Mix n’Match: Tindik?
Oleh: Alex
Saat di tempat umum seperti mal, kafe, atau tempat keramaian lainnya, pernah dong liat anak-anak muda, lelaki atau perempuan dengan aksesori di wajah dengan piercing yang berderet di telinga, alis, hidung, lidah, bibir. Itu bagian yang kelihatannya aja lho. Banyak juga yang piercing atau tindik di bagian-bagian tertutup seperti di puting, pusar, atau di alat kelamin. Ouch!
Praktik tindik ini sebenarnya bukanlah praktik baru. Ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Tindik adalah praktik menusuk, memotong, untuk membuka bagian dari tubuh, agar perhiasan bisa dipasang di sana. Tindik hidung ditemukan pada mumi berusia 1500 SM. Berbagai suku di Afrika, Amerika, dan Asia mengenal praktik tindik ini sejak zaman purba. Para tentara Romawi memasang tindik di puting sebagai tanda maskulinitas mereka.
Beragam alasan orang melakukan tindik. Suku-suku purba melakukannya untuk alasan religius atau spiritual. Pada zaman sekarang juga banyak alasan orang melakukan tindik seperti keindahan tubuh, ekspresi jati diri, kenikmatan seksual, bahkan bentuk pemberontakan.
Apa pun alasannya, yang terpenting adalah kita harus mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan diri kita. Nggak keren kan kalau sehabis ditindik, kita malah kejang-kejang demam tinggi dan terpaksa masuk UGD karena terjadi komplikasi?
Tindik itu memiliki berbagai risiko, antara lain infeksi, alergi, perdarahan, dan kerusakan saraf. Infeksi itu bisa disebabkan karena hepatitis, HIV, tetanus, bakteri. Belum lagi kemungkinan timbulnya keloid atau kerusakan pada gigi. Pembengkakan atau keracunan darah juga bisa terjadi, dan kadang-kadang beberapa kasus harus dibawa ke rumah sakit untuk segera diobati. Tindik di mulut juga memiliki bahaya ekstra karena bagian yang ditindik itu menjadi sarang bakteri berkumpul karena susah dibersihkan saat menyikat gigi. Silakan bayangkan sendiri berapa banyak bakteri yang tertukar di sana saat kamu berciuman.
Alat-alat tindik yang digunakan harus steril dan oyang menindik juga harus menggunakan sarung tangan agar risiko kemungkinan yang membahayakan kesehatan juga bisa diminimalkan. Masa penyembuhan bagian tubuh yang ditindik juga beragam, mulai dari yang hitungan sebulan seperti tindik di alat kelamin dan lidah sampai pusar yang bisa butuh waktu setahun untuk sembuh total. Tindik di pusar memiliki risiko infeksi yang besar karena iritasi dengan pakaian. Bagian yang ditindik biasanya membutuhkan udara untuk mempercepat proses penyembuhan.
Dalam beberapa kasus, tindik di puting merusak kelenjar perempuan dalam menghasilkan ASI, jadi terlarang untuk perempuan hamil atau mereka yang berencana ingin hamil dalam waktu dekat. Tindik di lidah juga bisa merusak gusi dan enamel gigi, bahkan Asosiasi Kedokteran Gigi Amerika Serikat menentang segala bentuk tindik di bagian mulut karena besarnya risiko penyakit yang bisa ditimbulkan karena tindik ini.
Pada tahun 2005, dari 10.513 orang berusia di atas 16 tahun yang ditindik di Inggris, 31% mengalamai komplikasi, 15,2% membutuhkan bantuan dokter, dan 0,9% mengalami komplikasi serius hingga butuh diopname di RS. Di Indonesia sendiri belum ada penelitian resmi atas risiko tindik, tapi mengingat betapa tidak sterilnya negara kita ini, coba tanyakan pada teman dokter/dokter gigi apakah mereka pernah menerima pasien korban tindik ini.
Oya, hati-hati juga dengan alat tindik model tembak. Ternyata alat tindik yang sering digunakan untuk menindik telinga itu tidak disarankan oleh para profesional karena bisa menyebabkan luka pada daging dan risiko kesehatan yang lebih besar karena komponen-komponen dalam alat tembak itu tidak bisa disteril. Ternyata alat tindik model tembak itu awalnya digunakan untuk menindik binatang lho…
Jangan lupa juga untuk mengetahui benda-benda logam apa yang tidak cocok pada tubuh kita atau bisa menimbulkan alergi. Alergi terhadap bahan logam tertentu bisa menyebabkan kulit iritasi, gatal-gatal, bernanah, dan akhirnya menimbulkan infeksi. Jika itu terjadi, segera ke dokter, jangan berusaha jadi dokter sendiri karena malah akan jadi makin membahayakan.
Apa pun alasanmu untuk melakukan tindik tubuh, lakukan dengan bertanggung jawab pada tubuhmu sendiri. Coba cari informasi lebih lanjut tentang risiko dan cara-cara mencegah terjadinya infeksi sebelum melakukan tindik. Mengenali risiko dan melakukan tindakan pencegahan lebih baik daripada berusaha keren tapi malah jadinya kenalan dengan dokter di UGD.
@Alex, SepociKopi, 2010









Tidak memperbolehkan menempel ditubuhq segala macam bentuk tindik ataupun tatoo hanya merusak kulit kita yang indah
Mending tindik ny dbidan aj .. Kaga bahaya tuw …
Wah ogah deh! apalagi nantinya susah cari kerja.
Udah bayar, sakit, rugi ntarnya pula!
No offense.
Nice article! (-u-)b
tolong bahas tatto jg donk
Thank’s to Tante Alex!
berkat tlsan tante Alex,saia jdi ga bermnat lgi wat piercing di tlinga.
rsiko na sngguh mngerikan!
Lee, tato udah pernah dibahas dalam edisi bulan 21 Februari 2010. Ini linknya: http://sepocikopi.com/2010/02/21/mix-nmatch-tattoo-anyone/
dulu berminat karena tampak keren dan macho he3x tapi seiring bertambahnya usia, jd ga kepingin…makasih buat artikelnya
uda dbaca tatto nya..
thanks k alex ^^
:: Oucchh !!
Tindik ??
Oh, God, NO !!
Bner sprti itu ya ??
Tpi kok klihatanx bnyak yg biasa2 sja… Fine2 aja klihatanx…
tindik di pusar, ehehe, ni lucu
tp mang lbh indah pusar tnpa tindik.
jd mnrt sy, ga perlu tindik2 slain 1 lubang di masing2 daun telinga
ngeri biz baca bahaya2ny, jd ingat wkt kecil mau dbawa tindik tlinga, nangis mraung2. hahaha
ampe skr gak dtindik2 niy tlinga, hahaha
Gue tindik di alis, alhamdulillah bae2 aja, meskipun banyak orang yang ngomel karena keliatan “nakal”, tapi whatever lah,gue suka
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments