Living Together
Aku tersenyum saat membuka pintu rumah. Senyum itu muncul karena otakku mengingat lagi kejadian tiga jam lalu, saat aku dan beberapa teman kuliah berkaroke ria di Inul Vista. Menyenangkan!
Waktu menunjukkan pukul dua belas malam saat motor telah selesai kuparkir. Saat masuk rumah, aku kaget melihat Mel yang tertidur di ruang tamu hanya beralaskan karpet plastik. Dia pasti menungguku. Hiks. Memandang Mel yang lelap, aku sadar bahwa aku tidak sendiri lagi, ada seseorang yang menungguku di rumah. Aku telah menikah, eh maksudnya living together.
***
Banyaknya orang yang bertanya kepadaku tentang kehidupan living together (yang selanjutnya disingkat sebagai LT) mendorongku membuat tulisan ini. Sebelumnya, aku ingin menegaskan bahwa tulisan ini terinspirasi dari kehidupan bersama Mel. Jadi, tentu saja tidak selalu bisa diterapkan atau tidak selalu terjadi dalam kehidupan pasangan lesbian yang lain.
Baiklah, apa itu LT om?
LT yang dimaksudkan di sini adalah pasangan lesbian yang tinggal dan hidup serumah dengan partnernya. Ya, mirip dengan pernikahanlah, meski tanpa surat nikah dan statusnya tidak diakui, tapi hiruk pikuk LT mirip lika liku pernikahan hetero. Dan akan lebih mirip jika ditambah hadirnya anak.
So, hal-hal apa yang penting diketahui dari LT?
1. Mengikat
Sadar atau tidak, diterima atau ditolak, LT akan mengikat hidup kita. Kita jadi tidak bisa sebebas sebelumnya. Ada aturan yang harus dipatuhi, ada kesepakatan yang harus dijalankan. Misalnya, sebelum LT dengan Mel, aku bebas main PS semalaman, tapi sekarang tentu berbeda, aku harus nurut pada aturan yang Mel buat, yaitu main PS hanya boleh sampai jam 11 malam. Selain itu, aku juga dituntun memberi kabar tentang keberadaan dan kegiatanku kepadanya, misalnya, dimana aku berada, sudah makan atau belum, sudah BAB atau belum. (Soal BAB jadi wajib dilaporkan karena aku sering sembelit, dan ini membuat Mel kuatir)
2. Butuh Adaptasi
LT juga menuntut kita berdaptasi habis-habissan dengan partner. Apalagi jika kamu dan partner berasal dari dunia yang berbeda. Misalnya kamu berasal dari dunia nyata, dan partner berasal dari dunia goib. Serem kan!!!
Nah, sebagai contoh, aku dan Mel kebetulan berasal dari dua keluarga yang memiliki sistem yang kontras. Aku dibesarkan oleh keluarga yang bebas, sedangkan Mel dibesarkan dalam keluarga yang memiliki banyak aturan. Tentu dalam hal ini kami harus beradaptasi hingga titik darah penghabisan. Aku mulai belajar mengikuti aturan-aturan di keluarga Mel, misalnya cuci kaki sebelum tidur, selalu ijin jika keluar rumah walau hanya ke warung sekalipun, dan minum dengan menggunakan gelas pribadi. Begitu juga sebaliknya, Mel mulai beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan keluargaku yang lebih bebas aturan, maka jangan heran jika kami berdua sering nonton DVD hingga larut malam. Sssst jangan bilang-bilang mami ya.
3. Komitmen
Ini hal yang penting sis, jangan coba LT kalau belum berani berkomitmen. Sebab sepanjang hari kita akan melihat partner dengan beraneka eskpresi wajah yang nggak oke banget. Partner akan menyambut kita pulang kerja bukan dengan parfum, rok mini, dan lipstick jingga. Pemandangan yang akan dilihat adalah partner akan menyambut dengan menggunakan baju tidur dan rambut yang berantakan.
Juga jangan berharap partner akan selalu berkata-kata manis. Ada masa-masa dimana dia menjadi begitu sensi. Misalnya, Mel pernah marah besar hanya karena aku tidak memakan agar-agar buatannya atau aku pernah mogok ngomong seharian hanya karena Mel tidak mau menemaniku nonton sinetron Karmila (jadi ketahuan deh tontonannya).
Nah, untuk melihat sejauh mana komitmen kita, caranya gampang kok. Saat usia LT sudah memasuki hitungan tahun, cobalah tanya diri kita, apa kita makin cinta kepada partner dan makin menutup hati untuk perempuan lain, atau kita mulai merasa bosan dan kecantol pada perempuan yang lebih menggiurkan dari partner? Pasangan yang memiliki komitmen sejati adalah pasangan yang semakin lama LT dengan partner, akan semakin sayang dan semakin sulit membayangkan hidup tanpa partner.
4. Keterbukaan
Saat LT rasanya sudah tidak ada hal yang bisa dirahasiakan pada partner. Semua duka partner adalah duka kita juga. Begitu pula sebaliknya. Lagipula pasangan lesbian yang LT biasanya menjadi lebih peka terhadap gesture partnernya. Dia bisa tahu bahwa partnernya sedang menghadapi masalah hanya dengan melihat raut wajah partner. Pesanku, jangan sampai kebablasan ya. Bisa-bisa kamu salah terka. Seperti kisahku, saat pulang kuliah dengan tampang lesu. Baru saja aku membuka pintu, tiba-tiba Mel sudah mencecarku dengan seberondong pertanyaan.
“Kamu punya masalah ya, Hon? Muka kamu kusut gitu? Ada masalah apa sih? Ada yang bisa aku bantu?”
“Nggak kok!”
“Ah, jangan boong, aku tahu kok. Aku bisa menebak. Ayo ngaku. Ngaku ya please, please, please.”
“Oke aku ngaku. Aku punya masalah. Masalahnya adalah aku punya pacar cerewet.”
Maksudku hanya bercanda, tapi saat melihat Mel marah besar, saat memandang kukunya yang panjang dan lancip, kelihatannya aku memang dalam masalah besar sekarang. Tolong…!
5. Menghadapi Masalah
Permasalahan LT tidak hanya berkisar pada urusan romantis, cinta, mesra, pacaran dan selingkuh. Pasangan lesbian LT akan menghadapi masalah yang lebih kompleks. Mulai dari masalah belanja bulanan, hubungan dengan keluarga partner, genteng yang bocor, sampai masalah partner yang susah bangun pagi.
Kita bisa ribut dengan partner hanya untuk urusan-urusan sepele yang sebenarnya tidak mungkin diributkan jika hanya pacaran biasa. Misalnya, di hari libur, di pagi buta, aku harus ribut dengan Mel lantaran Mel ngotot ingin membersihkan sarang laba-laba di atas tempat tidur kami sekaligus mencuci seprai yang sudah dekil. Aku yang sudah jauh-jauh hari mengharapkan hari libur ini menjadi hari tidur, akhirnya ngamuk-ngamuk tidak karuan saat dibangunkan. Tapi untungnya, meskipun kita bisa ribut hanya untuk urusan sepele, kita juga bisa dengan mudah berbaikan kembali hanya karena masalah sepele.
Lanjut ke ceritaku tadi ya, mau tahu bagaimana akhirnya kami bisa berbaikan? Cuma karena masalah sepele kok. Karena terlalu kesal dengan ulahku, Mel menarik seprai sekuat tenaga, dan aku yang masih terkantuk mencoba menahan seprai itu. Karena terlalu semangat menahannya, aku malah nyungsep dengan sukses! (maaf aku tidak tahu bahasa Indonesia yang baku untuk kata “nyungsep” ). Nah melihat gaya nyungsep-ku yang lucu dan atraktif. Spontan Mel dan aku tertawa. Akhirnya, kami baikan. Aku membantu Mel membersihkan kamar, dan sebagai gantinya Mel mengijinkanku tidur sampai sore. Hore…!
Di akhir tulisan ini, aku ingin bertanya. Jika ada pemilihan pasangan LT terfavorit, kira-kira kalian akan milih kami nggak ya?
@Deni Melisa, SepociKopi, 2010
Dari editor Bening: Kayanya yang terfavorit tetap Bening dan Aa-nya deh. He he he. Begini nih, enaknya jadi editor :p










Ya setuju, pasangan pavorit pertama tu mba bening & aa dan yg kedua deni & mel. Kalian semua bikin iri..
Makasih ya deni melisa untuk tips LTnya
… Oh ya pasangan favoritku adalah kalian ^^
Most fav couple te2p bening n Aa’nya..:-D tp Q jg suka kok ma deni ma mel mg te2p rukun..
Ada yang enggak mau kalah nih. Hihi
Yah. sepertinya LT sangat amazing dan menegangkan!
emang kalo LT gt,dpt ijin dr ortu??pst susah kn dpt ijinnya?
hahaha iri ne ka deni n ka imel
ya..ya..ya..ya..
Para redaksi udh enak,dah LT…
km yg cuma bisa menghayal,ya tinggal gigit bibir n mata memelas..
Kasih tips alasan buat ortu n org2 sekitar dong biar bisa LT yg rada aman..
Asik bgt yaa……
LT gampang-gampang susah. Harus punya modal pengertian tingkat tinggi dan kekompakan. Apalagi kalau parternya bisa jadi sahabat sejati sekaligus, wah itu kunci alesan ma ortu, ngekos bareng sahabat
Deni dan Mel memberi contoh positif dan baik tentang Living Together yang aku tahu selama ini lebih banyak negatif. Kalian membuatku lebih yakin lagi bahwa Living Together dapat dijalankan dengan baik oleh pasangan L. Aku tidak sabar untuk melakukannya bersama yayangku di luar sana
@PXM: ya ia klo alesan ngkost brg sahabat bisa aja..klo udah pernah ketauan??gmna cara??
p.s. nyungsep, bhasa indonesianya tersungkur
sumpah .. kocak abiissss ^^
Duh,so sweet..aq kpn yah bisa LT..
Kalian emang dr dl kocak ya? Hahahaha…..
Tp kdg romantis jg sih. Semoga cintax langgeng y? Kl perlu everlasting lah…
:p
memang seru kalau sudah LT. hidup susah senang di tanggung bersama..
wakakakaka, lucu baca last sentence dr editor. hehehe, tapi aku jagoin deni n Melisa sbg pasangan LT terfavorit dh
banzai, deni! banzai, mel ^^
peengeeen LT brng jg. . .
Tp gak tau kpn bisanya. . .
Setuju banget sama tulisan yg dimuat. LT akan membuat kita semakin mencintai pasangan kita. Aku pernah tinggal bareng partnerku selama +/- 4 th, dan aku semakin tau arti die buatku, sampai akhirnya kita harus selesai krn die hrs menikah.. Nice memories
semoga aweett ya buat deni and mel….. ^^
tulisan yg bgs.^^ ngasih masukan yg bgs buat aq n patner yg uda berencana living together..
Jelas tidak …. hahahahaha.
@patrickstar : hebat loh bisa gtu . hhi
@deni + mel : gua dan patner , tetap yang terbaik . wkwkwk
LT.. seTiaP pasangan pasTi mendambakan haL ini.. namun tdk Lah semudah ang kiTa baYangkan.. ada bYk haL Yang akan menjadi pemanis dan juga piL pahiT Yang harus diaLami.. kunci uTama adaLah rasa saYang dan Juga keTeguhan daLam menJaga komiTmen.. baik buruk na pasangan haruslah kita terima dgn Lapang dada.. rumpuT TeTangga sering kaLi memang Tampak Lebih hiJau namun apakah benar spT iTu aTaukah hanYa FaTamorgana kiTa semaTa?
harus bener2 siaPin menTaL uTk Living TogeTher wiTh our ParTner.. ^^ kLo emg bLm siaP, mending dTunda duLu keinginan uTk LT..
Prnh living together. .
Tp saat s’org bayi kcil d’anugrahkn tuhan kpd q. . Hub. Q dg partner sdh b’akhir
..
Tharu bgt bc qsah kocak na. .
LT bukan ya,klo qt sedaerah,tp tnggalnya pindah2?Kadang d kost q,kdang d rumah diaa….Tp sejauh ini sama2 trus ga pernah pisah…
.huhuhu iri bgt dch
.pgn bisa kaya gt :’(
lucu
, hidup yang menyenangkan
iri
. hehehehehe
Cool Den..bhs baku nyungsep, jatuh terjerembab..;-)
seru bgt
)
mau LT? kuliah atau kerja lah di daerah yg jauh dr rumah inti(keluarga), tp klo msh di seputaran keluarga ya susah..
Seru n kocak bgt… Asli ngakak gw.. Mga awet ya…
Bru LT ni ma patner seneng deh,akhir’a terwujud jga..
..tank’s den tulisan u jd inspirasi wat w..
Congrats~ for Deni n Mel
yg awet ampe nini2 yak.
I wish I can living togehter with her…she’s the one I really love…
hmmm… jd inget waktu sama ex dulu.. LT +/- 8thn
meskipun sekarang dah ga sama2 lagi, tapi cukup menjadi kenangan yang indah..
LT ma patner memang hal yang paling indah,,, raa pernah LT ma patner,,, tapi sayang na musti berakhir,,, dan nih hari ke-9 kita pisah,,, moga kak deni & kak mel langgeng ya.
iri banget deh sama kalian
aku uda dua kali ketahuan, sekarang jadi engga bisa berkutik…. mau ketemu partner aja susah,apalagi LT :’(
Asli Kocak abis… ;D
Buat yg pengen LT pasti kendalanya keluarga.
aku sama partner jg uda gak sabaran pengen LT, lg ngumpulin kocek.
biar bisa pindah ke kota lain buat LT, tp kerjaan kita gimana yaa ??
seandainya uda bisa coming out ma keluarga, everything gonna be OK I think , . .
tinggal tetep disini, kerjaan bisa jalan terus *ngareep
*Deni & Mel : yg Langgeng yaa, pertahankan . . pengen banget kayak kalian.
makasi uda nyadarin kalau masih banyak hal yg harus dipertimbangkan buat LT. .
partner dan aku udah LT sejak hari pertama jadian.yeah, kita dari awal udah siap berkomitmen, first month was pretty rough..karna harus ngebiasain diri dimana aku yang udah lama di amrik dan udah kena budaya sana, on the other hand partner dari bayi di indo.. but jarang banget sih tengkar gede, paling masalah2 sepele kayak yang ditulis di atas..hehehe.. oh dan kita berdua udah terbuka dengan keluarga masing2…bahkan kita sekarang aja di rumah ada nyokap partner aku..while my parents are not here…hehehe..
good luck buat yang mau LT! keep strong buat yang udah LT ya…=)
anyway,i just found out this site from my partner,and totally loving it! *cheers*
masi jadi impian yang akan dicapai buat LT sama so called my future wife but cant hardly wait to see our journey like both of u
pinjam linknya ya buat dimasukin ditulisan saya
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments