S.O.S: Pacarku Lulusan Filsafat
DoMba yang bijak di sana tapi nggak di sini,
Perkenalkan, namaku Tia. Sebenarnya aku malu buat curhat di klinik milik DoMba. Tapi nggak apa-apa, aku nekat aja deh.
Begini DoMba, aku punya pacar yang baru aja lulus kuliah. Jurusan yang dia ambil awalnya bikin aku kesengsem berat. Dia ngambil jurusan filsafat, DoMba. Berat ya? Ya gitu deh.
Masalah mulai muncul ketika pacarku selalu mengomentari apa pun yang kulakukan dengan gaya filsafatnya. Pernah sekali waktu aku sakit berat dan minta tolong dia untuk menemaniku ke rumah sakit, dengan santainya dia menjawab “Sayang, jangan terlalu manja sama sakitnya kamu. Kamu lihat pohon yang daunnya rontok di depan itu? Setelah rontok, akan tumbuh tunas baru dan berkembang menjadi daun yang baru.” Gak nyambung kan, Domba? Masa badanku disamakan dengan pohon?
Pernah juga sekali waktu aku nahan emosi karena ribut sama adikku, aku bilang sama dia “Huh! Kalo gak ingat dia adikku, udah aku pukul dia!” Dan dia dengan tegasnya bilang, “Sayang, logam akan menjadi logam mulia jika ia ditempa dengan keras. Jadi kamu harus menghajar adik kamu biar dia bisa jadi anak yang berguna.” Bayangkan akibatnya kalau aku menuruti pacarku, DoMba! Bisa-bisa aku dituntut oleh KPAI secara adikku masih berusia empat tahun. Tolong aku dong untuk menghadapinya, DoMba.
Tia yang berusaha tetap sabar.
Jawaban Dokter Jo,
Tia yang sabar,
Berhubung Mbah De Ni lagi ngambek gara-gara masalah kamu, jadi kali ini terpaksa saya membuka klinik sendirian. Punya pacar yang jago filsafat memang membanggakan. Apalagi jika ia benar-benar seorang pecinta kebijaksanaan, rasanya keberadaan pacar bisa menenteramkan hati yang sedang dirasuki pikiran negatif. Namun membaca surat kamu, saya malah jadi bertanya-tanya, sebenarnya pacar kamu belajar filsafat di mana? Atau coba kamu cek, jangan-jangan selama ini dia salah masuk kelas ajaran anarkis.
Tapi kamu jangan khawatir, belajar filsafat itu memang mengasyikkan kok. Kalau kamu bisa mengembangkan sisi kreatifitas kamu yang beraura positif kamu akan bisa mengembalikannya ke jalan yang seharusnya. Tapi saya gak tau jalan yang seharusnya itu jadi makin baik atau malah makin hancur.
Saat kamu sedang berduaan dengan pacar kamu, ambil diam-diam duit yang ada di dalam dompetnya dan biarkan dia yang membayar makanan kalian. Ketika dia menyadari duitnya hilang dicuri orang dan mulai memaki, ini saatnya kamu beraksi. Usap lembut lengannya dan katakan, “Sayang, jangan marah-marah ya. Kalau memang duit ini udah jadi hak kamu pasti akan kembali lagi kok. Mungkin kamu harus kehilangan duit kamu biar nanti kamu bakal dapat yang lebih besar lagi.” Eits, jangan belagak lupa. Saya nggak ngajarin kamu jadi maling ya. Ketika ia beranjak ke toilet, segera masukkan kembali duit itu ke tempatnya semula.
Kamu bisa coba cara lain. Saat sedang berduaan di rumah di malam hari dan tiba-tiba dia kelaparan dan minta dibuatkan mie instan, segera pandang matanya dengan lembut dan katakan dengan mesra, “Tahan sebentar ya, cinta. Kita tidur aja ya, makannya besok pagi aja.” Dan jika ia merasa bete dan tetap memaksa, jawablah, “Kamu bayangkan korban perang yang tinggal di pengungsian. Mereka hanya bisa makan satu kali sehari lho. Malam ini kita belajar menahan lapar ya, biar kita belajar untuk selalu bersyukur karena kita masih bisa makan tiga kali sehari.”
Atau kamu bisa meniru jurus filsafatnya Mbah De Ni waktu baru jadian sama partnernya. Ini juga yang bikin dia ngambek nggak mau buka klinik. Jadi waktu baru jadian dan dia pacaran di belakang pasar, kan ada sebuah pohon yang buahnya sedang tumbuh dengan lebat tuh. Terus dia rangkul sang pacar dan bilang, “Honey, kamu pandangi buah itu baik-baik ya. Di mana pun kamu berada dan kamu melihat buah itu, kamu akan ingat akan cintaku yang suci kepada kamu.” Terus pacarnya masih bingung, “Buah mengkudu yang di sana, Hon?” Mbah masih sabar, “Yang di sebelahnya, Hon. Itu loh buah jambu itu. Manisnya laksana ucapanku. Suburnya laksana hidungku.” Terus dengan santainya sang pacar menjawab Mbah, “Oh, berarti cinta kamu ke aku musiman dong?” Dan sejak saat itu Mbah agak trauma sama hal-hal berbau filsafat.
Ketika kamu udah menguasai ilmu filsafat dengan tingkat “kehebatan” yang sama dengan pacar kamu, saya yakin kamu akan sanggup menghadapi dia seumur hidup kamu. Cuma masalahnya saya ragu, kira-kira dia bakal sanggup ngadepin kamu gak ya? Aduh, saya gak ikut-ikutan deh. Selamat mencoba ya.
Salam,
Dokter Jo
@Tim S.O.S, SepociKopi, 2010









hahahahaha…..
seperti biasa,SOS kacau dan ngakak habis (“,)
To TIA,saya setuju dengan Dokter Jo
Kamu juga harus belajar filsafat biar bisa mengimbangi pacar kamu itu
wuakakakakakaka….. ya ya…. jadi inget hub ku ma partner… but still HTS… hub tanpa status… aizzz malasnya…!!!
hahahahaha aduh obat dokter jo bikin sakit perut tau..
aduuh. . jd ngakak tengah mlm baca resep dokter jo
Dok jo ada2 aja ,hahaha
resepx pas bnget tuh..he2..setuju2…”syang,lgam akn mjd lgam mlia kl dtempa dgn kras”…so..krelasi psitif..:filsuf akan jd filsuf sejati..cerdas, unggul n bijak..kl slalu diingatkan dgn filsafat2x”…heeeeeee
Biasalah, baru lulus, masih kebanyakan gaya. Tapi pacarmu lebay sekaleeee heheheehe
Wah…parah amat. Pasti pacar kamu pernah baca buku “Sophie” juga.
g kebayang klo pny pacar kaya gitu. bakalan ribet bgt hidup gw
Huahahahahahaaaa….. Dr Jo…ckckck….hahahahahaa…(gw ngakak beneran neh!)
to tia, boleh ga gw ketawa..? Oh boleh…wkwkwkwkwkwk.., sumpah lucu bgt! Hahaha hihihi hehehe…ok stop..tp gw msh mau ktwa,, wkwkwkwk…
hehehem… domba oke dah! konsultan yg nyeleneh, menghibur, n saran2 yg mengandung unsur betul dgn caranya.
@tia: pacar kamu lg lebay n iseng mungkin… smuanya pake brfilsafat… tar botak sluruhnya dech tuh kepala :p
kdng tak smua hruz dpikir,
be wise
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments