Home » Humaniora, Keluarga

Have Your Say: Gelapnya Masa Laluku

9 July 2010 321 views 9 Comments

white-rose-wallpapers_5642_1152x864Banyak yang mengatakan bahwa menjadi lesbian adalah pengaruh masa lalu. Banyak pula lesbian yang bilang masa lalunya biasa-biasa bahkan baik-baik saja sehingga menjadi lesbian bukanlah karena pengaruh masa lalunya. Bagaimana dengan lesbian yang benar-benar mengalami masa lalu buruk? Kita punya teman namanya Harwit Z., yang berani bercerita tentang kelam masa lalunya.

Sepertinya saya adalah anak yang tidak diinginkan oleh orangtua saya. Ibu saya bekerja mati-matian dari pagi sampai malam sejak ayah di-PHK dan tidak berhasil menemukan pekerjaan lagi selama 20 tahun kemudian. Alhamdullilah kakak-kakak saya lumayan besar sehingga saya ditinggalkan dalam pengasuhan kakak ketika ibu bekerja.

Namanya juga anak-anak, kakak-kakak juga seperti ingin mempunyai masa kecil yang menyenangkan daripada harus menjaga adiknya yang masih ingusan. Misalnya kakak lupa memasak nasi, sehingga saya menahan lapar sampai malam karena di rumah tidak ada makanan. Kakak juga malas memasak air untuk saya kalau saya pilek, sehingga saya yang lemah kondisi tubuhnya menjadi sering sakit-sakitan. Kata dokter, paru-paru saya basah.

Ayah tampaknya tenggelam dalam dunianya sendiri sejak dia di-PHK. Dia tidak mau mengobrol dengan anak-anaknya lagi. Yang ayah lakukan seharian adalah merokok di teras, tidur sampai siang dan sampai sore, ke warung untuk mengobrol dengan sesama bapak-bapak lainnya di sana. Anak-anaknya terlupakan dan sibuk mengurus dirinya sendiri.

Lama-lama ayah juga sering marah pada saya. Ada-ada saja kesalahan saya yang dianggapnya tidak benar. Mulanya ditegur, lama-lama ayah sering mendaratkan pukulannya ke tubuh saya. Caci maki ayah sering terdengar di telinga saya sampai-sampai saya sering menangis kalau mendengar itu semua.

Kakak-kakak lelaki saya yang jumlah empat orang juga tidak terlalu memperhatikan adiknya, yang satu-satunya perempuan di rumah selain ibu dan pembantu. Untunglah setelah setahun ibu bekerja, ibu akhirnya berhasil membayar gaji seorang pembantu. Pembantu inilah yang sering kali menolong saya saat saya dipukuli oleh ayah saya dan diejek oleh saudara-saudara lelaki saya.

Di sekolah, saya bukan murid yang berhasil karena saya mengalami kesulitan matematika. Suatu hari saya tidak naik kelas (kelas V) dan ayah marah sekali. Dia memukuli saya sampai saya tidak bisa berdiri karena lebam seluruh punggung dan paha saya. Esoknya saya demam dan sakit parah. Ibu tidak bisa cuti sehingga dia meninggalkan saya dalam kasih sayang pembantu yang mengurus saya. Bik Yoah, yang saya ingat, menjaga saya seharian, menyiapkan saya bubur dan teh hangat.

Bik Yoah mendampingi saya sampai saya kelas III SMP dan saat itu saya mulai merasakan rasa yang berbeda dengan perempuan. Mengapa seperti ini? Saya sering bertanya-tanya sendiri. Saya membenci laki-laki seperti saya takut kepada ayah saya yang ringan tangan kepada saya dan kakak-kakak lelaki saya yang tidak peduli kepada adik perempuannya. Apalagi saya tumbuh menjadi semakin tomboy, berperilaku dan berpenampilan sangat butch. Entah kenapa, saya betah menjadi butch, menjadi jantan, menjadi terlihat macho, dan kuat.

Bik Yoah meninggal karena usia renta dan penyakit gula waktu saya baru saja menyelesaikan SMA. 14 tahun Bik Yoah melindungi dan menjaga saya. Dia sudah saya anggap seperti ibu saya sendiri. Saya menangis karena merasa kehilangan. Sepeninggal Bik Yoah, hidup saya semakin keras karena saya tidak punya tempat lagi untuk bersender.

Menjadi butch bukan pekerjaan mudah. Sampai sekarang saya masih sering diolok-olok oleh kakak-kakak lelaki saya. Saya juga acapkali menerima omelan dari ayah karena penampilan saya. Saya tidak tahu apa yang menyebabkan saya bisa tertarik dan mencintai perempuan. Apakah masa lalu saya yang begitu buruk dengan lelaki dan begitu indah dengan perempuan? Sering saya ingin mengecek diri saya ke psikolog untuk melepaskan beban batin saya ini.

Untunglah saya memiliki teman straight yang juga seorang psikolog. Dengan kebaikan hati dan budinya, saya akhirnya sering curhat kepadanya tentang keadaan saya. Lama-lama curhatan saya sudah seperti sesi konseling. Teman saya ini menjadi coach bagi hidup saya agar saya mampu menerima diri saya dengan lapang dada dan memaafkan masa lalu saya yang buruk. Saya bersyukur, di tengah kemelut hidup saya, ada orang yang hadir dan membantu saya agar tetap tegak berdiri dan melangkah dengan pasti.

Untuk teman-teman lesbian yang sedang berada di masa sulit, khususnya untuk kaum butch yang karena penampilannya menjadi sering menerima ejekan dan hinaan dari sesama, jangan putus asa dan jangan rendah diri. Tetaplah jadi dirimu, apa adanya. Tuhan menyayangi seluruh umatnya, Ia takkan mencobai umatNya di luar batas kemampuan diri kita. Amin.

@Harwit Z., SepociKopi, 2010

9 Comments »

  • Rzma said:

    Dlu q jg seperti wnita lyakx,b’hub dgn laki2 bhkan q smp memiliki seorg ptra yg tmpan smpai satu saat cobaan dmi cobaan menerpa hdup q&q smkin bnci pd kaum adam krn trauma dlm rmh tngga yg .m’buat q tak pcya lg pd mrka
    akhrnya,inilah dri q yg skrang
    pelindung wanita….
    I’m andro now

  • widdie bless said:

    hmmm.. menyentuh,, apapun keadaan kita, seburuk apapun masa lalu kita, itu tidak akan pernah terjadi tanpa seijin-NYA, pasti dibalik itu semua DIA sudah merancangkan yang paling indah dlm hidup kita .. Be blessed, Harwitz !

  • Ai said:

    Masa laluq jg tdk menyenangkan. aq jg tomboy krnx. berusaha mjd kuat dan kl perlu d takuti. dl selain rambutq yg panjang n fisik perempuan, hampir g da sisi perempuan yg tersisa dlm diriq. aq selalu berusaha mjd spt laki2, bahkan kl perlu mengalahkan mrk. bahkan tdk sedikit teman cow yg takut pdq.
    tp aq akhirx menyadari kl aq adl perempuan n g kan pernah mjd laki2, lagipula d beberapa sisi aq senang d lahirkan sbg perempuan. tdk sedikit laki2 yg kelemahanx justru pd perempuan lho. mrk boleh saja kuat dan gagah, tp mrk bertekuk lutut dan hancur justru d tangan perempuan. kqkqkq….
    skrg aq g terlalu cow bngt. walaupun msh tomboi. tp g sekeras dl. kl dl aq g pernah nangis….menderita banget berusaha jd sok kuat gt. pelarianx justru malah k hal2 negatif. krn g sa nangis jdx malah mabuk, merokok, tawuran, n banyak hal yg bodoh yg aq lakukan. sejak aq bs menerima kenyataan udah g gt lg :)
    yg sabar n ikhlas aja menjalankan hidup ini. coba maafkan mereka n kubur masa lalu, mgkn qt sa jd lbh baik. aq jg msh berusaha bt jd lbh baik lg.

  • musicdream said:

    aku hny hidup dg ibu&kakak perempuanku,sejak aku kecil hingga detik ini.tp aku rasa bkn itu penyebab aku mjd lesbian. krn lesbian memanglah takdirku.

  • disa said:

    ceritanya menjelaskan banget kenapa lebih suka perempuan!
    Kalau aku?
    Aku sendiri bingung,kenapa suka perempuan maskulin,masa lalu ku tak terlalu bahagia dan tak terlalu menyedihkan,aku juga pernah pacaran dengan laki2..
    Tapi kenapa perempuan maskulin lebih menarik?
    Kadang aku jadi pengen ke psikiater..

  • ica said:

    Tetap semangat ya Harwitz..^^..
    Cerita kamu membangun dan memberi saya semangat..
    Saya seorang Andro, entah bagaimana bermula..^^..

  • meli chan said:

    yup,smangat ya harwitz…apapun penyebabnya,yg penting skarang kita adalah manusia yg lbh baik.tidak merugikan orang dan bahagia menjadi diri sendiri.kamu skarang bs byk dapat teman dari sepoci kopi.kamu ga sendiri ^_^

  • romeo said:

    kdg gw jg bngung dgn diri gw…knp bgini..? Knpa gw suka ma cwe..ap lg cwe tomboy…

  • what-ever said:

    sangat menyentuh.
    itu yang saya rasakan setelah mebaca tulisan ini.
    Background keluarga saya juga tidak seperti keluarga pada umumnya ^^.
    Tapi saya selalu berusaha sabar menghadapinya.
    Keep the spirit ya.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.