Home » Tajuk

Tajuk: Jakarta 483 Tahun dan Kita

22 June 2010 213 views 8 Comments

bajaj-jakarta-indonesia-t7729Oleh: Nuha Guwa

Apa yang ada di sebuah kota besar? Gemerlap, tempat dugem, lokasi jajanan yang seabrek, cewek gaul, perempuan-perempuan sosialita. Ah, sketsa kehidupan kota besar memang penuh cerita, drama, dan menjadi tempat bermimpi para pencari kerja. Kerasnya interaksi kehidupan kota sering menjadi tema pembuatan film dan cerita. Sisi kelamnya menjadi bahan kritisi para pemerhati lingkungan dan pengamat budaya

Sebuah kota seharusnya merupakan kawasan pusat pemukiman yang dipenuhi kumpulan rumah-rumah nyaman, asri, sesuai tata ruang yang sehat untuk semua, adil dan merata. Kota juga seharusnya memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan ‘setiap’ warganya secara mandiri. Lahan sebuah pemukiman dilengkapi taman, kanal tempat pembuangan air hujan dan pencegah banjir, tata ruang lalu lintas yang pas dengan jumlah kenderaan, fasilitas manusiawi, serta tata tertib dan aturan hukum yang mengatur kehidupan semua orang, semuanya tanpa terkecuali.

Sebutlah Jakarta, kota harapan, city with angels and evils. Kota yang dipenuhi dengan keragaman manusia. Lahan beragam manusia dan sejuta profesi hidup. Tempat di mana kaum homoseksual juga bisa hidup dan berkarya. Dalam sebuah komunitas yang luas seperti kota besar, suara-suara minoritas konon lebih bisa didengar. Dari kota ini jugalah sebuah majalah maya berhasil menyatukan penulis-penulis lesbian dalam menyuarakan apa saja yang mereka lakukan selama ini, www.sepocikopi.com. Lesbian seharusnya menghargai Jakarta sebagai sebuah nyawa, seperti nyawa-nyawa penulis yang tumbuh di sini. Teman-teman yang menyuarakan perdamaian dengan diri sendiri, komunitas-komunitas lesbian yang berupaya memberi jalan keluar bagi sesama lesbian. Mari kita hargai ibukota kita sebagaimana layaknya lesbian ingin dihargai.

Jakarta memasuki usia ke-483 tahun, sepertinya tidak cukup merayakannya dengan memberikan potongan diskon bagi warga kota di 62 Mal yang tersebar di 1600 outlet. Tidak juga cukup dengan membuat pameran di Pekan raya Jakarta . Perayaan ulang tahun bukan tanggung jawab pemerintah Jakarta . Namun melibatkan peran bersama warga kota dengan melakukan perbaikan pandangan dan perlakukan terhadap kota tercinta ini. Tentu bukan hanya dengan menghabiskan uang di mal-mal tadi, sehingga roda ekonomi Jakarta berputar apik, tidak juga dengan hura-hura dengan makan minum yang memabukkan.

Penghargaan terhadap Jakarta hanya bisa dari sebuah sampah yang dibuang pada tempatnya, tidak meludah di ruang publik, tidak mengganggu ketertiban umum, berciuman dengan pacar di tempat-tempat yang tidak pantas, sehingga membuat warga lain merasa risih. Tentu juga bukan dengan bergerombol kemudian berteriak-teriak dan bersuara keras di café-café yang bertumpuk cewek-cewek cantik hanya untuk mencuri perhatian mereka, sehingga orang lain ikut terganggu.

Kecintaan itu bisa dimulai sejak keluar rumah. Mengendarai mobil dengan disiplin, tidak menerobos lampu merah, tidak menerobos marka jalan, tidak juga ugal-ugalan, tidak chatting di Blackberry, atau sempat-sempatnya di lampu merah tweeting atau meng-update Facebook, oh lala! Lebih jauh tentu saja membatasi diri dengan tidak mengotori udara kota dengan mobil kita. Jika bisa menggunakan Trans Jakarta mengapa harus memakai mobil? Jika bisa membawa ransel ketika berbelanja mengapa harus membawa begitu banyak kantongan plastik pulang ke rumah? Berilah tempat duduk di tempat umum bagi ibu hamil atau orangtua, mendahulukan orang-orang yang memang sudah antre. Tidak meninggalkan WC umum dengan membiarkan air urin kita tergenang tanpa menekan flush atau menyiram.

Kenyamanan sebuah kota bisa dirasakan jika setiap kita menyadari bahwa semuanya harus dilakukan bersama-sama, didasari oleh kesadaran diri sendiri. Sebuah kota hanya akan bersinar dengan cahaya-cahaya moral warganya yang hidup dengan kedisiplinan. Sebagai lesbian tentu kita menyadari, pandangan negatif masyarakat umum terkait orientasi seksual tersebut. Buatlah para tetangga kita tidak merasa risih dengan keadaan kita. Tentu dengan menjadi warga kota yang baik, pribadi yang peka terhadap lingkungan sekitar. Percayalah, kejahatan di sekitar kita bisa dicegah dengan memperhatikan tetangga yang barangkali hidupnya sedang kekurangan. Banjir bisa dicegah dengan melakukan penanaman pohon dan melakukan pembersihan selokan dan sungai secara bersama-sama. Ini juga jika pemerintah kota tidak peduli.

Jika kita juga ikut tidak peduli lalu siapa lagi yang sanggup menciptakan sebuah lingkungan damai, nyaman, harmoni dan berkualitas? Selamat ulang tahun ke-483 wahai Jakarta, semoga keseimbangan ruang publikmu dan kepekaan para lesbian terhadap lingkungannya, memberi tempat yang nyaman dan aman bagi siapa saja yang berada di sana.

@Nuha Guwa, SepociKopi, 2010

8 Comments »

  • Regina said:

    Happy birthday Jakarta :D

  • Zie said:

    Dirgahayu Jakarta
    From Bali

  • Sysha said:

    Jkrt”Jika melihat usiamu .. Seharusnya Kehidupan Ibu Kota skrang,tidak seironis ini ..

  • It is not always BLUE said:

    Happy Birthday Jakarta.. Walau aku jauh, aku tetap mencintaimu.. Kupasti kan kembali untukmu..

  • Heaven as said:

    Happy b’day kota kelahiranku “JAKARTA”… :-)
    *semoga tmbah Jaya*

  • Eva said:

    Tulisan yg bagus banget ! Aku suka banget, selamat ultah buat Jakarta .

  • Eva said:

    Aku kangen jakarta, happy bday jakarta..

  • greyshen said:

    sebenarnya ga suka ma jakarta yang sekarang, sudah terlalu menjadi kota yang kumuh dan kejam. yuk mari per individu kita berubah, siapa tahu nular ke orang2 biar jakarta jadi lebih bersih dan ramah :)

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.