Tajuk: Bohong dan Kita
Siapa yang tidak luput dari aktivitas kebohongan? Bohong adakalanya dilakukan orang buat menyelamatkan diri. Awalnya white lie jadi black lie. Terkadang muncul dari hal-hal yang sederhana dan kecil sampai jadi besar dan menghebohkan. Jujur saya sendiri sering terjebak pada situasi harus berbohong. Lalu bagaimana sebenarnya, apakah bohong dibenarkan secara moral?
Dalam pandangan agama tentu semuanya setuju bahwa kebohongan merupakan penyimpangan berat dalam hidup manusia. Nyaris semua panduan moral ini menyebutkan bahwa kebohongan sebagai perilaku tidak bermoral. Tidak ada yang menganjurkan kebohongan. Bentuk masyarakat yang dicita-citakan setiap agama adalah bentuk masyarakat yang dipenuhi kejujuran. Akan tetapi jika kebohongan memang tidak bermoral, mengapa kebohongan sedemikian luas dilakukan? Jawaban yang bisa diberikan barangkali karena berbohong memang memberikan banyak manfaat.
Saya tertarik dengan penelitian seorang psikolog, menurutnya dalam seminggu seseorang bisa melakukan kebohongan mulai dari nol hingga 46 kali kebohongan, ini berarti ada yang melakukan kebohongan enam kali dalam sehari. Penelitian itu juga menemukan bahwa masyarakat umumnya melakukan kebohongan minimal 1 kali dalam satu hari saat berinteraksi dengan orang lain. Mahasiswa melakukan rata-rata 2 kebohongan setiap hari. Mereka berbohong 1 kali dalam setiap 3 kali interaksi. Artinya sepertiga interaksi yang dilakukan mengandung kebohongan. Hmmm, penelitian ini tampaknya patut dijadikan pertimbangan terhadap siapa saja lawan bicara kita, berbohongkah dia? Atau haruskah kita berbohong?
Semakin banyak seseorang bercerita, memang semakin banyak peluang dan kemungkinan untuk berbohong, dari kebohongan pertama untuk menjaga konsistensi kebohongan terpaksa harus diikuti dengan kebohongan lain. Sehingga terjaga kosentrasi kebohongan tersebut. Menurut Wikipedia, bohong biasanya dilakukan dengan beragam tujuan, umumnya dilakukan bertujuan untuk menimbulkan kesan, mengatur emosi, atau memberikan dukungan kepada seseorang. Namun ada juga kebohongan yang dilakukan secara massal, yang tujuannya untuk menciptakan keteraturan dan menjamin bahwa tata krama dalam masyarakat diterapkan. Bayangkan, jika seseorang selalu mengatakan dengan jujur pendapat pribadinya pada orang lain, maka yang ada hanyalah geger sosial. Apa mungkin kita mengatakan jelek pada teman lesbian yang memang jelek?
Banyak lagi basa-basi yang memang basi untuk diucapkan, misal mempersilakan mampir seseorang, padahal hati tidak ingin orang itu mampir. Ramah-tamah semacam itu, tidaklah bermaksud sungguhan. Jika yang ditawarkan menerima tawaran untuk mampir, malah mungkin dianggap kurang ajar. Tentu kebohongan semacam ini hanya perlu diketahui secara umum, dianggap sebagai tradisi bohong yang bisa dimaklumi. Jika demikian kita sepakat memang ada kebohongan yang dimaklumi. Dalam sebuah makalah tentang kebohongan, para psikolog menemukan ada tiga kebohongan yang dimaafkan, yakni kebohongan untuk menyelamatkan nyawa seseorang, kebohongan yang memberi efek perdamaian, dan kebohongan yang bisa menyelamatkan nyawa sendiri.
Kejujuran juga masih sulit ditemukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Lihatlah istilah “kebohongan publik” yang kepopulerannya abadi, mengalahkan kasus-kasus besar di negara tercinta ini. Pemberitaan media cetak maupun elektronik sering kali mngekalkan kebohongan publik tadi. Setiap kita mendengar dugaan korupsi yang merugikan negara trilyunan rupiah, kasusnya menguap begitu saja tanpa penyelesain hukum yang berarti. Fungsi hukum telah melahirkan “kebohongan legitimate”. Pasal-pasal karet pun jadi primadona, untuk melindungi para tersangka. Persidangan dihadirkan lengkap dengan berbagai atraksi putar-balik ayat dan pasal. Capek kan? Jika demikian mari kita sepakat menolak kebohongan-kebohongan yang dilakukan untuk sebuah niat kejahatan. Apalagi kebohongan tersebut menyakiti dan merugikan orang lain, masyarakat banyak pula!
Sebagai lesbian yang tidak coming out, bentuk kebohongan memang seperti disahkan begitu saja – kita di antara kita, saling memakluminya. Aktivitas kebohongan untuk menyembunyikan orientasi seksual semacam ini sering berjalan dengan langgeng dan sangat umum ditemukan. Partner yang setiap hari menemani kita terkadang dikenalkan sebagai sepupu, saudara, adik, kakak, apalah namanya. Nyaris dalam keseharian sikap-sikap kita berada di tempat umum terpaksa penuh dengan kepura-puraan untuk melindungi rahasia pribadi tersebut. Coba lihat bagaimana sosok perempuan lesbian lajang menolak untuk dinikahkan oleh orangtuanya, berbagai alasan dan kebohongan pun dilakukan. Sebagian lagi malah nekad melakukan hubungan pura-pura (mencintai) seorang pria, padahal… hanya dia dan Tuhanlah yang tahu bagaimana konstelasi hubungan tersebut sebenarnya.
Bohong putih, tetap saja konteksnya berbohong, sebagai lesbian yang baik, takarlah kebohongan-kebohongan yang akan dilakukan. Jika memang tidak perlu melakukan pembicaraan-pembicaraan yang sia-sia terkadang diam memang bisa menjadi emas. Jika terkondisi untuk tidak bisa jujur dengan orientasi seksual, mari pertimbangkan masak-masak sebelum melakukan kebohongan putih. Apakah memang sebegitu mendesak kepentingannya sehingga harus melakukan kebohongan putih, eh?
Lesbian, kejujuran memang sangat mahal harganya. Walaupun bohong secara kontekstual cerita saya di atas sepertinya banyak membawa keuntungan, sebagai lesbian mari kita sepakat untuk menolak bohong yang jelas-jelas menyakiti dan merugikan orang lain.
@Nuha Guwa, SepociKopi, 2010










Setojooooooooooooooooooooo
Kadang ada orang bilang “Berbohong untuk kebaikan” lah ko??
Yang nama ny boong tetep aj kagak bae lah
Nuha Guwa, bukankah hasil kbhongan spt itu, menyakiti & mrugikan orang lain skcil apapun?
tp seorang tawanan perang dblhkn agama u/ brbhong kpd musuhnya u/ mlindungi pasukannya.
mlakukan kbhongan u/ tjuan yg brsifat sepele mnjauhkanmu dr drimu yg sbnarnya, mnjdkanmu palsu.
mbaca 3 paragraf trakhir tlisanmu, mbuat sy brtnya2. sprtinya ada sesuatu yg lbh ingin kau teriakan kpd seseorang atau apapun itu.
sorry, if my interpretation is a mistake.
u r great, Nuha
Kebohongan bisa membentuk lingkaran setan dan terus bertumpuk. Sekali kebohongan dilakukan, biasanya kebohongan akan abadi karena harus terus melakukan kebohongan agar tidak dianggap berbohong.
Hehe sering boh0ng kalo kepepet
ya rabb ampunilah saya
Bohong dan kita
Kita dan bohong?
Selaras dan saling menyelaraskan
Lam kenal ya. Kebohongan is kebohongan. Berbohong dgn pasangan bisa ribet jdnya.
Tema tajuknya bagus, namun kalo boleh berpendapat saya lebih suka untuk tidak menggunakan kata-kata “kebohongan putih” , saya akan balik cara berfikirnya, bahwa “kejujuran bukan berarti telanjang”. Orang yang berpakaian untuk menutupi tubuhnya bukan berarti berbohong. Orang yang tidak “coming out” bukan berarti pembohong. Di dalam agama kita diajarkan untuk tidak membuka aib/kekurangan kita atau org lain kepada sembarang orang apabila hal itu membuat banyak kemudharatan dibandingkan manfaatnya, karena dikhawatirkan menimbulkan fitnah yang dapat mempengaruhi gejolak sosial. Artinya bohong is bohong , tdk ada hitam dan putih, tapi jujur bukan berarti “telanjang”, dan diam tidak berkata bukan berarti “berbohong”. Dan inti yang mendasari tindakan itu semua adalah “niat/motif” yang menyembunyi di hati dan hanya si individu dan Tuhannya yang tau. Jadi ingat kata-katanya Mark Twain lagi “Everyone is a moon and has a dark side which he never shows to anybody….”. Overall, tulisannya keren, membuat diri jadi lebih merenung..Bravo!!!
to gumilotsy -
:: klo mnrut aq, gag jga… Mmang niatx sprtix untk temen2 SK kok…
Ah,, Sandiwara oh Sandiwara..
Mngatakn sesuatu yg melenceng dri kenyataan krna tuntutn kondisi…
Krna mmang bnyak yg tdak akan mengerti, bahkan untk mncoba bisa mengerti pun tdak..
Jika dtuntut hrus brsandiwra lgi, hanya bisa brbisik k telinga dia, “maaf yank, prtunjukn hrus dmulai. aq tidak mengakui mu dlu ya…”
@no_name: ah…
thx kmu mbuatnya mnjd detail. bhwa mreka yg tdk coming out bkan brarti pmbohong. inilah yg mengganjal buat sya ktika mbaca 3 paragraf trakhir Nuha. (this was my thought) seolah2 ktika itu Nuha ingin blng kpd seseorang ‘knpa tdk ktakan yg jujur?’
ya, sy stuju, jujur bkan brarti buka2an. evry1 has privacy n has r8 in deciding what’s good 4 ‘em.
@ R Lee, thx a bunch. u made me feel fine. that was my thought n yeah, i think u r r8, that’s for SK readers
Setuju deh , kebohongan itu sebenarnya g bgt . kapan negara ini jadi damai bila semua hal yang dianggap bhng menjadi wajar .
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments