Home » Friendship, Humaniora

Teman Dari Negeri Maya

8 July 2010 309 views 12 Comments

Rainbow Girl Playset by Princess Peachie

Oleh: Sebeningembun

“Ning, maafin aku ya,” katanya tiba-tiba.

Hah? Keningku langsung berkerut, kebingungan.

“Kenapa? Kok tiba-tiba minta maaf?” tanyaku. Antara penasaran dan panik. Jelas saja panik. Otakku menyimpan berbagai cerita-cerita “kehilangan” atau kepergian seseorang yang diawali dengan permintaan maaf mendadak. Lebay, sih. Salahkan saja otakku yang terlalu berimajinasi!

Cepat-cepat aku mengetikkan emoticon bingung.

“Aku tuh kurang berterima kasih sama kamu, karena telah menjadi teman yang asik…”

Kerutan di keningku kini sepertinya berlipat dua. Tidak sabar menunggu lanjutan kalimatnya muncul di layar ponselku.

“Baru kerasa setelah dapat teman ngobrol yang nggak asik. Maafin ya,” lanjutnya.

“Yaoloohhhhh!! Kirain apaan. Ning udah panik aja,” kataku sambil menarik napas lega.

Dari kemarin, dia, temanku itu memang sedang asik menceritakan perkenalannya dengan seseorang, eh, beberapa orang mungkin. Tapi entah mengapa, komentarnya nggak jauh-jauh dari : Garing. Nggak seru. Nggak bisa diajak becanda. Nggak asik.

Karena merasa komentar itu terlalu dini, aku terus mendorongnya untuk terus menjajaki perkenalan dengan teman-teman maya yang baru dikenalnya. Tak kenal maka tak sayang, bukan?

Tapi ternyata, ungkapan “terlalu dini” itu kurang tepat. Mungkin aku hanya mencari pembenaran untuk terus mendorongnya mengekplorasi proses perkenalannya. Karena setelahnya, aku ingat suatu hal. Sesuatu yang menjadi peganganku dalam berteman di dunia maya. Sesuatu yang aku temukan jawabannya dalam sebuah buku yang ditulis oleh Malcolm Gladwell, Blink.

***

Seni Berteman Di Dunia Maya

Mencari teman lesbian di sekitar kita memang bukan pekerjaan gampang. Banyak yang masih tertutup dengan preferensi seksualnya (termasuk aku, he he he). Karena itu menggunakan media internet menjadi salah salah satu alternatif untuk mencari teman. Wadahnya bisa berupa jejaring pertemanan semacam Facebook, forum diskusi, channel di mirc, dll

Tapi prosesnya tidak cukup sampai di situ saja. Setelah menemukan “halaman” yang tepat, ternyata mencari temen yang klop dan klik juga kesulitan yang lain.

Aku mungkin salah satu orang yang bahkan di dunia maya sekalipun tidak mudah untuk membuka diri terhadap orang lain. Meski ngobrol dengan banyak orang, tapi yang benar-benar klik dan klop bisa dihitung dengan jari.

Berhubung hanya berkomunikasi dengan percakapan lewat tulisan, maka ada seni tersendiri untuk menjalin pertemanan. Selain niat yang baik, cara berkomunikasi juga sangat mempengaruhi. Ada jenis teman yang hanya enak diajak bercanda, ada yang asik buat teman diskusi, ada yang hangat buat teman curhat. Tapi ada juga yang nggak enak buat apa-apa. Diajak ngobrol aja mentok, nggak bisa kemana-mana. Harus pintar-pintar untuk membaca ke arah mana pertemanan kita akan bermuara. Bercanda dengan orang yang serius hasilnya akan garing. Curhat sama orang yang cuek bisa makan ati.

Semua ada tahapannya. Awalnya mungkin tanya jawab basa basi. Nama, label, usia, tempat tinggal, kerja atau kuliah, punya pacar atau belum, lesbian karena apa dan sejak kapan dan pertanyaan “basi” lainnya. Bisa jadi kamu bosan. Tapi bersabarlah, ini hanya tahapan untuk membuat pembicaraan mengalir dengan lancar. Meski ada juga sih yang tidak butuh basa-basi seperti ini.

Terbuka dalam komunikasi bukan berarti harus membuka identitas diri dan sebaliknya. Kita harus cukup bijak untuk menghargai pilihan teman untuk menjaga identitasnya. Toh, kalau sudah sama-sama nyaman akan ada waktu yang tepat untuk melanjutkan pertemanan maya menjadi pertemuan di dunia nyata. Nikmati saja proses demi proses yang akan mematangkan pertemanan kalian.

Katakan Tidak untuk Flirting

Meski sudah memiliki pasangan, kita tetap membutuhkan keberadaan teman.

Awalnya chatting, bercanda, tepe-tepe (tebar pesona), flirting (menggoda) hingga tanpa disadari perasaan menjadi tidak terkendali. Untuk yang masih single, ini mungkin salah satu cara untuk menjajaki calon pacar. Tapi bagi pertemanan antar lesbian single dan lesbian yang sudah berpasangan ini bisa jadi bumerang.

‘Survey Membuktikan!’, tingkat perselingkuhan yang dimulai dari pertemanan dunia maya cukup tinggi. Tak jarang banyak yang memilih untuk mengisolasi pasangannya dari lingkaran pertemanan dunia maya. Alasannya, “Pacar sih bisa dipercaya, Mbak. Tapi orang lain belum tentu. Pacar sih, baik. Tapi kalau ketemu cewek penggoda, nggak ada jaminan si pacar tak akan berpaling.”

Aku memercayai hukum sebab-akibat. Hanya orang yang bisa digoda yang akan tergoda. Jika memang sudah memiliki pasangan, ciptakanlah suasana komunikasi yang kondusif agar tidak memberi peluang bagi teman lesbian single untuk menggoda. Kalau masih ada teman atau kenalan yang nekat flirting, lebih baik segera jaga jarak. Meski pada kenyataannya banyak yang memanfaatkan pertemanan dunia maya untuk melampiaskan hasrat untuk dipuja orang lain. Mungkin perempuan memiliki sisi ‘liar’, memiliki kesenangan dan kepuasan sendiri saat mampu memikat orang lain. Tapi kembalilah pada niat awal, apa tujuan awal menjalin pertemanan.

Blink!

Saking pemilihnya aku dalam berteman, beberapa teman dekatku pernah bertanya begini, “Ning, kenapa sih kamu percaya aku. Kenapa sih kamu mau berteman dan terbuka dengan aku?”

Ada teman baik yang kita peroleh dari hasil proses perkenalan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Tapi ada juga teman baik yang kita temukan pada detik pertama perkenalan. Tanpa banyak basa-basi. Rasanya semuanya berada pada tempat yang tepat. Tidak tau alasannya apa, tapi ‘rasanya’ begitu nyaman.

Untuk pertanyaan diatas, dulu aku hanya menjawab singkat, “Feeling, aja. Perasaanku berkata demikian.”

Tapi belakangan aku menemukan jawabannya dalam buku Blink.

Ternyata kita memiliki respon intuitif, respon berdasarkan bisikan hati. Seluruh proses intuitif ini bekerja di bawah alam sadar. Ini adalah anugerah dari Tuhan, tapi tentu dengan mengasahnya terus-menerus. Sebab, sekali kita mengabaikan bisikan hati, maka bisa jadi kita menjadi ‘tuli’ atau menjadi tidak sensitif terhadap ‘blink’ atau isyarat hati ini.

Kita dapat mengasah intuisi atau blink ini untuk menemukan mutiara di dasar lautan, menemukan teman baik yang nyaman dan asik, atau bukan tidak mungkin buat si lesbian single menemukan pacar yang baik lewat dunia maya, yang diawali dari pertemanan yang nyaman.

***

Nah, kamu sudah menemukan dan memiliki teman yang asik? Bersyukurlah. Teman yang baik, yang asik, yang nyaman adalah hadiah yang indah dari Tuhan.

Dan jangan lupa, ucapkan terima kasih pada temanmu. Untuk semua waktu yang ia sediakan mendengar ceritamu. Untuk semua perhatian yang ia berikan, meski hanya berupa emoticon hug. :)

@Sebeningembun, SepociKopi, 2010

12 Comments »

  • Jona said:

    Kmren smpat dpt tman ngobrol yg asik dr chat. Tp mlh jdi takut krna ad sdkit rasa yg ‘aneh’ saat ngobrol sm dia. Takut kalo rasa itu bkembang lbih jauh.
    Jd lbh baik menjauh, jaga hati.

  • Ray said:

    aku punya tmn chat..dh 3 taon kenal,aq ma gf kenal dkt ma dy..biasanya kita chat mpir tiap hari,,kita belum smpt ketemuan karna beda kota n pulau n blum ada wktu krna kita sama2 sibuk,tapi udh seminggu nh kita lost contc ma dy,4 hari yg lalu sempt sms g mo dihub dulu..setlh serbuan tlpon,sms n mssg offline di ym dy,,i’ts ok, mungkin dy lg “riweuh”
    tapi teteup aja kita msh kwtr g biasa2x dy cem begini,,bwt dy klo ntr sepmt baca ini..”we missing you,,n take care”
    kbrn kita lagi klo km udh g riweuh yak,,

  • musicdream said:

    aku pny seorang tmn straight yg sgt baik.
    & OMG,I feel love in the air~tp dia sndr sprt ngasih ksmptn.
    entah.yg jls skrg aku hrs brtrmksh sm dia atas semuanya!

  • patrickstar said:

    Dedicated thankfull to: tazmarinz, dinda_pranoto, ryan_jhoe, and marvin.

  • Ratisalya said:

    Knal n mengawali kisah cinta q didunia maya. .
    Bkali2 di khianati n di duakn oleh nya dg perempuan di dr dunia maya. .
    N b’akhir karna dy pergi dgn patner brunya yg juga di kenal dr dunia maya!
    . .
    N skrg q sendiri menjelajahi dunia maya ini:$

  • Dinda said:

    S’t ku brtmu ma dia..Aq ngk sdar law dia ska ma aq,,sbgai pcrx bkn sbgai adk wlaupn dia s’0rg cwek.

  • suzieswan said:

    i met ajavacino, leo and tea..they are wonderful sista..many thanks to all of you :D

  • Nitz said:

    Thanks, Ning.
    Seseorang yang justru kukenal bukan dari SK tapi FB
    :)

  • dinda.pranoto said:

    My special thanks to ” PATRICKSTAR ” ,, thanks a lot my dear buddy, u still remember me !! My best wishes and miss u.

  • De Ni said:

    Chat pertama soal cacingan dan kutuan menciptakan feeling nggak ya? Hehehehe….

  • ning said:

    @ Deni : hahaha… Tentu bisa! Lihat, kita membuktikannya. :p

  • Marmalade said:

    I never met lesbians in the cyber world.. Takut ketemu yang aneh” krn denger cerita temen kok kayaknya nakutin.. Until penasaran juga and iseng ngeadd one person and sama dia dikenalin sama beberapa person yang thanks god they are nice person..

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.