L’Amour: Cinta Lintas Provinsi
Oleh: Vianne
Selesai membaca tulisan Living Together beserta semua komentarnya sambil tersenyum-senyum, aku langsung mengambil telepon, berencana menghubungi pacar untuk melaporkan bahwa aku sudah menyelesaikan PR-ku(PR kok baca SepociKopi hehehe.) Dia menyuruhku membaca tulisan itu pasti karena ada sesuatu, kadang ada cerita yang mirip dengan pengalaman kami, atau kadang akan jadi topik obrolan kami berjam-jam di telepon.
Tapi baru saja mau menelepon, ada bunyi SMS masuk. Tanpa membuka, aku tahu itu dari si pacar. Kalau sudah bertahun-tahun pacaran dengan telepon eh, maksudku pacaran lewat telepon, kita akan punya sense, mana sms dari pacar atau bukan. Benar saja tebakanku, ternyata si pacar sedang sibuk menyiapkan buka bersama dengan keluarga besarnya dan baru bisa ngobrol dengan tenang setelah selesai sholat tarwih (sekitar jam 10 malam.)
Setelah membalas SMS-nya dengan icon kiss di ujung kalimat, aku menyalakan laptop dan mulai menulis.
Bila selama ini banyak pasangan lesbian yang mengidam-idamkan tinggal bersama alias living together, maka aku dan pacar justru kebalikannya. Kami telah pernah tinggal bersama selama kurang lebih satu tahun tapi akhirnya ‘bercerai baik-baik’ ha ha ha…, dan kembali ke jalur semula. LDR, Long Distance Relationship.
Sekitar dua tahun yang lalu, aku memutuskan untuk mengajukan pindah ke kantor cabang Surabaya demi bisa mencicipi hidup bersama kekasih. Kami mengontrak sebuah rumah sederhana yang tidak begitu jauh dari kantor tapi cukup jauh dari jangkauan keluarga kekasih. Awalnya terasa romantis dan menyenangkan. Karena sudah setahun pacaran LDR dan dan saling mengenal satu sama lain, aku dan kekasih tidak banyak bermasalah soal komitmen, keterbukaan, adaptasi dll. Tapi semakin dirasa, ternyata kepindahanku ke Surabaya berbuah keribetan. Aku tidak tega melihat kekasih jungkir balik mengatur waktu untuk kebersamaan kami, untuk keluarga (orang tua dan adik-adiknya) pekerjaan, serta begitu banyak kegiatan sosialnya.
Setelah mendiskusikannya baik-baik, kami memutuskan untuk kembali LDR begitu kontrakan rumah habis. Dengan alasan keluarga, aku kembali mengajukan pindah ke kantor pusat di Jakarta.
Kesamaan pola pikir antara aku dan kekasih, membuat kami melewati proses ini dengan tertawa. Tidak ada saling menyalahkan dalam kegagalan living together kami. Tidak ada berantem apalagi perang mulut. Hanya sama-sama nyengir saat tiba di kamar dan merasakah betapa melelahkan hari-hari kami. Jadi lebih baik sama-sama dibuat santai. Karena kalau dibawa terlalu serius dan mengorbankan banyak hal, apalagi keluarga, rasanya juga tidak enak untuk dijalani.
Setelah pindah ke Jakarta, kami seperti orang baru pacaran lagi. Mabok sms dan teleponan. Provider telekomunikasi dan teknologi juga seperti merestui hubungan LDR kami dengan berbagai fasilitas, mulai dari sms gratis seharian hingga telepon semalaman bahkan hingga kami sama-sama tertidur dengan hp masih tersambung.
Tidak hanya itu sering kali aku dan kekasih bergantian “minta ditemani” beraktifitas, seperti kemarin, saat kekasih menjadi panitia penyambutan Bulan Suci Ramadhan di masjid di dekat rumahnya, ia membiarkan hp tergantung di dada dalam keadaan terhubung, sehingga aku bisa mendengarkan dan bisa membayangkan aktifitas yang dijalaninya, sementara aku tetap bisa melakukan aktifitasku sendiri.
Bagaimanapun, aku dan kekasih memahami akan sejauh apa hubungan kami. Hidup bersama orang yang dicintai memang impian hampir semua orang, tapi buat kami itu bukan tujuan utama. Yang paling penting adalah mencapai kebahagiaan dengan pengertian dan tidak banyak tuntutan satu sama lain.
Kami memilih melepaskan kesempatan hidup bersama dari pada harus mengorbankan banyak hal dan kembali hidup berjauhan. Sama-sama bertekad untuk membuktikan bahwa cinta kami mampu melampaui rentangan jarak Jakarta-Surabaya.
@Vianne, SepociKopi, 2010









Hanya ingin menggarisbawahi :
“Yang paling penting adalah mencapai kebahagiaan …”
Terima kasih buat kekasihku yg telah memberikan LDR yg terindah …
Salut deh ma Vianne. 6 bln sblmnya LDR gw parah. 2x sethn br bs ketemu! Klo membandingkan, gw lbh suka ga LDR! skrg sih mayan deh sdh bisa ketemu pas wikend. But msh mrasa blm cukup…
Kalau saya LDR an lintas pulau dan bs ketemu setahun 1x. Berat tapi sejauh ini saya bahagia bersamanya.
.memang ga gmpg buat LT
.byk yg harus d pertmbngkan n harus d pkirkan
.tp aq harap aq bisa LT dgn partnerku nanti
.skr mah msh jomblo wkwkwkwk
weh itu amazing. kok bisa, ya?
Emmm..
SeLaLu menyenangkan kisahmu dg pasangan km..
Hampir sama kisah km..Dg kisah percntaan q..
Awalna q dan pasangan q tdk LDR,tp skrg qt LDR krn ad tgs krta pRaktek..
Dan,lagi2 jarakna jKt-sby
knp y?Hahaha
bikin klub aja, yg LDR-an JKT (dan sekitarnya) dengan SBY (dan sekitarnya), siapa tau bisa rame-rame wakuncar hehe
Haaha gw apa yah namanya dia 5:13:16 PM dengan pasangannya tp hampir tiap malam dia ngabisin waktunya buat telponan ma gw hehehehe..maklum sama pacarnya dia jg dah deket jd kagak ada cemburunya
yup! kesuksesan terbesar dalam hidup adalah ketika kita mendapatkan seseorang yang dapat membuat kita BAHAGIA..^^ (aduhh…jadi kangen pacarrr…!!!)
Ga ada cinta lintas alam y?
LDR memang menyenangkan,LT jg menyenangkan,yg penting kita memegang teguh komitmen,saling percaya,saling dukung,saling jaga,dan saling mencintai
Jadi pengen cari pacar,nih..:)
Mmm…ini pasti karena tidak terbuka dengan keluarga kan, makanya ga bisa punya kehidupan sendiri seutuhnya. Keluarga masih menuntut perhatian. Tapi terserah masing pasangan, mana yang menurut mereka terbaik. Masih mending Jakarta-Surabaya, kalau Asia-Eropa??! Oh, yayang
:)
@dav son… Aku sependapat dengan kamu.
LDR ohh LDR….
Perlu extra pengertian&extra sabar dlm menjalin hubungan seperti ini. Berharap oneday bisa satu kota ma partner..^^
*bertahanlah sayangku,,
LDR. .
Klo kta partnerku lbh enak ktmu lngsng drpd ditelf atau sms kya pcran ma hape. Padahal kl0 sitkon g memungkinkan mau bagaimana lagi. .
Msh satu k0ta aja kadang susah bwt ktmuan pa lage yg hrs LDR.
Stju aja dg LDR,aq juga sering ngalamin itu bertahun2,,,ktmu 2 bln sekali,3 bln sekali.Btapa indahnya mlepas rsa kangen stlah skian lma tak bertemu.
Tp stlh mrasakan LT,jauh lbh indah…krn qt lbh bs membantu,mnemani,mmperhatikan psangan scra nyata…
Tp gmn pribadinya juga ci…
Smwnya jg sm2 enak.
Jakarta-Surabaya ga terlalu jauh
ak sekarang juga ngalami tu
seketika…langsung sms c pacar bilang “i love u”
wah ternyata yg LDR jkt-sby banyak juga ya
aku sm yayang, 15 bln jalan br bs ketemu
terkadang emang g logis
tp bisa nguji kepercayaan dan kesetiaan
weh ga’ bisa yayang2an donk klo LDR..
Ampuun dch..LDR gk enk.. Slma ni pcrn slalu jrk jauh trus.. Capek,enakan dkt..LDR myiksa hati..”? ????????? “? ????????? “? ???
wah…..kalo aku ngak deh kalo sampe LDR-an……
final destination of a LDR is not viewed from the togetherness but happiness….that`s my opinion ^^
Aku juga LDR ..
Aaaaaaaaaaa jadi kangen yayang Christ kuu :’(
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments