Home » Have Your Say, Sepocikopiana

Have Your Say: Kau Tak Akan Terganti

18 June 2010 195 views 31 Comments

flowLagi-lagi, mencintai sahabat perempuan hetero bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Menyimpan rasa cinta itu hanya mengakibatkan rasa sakit dan mungkin depresi. Mungkin ada keinginan untuk melarikan diri dari kenyataan ini dengan alkohol, tapi tunggu dulu…, dengarkan cerita teman kita, Tann Buzzz, tentang keteguhannya untuk mencintai dengan cara yang baik.

Tiga tahun sudah kami menjalin petemanan. Pertama kali melihatnya aku menyadari bahwa ‘dia bukan hanya sekedar indah, dia berbeda’. Dialah yang membuat jantungku berdebar-debar setiap kali bersamanya. Saat memegang tangannya atau menatap wajahnya. Tapi walaupun hanya membayangkan wajahnya saja, jantungku bisa berdebar tidak karuan. Membaca sms darinya saja bisa membuatku tersenyum-senyum, padahal sehari-hari aku jarang tersenyum, apalagi tertawa.

Bersamanya,semua terasa berbeda.

Bersamanya marah pun rasanya aku tak tega. Malah sebaliknya, dia yang sering marah dan ngambek, apalagi saat aku sakit, dia yang pusing tujuh keliling. Selama ini, dalam hidupku, tidak pernah ada seorang pun yang memperhatikan diriku dengan begitu cermat. Dia selalu ada untukku, aku pun berusaha selalu ada untuknya. Dia yang membuat hidupku berarti dan lebih berwarna.

Sampai suatu hari dia berkata, “Seandainya kau seorang pria, aku pasti akan jatuh cinta padamu.” Dia bilang bahwa belum ada seorang pria pun yang memperlakukan dia seperti aku memperlakukannya. Waktu itu aku hanya menjawab, “Kamu pantas menerima itu semua. Kamu berharga, sangat berharga.”

Sayangnya sejak saat itu, setiap kali kupegang tangannya, kutatap wajahnya, dia mulai mengelak dariku. Setelah menerima berbagai pengelakanya—karena aku pun tidak ingin memaksanya, aku menginginkan cinta yang tulus tanpa paksaan,aku pun menjaga jarak darinya. Semua telepon dan sms dariku hanyalah untuk keperluan bisnis.

Enam bulan kemudian, ketika aku sedang berbelanja untuk keperluan cafeku, tiba-tiba ada yang menarikku dari belakang. Dipeluknya aku erat-erat seakan tak ingin aku pergi. Aku terdiam dalam kebingungan. Begitu mendengar suara isaknya, segera kusadari bahwa itu dia. Aku berbalik untuk menatap wajahnya, ingin kuusap air matanya. Tapi apa daya, aku sedang berada di keramaian, di sebuah mall dengan pandangan mata orang-orang tertuju kepada kami. Dengan cueknya dia berkata, “Jangan berbalik, biarkan aku memelukmu. Sudah lama kita tak bertemu. Aku mencarimu kemana-mana, kukira kau sudah mati.”

Akhirnya setelah pelukannya agak longgar, aku pun berbalik. Kutatap wajahnya, aku tidak menyangka dia sungguh-sungguh menangis dan marah padaku. Kuusap air matanya, aku tidak peduli meski seluruh mata menatap kepada kami dan banyak orang yang berbisik-bisik. Untuk menghindari kehebohan, kuputuskan untuk mengakhiri pertemuan kami. Kukatakan padanya, “Nanti malam seperti biasa aku akan menjemputmu. Maafkan aku sekian lama tidak mencarimu. Aku sibuk membuka usaha baru lagi,” begitu alasanku. Padahal sesungguhnya bila aku ingin, aku bisa saja meninggalkan semua kesibukanku hanya untuk dia.

Malamnya kami bertemu, tapi tidak ada yang istimewa juga tidak ada kejadian dramatikal seperti yang terjadi tadi pagi di mall. Sejak itu aku pun rutin menghubunginya seperti dulu lagi. Tapi tiap kali kupegang tangannya, dia masih seperti menghindar dan aku masih tidak ingin memaksa. Tiap kali kutatap matanya dalam-dalam, dia masih mengelak. Kukatakan padanya, “Mulut dapat berbohong, tapi mata tidak bisa.”

Dari pengelakannya aku menyadari, dia ingin aku selalu ada untuknya, tapi dia menginginkan hubungan yang normal sebagai hetero. Dalam kebingungan, akhirnya aku menempatkan diriku sebagai sahabat. Aku mendorongnya mencari pacar, meskipun dia pernah terluka karena seorang pria.

Sampai akhirnya sekarang, dia telah memiliki seorang pacar. Dan aku hanyalah seorang sahabat. Dalam hubungan kami yang hanya sebatas sahabat, aku yang terluka melihatnya bersama pria lain. Hatiku seperti teriris… Tapi apa daya, aku tidak ingin menyakitinya lagi. Itu janjiku ketika dia memelukku di mall sambil menangis. Membayangkannya saja hatiku terasa sakit.

Sulit atau bahkan tidak mungkin rasanya untuk mencintai seorang perempuan hetero. Aku pun sudah pernah mencobanya, tapi aku tidak dapat membohongi hati nuraniku sendiri. Sekarang meskipun “sakit” rasanya berada di sampingnya hanya sebagai sahabat, tapi aku tidak menyesal mengalami ini semua.

Aku menginginkan cinta yang tulus dan aku yakin dia akan datang, meski tak ada seorang pun yang tau kalau aku ini lesbian dan aku juga tidak punya teman lesbian untuk sekedar curhat.

Aku yakin Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik untukku.

Terakhir satu hal yang ingin kukatakan padanya, “Xiao Hui, meski waktu datang dan berlalu. Semua tak kan mampu mengubahku. Kau bukan hanya sekedar indah, kau tak akan terganti.* Kau selalu mempunyai tempat yang istimewa di relungku untuk dikenang.”

Ceritaku di atas adalah bukti bagaimana beratnya tekanan hidup sebagai lesbian baik itu tekanan dari masyarakat maupun dari diri sendiri. Tak heran, banyak yang menjadikan alkohol menjadi pelarian, karena mungkin itulah “penolong” bagi orang-orang yang sedang mengalami depresi untuk sekedar lari dari kenyataan.

Tapi aku yakin, alkohol bukanlah penolong untuk selamanya. Alkohol hanya akan membuat kehilangan kesempatan untuk berkarya, untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa lesbian bukanlah suatu kesalahan.

Aku berharap teman-temanku lesbian yang sedang kebingungan dalam cinta, yang sedang depresi karena cinta, bangkitlah! Jangan menunggu lagi.

*Petikan lirik lagu “Takkan Terganti, Marcell ”

@Tan Buzz, SepociKopi, 2010

31 Comments »

  • futuredoctor said:

    Yang terpenting dia bahagia. Hal terbaik ketika dia tidak bisa diraih adalah melihat senyum bahagianya. Btw, ceritanya mirip dengan pengalaman pribadi saya. Semangat

  • Ajeng said:

    Cerita yg menarik.. Mirip sm yg gw alami skrg ini..cape hati :(

  • Tamz mbem said:

    Aku yg membacanya saja hati ini sakit n sesak apa lagi kau yg mengalaminya,dan aku pun jadi sangat bersyukur atas apa yg ku punya saat ini,cinta yg begitu tulus darinya.

  • Reancy said:

    Btul skli mbt ny trsnyum bhgia rs ny sdh sgt ckup,krn pd dsar ny mcntai itu adlah mberi &tnpa sdkt pn mnghrpkn imbalan.*to ajeng,gua rean bolh tdk gua mau knaln sm km?

  • oli said:

    cerita ini mirip sekali.. bahkan sering gw alamin.. ingin melupakannya susah.. tapi gw yakin.. lama2 juga gw pasti dapat pengganti yg lebih baik

  • Bontot kecil said:

    No comment …

    Seep ..

  • deandev said:

    samaaa…tnyt susah jg utk berjiwa besar menerima semua itu..tp bgmnpun cm waktu dan cerita yg baru yg bs membantu qta mengobati luka itu

  • say_czeka15 said:

    Cintai dngn tulus, bahagianya adalah bahagiaku. Andai dia tau..

  • alle said:

    Hy slam kenal aja semua ya :)

  • AndroMedha said:

    Irreplaceable..

  • gy said:

    samaaaaaa….
    dan itu gak enak. :(
    semangat cuuy..

  • Ajeng said:

    Hhuuufft.. Teramat jealous ni liat perempuanQu dijemput laki2 dikampus td pg.. *mau banting iphone

  • caya mirza said:

    hhmmm… apa yang pernah gw rasain bgt tuh, seseorang yang sekarang menjadi seorang ibu,, sahabat tetaplah sahabat…

  • itemanis said:

    saluuutt bwt Tan Buzz yg msh bs brtahan dlm posisi sperti itu. Itulah yg nmanya true love..

  • mbuzzz said:

    to Ajeng,sabar,ya…
    Salam kenal

  • Ajeng said:

    To mbuzz : maaci ya mbuzz..

    Prempuanqu itu dkt bgt sm aq,dy sering manja,senderan dibahu,pegang tgn aq, aq panggil dy syg/pcr aku..
    Aq udah sms dy smlm n blg aq jealous..
    She said : “ya ampuuun..aq ngga ngpa2in qo,lagian hpnya ga slh kali mau dibanting gt”

    *aq emang pencemburu bgt..

  • Fe said:

    Kisah yang sama, tapi dia tak pernah tahu,,
    To Ajeng, dinikmati deh.. pasti lebih terasa menyenangkan..
    Percaya dh, ikhlas itu enak..
    Lam kenal ya..

  • Ajeng said:

    To Fe : iya..makasi ya Fe ;)

  • Jona said:

    Pernah mengalaminya dan memilih untuk menjauh. Tak peduli dia menilai saya jahat atau egois. Tapi saya tetap tidak bisa melihatnya bersama orang lain.

  • alana said:

    keep spirit…hope someday she will realized whats “inside” you for her…

  • mbuzzz said:

    thank u,my friend
    Besok saya pindah rumah ke kota lain
    Saya pun telah berpamitan pada Xiao Hui,pujaan hatiku
    Saya hanya dapat berdoa semua yang terbaik untuknya,SEMOGA DIA BAHAGIA SELALU
    Semoga kepindahan saya ini,dapat mempertemukan saya dengan cinta sejati saya….

  • alle said:

    Cihuyyyy jd ajang perkenalan ni…sekali2 lampirin emailnya dong heheh :D

  • parikesit n1nna said:

    “seandainya kau seorang pria, aku pasti akan jatuh cinta padamu” <<< sangat cliché

  • Tiara said:

    huft.,,
    sedih deh baca na.. :( (

  • black said:

    Hufh
    aku alami ap yg tan buzz alami, cinta 1 kepada sahabat 1x.. dy wanita yg tahu akan Rahasia ini, dy hampir membalas cinta ini tapi kami sama-sama sadar dan menjauh disaat kebersamaan semakin intim, entah takdir atau kebetulan, aku & dy selalu bisa menemukan satu sama lain disaat dy sedang sedih & putus asa menghadapi dunia, kehadiran aku sebagai penyemangat hidup dy sangat berarti, disaat dy telah memiliki kepercayaan diri, aku mulai mundur & menghilang lagi menjalani hidup Rahasia ini,,

    tapi bersyukur deh karena dy sekarang udah nikah & punya jagoan kecil yg bisa memberikan dy semangat,,

  • It is not always BLUE said:

    Persahabatan sejati memang membutuhkan pengorbanan. Pernah juga kualami hal ini, selama 6 tahun aku dan dia selalu bersama.. sebagai sahabat. Sangat dekat, tak terpisahkan. Dimana ada aku, disitu pasti ada dia. Sampai perasaan cemburu pernah menghinggapi kami berdua karena merasa ditinggalkan. Tapii.. skali lagi kami hanya sahabat… walau kadang hati kecil ini ingin memilikinya, tp kutahu itu tak mungkin karena dia straight dan tidak ingin aku merusak persahabatan kami.. Hingga detik ini dia tidak tahu “siapa” aku sebenarnya.. Biarlah begitu…
    Sekarang dia sudah menikah dan punya three little girls… ikut seneng juga… (-sigh-)

  • Munezz said:

    salam kenal buat semua teman “L” yg baik.. Keadaan yg sprti ini memang sulit penggambaran hati yg sukar untk diungkapkan, mencintai sahabat sndri, keadaan yg pling sulit bgi seoarang L jika cinta buat seseorang yg tdk mgkin terbalas dgn 1,2,… Alasan yg sbnrnya dgn akal shat harus diterima sic, namun kdang hati N tindakan berbeda, betul kan??

  • eky said:

    Tann Buzz yang tegar,,pediss,,,rasanya beberapa tahun yang telah lewat, sekarang setelah12 tahun akhirnya ketemu juga fbnya bahagia ngelitnya tersenyum senang dengan jagoan kecilnya.dia tetap indah sampai saat ini di hati ini walupun dia tidak tau kalo temannya ini beda dengan temannya yang lain,bahagia sepanjang hidupmu teman,,,doaku selalu. it is not always BLUE salam kenal kisahnya kok sama persis denganku.”siapa”aku sebenarnya ,,biarlah begitu,,,

  • yellow said:

    nice story,,, sama yang sedang kurasakan kini…

    tp, sungguh lebih baik aku menjauh… menjauh dari dia yg kucinta, karena akan menyakitkan bila melihatnya dengan pria, cintanya yg lain… meski dia slalu di hati… lebih baik mata tak melihatnya dgn yg lain… :D i cant

  • Rizky said:

    Sm bnget m yg q rasakn..g snggup buat tingglin dy,pngen sll ada saat dy sndrian n btuh sSorg..
    Krena ne lah cinta q buat dy wlopun hti q hruz skid

  • Alif said:

    Lbih baik lg klo qta bs mnjaga hati klo brsahabat dg yg straight. krn qta2 jg yg akan sakit klo nnti ny jatuh hati ma yg straight. brsabar lah, kmu ga sndirian koq, pasti ada someone out there for you

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.