Home » Humaniora, Noktah Merah

Noktah Merah: Coco Chanel, The Designer And The Revolutionary

11 June 2010 279 views 7 Comments

Chanel1Oleh: Lakhsmi

Berpuluh-puluh tahun, nama Coco Chanel berhubungan erat dengan fesyen, gaya hidup, dan haute courture. Pengaruhnya dalam industri fesyen (ditambah dengan filsafat feminis/modernitas), menginspirasi desain yang bergaya sederhana tapi harganya selangit. Kenyataannya, Chanel berhasil mengubah industri dunia sehingga dinobatkan dalam majalah Time sebagai “100 most influential people of the 20th century”.

Biografi dirinya yang ditulis sampai difilmkan bermunculan, membuka bab demi bab seorang perempuan yang tidak hanya sekadar seorang desainer baju tapi juga seorang pendobrak budaya. Dia menghancurkan, membuka, dan menjahit ulang garis-garis batas yang dimiliki dan apa yang dipaksakan oleh dunia kepada kaum perempuan. Chanel pernah berkata, “A girl should be two things: classy and fabulous.”

Chanel terlahir sebagai anak di luar pernikahan dengan nama Gabrielle Bonheur Channel di tahun 1883 di kota kecil chanel8Saumur, Prancis, dari pasangan Jeanne Devolle dan Albert Chanel. Ayahnya seorang pedagang miskin yang berkeliling untuk berjualan dan ibunya seorang tukang cuci. Ketika dia masih kanak-kanak, ibunya wafat dan ayahnya meninggalkannya di panti asuhan Katolik di mana para biarawati membesarkannya dengan disiplin ketat dan tangan besi. Masa kecil Channel yang keras di panti asuhan menginspirasinya dalam penciptaan desain-desain bajunya kelak. Chanel membenci sosok-sosok yang sok mengatur. Dia juga sering menggunakan warna hitam-putih dalam rancangannya sebagai bentuk warna seragam biarawati yang selalu dikenangnya.

chanel2Kota kecil tempat Chanel tumbuh besar adalah kota yang buta aksara sehingga namanya tertulis salah eja dalam surat lahirnya. Nama Chanel ditulis Chasnel. Salah eja ini menjadi masalah di kemudian hari ketika Coco Chanel menjadi terkenal dan para biografer berlomba-lomba hendak mencatatkan kisah hidupnya. Chanel dikenal sebagai perempuan misterius yang tidak suka membicarakan masa lalu, usinya, bahkan kemiskinannya. Walaupun kisah hidupnya banyak dibicarakan orang, para sejahrawan mengakui betapa tertutupnya kisah hidup Chanel, seakan-akan perempun ini memiliki tirai besar yang tidak dapat disibak dengan mudah. Apalagi Chanel juga mengubah tahun lahirnya menjadi sepuluh tahun lebih muda.

Pada usia delapan belas tahun, Chanel keluar dari panti asuhan dan bekerja sebagai tukang jahit di siang hari dan menjadi penyanyi kabaret di malam hari untuk menambah uang bagi kehidupannya. Nama panggungnya adalah Coco dan terus digunakan sampai dia meninggal. Di sana dia bertemu dengan Étienne Balsan, lelaki kaya raya pemiliki perusahaan tekstil yang naksir padanya. Akhirnya Chanel menjadikan lelaki ini kekasihnya yang segera membawa Chanel ke kehidupan dengan kemewahan tak terbatas dan dunia jetset. Chanel meninggalkan Balsan saat dia berhasil membuka toko butik rancangannya.

chanel4Setelah itu, kehidupan Chanel berubah total. Secara naluri, dia tertarik kepada lelaki-lelaki yang memiliki kekuasaan dan kemewahan, menggunakan kekayaan itu sebagai batu loncatan bagi karir dan bisnisnya, namun dia juga memiliki kehidupan ganda dengan perempuan-perempuan yang tak pernah diekspos dengan jelas. Cipratan-cipratan affair kelesbiannya ini menjadi titik-titik gelap kehidupannya yang sering dipertanyakan. Kehidupannya juga penuh skandal. Dia tidak pernah menikah sampai meninggal walaupun dia berselingkuh dengan banyak lelaki-lelaki jetset yang dipacarinya untuk tujuan tertentu. Chanel tidak pernah peduli dengan gosip-gosip miring yang menerpanya. Dia sibuk menjadi perempuan perkasa yang tidak mau patuh dan peduli dengan peraturan-peraturan moral maupun belenggu sosial.

Disebutkan orientasi seksual Chanel adalah biseksual, namun beberapa sejahrawan mengatakan ia seorang lesbian. Keterlibatan affairs Chanel dengan lelaki-lelaki sebenarnya adalah upaya Chanel untuk merebut kekuasaan dan kekayaan. Dia juga dikenal sebagai orang yang memandang rendah lelaki dan mencintai perempuan, terlihat dari beberapa ucapan-ucapannya yang sembrono tapi terkenal. Salah satunya, “As long as you know men are like children, you know everything!”

Aktris Emilienne d’Alençon adalah kekasihnya yang selalu mendorong kemampuan seni desain Chanel. Dalam film Coco Avant Chanel (atau Coco Before Chanel), yang disutradarai oleh Anne Fontaine (2009) dan dibintangi oleh Audrey Tautou ada adegan manis yang sangat artistik tentang kehidupan percintaan lesbian Channel. Ketika Emilienne bertanya apa yang Chanel pilih, lelaki atau perempuan, Chanel berkata, “Skin is skin when the lights are off.” Selain menjadi kekasihnya, Emilienne juga menjadi model dari baju-baju yang didesain oleh Chanel. Emilienne menunjukkan kecantikan elegan yang sederhana, sangat cocok dengan jiwa desain Chanel.

chanel3Chanel menciptakan baju-baju dengan desain maskulin untuk para perempuan. Di zaman itu, perempuan masih mengenakan gaun-gaun panjang. Industri bergerak cepat, kota-kota besar bermunculan, membuat para perempuan harus meninggalkan rumah dan ladang, dan bekerja di pabrik. Baju-baju rancangan Chanel mengubah cara perempuan mengenakan baju. Kini mereka tidak lagi terikat dengan gaun-gaun panjang yang merepotkan. Perempuan mengambil kekuatan maskulinitas dalam cara berpakaiannya dan secara filosofis, rancangannya adalah embrio dari kebangkitan feminisme.

Pada tahun 1920-an, Chanel adalah desainer pertama yang menciptakan baju longgar untuk perempuan, menggunakan bahan jersey, yang dulu digunakan lelaki sebagai bahan pakaian dalam. Desain ini adalah jenis baju yang sangat rileks, praktis, dan santai, melepaskan perempuan dari penjajahan aneka rimpel dan korset yang sangat kaku. Jenis baju lainnya yang dirancang Chanel adalah rok yang semakin pendek dan gaya penampilan “little boy”. Dia mengambil potongan baju lelaki dan mengubah modelnya sehingga cocok dengan tubuh wanita. Tahun 1925, Chanel meluncurkan model chanel7terkenalnya, jaket kardigan ala maskulin yang sangat digila-gilai artis Audrey Hapburn dan Grace Kelly. Chanel juga memotong rambutnya pendek-pendek membuatnya terlihat sangat androgini. Gayanya ini menjadi penampilan signature look-nya yang diikuti oleh jutaan perempuan di seluruh dunia.

Bukan hanya desain baju, Chanel juga menciptakan parfum klasik yang terkenal sampai sekarang, Chanel No. 5. Dia tidak suka parfum perempuan yang wanginya seperti wewangian bunga dan buah yang manis dan cute, karena itu Chanel No. 5 adalah parfum yang memiliki wangi sangat kuat dan tajam seperti wangi yang diinginkan para perempuan perkasa dan tahu apa yang mereka mau dalam hidup. Bagaimana, apakah kamu repot-repot menggunakan parfum maskulin atau Chanel No. 5? Chanel No. 5 adalah parfum kebangkitan perempuan wajib dimiliki kaum lesbian!

chanel5Coco Chanel adalah legenda. Dia mengenal perempuan dengan sangat baik sehingga karya-karyanya memang diciptakan untuk perempuan. Dia menginginkan perempuan memiliki kebebasan yang (pernah) dirampas oleh lelaki. Dia meninggal pada tahun 1971 di apartemennya, The Ritz di Paris yang ditinggalinya selama 30 tahun. Kini apartemen itu dijaga dan dipamerkan, silakan berkunjung kalau kebetulan berada di Paris. Legacy Chanel akan kita ingat sebagai perempuan (lesbian) yang menginspirasi para perempuan di seluruh dunia untuk tidak gentar, menjadi kuat, dan berani. Ingat saja ucapannya yang luar biasa: Success is often achieved by those who don’t know that failure is inevitable.

@Lakhsmi, SepociKopi, 2010

Keterangan gambar:
Gambar 1: Foto diri Coco Chanel
Gambar 2: Coco Chanel yang sangat androgini
Gambar 3: Iklan Chanel yang khas dengan warna hitam dan maskulin
Gambar 4: Headquarter perusahaan Chanel
Gambar 5: Iklan lipstik dan parfum Chanel No. 5 yang terkenal
Gambar 6: Adegan di film Coco Avant Chanel (atau Coco Before Chanel) dirilis tahun 2009
Gambar 7: Poster film Coco Avant Chanel (atau Coco Before Chanel)

7 Comments »

  • dree said:

    wah…keren bgt nech.chanel.
    Bener bener menginspirasi banget yah.
    Wanìta Tangguh banget….from this story,
    I say: yes i can!

  • thedarKNight said:

    elle est belle.

  • ade gak pake rain said:

    wah wanita perkasa,,

  • mbuzzz said:

    wow,i like the articel
    thanks ya,Lakhsmi

  • R Lee said:

    :: inspiring…

  • Angelo said:

    wow, I’m impressed !! cool..
    thx k Lakhsmi buat infonya…
    jadi pengen menikmati Paris bersama hujan…
    trus malemnya nonton Coco before Chanel bareng sambil makan loli pop…hehe..

  • moha said:

    setau saya warna hitam yang dipilih chanel karena rasa dukanya terhadap laki-laki yang sangat dia cintai dan laki-laki itu pula yang mendukung dan memodali usaha chanel. warna putih yang digunakan itu sepertinya masih misterius, kalau menurut saya karena warna shawl yang dikenakan boy.
    oya, coba tonton dua film tentang chanel. Mungkin sedikit banyak menginformasikan kehidupan chanel.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.