S.O.S!: Obsesi Jadi Idola
Dear DoMba yang ngangenin,
DoMba, impian saya sejak kecil adalah menjadi idola. Saya ingin sekali digilai cewek-cewek dan punya banyak fans fanatik yang ngebet ingin ketemu saya. Dari dulu saya sudah coba berbagai cara supaya bisa jadi idola. Tapi kayaknya usaha saya sia-sia. Sampai sekarang belum ada satu orang pun yang berminat jadi fans saya. Eh ada sih, tapi bukan manusia, melainkan anjing saya. Tiap ketemu saya bututnya goyang-goyang, dia langsung jilatin tangan saya dan duduk manis di samping saya. Tapi, belakangan saya tahu bahwa anjing saya melakukan itu bukan karena dia ngefans sama saya DoMba, tapi karena tulang ayam yang sedang saya pegang. Buktinya waktu saya dan anjing saya jalan-jalan di taman, tiba-tiba anjing saya tega meninggalkan saya, dan mengikuti Mbok Ijah pembantu tetangga yang sedang membawa tulang ayam. Hikh!
Saya patah semangat DoMba, jangankan manusia, anjing aja nggak ngefans sama saya. Gimana dong DoMba? Atau gini deh. Gimana kalau saya gantiin DoMba nulis SOS. Nah, dengan begitu kan saya bakal punya banyak fans. Boleh ya DoMba?
Salam Hangat,
Fiane
Jawaban Dokter Jo,
Fiane yang ingin gila eh digilai,
Jangan patah semangat dulu. Berhubung saya termasuk dokter yang beken dan punya banyak fans, kamu datang ke klinik yang tepat. Bukankah klinik SOS memang tepat buat menyelesaikan segala masalah?
Untuk menghindari hewan selain anjing ikut-ikutan membuat kamu sakit hati, maka ada baiknya sebelum kamu menggapai mimpi coba intropeksi diri kamu terlebih dahulu. Sudah melakukan intropeksi diri? Baiklah, sekarang kamu lakukan apa yang saya sarankan. Tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang.
1. Kamu harus jadi orang yang sangat cantik atau sangat jelek. Pilihannya hanya dua itu. Menjadi setengah cantik atau setengah jelek tidak akan membuat kamu dilirik. Kamu bisa tanya Mbah De Ni. Setahu saya, sebelum dia ngetop, dia biasa-biasa saja. Nggak cakep dan juga nggak jelek. Nah, sejak dia mengasuh klinik ini, dia memutuskan untuk sekalian membuat wajahnya menjadi sangat jelek.
2. Cari satu hal dari diri kamu yang punya daya jual. Bukan, bukan buat jual diri kamu secara saya paling anti sama hal-hal yang berhubungan dengan trafficking. Cari hal unik dari diri kamu bisa dalam hal fisik mau pun dalam hal karakter. Contohnya, saya terkenal dengan gaya yang cuek tapi keren dan mata saya yang bikin cewek-cewek selalu histeris setiap memandang lebih dari lima detik (karena banyak beleknya kali ya). Atau sekali lagi, kamu bisa meniru Mbah De Ni yang mengoperasi hidungnya menjadi mirip buah jambu (meskipun berkali-kali dia bilang kalau hidungnya itu asli bukan hasil operasi, jangan percaya!) dan satu lagi, percaya atau tidak justru hidungnya itu yang bikin cewek klepek-klepek. Saya saja kalah, hiks.
3. Temukan keahlian kamu yang hanya dimiliki oleh sedikit orang. Kenapa saya bilang sedikit, karena kalau keahlian yang kamu punya ternyata sama dengan yang dimiliki oleh hampir semua orang, maka persaingan akan semakin ketat dan kesempatan kamu untuk menarik hati penggemar menjadi kecil. Kamu bisa mulai dengan keahlian menyulam. Eits, tunggu dulu, menyulam memang identik dengan hobinya nenek-nenek. Tapi kalau kamu bisa melakukannya sambil menyetir kendaraan saya yakin hanya kamu yang punya keahlian itu. Mumpung belum ada peraturan dilarang menyetir sambil menyulam, cobalah berlatih dengan keras.
4. Jadikan kelemahan kamu sebagai kelebihan. Contohnya saat kamu merasa terhina didekati oleh anjing hanya karena kamu memegang tulang ayam, jadikan kebiasaan ini untuk menarik cewek-cewek oke yang sering mengajak anjingnya berjalan-jalan di taman. Siapa tahu cewek-cewek itu jadi kagum karena melihat anjingnya bisa dekat dengan kamu. Kalau masih gagal, ya lumayan kan tulang ayamnya bisa kamu karyakan sebagai bisnis sampingan. Kalau bisa ajak sekalian mbok Ijah buat kerjasama.
5. Saran terakhir yang bisa saya berikan adalah berkaitan dengan keinginan kamu untuk menggantikan DoMba di klinik S.OS. ini. Kamu pasti sudah tahu dong kalau setiap orang sudah punya rejekinya masing-masing. Daripada kamu susah payah menggantikan kami berdua, belum lagi nanti kamu dirajam oleh semua pelanggan kami, mungkin ada baiknya kamu membuka klinik baru. Kamu bisa buka klinik SDSB, Saingan DoMba Sukses Benerrrr.
Nah, saya sudah berikan lima saran yang mungkin bisa kamu coba. Kalau sudah berhasil tolong promosikan kami ya. Selamat mencoba.
Salam hangat,
Dokter Jo
Jawaban Mbah DeNi,
Fiane yang ngangenin juga,
Tenang kamu nggak sendiri kok. Mbah juga pernah mengalami hal yang sama. Waktu remaja, Mbah kepingin banget punya fans. Keingingan itu membuat Mbah nekat coba ikut pemilihan Cover Girl di sebuah majalah remaja, dan Mbah gagal. Yang membuat Mbah merana ngejumplang jublek adalah karena ternyata Mbah gagal bukan di babak penyisihan, tapi di babak pengiriman (maksudnya waktu Mbah nge-post foto dan formulir lamaran via kantor pos, tukang posnya langsung membuang lamaran Mbah, secara tukang pos tidak yakin bahwa tampang abstrak ini bisa menjadi Cover Girl. Oh, teganya! Selain itu, Mbah juga pernah mau coba alternatif lain, yaitu melalu jalus rekaman musik. Tapi gagal lagi. Saat melihat wajah Mbah pihak recorder langsung menolak, padahal Mbah belum nyanyi sama sekali. Yang paling menyebalkan adalah alasannya yang GAJEBO (Gak Jelas Bo!!!). Dia menolak Mbah hanya hanya karena wajah Mbah yang fals, maksudnya wajah Mbah nggak punya daya jual. HAH?
Mengenai keinginan kamu untuk menggantikan DoMba menulis S.O.S, hm…, gimana ya? Sebenernya Mbah sih mau-mau aja menyerahkan tahta (halah!) ini kepada kamu. Tapi…, tapi…, aduh gimana ya? Hm… Baiklah, Mbah terpaksa harus membongkar rahasia yang selama ini Mbah simpan di kotak pandora. Sebenarnya di dalam kitab SepociKopi, telah tertulis ayat-ayat tentang keriteria mutlak memilih penulis kolom S.O.S. Nah, setelah mengingat, menimbang, maka Sepoci Kopi memutuskan bahwa Dokter Jo dan Mbah DeNi-lah orang yang selama ini dimaksudkan oleh kitab tersebut.
Mengapa bisa kami yang dipilih? Begini kisahnya.
Jaman dahulu kala, sebenarnya Mbah DeNi dan Dokter Jo adalah saudara kembar yang menetas dari telor komodo. Kami adalah saudara kembar yang selalu ceria seperti Ipin dan Upin. Betul, betul, betul?! Suatu ketika kami mencuri ikan lele di empang tetangga gara-gara gemes sama makanan lelenya (Loh?) Akibat kesalahan itu kami berdua dikutuk, hidung kami yang sedianya mirip hidung Julia Robert, berubah menjadi hidung jambu. Beranjak dewasa Dokter Jo sudah tidak kuat bertahan dengan penderitaan ini. Maka ia memutuskan untuk melepaskan kutuk itu dengan cara mencium Ratu Kodok yang jarang sikat gigi. Setelah mencium Ratu Kodok, akhirnya hidung Dokter Jo kembali seperti sediakala. Tapi Mbah memilih mempertahankan hidung jambu ini (dari pada ciuman sama Ratu Kodok. Hoek!) Oh iya, kisah hidup Dokter Jo dan Mbah DeNi ini bisa kamu tonton di toko matrial kesayangan. Judulnya “Kutukan Hidung Jambu.”
Nah, berdasarkan kisah masa lalu yang mengharu biru dan berdasarkan isi kitab, maka SepociKopi memilih kami, saudara kembar yang selalu ceria (hahay) untuk menjadi penulis kolom S.O.S. Nah, selidik punya selidik ternyata isi kitab itu adalah gambar sebuah jambu besar yang memenuhi wajah seorang perempuan. Ini berarti bahwa syarat utama menjadi penulis S.O.S adalah harus punya atau pernah memiliki hidung jambu.*
Nah, susah kan? Masa kamu harus operasi plastik supaya hidung kamu jadi serupa dengan hidung Mbah? Mbah yakin kamu nggak akan sanggup menjalani serangkain operasi pemekaran hidung yang menyiksa ini. Doa dari Mbah, semoga dengan mengirim pertanyaan ke S.O.S, kamu bakal banyak fans.
Salam Jambu,
Mbah DeNi
@Tim S.O.S!, SepociKopi, 2010
(*) Kisah di atas hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan cerita, tokoh dan tempat itu hanya karena kekhilafan penulisnya saja.









Huahahahaa…. betul betul betul lucuu…
hehe, sejarah yg aneh ya. . . Ada2 aja mbh de ni. . .
Hahaha ..
DoMba kocak banged ..
makin ngefans sama Dokter Jo n mbah De Ni
^__^
luci bgtz sich!
DoMba mmang gokil abiz.T.O.P B.G.T pkok na.
hm,jdi tmbah pensaran ma hdung na om De ni.
hahahaaa… pzti nyengir Xlalu… Mbah lucu bngt ch…
*coba deh kl aku nulis komen gini bakal diapos apa nggak* tp jujur aja, mnrtku tulisan ini garing XDD *plak plak plak
hahahahahaaha… Domba..Domba.. ckckck.. PS: Om Deni, pelihara Domba kita baik2,yeaa,,…. hahahahha
Hahahaha….betjul..betjul…betjul….lucu….
hahaha .
patner saia malah selalu ingat hidung jambu mbah De Ni karna mirip hidung saia -yang juga mirip jambu- . hahaha
setelah baca tulisan mbah De Ni dg mel yg . . [lupa judulnya. haha]
*ketawa aja gara gara hidung jambu . LIKE THIS dah .
gila..parah bgt neh lucu na…hahaha jd penasaran kyk gmn tampang kalian be2…
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments