Home » Humaniora, Tentang Cinta

Bolehkah Aku Egois, Sayang?

10 July 2010 499 views 33 Comments

take me there by DeeevilishDear kekasihku,

Sayang… ingatkah malam itu? Malam hujan yang tak berpayung. Ingatkah saat kau menggigil di emperan toko sepatu? Malam itu, ingin rasanya aku memeluk tubuhmu, karena aku adalah perempuan yang hangat. Tapi, tubuh ini tak berani menjamahmu, meskipun jamahan itu bukan birahi tapi cinta. Malam itu, kubiarkan tubuhmu mengigil, tapi kuhangatkan hatimu dengan cerita-cerita jenaka yang melompat dari bibir tebalku. Kamu tertawa, dan aku juga.

“Masih dingin?”

“Udah nggak kok, habis cici jayus!”

Baru kali ini aku tersenyum saat ada yang mengataiku jayus, kamu tahu kenapa? Karena kamu yang mengatakannya, dan semua yang keluar dari bibirmu adalah madu.

Sayang, pernahkah kau duga bahwa suatu saat si jayus ini akan menjadi orang yang paling penting di hidupmu. Ups! Jangan sebut aku GR sayang, sebab aku punya alasan untuk menyimpulkan bahwa aku adalah orang yang paling penting dalam hidupmu. Hitunglah berapa kali kamu mengirim sms kepadaku hanya untuk ingatkan makan, padahal aku hanya makan tiga kali dalam sehari. Hitunglah berapa kali kamu menangis saat aku berbaring sakit, padahal aku hanya terkena flu. Hitunglah berapa banyak kamu menolak acara rekreasi dengan teman-temanmu hanya untuk menemaniku nonton DVD. Hitunglah berapa banyak nyamuk yang mengigiti tubuhmu saat menungguku pulang kuliah. Hitunglah berapa kali kukumu patah karena mencuci baju-bajuku. Hitunglah berapa kali hatimu tersakiti karena dikatai lesbian oleh sahabat dan tetanggamu. Hitunglah, hitunglah dan hitunglah sayang. Semua yang kamu lakukan sudah cukup untuk menunjukkan bahwa aku adalah orang terpenting dalam hidupmu.

Hari ini aku jujur padamu, aku adalah orang yang penuh impian. Tiap-tiap malam aku habiskan dengan khayal. Kamu tahu apa yang aku impikan saat berumur 15 tahun? Aku memimpikan memiliki pacar seorang perempuan cantik, baik dan sangat mencintaiku. Setiap malam sayang, tiap malam aku membayangkan ada seorang perempuan yang membelaiku dengan tangan lembutnya, menciumiku dengan bibir merahnya, memelukku dengan tubuh lembutnya. Meski dulu aku tahu bahwa semua khayalku hanya menjadi dongeng pengantar tidur.

Tapi, bukankah jalan hidup ini sulit ditebak sayang? Sama seperti kamu, aku pun tidak pernah menduga bahwa semua impianku kini menjadi nyata. Aku mendapatkanmu, kamu sempurna sama bahkan lebih dari apa yang aku impikan. Tanyakan siapa orang yang paling bahagia, maka kuacungkan telunjukku seksiku ke langit. Saat impian yang kuanggap sebagai hal yang mustahil terwujud dan jadi nyata, maka tanpa sadar aku membuat kembali impian yang baru. Impian di mana aku dan kamu hidup bersama selamanya, di sebuah rumah mungil berwana biru dan pink sesuai dengan warna kesukaan kita. Di rumah itulah, akan terdengar tawa, jerit tangis dan rengekan anak-anak kita. Di rumah itulah, aku dan kamu akan menghabiskan hari tua kita. Wajahmu telah mengeriput seperti wajahku, tubuhmu layu seperti tubuhku, tapi rumah itu akan menjadi saksi bahwa cinta kita tidak akan pernah layu.

Sayangnya, saat aku membaca surat yang diberikan oleh muridku untukmu, aku jadi takut bermimpi. Surat itu memang lucu, dan sempat mengembangkan senyum di wajah kita, tapi secara bersamaan juga membuat hati kita menangis.

To: Kak Mel

Kak, aku suka kakak dan ngefans sama kakak. Kak, aku tahu kakak nggak bakal mau jadi pacar aku. Tapi aku pengen kakak jadi kakak angkat aku. Kalau kakak mau, kakak taro telor matang. Kalau kakak nggak mau, taro telor mentah. Tempatnya di depan rumah Erick.

Aku selalu mengagumi kakak, walaupun kakak tuch lesbi sama kak Deni.

Kak Mel itu: cantik, baik, pinter, sabar, manja, tapi sekarang agak jutek.

From: Fans kakak

Sayang, tahukah kamu, yang paling menyakitkan hatiku adalah surat itu dibuat oleh seorang perempuan. Bukan Andriani, karena dia tidak hadir hari itu. Pengirimnya berusia 13 tahun, dia adalah muridku karena aku kenal betul bentuk dan gaya tulisannya.

Bukan, aku sakit bukan karena aku bergelut dengan dilema mengenai keberdosaan hubungan lesbian. Aku sudah melewati fase ini dan telah mengambil kesimpulan terbaik menurutku. Tapi aku sakit karena aku telah memberikan contoh yang tidak tepat kepada anak-anak yang kudidik. Aku takut kalau nanti anak itu berpikirkan bahwa gereja kita memperbolehkan hubungan lesbian karena kedua guru mereka pun adalah lesbian. Sebab, kalau kamu mau mencoba kritis, lihatlah mengapa anak itu berani menulis kalimat, “Kak, aku tahu kakak nggak bakal mau jadi pacar aku…” Ini menyiratkan bahwa sebenarnya ia ingin menjadikan kamu pacar, hanya ia tahu bahwa kamu sudah menjadi pacar andro keren yang berhidung jambu, jadi ini adalah surat penembakan yang terselubung. Dan kenapa dia berani nembak kamu, karena dia tahu kamu lesbian.

Hal inilah yang beberapa hari ini membuatku resah sayang. Sekali lagi, kalau boleh aku keluar dari lingkungan yang ketat dengan norma agama ini, rasanya aku ingin keluar. Tapi, kecintaanku kepada Tuhan dan pekerjaan-Nya tidak akan membuatku sanggup meninggalkan semua aktifitas gerejawi kita. Aku tetap memilih jalan ini, mendidik mereka menjadi orang yang lurus dan takut akan Tuhan.

Seorang temanku berkata bahwa masa depan mereka adalah tanggung jawab mereka sendiri. Tapi tidak, aku tidak berpikir begitu, aku merasa bahwa masa depan mereka juga adalah bagian dari tanggung jawabku. Kamu ingat si Andi yang adalah pecandu narkoba yang kini bertobat karena perhatian kita? Kamu ingat suami isteri yang ingin bercerai dan menjadi rujuk kembali karena nasehat kita? Bukankah Tuhan menakdirkan kita untuk ikut andil dalam masa depan mereka?

Kalau memang demikian, masa depan apa yang bisa aku berikan kepada anak perempuan itu? Menjadi lesbian karena ia terus menerus menganggap bahwa lesbian dibenarkan oleh gereja kita? Haruskah demi masa depan mereka aku hancurkan mimpiku tentang rumah mungil bercat biru dan pink? Haruskah kita berhenti menjadi lesbian dan menikahi lelaki? Tapi bisakah pernikahan dilakukan tanpa hati? Bagaimana jika dengan pernikahan itu justru kita tidak bahagia? Bolehkah aku egois sayang? Bolehkan aku hanya memikirkan hati dan perasaanku? Bolehkah kali ini aku tak memberikan sekata nasehat pun kepadanya? Bolehkah kali ini aku tak memikirkan masa depan siapapun? Bolehkah aku tetap memilih jalan berbelok ini? Tetap menggenggam tanganmu dan tak akan pernah melepaskannya jika bukan kamu yang memintanya.

With love,

De Ni Keren

33 Comments »

  • Ntan d'Hunter said:

    De Ni yg kereeeeeeeeeeen…
    ne surat cinta paling manieez sepanjang jaman, sesudah kisah romeo & juliet…

    xixixiixixiixixi

    terharu bangeeeeet…

  • kavindra said:

    i know ur feeling,Bapa pst akan memberikan jawaban dihati qt tepat pada waktuNya

  • alle said:

    Hukzzzzz jd pengen nangis :’(

  • Bay said:

    Kenyataan yang mank pahit banget . . .dilema y . . .
    dsaat mao jadi pekerja Tuhan dengan mengajarkan yang terbaik untuk anak didik,tapi mengingat yang qt lakukan sbenarny dilarang oleh agama,membuat hati miris . . .
    kadang jadi mikir apa qt pantes ajarin mereka sedangkan kehidupan qt tak mencerminkan dengan yang qt ajarkan ke mereka . .
    posisi kamu De Ni & Mel,pernah aku rasain sewaktu dan patner mengajar anak2 untuk calon baptis . .
    itu dilema ku bertahun2 . .sekarang aku dan patner d pisah . .aku berhenti mengajar wlapun pastor teriak2 suruh ngajar lagi ^-^ ,tapi mantan patnerku tetap mengajar malahan menjadi wakil pengurus . . dan patnerku juga sudah coba menjalani hidup normal . . dan kayany dia berhasil . . .
    aku juga bingung mo kasih saran apa . . .tp satu yg bisa saya kasih tau . . Bsyukurlah atas apa yang terjadi setiap harinya disaat kalian bisa bersama,dan biarkan God yang membimbing kalian,suatu hari kalian pasti akan mendapatkan jawabanNya . . .

  • daze said:

    jangan..jangan hancurkan mimpi itu.soalnya mimpiku sama seperti mimpi ka deniT.T..

  • Abipoetra said:

    Astagaaa..mantep pisan ka De Ni..ckck tu kt2 sgtu bkin trsentuhnya dpt ilham drmana coba??
    Sampe kgk kedip nh mata bca stiap kt2 kk,hufth..i like all of those word that you wrote! so much!! :D semangatsemangat!

  • gumilotsy said:

    soon d girl will learn dat love ain’t simple, yet it’s sophisticated.
    n life isn’t always ’bout what u want.
    ;)

  • 'Lebah' said:

    Pembimbing, pendidik, apapun sebutannya adalah sosok luarbiasa yg pny pengaruh besar di hati dan pikiran org melebih perkiraan orang itu sendiri. Kalian memang sudah pny andil dlm membentuk masa depan org yg kalian bimbing siapapun itu. Sebisa mungkin berhati-hatilah teman-temanku sayang. Aku pun berada dalam posisi yang sama dengan kalian dan tak hentinya aku berdoa memohon hikmat kepada Tuhan yang aku sembah, untuk membantuku menemukan dan mempraktekkan jalan dan cara yang sebenar-benarnya

    salam kasih

    ‘Lebah’

  • apisindica said:

    Surat cinta yang paling indah yang pernah saya baca. isinya jujur dan apa adanya. Tidak menggurui tapi sungguh menginspirasi. Salut.

    saya ingat saya pernah menulis: preferensi seksual seseorang tidak boleh menghalanginya menjadi hamba Allah yang taat. So, berjalanlah dengan keyakinan bahwa tuhan pasti merestui apa-apa yang dilakukan atas nama-Nya.

  • Rho said:

    Kata2 ini klise, tapi ampuh:
    “Semua rencana akan indah pada waktunya.”

    toh semuanya proses, semuanya tergantung niat, kan?

    Stay strong, GBU.

  • Bontot kecil said:

    ka De Ni , surat ny romantis banged ..

  • say_czeka15 said:

    Deni, itu bukan egois.Manusiawi klo dtng rasa itu,cape & jenuh ngejalanin sesuatu yg emang salah.Jalanin smua dngn iklas

  • Death Bell said:

    Salam kenal!

    Tulisan yg bguz,Ka De Ni!

    Ttep smangat yach!

    From: Fans kakak

  • red tesha said:

    inilah cinta
    hikss T.T
    Jadi terharu T.T

  • voni viona said:

    cobaan itu adalah tahapan semau manusia n hidup emang pilih han ci jd klw menurut u baik ya maju trs n sabar trs jjr klw baca cerita u tetang imel w jd iri ne kapan y w dapat yg ky gt w jg keren hehehe ca yo deni

  • princezz said:

    aq uda ga pny org terpenting seperti itu lg ;(
    tp aq yakin love will find the way :)

  • Eva said:

    ka De Ni kereeen suratnya romantis… mimpi kakak indah banget, jangan takut bermimpi kak :)

  • jeanromanza said:

    Pernyataan ini sbnrnya sebuah kutipan, tp aku lupa membaca nya dmn…intinya : aku tdk pernah memilih utk mjd spt diri ku skr, tp aku adalah ciptaan Nya…

  • deedee said:

    sediiiihhhh,,,,,
    ngerti banget….
    klo q yg dposisi kk juga pasti akan mrasakan hal yg sm…
    punya beban krn sbg seorang pendidik hrus sll memberikan contoh yg benar kpd muridnya,tp qt juga ga bs bhong klo qt amat sangat mencntai psangan qt.
    Ini jd gambaran bwt aq,sbg clon pendidik yg sasaran nya sama,’anak2′.

  • fantasy said:

    membaca tulisanmu ini aku smpe menangis, gimana tdk cinta kalian ber2 begitu kuat dan besar…tapi apa daya, dilema akan selalu ada krn menurut agama manapun jalan yang kalian ambil adalah sebuah dosa…yakinlah selalu, bahwa tuhan akan memberikan jalan hidup yang terbaik bg umatnya yang selalu taat padanya…BE STRONG…De ni and mel

  • mbuzzz said:

    surat cinta yang indah,jujur dari dalam hati tanpa ada yang di tutupi
    Ka De Ni and Mel,BE STRONG
    God will show you the way

  • Angelo said:

    gw juga bakal bingung klo dihadapkan dengan posisi ky gtu..
    tapi setiap org kan dapet porsinya masing”. Tuhan ga bakal ngijinin gw mnghadapi ujian ini kalo Dia merasa gw ga sanggup mnjalaninya…
    buat k De Ni & k Mel: yg tabah ya, sabar, tetep setia pada Tuhan, setia pada pendirian, sebab pencobaan-pencobaan yg kalian lewati adalah pencobaan byasa yg ga akan melampaui kekuatan kalian.. God bless you.

  • yo said:

    hhuhuuhuhuhu . .
    baca ini gua ampe nangis . hiks .

  • yo said:

    huhuhuhuhuhuhuhuuu T_T
    gua baca ni ampe nangiss . .

  • jey said:

    Dear De Ni and Mel,

    I am a missionary serving a minor tribe of Indonesia in a very remote place. Thanks God that we still have GPRS, so with limited connection, me and partner could read ur feeling in sepocikopi, thanks. Jangan sampai orientasi sex menjadi penghalang kita melayani Tuhan & sesama. You are not alone.

    Blessings fm far away
    jey & aurel

  • Ai said:

    Y ampun den, aq g tau musti blg apa. apa yg aq rasakan sama persis dengan kamu. aq bingung memilih antara panggilan hidupq dan dia. waktu aq mau mendidik anak2 jalanan, aq takut aq g bs memberi contoh yg baik. walau mgkn mrk g tau, tp aq tau. Tuhan jg tau. aq g mau pelayananq bercacat, tp d 1 sisi aq g sanggup melepas dia, g sanggup menipu hatiq. aq g mau melepas dia kecuali dia yg melepas aq.
    rasa berdosa mengejarq…tp aq g sanggup meninggalkan dia.

  • staycool said:

    Cinta itu anugrah, jalani dengan kesetiaan and ketulusan. Saling menjaga & menghargai hub yang ada.jangan ijinkan orang ke3 merusaknya, apalage pasangan kita mempesona byk org. Yahh sabar2 aja

  • doris fidelya d'rain said:

    complicated feeling yaw…hiks…aku bs mrasakanny, dilema sorg pmimpin rohani, aku stuju dgn stp kalimat yg tcetak dsana.
    be tough y, kk deni n kk mel. yakin, perasaan syg kita thp partnert jg suatu anugrah n karunia yg DIA berikan pd kita utk kita pahami dlm waktu-NYA yg plg indah :)

  • free2jkt said:

    kadang cinta dan logika ga selalu sejalan.. hikss sedih story-nya..

  • ann said:

    nyentuh banget tulisan…
    Nge fans de ma ka De Ni… (:

  • The rythm said:

    Dia s’lalu pnya cara ya bwt ngingetin kita…jujur,tulisan ini bnr2 membuka mata saya utk gk nerusin ini semua…emang si berat tp kyny emg hrs gt…thx bgt ya bwt De ni..,tlsn u bnr2 mmbrkti..

  • lie_nux said:

    duh…tenang aja ka deni kerennnn…..Tuhan tau ko…apa yg u mau…..dan rangan God itu rancangan yg luar biasa…krn Dia yg mnciptakan u….jd ga perlu kuatri……semangattttttttttt

  • io said:

    indah, kisah yang indah
    tak tau mau bilang apa
    terlalu sulit untuk mejabarkan komentar dengan kata2
    semoga Tuhan brikan jawabannya…………..

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.