Cuci Mata: Demam Gerhana
Ternyata demam Twilight nggak pandang bulu lho. Nggak cuma cewek-cewek muda yang ngefans berat pada Edward oh Edward atau Jacob oh Jacob, ibu-ibu juga banyak yang jadi fansnya. Dengan malu-malu harus kuakui bahwa aku, yang walaupun lesbian sejati ini, juga menggilai kisah cinta yang cheesy antara vampir vs manusia vs werewolf.
Bagiku Twilight, terutama filmnya adalah guilty pleasure. Bagi kalian penggemar buku karya Stephenie Meyer ini, pasti mengakui bahwa filmnya jauh di bawah ekspektasi kita. *Nyengir melirik ke arah Alex* Tapi yang namanya guilty pleasure, tentu saja aku nggak bisa berhenti nonton walaupun sudah tahu jelek.
Tanggal 30 Juni adalah tanggal tayang resmi film Eclipse di Indonesia. Sialnya, aku tertahan meeting seharian hingga malam. Terpaksa aku cuma bisa ngomel dalam hati sepanjang meeting sementara mataku ingin berlari ke bioskop menyaksikan Taylor Lautner yang telanjang dada sebagai Jacob, Kristen Stewart dengan hair extention-nya sebagai Bella, dan tentunya Rob Patz dengan wajah pucatnya sebagai Edward.
Besok, besok harus nonton, pikirku dalam hati. Kekasih tersayang sudah kuwanti-wanti untuk mengosongkan waktunya malam ini hanya untukku. Menemaniku melihat “Gerhana” di bioskop. Sejak sebelum jam makan siang aku sudah memerintahkan sekretarisku menjalani titah penting, yaitu membeli dua tiket bioskop untuk pertunjukan jam tujuh malam. Apa pun caranya, dia harus dapat tiket itu. Sudah membayangkan aku seperti Meryl Streep dalam film Devil Wears Prada? Ya, seperti itulah.
Dan inilah aku sekarang, menulis artikel dengan BlackBerry, menanti waktu masuk bioskop. Pacar tersayang belum tiba di bioskop. “Masih di parkiran.” Itu pesan BBM terakhir yang kuterima 7 menit lalu. Mataku memandang suasana ruang tunggu bioskop. Sebagian besar penonton terdiri atas perempuan muda yang kelihatannya sedang berusaha keras mengendalikan hormon mereka untuk tidak menjerit-jerit melihat poster Eclipse atau trailernya yang diputar berulang-ulang di layar.
Aku sudah membayangkan cewek-cewek ini akan ber-aaaah… uhhh… melihat adegan topless Jacob atau memandang layar sambil mengulang dialog yang sudah mereka hafal luar kepala ketika Edward menyatakan cintanya pada Bella. *serius, ini yang terjadi pada dua film sebelumnya.*
Aku masih melamun sambil menunggu ketika pacarku datang dan duduk di sebelahku, tanpa babibu langsung menanyakan pertanyaan yang juga sempat kupikir. “Kita nggak salah tempat, kan, baby?” tanya pacar.
“Nggak, kenapa?”
“Ini adrenalin hormonnya hetero banget.”
Aku memandang pacarku, lalu ke sekeliling ruangan sekali lagi, kemudian tertawa terbahak-bahak. Esumpe deh, beneran lucu. Di antara deretan gerombolan ABG cewek atau yang ditemani pacar cowoknya, sementara aku dan pacarku yang andro banget, kelihatan salah tempat. Apalagi bisa dibilang Twilight Saga adalah segala yang berhubungan dengan pemujaan terhadap ketampanan dan keseksian tubuh lelaki. Plus lelaki baik hati yang rela mati untukmu, blablabla.
“Lesbian boleh memuja tubuh lelaki, kan?” tanyaku nakal.
“Memangnya kamu nonton mau lihat si, siapa itu? Si pucat dari goa hantu?” tanya pacarku. “Kupikir kamu mau lihat Kristen Stewart.”
Aku memutar bola mataku. “Ya nggaklah, baby. Udah kubilang, aku kan Team Jacob. Duuuh. Jelas mau lihat Jacob telanjang dada dengan six-pack-nya.”
Pacarku tertegun sejenak. “Are you sure, you are a lesbian?” tanyanya menggodaku.
Aku kembali tertawa mendengar pertanyaannya. Lalu kutarik dia ke konter popcorn. Aku harus membeli popcorn ukuran besar, untuk membungkam mulut pacar yang nyinyir tiap kali Edward muncul dan bakal merusak konsentrasiku menonton.
Ketika panggilan untuk masuk teater terdengar, aku berbisik di telinganya, “Baby, makasih ya udah mau nemenin aku. Aku tahu kok kamu nggak suka. Appreciate it, baby. Nanti malam kubayar deh kebaikanmu…,” kataku sambil mengedipkan mata padanya sebelum kami masuk teater.
@Sidney, SepociKopi, 2010










aq suka paragraf trakhir qm sid .. Hhaaaaha
Ho oh banget filmnya jauh dibawah ekspektasi aku juga nih..
Taylor lautner, berkulit kecoklatan, dibawah sengat matahari, terus body seksinya agak basah2 gitu keringetan..
HE’S HOT!!!
Aduh. Pengennya megang perut sixpeck yg kecoklatan, kencang, dan berotot ituuuuu..
wah,kita sama….hehehe,i lov him to,ketawa waktu denger koment sinis ed,dont he got a t-shirt?? ^^
K-steww
graaa
ke temen2 aku bilang ga sabar nunggu edward, padahal dalem hati yg kutunggu2 tuh bella… perannya kayak cewek lemah gitu, jd bener2 pengen ngelindungin dia, hahahaha…
dan menurutku dia jauh lebih cantik di eclipse ini..
wuahh setuju ma icop saya juga bilang keteman2 fans bgt ma edward padahal fansnya ma bella hahhahah she so beutiful pengennnn jd edward karena bisa meluk dia xixixii
Selalu suka dengan tulisan Sidney..
ditunggu cerita-cerita selanjutnya yah..
wah kalo saya sama sekali ga terserang demam gerhana ini. cuman sekali niat nonton yg newmoon tetep aja hasilnya mogok di tengah jalan. kagak demen seh! hahahah
Kalo ce menurut ku lebih cantik,, Jane Volturi..
imut, cantik dan kejam hohohohoh…
kalo bela cufu dan lemah.. tp sweet jga sih,,
gw bingung kok pda milih edward ??
pdhal jacob masih muda and keren,,
gw paling suka scene pas jacob ngobrol ama ed di tenda,,
jacob niat tusuk2 beli dari belakang,, wkwkwkwo
untung ktawan edward..
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments