasia terbesarnya ini kepada siapa pun, karena menurutnya, ada hal-hal  pribadi yang tidak perlu diceritakan kepada siapapun meski ajal menjelang. Namun, ceritanya bertambah sedap karena kehadiran Takeru, sosok hairstylist bergaya gay, yang ternyata diam-diam mencintai Ruka sepenuh hatinya.

Selama menonton film ini, salah satu yang membuat saya tertarik adalah adegan-adegan mug, di mana mug mewakili keberadaan seseorang di dalam rumah. Intinya, setiap orang memiliki sebuah mug. Setiap merayakan sesuatu, mug akan ditampilkan sebagai simbol minuman beralkohol ataupun kopi yang dituangkan ke dalamnya. Tiga mug kembar dimiliki oleh Ruka, Michiru dan Takeru, dan sepasang mug juga dimiliki oleh sahabat Ruka dan pacarnya. Oh iya, bahkan Michiru dan pacar saiko-nya itu, juga punya mug kembar yang dimiliki bersama.

Tiba-tiba, kok saya rasanya jadi ingin sekali punya mug kembar berlogokan perempuan SepociKopi, yang satu untuk saya, dan satu lagi tentunya untuk partner. Wah, kok jadi membahas mug ya? Tetapi memang, semua cerita di dalam film ini akan di awali dengan adegan mug. Apakah mug yang bibirnya sompal, atau yang gagangnya lepas, semuanya punya kisah sendiri dalam film ini.

Oh iya, seperti yang saya bilang di awal, film ini berdurasi panjang sepuluh episode, dengan empat keping DVD di dalamnya. Satu hari satu malam suntuk, rasanya cukup untuk menonton film ini dengan partner, sahabat atau mungkin berdiam sendirian di dalam kamar. Siapkan tisu dan gelas ataupun mug saat menonton. Selain menangis, saya yakin kamu bakalan ikut haus sepanjang menonton film ini. Dijamin deh, puasa kamu gak bakalan batal karna benar-benar gak ada adegan hot di dalam film ini, yah kecuali batalnya memang karna ulah kamu sendiri. Oke, selamat menonton, temans.

@Arie Gere, SepociKopi, 2010.

12 Comments »

  • Zorra said:

    Like thiz dorama..

  • roronoa zoro said:

    peran ruka bener2 pas disitu..
    five stars,,

  • Happy_sendiri said:

    Pengeeen,,, sukur deh ga da adegan hot, tp adegn kiss Ruka dan Michiru ny ad ga y?

  • cececarli said:

    luv ueno juri ^_^

  • YulSic said:

    dorama kekerasan! hehe. tp bukannya 11ep ya? suka ryo nishikido dsni *loh. dan alunan suaranya hikki tentunya xp

  • Zorra said:

    @Happy_sendiri
    Ada adegan kissna,paz michiru lagi tidur dicium ama si ruka..

  • gw_hny_tuk_elo said:

    so sweet jg si ruka………jd pengen deh…

  • dila said:

    hemm……,td aku ada baca kalimat sepnggal bahwa kebanyakan pd umumnya wanita yang lesbian itu sering mengurung iri krn msh merasa bingung tentang kehidupan lesbinya…
    apa kan semuanya sprt itu…?lalu rasa takut akan dikecewakan apakah menjadi suatu prasaan yg umum dimiliki oleh wanita lesbian ?

  • torri said:

    kebetulan ak pecinta film” bemata sipit..hhe
    carii akhh.. seruu jg tuh critanya.

  • nachahunny said:

    Pernah nonton film ini, dan jd pingin lagi :)

    ah makasih diingetin yaaa

  • Mizu said:

    wah… aku cuma ngelihat thriler nya sih hehe… kapan-kapan bahas film bertema lesbian yang dari barat juga ya.. :)

  • Kaori said:

    bagus nih dramanya, unik
    waktu nonton jadi bener2 kebawa sampai akhir

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.