Home » Lagak Lajang, Sepocikopiana

Lajang Pelasuh

8 August 2010 217 views 12 Comments

jo-parry-lazy-bones Oleh: Oscar Arumi

Otak tengah saya kosong. Otak kiri pincang, otak kanan tersumbat. Bukan, saya bukan salah satu dari makhluk jenius yang turun ke bumi. IQ saya pas-pasan, apalagi EQ dan SQ, beugh. Itulah sebabnya, mengapa saya gak suka berdebat, mendebat dan didebat. Yah, apa untungnya, hanya membuat leher belakang menjadi tegang, saraf tak beraturan.

Sejujurnya, selain kadar otak yang pas-pasan, saya juga termasuk salah satu dari sekian banyak pemalas yang mampir di pondok bumi. Yup, saya benar-benar pemalas. Bahkan, untuk menulis kolom ini, betapa ogah-ogahannya saya, kalau tidak di ingatkan oleh Alex si penuang kopi. Jangan heran ya, setiap dua minggu sekali, saya selalu berdoa, semoga redaksi lupa menagih tulisan kolom ini ke saya. Ah, sayangnya, Tuhan hanya mendengar, namun tidak mengabulkan.

Hanya dalam keadaan terdesak, otak saya bisa diajak kompromi. Saat-saat mendekati deadline, barulah saya sibuk mencari kata-kata untuk dimuntahkan di sini. Kata kuncinya adalah, terdesak. Lucu, saya teringat film Bo Bo Ho dulu, yang kemampuan terbang nya hanya bisa digunakan saat keadaan mendesak. Sepertinya saya, mirip-mirip begitu. Bagi orang yang malas berpikir seperti saya, menemukan partner yang tepat adalah termasuk hal penting, namun tidak dalam urutan prioritas teratas. Ah, jangankan menuliskannya, memikirkannya pun kok rasanya ogah.

Harusnya, saya gak susah menemukan dia, calon parter saya itu. Namun kenyataan ya sebaliknya, ternyata susah. Terkadang, heran juga melihat salah seorang sahabat, yang laris manis bak kacang goreng panas. Entah apa pesonanya, entah apa rayuan mautnya, kok ada saja yang mau sama dia. Bukannya saya iri, tetapi, kenapa saya gak selaris dia? Huh! Mau minta keadilan sama siapa? Sama redaksi? Sama penulis lain? Sama pembaca? Sama kuntilanak? Huh!

Nah, ini yang dinamakan dengan iri tanda tak mampu. Karena gak mampu, penulis bergaya malas ini mengomel sendiri, memuntahkan ke pembaca, lalu siiiip tidur dengan nyenyaknya, karena tulisan sedang digulai di atas kompor redaksi. Salah seorang sahabat yang juga pembaca majalah ini mengatakan, mengapa tulisan gak berbobot milik saya selalu lolos ke meja redaksi? Tolong di highlight, tidak berbobot.

Saya gak tersinggung kok, buat apa. Kalau ditanya ke saya, saya paling cuma bisa nyengir, lalu menyeruput jus alpukat di depan mulut saya dalam-dalam. Kalau tulisan ini juga lolos ke redaksi, sahabat saya itu pasti geleng-geleng kepala membacanya. Lalu, apa sih masalahnya? Pernah saya tanyakan sekali. Dia jawab, harusnya tulisan itu bermakna edukatif namun tidak menggurui, bukan seperti tulisan saya yang menceracau tanpa tujuan.

Baiklah. Tulisan ini mulai menceracau tanpa tujuan, seperti kata sahabat saya tadi.

Aha! Serasa ada lampu terang di atas kepala saya! Jawabnya, pasti karena saya melajang. Bedakan lajang dan melajang, saat ini tepatnya saya dikatakan melajang, kelamaan berstatus lajang. Ya, melajang, menceracau tanpa tujuan. Tak ada aturan, mau kemana pun gak akan ada yang melarang, meski juga gak akan bakal ada yang mencari. Melajang membuat perasaan seseorang menjadi tak beraturan. Tanpa arah tujuan karena kelamaan sendirian berjalan. Sesukanya karena memang tak ada yang mengatur. Tanpa rasa tanggung-jawab yang penuh, karena memang tak ada yang harus ditanggungjawabinya secara utuh. Melajang, membuat lajang malas semakin malas karena tak ada yang mencambuknya agar rajin. Semakin tak berpotensi, karena tak ada yang melihat potensi galian di dalam diri. Semakin minim mengembangkan diri dan semakin tak jelas mengaktualisasikan diri. Melajang, kata nenek saya, haram hukumnya, karena setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan, jadi saya dipastikan mempunyai satu pasangan di dunia ini. Ah, dimanakah yang satu itu?

Oh ya, kalau boleh saya bilang, pasti pertanyaan terakhir bukan berasal dari bibir saya saja. Bukan begitu, kan?

@Oscar Arumi, SepociKopi, 2010

12 Comments »

  • Foster said:

    Osc, aku terpaksa ketawa pas Alex dibilang si penuang kopi. Hahaha, karena itulah kamu selalu lolos.. Kalau semua isi SP serius melulu aku gak mau baca deh, jadi syukurnya ada si Oscar penceracau. Thank you tulisannya ya!

  • alice said:

    haha baca tulisannya Oscar kok jadi keinget Samuel Mulia yang nulis di koran nasional setiap hari Minggu… nyindir-nyindir gimanaaa gitu, tapi nyindir diri sendiri tapi jadi nyerempet ke orang lain.. heehee ur like a female version of SM ;)

  • say_czeka15 said:

    wahai oscar mungkin dirimu msh beruntung drpd gw gitu loh.. seumur hidup melajang, jangankan partner, teman sesama lesbian ga’ ada karna lingkungan kali ya haha.. nasib..

  • alle said:

    To say_czeska…..salam kenal aja yach jangn pesimis gitu dong :D

  • say_czeka15 said:

    hi alle, salam kenal juga.. ga’ pesimis tiap hr ko’ & berusaha te2p semangat..

  • alle said:

    To say_czeska….seeep :D kudu selalu optimis ya g? Hehehe kadang jg gw pesimis ko :’(

  • doris fidelya d'rain said:

    hahaha, analisa yg kena bgt. karna lajang, kolom yang selalu aku kunjungin jg. meski pnulisny bilang mracau, tah jg y, asyik aja bacain :) )

  • Gl@_@m said:

    jadi lajang atw melajang pilih yg mana?? utk say cheka ehhmm dulu saiya juga berfikir begituu tuchh and ternyata saya salah… ^-^ ehm temenn L ada kok and dekat sekali heheheh ampe ngga sadar malah….

  • Fe said:

    Oz.. Klo km blang km g laris q pkir it knyol dh, sbab sya adlah slah stu orng (diantara rbuan pnggmar km yg lain) yg pngn bgt bsa nglarisin km, hehe..
    Jdi, knp g cba ja plih slah stu, q mat ko, ;-)

  • Ncut said:

    Hmmm,,lbh enak meracau..smua kta di otak trercurah dibarengi dgn kata hati.. Hehehe.. Jd terlihat polos,,dan ga memumetin yg ngebaca..

  • deedee said:

    Hehehe,,,bnr2…
    Coba klo Kak Oscar ksh alamat email,alamat rumah,atw no tlepon…Pasti banyak yg mw pd kenalan…Ga bkal melajang lagi tuh.

  • Ludy Invalidy said:

    ahahahha…. shhh oscar. . silent.. i luv u.. :D hihihi

    tooss buwat @alle n @sayczeka15.. well sepertinya kita senasib sist… ^^

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.