Home » Gaya Hidup, Mix n' Match

Mix n’Match: Tindik?

11 July 2010 620 views 12 Comments

Lip PiercingOleh: Alex

Saat di tempat umum seperti mal, kafe, atau tempat keramaian lainnya, pernah dong liat anak-anak muda, lelaki atau perempuan dengan aksesori di wajah dengan piercing yang berderet di telinga, alis, hidung, lidah, bibir. Itu bagian yang kelihatannya aja lho. Banyak juga yang piercing atau tindik di bagian-bagian tertutup seperti di puting, pusar, atau di alat kelamin. Ouch!

Praktik tindik ini sebenarnya bukanlah praktik baru. Ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Tindik adalah praktik menusuk, memotong, untuk membuka bagian dari tubuh, agar perhiasan bisa dipasang di sana. Tindik hidung ditemukan pada mumi berusia 1500 SM. Berbagai suku di Afrika, Amerika, dan Asia mengenal praktik tindik ini sejak zaman purba. Para tentara Romawi memasang tindik di puting sebagai tanda maskulinitas mereka.

africa piercingBeragam alasan orang melakukan tindik. Suku-suku purba melakukannya untuk alasan religius atau spiritual. Pada zaman sekarang juga banyak alasan orang melakukan tindik seperti keindahan tubuh, ekspresi jati diri, kenikmatan seksual, bahkan bentuk pemberontakan.

Apa pun alasannya, yang terpenting adalah kita harus mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan diri kita. Nggak keren kan kalau sehabis ditindik, kita malah kejang-kejang demam tinggi dan terpaksa masuk UGD karena terjadi komplikasi?

Tindik itu memiliki berbagai risiko, antara lain infeksi, alergi, perdarahan, dan kerusakan saraf. Infeksi itu bisa disebabkan karena hepatitis, HIV, tetanus, bakteri. Belum lagi kemungkinan timbulnya keloid atau kerusakan pada gigi. Pembengkakan atau keracunan darah juga bisa terjadi, dan kadang-kadang beberapa kasus harus dibawa ke rumah sakit untuk segera diobati. Tindik di mulut juga memiliki bahaya ekstra karena bagian yang ditindik itu menjadi sarang bakteri berkumpul karena susah dibersihkan saat menyikat gigi. Silakan bayangkan sendiri berapa banyak bakteri yang tertukar di sana saat kamu berciuman.

safe 2Alat-alat tindik yang digunakan harus steril dan oyang menindik juga harus menggunakan sarung tangan agar risiko kemungkinan yang membahayakan kesehatan juga bisa diminimalkan. Masa penyembuhan bagian tubuh yang ditindik juga beragam, mulai dari yang hitungan sebulan seperti tindik di alat kelamin dan lidah sampai pusar yang bisa butuh waktu setahun untuk sembuh total. Tindik di pusar memiliki risiko infeksi yang besar karena iritasi dengan pakaian. Bagian yang ditindik biasanya membutuhkan udara untuk mempercepat proses penyembuhan.

Dalam beberapa kasus, tindik di puting merusak kelenjar perempuan dalam menghasilkan ASI, jadi terlarang untuk perempuan hamil atau mereka yang berencana ingin hamil dalam waktu dekat. Tindik di lidah juga bisa merusak gusi dan enamel gigi, bahkan Asosiasi Kedokteran Gigi Amerika Serikat menentang segala bentuk tindik di bagian mulut karena besarnya risiko penyakit yang bisa ditimbulkan karena tindik ini.

piercing riskPada tahun 2005, dari 10.513 orang berusia di atas 16 tahun yang ditindik di Inggris, 31% mengalamai komplikasi, 15,2% membutuhkan bantuan dokter, dan 0,9% mengalami komplikasi serius hingga butuh diopname di RS. Di Indonesia sendiri belum ada penelitian resmi atas risiko tindik, tapi mengingat betapa tidak sterilnya negara kita ini, coba tanyakan pada teman dokter/dokter gigi apakah mereka pernah menerima pasien korban tindik ini.

tindik tembakOya, hati-hati juga dengan alat tindik model tembak. Ternyata alat tindik yang sering digunakan untuk menindik telinga itu tidak disarankan oleh para profesional karena bisa menyebabkan luka pada daging dan risiko kesehatan yang lebih besar karena komponen-komponen dalam alat tembak itu tidak bisa disteril. Ternyata alat tindik model tembak itu awalnya digunakan untuk menindik binatang lho…

Jangan lupa juga untuk mengetahui benda-benda logam apa yang tidak cocok pada tubuh kita atau bisa menimbulkan alergi. Alergi terhadap bahan logam tertentu bisa menyebabkan kulit iritasi, gatal-gatal, bernanah, dan akhirnya menimbulkan infeksi. Jika itu terjadi, segera ke dokter, jangan berusaha jadi dokter sendiri karena malah akan jadi makin membahayakan.

Apa pun alasanmu untuk melakukan tindik tubuh, lakukan dengan bertanggung jawab pada tubuhmu sendiri. Coba cari informasi lebih lanjut tentang risiko dan cara-cara mencegah terjadinya infeksi sebelum melakukan tindik. Mengenali risiko dan melakukan tindakan pencegahan lebih baik daripada berusaha keren tapi malah jadinya kenalan dengan dokter di UGD.

@Alex, SepociKopi, 2010

12 Comments »

  • alle said:

    Tidak memperbolehkan menempel ditubuhq segala macam bentuk tindik ataupun tatoo hanya merusak kulit kita yang indah :)

  • Bontot kecil said:

    Mending tindik ny dbidan aj .. Kaga bahaya tuw … :-D :-D

  • Rho said:

    Wah ogah deh! apalagi nantinya susah cari kerja.
    Udah bayar, sakit, rugi ntarnya pula!

    No offense.

    Nice article! (-u-)b

  • Lee said:

    tolong bahas tatto jg donk :)

  • Death Bell said:

    Thank’s to Tante Alex!

    berkat tlsan tante Alex,saia jdi ga bermnat lgi wat piercing di tlinga.

    rsiko na sngguh mngerikan!

  • alex said:

    Lee, tato udah pernah dibahas dalam edisi bulan 21 Februari 2010. Ini linknya: http://sepocikopi.com/2010/02/21/mix-nmatch-tattoo-anyone/

  • suzieswan said:

    dulu berminat karena tampak keren dan macho he3x tapi seiring bertambahnya usia, jd ga kepingin…makasih buat artikelnya :D

  • Lee said:

    uda dbaca tatto nya..
    thanks k alex ^^

  • R Lee said:

    :: Oucchh !!

    Tindik ??
    Oh, God, NO !!

    Bner sprti itu ya ??
    Tpi kok klihatanx bnyak yg biasa2 sja… Fine2 aja klihatanx… :-)

  • gumilotsy said:

    tindik di pusar, ehehe, ni lucu :D
    tp mang lbh indah pusar tnpa tindik.
    jd mnrt sy, ga perlu tindik2 slain 1 lubang di masing2 daun telinga ;)

  • doris fidelya d'rain said:

    ngeri biz baca bahaya2ny, jd ingat wkt kecil mau dbawa tindik tlinga, nangis mraung2. hahaha

    ampe skr gak dtindik2 niy tlinga, hahaha

  • Kimi boi said:

    Gue tindik di alis, alhamdulillah bae2 aja, meskipun banyak orang yang ngomel karena keliatan “nakal”, tapi whatever lah,gue suka

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.