Ya, Aku Memang Lesbian
Oleh: Frizzy Jo
Jika dalam tulisan sebelumnya aku membahas tentang pertanyaan yang cukup sering dilontarkan kepada seorang lesbian yaitu “Kenapa kamu menjadi lesbian?” maka dalam tulisan kali ini aku ingin membahas pertanyaan yang tidak kalah sering dilontarkan bahkan oleh diri kita sendiri sebagai lesbian.
Banyak perempuan yang merasa gelisah saat menyadari bahwa dirinya berbeda dengan perempuan pada umumnya. Dan seiring perjalanan mencari jati diri, ia semakin bertanya-tanya tentang apa yang ia rasakan terhadap perempuan lain. Muncul perasaan telah mengkhianati adat ketimuran dengan kelaziman perempuan berpasangan dengan lelaki. Sehingga jika menyebut lesbian sebagai perempuan tidak normal dan menyebut yang hetero sebagai perempuan normal, hal ini bisa jadi karena si perempuan yang “merasa berbeda” tadi “merasa dirinya tidak normal”.
Kegelisahan ini juga yang meramaikan pertanyaan dalam pikiran dan akhirnya berpusat pada satu pertanyaan, “Benarkah aku ini seorang lesbian?”
Bisa menjawab?
Sepertinya pertanyaan itu mudah sekali. Tapi kalau ditelusuri lebih jauh, hmm, jangan-jangan hampir semua pembaca Sepocikopi jadi bertanya-tanya pada diri sendiri “Benar nggak ya gue ini benar-benar lesbian?”
Sekarang ini kita dapat dengan mudah mendapatkan informasi tanda-tanda seorang lesbian. Hanya dengan membuat diri kita terhubung dengan dunia maya, klik sana sini dan… wussh! ratusan informasi dapat langsung kita peroleh.
Ada yang menganggap bahwa dengan ketertarikan kepada sesama perempuan sudah cukup untuk menjadi seorang lesbian. Yang lain berpendapat, ketertarikan saja belum cukup, tetapi lebih jauh lagi yaitu dorongan atau hasrat untuk bercinta dengan perempuanlah yang membuat kita menjadi lesbian. Dan masih banyak sekali alasan yang dapat digunakan untuk meyakinkan diri bahwa kita memang seorang lesbian.
Pernah mendengar istilah don’t judge the book by its cover?
Ada seseorang yang gemar membaca namun ketika ditanya seputar informasi sebuah buku langsung melontarkan jawaban “Nggak tau. Saya nggak suka buku itu. Saya lebih suka yang ini.”
Jawaban ini tentu memicu pertanyaan lanjutan, “Kenapa tidak suka? Memangnya kamu sudah baca?”
“Saya belum baca, tapi saya yakin buku yang ini lebih bagus.”
Jawaban tersebutlah yang dapat dianalogikan sebagai sikap yang menilai buku dari sampulnya. Seringkali seseorang dengan mudahnya mengutarakan ketidaksukaannya terhadap sebuah hal, entah itu buku, musik, atau film, padahal ia sama sekali belum mencoba sampai akhirnya bisa menyimpulkan bahwa hal tersebut tidak menarik.
Sama halnya ketika seorang perempuan yang mengaku dirinya lesbian ditanya “Kenapa kamu pacaran dengan perempuan?”
Dan ia menjawab, “Karena saya tidak suka laki-laki dan lebih suka dengan perempuan.”
Lalu ditanya lagi “Mengapa tidak suka? Memangnya sudah pernah pacaran sama laki-laki?”
Sang lesbian mengangkat bahu dan menjawab, “Saya belum pernah pacaran sama laki-laki. Buat apa? Saya lebih suka sama perempuan kok.”
Analogi inilah yang membuat aku kembali berpikir, bukankah ketika seseorang ditanya mana yang lebih disukai atau mana yang lebih membuat dirinya nyaman, hanya dapat dijawab jika sudah pernah merasakan kedua opsi pilihan tersebut?
Sama halnya ketika seorang perempuan berkata aku lebih suka berhubungan dengan seorang perempuan, bisa diartikan ia sudah pernah berhubungan dengan lelaki karena itu ia dapat membandingkan keduanya sehingga bisa berkata, aku lebih suka dengan sesama jenis karena setelah mencoba berhubungan dengan lain jenis, aku malah tidak merasa kedamaian.
Jadi, jika pertanyaan “Apa iya, gue ini benar-benar lesbian?” muncul dari dalam diri, mungkin ada baiknya kita memberi ruang kesempatan untuk merasakan dan meyakinkan diri mana yang lebih membuat kita merasakan kedamaian, menjadi hetero atau menjadi seorang lesbian.
Dan jika memang ruang yang hampa itu hanya bisa diisi oleh sosok perempuan dan bukannya oleh seorang lelaki, saat itulah aku bisa menjawab dengan matap, “Ya, aku memang lesbian.”
@Frizzy Jo, SepociKopi, 2010









Tp Jo, gw sependapat klo perempuan ditakdirkan buat laki2. Walaupun gw suka perempuan, gw hindarin muncul pertanyaan itu
???=D??/ ??=Dwªª?ª?ªª º°? ?°º?=))=)) wah mantap jeh, gue sukaaaa analoginya.
bila ad yang bertanya ke aq
kenapa qm lesbian ??
akan qu jawab karna dia sama dengan aq , mempunyai pyudara yang menonjol & memiliki vagina ….
Ya. Saya memang lesbian, kok! *mantap & bergelora xp
Yaps trkdng ku jg bingung ma driku sendiri apkah ku ini benr2 seorng lesbian.
saya memang tertarik sama perempuan dan skarang juga lagi pacaran sm perempuan..
tapi untuk bercinta dengan partner..rasanya nanti duluuu..lagian ga harus ky gt kan?kalo ky gt rasanya cm mengedepankan birahi semata..saya blm cukup umur!
saya lesbian…tapi saya pun masih menyimpan hasrat melihat laki2 gagah, bukan untuk parner hidup, tapi buat penyumbang (donor) sperma wkwkwkwkwk. [all children are allright - must see gals]
swimming against the flow. exhausted!
can u make it?
Klo menurut ku,gak perlu dipertanyakan…klo emang kita menyukai wanita daripada pria,ya dijalani aja sesuai dg kata hati…tanpa jg hrs membandingkan apakah sdh pernah mencoba dg pria atau blm…
analogi yg menarik. Ada temanku pernah menanyakan kalimat serupa. karna dia tahu aku pernah pacaran ma cowok. Tapi klo pertanyaan spt itu dilontarkan bukan karna gw gak suka cowok, atau lebih suka cewek.
aku lebih melihat menyukai seseorang itu karena keunikannya sendiri, mau cowok atau cewek. Tapi dari mantan yg cowok semuanya lebih feminim dibanding dengan karakterku, dan memang karakter yg maskulin itulah yg mereka suka, karena aku pernah tanya. Aku suka cowok yg feminim (bukan secara fisik, tapi jiwanya), seneng bangat berteman dengan mereka, tapi aku gak bisa punya hasrat sedahsyat ke cewek, disitu aku bisa membedakan dan pertanyaan terjawab dengan sendirinya. Justru aku malah bertanya-tanya pada mantan cowokku, apakah mereka memiliki ketertarikan pada cowok hahaha…
Setuju dgn penulis….know urself be4 judging that u’re L…ada baiknya sran pnulis diprtimbangkan…kasih ksempatan buat hati n rasa ntuk mngenal lbih jauh pria dgn sgala klbihan n kkuranganx, bgtu jg sbalikx..tntu saja dgn tnpa tendensi or fkran2 ngatif lainx….kl itu dh djalanin…kptusan yg diambil mdah2an berdampak positif ntuk ngejalanin hdup slanjutnya…….He2.
been with a man before but i cant lie to myself that im in love with a funny smart lady..she fullfill my life with her own way…
A: are u a lesbian?
B: mind ur own business, lady! u live ur life n i live mine. lol
Maaf saya beda perspektif dgn penulis. Jika mnrt penulis, perempuan lesbian mgkn ada baiknya mencoba berhubungan dgn cowok utk membandingkan yg mana lbh nyaman dgn cewek atau cowok, mengapa cewek hetero bs bilang dia lbh suka berhubungan ama cowok pdhl dia blm pernah berhubungan dgn cewek?
Tdk mslh mw dblg L ato bukn,,yg pntg aq ud nyaman(cinta) sm dya,,,and th!s is my life..
Aph kh aq s’org lezbian ditengah suami n puteri qu
jangan banyak bicara klo belum tau fakta sebenarnya, kadang itu yg susah di lakuin banyak orang, tp beneran sumpah aku mah lesbian yg suka di sayang dan menyayangi pasangan yg notabene perempuan… nyaman euy…
Mencintai berbeda dengan menyukai. cinta pertamaku adalah seorang laki2 saat aku masih sangat belia. aku baru bisa melupakannya setelah 10 tahun. Kemudian aku jatuh cinta pada seorang perempuan, yg membawaku pada dunia ini… dunia perempuan mencintai perempuan. Dan aku merasa ini dunia yg pas buatku. Walopun kadang aku ingin juga merasakan ML dg laki. Tapi hanya utk urusan sex.. not hati! Tapi aku ga mau nyari jg laki utk urusan sex ini krn I cant do sex without love… so?? ;p
gw jg bimbng dgn diri gw?? Gw suka cwe, tp gw jg pnya cwo. D hub gw dgn si cwo, gw suka jth cinta dgn cwe tanpa cwo gw ketahui. Akhir na gw pts dgn cwo gw, dia selingkuh dgn tmn gw sndiri n nikah. Hati gw hancur sehancur2nya. Dan entah knap? Gw dl msh ad feel ma cwo, skg hati gw hanya tuk cwe aj. Pts cinta dgn mantan buat gw tmbh suka ma cwe. Tiap cwo yg dtg k gw slalu gw tolak mentah2. Entah sampe kpn gw bgini?
gw hetero, tp pnyuka situs lesbian
karena tulisan nya bagus2
n jd mbuka wawasan
dlm realitanya
gw sangat2 tomboy,
krn mang gw ogah jd feminin
tapi, gw bs pastikan gw hwtero
krn tak prnh skalipun tlintas
d benak/ hati gw u mnyukai prempuan
@jeanromanza… Aku setuju denganmu. I think the same way.
@YulSicFul+…Hahaha, you are so funny.
hemm… nice writing…… jadi mikir juga am I or ???…. and to mommyvey try the answer by looking in ur heart…
Menurut guee
Betull pa yg dikata ma cerita di atas
Semua balik lagi
Ma diri sendiri..
Sebelom u putusinn kalo diri u itu les
U harus yakinin pa u itu bnr2 les
Atauu hanya sekedar masuk di dunia les ni
Kalo gue yakinnn
Gue les karna menurut gue sesam ce saling mencintaaii selalu pake perasaann kaloo laki2 ituuu hanya 1 banding 1000 yg menggunakan perasaann
Rata2 mereka hanya nafsu belaka….
Sotoyy bgt y gueee
????°??å??ä??ã??ä??â?°?
Yg pastiii my heart hanya untukk wanita yg kucintaiiii….no men..????°??å??ä??ã??ä??â?°?
Sebelum Membaca 2 tulisan si jo,aq udah sering bertanya2 dlm hati,apa aq lesbian,hetero,atw bisek y?
Aq pernah pacaran dgn cowo,tp aq lebih nyaman dg cewe,aq mrasa aman dg cewe..
aq pernah suka cowo,tapi aq bisa pucat pasi plus deg2n liat senior tomboy q..
Ah..
Bingung aq..
mnjdi l or not adlh sbuah plihan hdup. Tp ktika km mmlih brusha unt kmbali kdunia nyata ‘sk pd llaki’ namun sngguh dstu stengah mati kmu brjuang ttpi ttap tk bs kluar, dstulah br km bs blng am truely lesbian.
Gak, saya bukan homo.Saya pecinta barang bagus huehehehe.
@lushka : eh benciooong ngapain lo dimari,,, (?ë?ë:D?ë..)
*tos* dulu deh bro, ane setuju sama yey,,,
An old cowboy sat down at the bar and ordered a drink. As he sat sipping his drink, a young woman sat down next to him. She turned to the cowboy and asked, “Are you a real cowboy?”
He replied, “Well, I’ve spent my whole life, breaking colts, working cows, going to rodeos, fixing fences, pulling calves, bailing hay, doctoring calves, cleaning my barn, fixing flats, working on tractors, and feeding my dogs, so I guess I am a cowboy.”
She said, “I’m a lesbian. I spend my whole day thinking about women. As soon as I get up in the morning, I think about women. When I shower, I think about women. When I watch TV, I think about women. I even think about women when I eat. It seems that everything makes me think of women.”
The two sat sipping in silence.
A little while later, a man sat down on the other side of the old cowboy and asked, “Are you a real cowboy?”
He replied, “I always thought I was, but I just found out I’m a lesbian.”
w msh bingun ne w gk prnh ada setatus jd sma cewek tp klw liat cewek cantik w dede gan? Jg ci w udh pcr ran sma 8 cowok tp semua nya hambar tmn2 ada yg mo bantu w gk
Ya… Saya juga berpikir bahwa kita baru bisa benar-benar yakin akan pilihan atau keinginan kita setelah merasakan semua opsi yang ada… Sayangnya, tidak semua hal ada tester-nya atau bisa dicicipi dulu sebelum dipilih…hehehe…
Yah, asal jangan memaksakan diri mencoba berhubungan dengan lelaki jika memang merasa tidak mau atau tidak bisa saja.
@peace : orang yang berada di luar sistem, hendaknya mengenal sistem tersebut, sebelum mereka keluar arus. Jadi kita harus mencermati dulu, sebenarnya bentuk macam apa ke-radikalan kita.
@noy : women aren’t lesbian untill they are :p
Lesbian tu sama kya org normal.
Jd klo loe pada nyuruh qta” jd normal,loe bs ga? jd Homo sex.
Hay . . Gwe pndatang baru di dunia Lesbi
Knp dr kecil mpe skrg Gwe masih ttep Lesbian
mnrut gw sih….knp cwe lesbi..itu krn dia pernah disakiti oleh cwonya…dan mengapa mreka lebih suka brhubungan sex wanita dgn wanita itu karna dia blom mnemukan lelaki yang tepat….atau nerves
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments