Home » Humaniora, Relationship

te.Lez.kop: Hicky, Hicky, Hicky

9 June 2010 479 views 23 Comments

huge.48.243708Oleh: Shinigami

Tahu kan padanan kata untuk judul artikel ini dalam Bahasa Indonesia? Yap, tak salah lagi: cupang. Pernah menyupang atau dicupang? Bagaimana rasanya? Mungkin bisa dibilang SS alias sakit tapi seru, dan karenanya tak jarang ada yang jadi ketagihan melakukannya. Tapi kenapa sih cupang itu ada, mengapa orang merasa butuh “melakukan cupang”?

Saya tidak tahu apa ada orang yang menemukan cupang dan menamainya seperti halnya Thomas Alfa Edison menciptakan bohlam lampu atau Colonel Sanders muncul dengan resep lezat Kentucky Fried Chicken—bisa tolong dicek di Wikipedia? Koneksi internet saya sedang sebusuk kasus Bank Century. Bisa saja itu hal acak yang terjadi di segala penjuru bumi seperti kenyataan bahwa semua bangsa di dunia ini paham bahwa air adalah cairan universal pemuas dahaga tanpa perlu diadakan satu konferensi internasional untuk menyepakatinya. Dengan kata lain, saya pikir cupang mungkin terjadi begitu saja, ditemukan begitu saja ketika manusia sedang asyik bercumbu dengan pasangannya.

Mungkin ketika asyik berciuman, seseorang menjadi sedikit terbawa suasana sehingga ciuman dilakukan lebih dalam dan kuat dengan melibatkan gerakan mengisap. Mungkin gemas. Apakah yang dicium tidak protes? Seperti yang saya tuliskan tadi, dicupang memang akan terasa sakit, tapi itu biasanya hanya sedikit saja dan ketika sedang seru-serunya bercumbu, sedikit rasa sakit biasanya hadir bagaikan bumbu. Jadinya terima-terima saja diperlakukan seperti itu.

Tapi kadang-kadang saya berpikir bahwa cupang itu lebih dari sekedar tindakan tak disengaja karena terbawa suasana. Cupang bisa hadir sebagai sebentuk tingkah iseng, misalnya. Ya, maksudnya cupang dilakukan dengan sengaja dan seizin pihak yang dicupang. Bayangkan dialognya seperti ini: “Say, aku pengen nyoba bikin cupang nih di leher kamu. Boleh ya?” “Sakit enggak?” “Paling juga sakit dikit.” “Engg… ya deh, tapi kalau nanti aku bilang sakit stop ya?” “Iya, janji!” Iseng banget ya? Tapi di balik keisengan itu, menurut saya, ada suatu hubungan yang sudah nyaman; hubungan yang kedua pihaknya tidak lagi berada di zona jaim. Dua orang yang baru jadian rasanya akan susah mengucapkan dialog semacam itu. Jadi, bila sepasang kekasih sudah bisa melakukan cupang atas dasar iseng, saya rasa hubungan mereka boleh juga.

Selain tindakan iseng, saya berpikir cupang juga bisa dilakukan tanpa kesepakatan dan lebih bersifat kepuasan pribadi. Seperti yang kita semua ketahui, cupang akan meninggalkan bekas kemerahan—bisa semu atau sangat gelap, tergantung seberapa kuat isapan yang dilakukan—di kulit. Dan bagi sebagian orang, bekas ini juga bisa berfungsi sebagai semacam tanda kepemilikan. Apalagi bila cupang itu bisa terlihat oleh orang lain. Memang sih, tak akan tertulis di cupang itu paraf atau inisial pelakunya, tetapi tetap saja ada sejenis rasa bangga ketika mengetahui orang-orang melihat tanda itu. Apalagi bagi pasangan lesbian yang umumnya tak bisa melakukan pengumuman cinta layaknya pasangan hetero. Jadi saya masih bisa memahami orang-orang yang melakukan ini.

Apa pun motivasi melakukan cupang, saya rasa ada dua hal yang tetap perlu diingat. Pertama, cupang itu seperti memar; ada pembuluh darah yang pecah di bawah permukaan kulit. Karena itu sepertinya bukan ide yang baik untuk sering-sering melakukannya. Kasihan yang dicupang harus luka terus-terusan. Terutama bila berurusan dengan cupang yang kuat, bisa nyut-nyutan rasanya. Kedua, cupang bisa menimbulkan tanda tanya di benak mereka yang melihatnya. Apalagi kalau sepengetahuan mereka perempuan bercupang ini tak memiliki pacar (laki-laki.) Karena itu, yang mau pamer dengan tanda kepemilikan, harus siap juga ya menghadapi tatapan penuh curiga atau bahkan pertanyaan yang benar-benar dilontarkan. Masa lempar cupang sembunyi tangan? Hehe… So, have a fun, safe hicky!

@Shinigami, SepociKopi, 2010

23 Comments »

  • Grey a-rhea said:

    Huahahaha… Malu2 seneng bacanya… maaf yah yang suka aku ‘isengin’ ;)

  • Bontot kecil said:

    eeeehhm enak-enak-enak no comment :-* ,

  • Tim said:

    Pic-nya Ok juga. ;)

  • dree said:

    hmmm…yupz gmana yah kalo bekas cupangan yg tersebar d daerah leher ketauan temen2.haduh bisa gaswat…jadi teringat film the l word season 2.yg episode alice baru jadian sama dana.trus alice mau wawancara d radio.padahal dleher mereka bekas cupangan semua.lucu bgt.

  • lee said:

    hahahaha.my gf loves it^^

  • Angelo said:

    omG, I’m totally wet! hhaha…nice info,sis. jadi pengen….wkwk

  • sarah said:

    cupang… cupang… cupang…
    tatoo alami setelah bercinta…
    xixixi

  • akplaaa said:

    say no to cupang di leher…

    say yes to cupang di “lempat lain”!!!!! :P
    hihihihihii..nice posting…gambarnya jg baguuuss

  • dheri said:

    hahahaha
    *cmn bisa ngebayangin sambil cengar-cengir…

  • Reancy said:

    Hehehe jd pgn nih bt cupang d bgian trindah dr tbuh psangn,tp gmna y kn skrg gue ga pny gf,ksian y gue..

  • Belva said:

    Bwt yg sk nyupang, lain kali bikin cupang nya jangan gede2, mami liat, n jd tanya macem2 tuh!!! ^,,^

  • mbuzzz said:

    Cupang…cupang…cupang….
    Keliatannya seru,sayang gw belum punya gf….

  • Dean said:

    Hehe..aq gak lempar cupang smbunyi tgn kq. Aq mau tanggung jwb.. Scra yg lbh sering nyupang k gf tu aq. Tp prnh tuh gf aq lg suka bgt cium leher aq. Cupangannya ketara bgt. Gf-ku khwtr ntr aq ditnya org rmh.(krn biasanya dia yg tkt nyupangan dlehernya ktauan mamanya) Aq blg gak mungkinlah… Eh..trnyata eh trnyata..keliatan jg. Malah ditnya, nah..ado bekas cupangan! Dicupang siapo kau? (Buset dah, tu nanya gede bgt lg!)

    Andai mrka tau yg nyupang adlh shbt yg sering dtg krmh ku…hehe

    Cupang, manis bgt..

  • dree said:

    to dean.

    Waduh itu pertanyaan to the point bgt yah.trus jawabny gimana tuh?

  • Manies said:

    Hrrrrr.. Hehehe.. Cupang ya cupang. Jadi inget ikan cupang. *anak remaja satu ini lagi ngeres*

  • Dean said:

    to dree

    Yoi, to the point bgt nanyanya tuh tante.
    Aq jwb.. ‘ah, katek-katek cupangan. Dtg darimano dio???’ Stlh itu beliau tdk brtnya2 lg.

    Hahaha..
    Aq pandai ngeles kan… Ya ngeles bhs inggris, mtk, sampai sastra.
    Huhuy! B-)

  • real said:

    hwaaa…baru kemaren dari tempat gf, pulang2 ditanya nyokap “apaan tu di leher???” urggghhtt

    @mbuzz : sbarrr yak..^^

  • gee said:

    Adakah tips/cara kilat menghilangkan bekas cupang? Artikel berikutnya, please.. Ditunggu.. hehe.. Thx :D

  • Idoel said:

    Klu buat cupang iseng n sengaja g pnh jadi. ;-) :-D

  • coolingaid said:

    nyam nyaaam …. slurrrppphhhh

  • Gadis Mumet said:

    hahahaa
    gmn nii cara/obat penghiLang cupang?!?

  • princezz said:

    PPnya kereeeeeeeeeeeen :p

  • rhere_bareli said:

    so , gimana cara ngilangin cupangan dunk??

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.