Home » Humaniora, Renungan

Tahukah Sayang?

3 June 2010 573 views 33 Comments

LoveAloneOleh: Embun Pagi

Tahukah, Sayang,

Aku ingin mengobrol dari hati ke hati denganmu, seperti dulu sebelum beberapa bulan terakhir menjauhkan kita. Biar kamu bisa melihat dengan jelas apa yang ada di hatiku. Tetapi setiap kali kita duduk bersebelahan, berhadapan, berdialog – apapun yang kukatakan hanya akan menimbulkan pertengkaran. “Topiknya menyebalkan,” katamu. “Kenapa sih kita tidak bicara yang bisa bikin hati kita bahagia?”

Bahagia? Aku kesal pada sepatah kata itu. Makin hari maknanya terus begeser. Dulu, mengingatmu saja sudah membuatku bahagia. Lebih lagi, bisa bertemu denganmu, memandangmu, menyentuh dan mendekapmu. Hhm, sudah sangat membuat hatiku bahagia. Tetapi sekarang itu saja tidak cukup. Aku ingin memilikimu. Memiliki hati dan semua waktumu.

Tahukah, Sayang,

Hatiku sakit karena sadar, memilikimu adalah satu hal yang tidak akan pernah terwujud. Karena menurut logika umum hubungan kita adalah sesuatu yang salah. Di mana mata rantai kesalahan ini dimulai? Pada saat pertemuan kita di usia lima belas? Ketika kita mengakui saling mencintai di usia enam belas? Pada saat kamu memutuskan menikah dengan lelaki yang menurutmu sangat sabar dan penuh pengertian di usia duapuluh lima? Atau ketika dengan berlinang air mata, aku memutuskan tetap mencintaimu apapun adanya kamu?
Aku ingin menghancurkan satu mata rantai itu, berharap ada udara segar masuk ked alam rongga hatiku lalu naik ke otak, agar aku kembali waras. Tetapi yang ada hanyalah ketakutan dan ketidakpastian. Aku memilih menjadi tidak waras daripada harus kehilanganmu. Kita bercinta dalam kerahasiaan kamar dan hati.

Pada awalnya cukup intens dan memuaskan dahaga, tetapi seiring perjalanan waktu waktu kebersamaan kita kian berkurang. Kebersamaan kita hanya sebatas sapaan mesra lewat pesan singkat dan telepon. Kebahagiaan kita adalah jika sempat makan siang berdua, menonton di bioskop atau berbelanja. Pengingkaran diri kadang-kadang membuatku marah pada keadaan ini. Cinta harus kita sembunyikan di balik status. Kita bersikap seperti apa kita seharusnya, dan bukan seperti kita sebenarnya.

Tahukah, Sayang,

Hatiku sakit mendengar ketidakbahagianmu, membayangkanmu merindukanku. Darahku menggelegak dibakar cemburu. Oh, bodohnya aku karena aku mengira cintaku cukup besar untuk mengisi kekosongan hatimu. Aku keliru. Merasa keliru setelah sekian lama memohon pada Tuhan lewat doa-doaku yang naif, berharap dia meninggalkanmu atau kamu yang meninggalkannya. Harapan itu semakin berwarna abu-abu. Kebersamaan kita semakin jarang. Kemesraan kita semakin rahasia. Rencana-rencana kita semakin tidak jelas.

Aku takut pada kecemburuanku sendiri, aku takut energiku terbuang percuma. Aku kangen berdekapan denganmu dan mengobrol dari hati ke hati denganmu. Aku benci harus bersikap seharusnya dan bukan sebenarnya.

Tahukah, Sayangku?

@Embun Pagi, SepociKopi, 2010

Tentang Embun Pagi:
Usia 37tahun, tinggal di Bandung. Lajang yang bekerja sebagai Konsultan Pemerintah Provinsi untuk Program-program Berbasis Pemberdayaan Masyarakat.

33 Comments »

  • lifeishappi said:

    nice writings though beautiful…

    welll…enjoy the life

  • eztyoct@ymail.com said:

    ah kisaH gw bgt niih,

  • Bontot kecil said:

    Tahukah sayang?

    Setiap qu membaca SepociKopi, hati qu ad rasa cemburu karna suka atwpun susah dalam cerita, mereka lalui bersama gf, dan aq dsni masih sendiri {curhat qu}.

  • melz said:

    Tahu tahu tahu pake isi ;)
    universe hear u,,keep believing n u’ll see the bright
    jgn nyerah donks,,sekarang smua orang tahu apalagi si sayang.

  • def said:

    “Aku benci harus bersikap seharusnya dan bukan sebenarnya”

    Bagaimana bisa kata “harus” punya kekuatan luar biasa untuk menekan seseorang?Bisakah seseorang menutup mata rapatkan telinga dengan kata “harus” biar bebas dari rasa tertekan?

    Salut untuk kata “harus” yang tidak berkurang egonya hingga gerakkan rasa enggan setiap keadaan.

  • Nadira ditya said:

    Hidup itu pilihan sis..jk km memilih b’tahan nikmati ja smua yg tjd..tp jk km mulai lelah apa salahx jk km b’henti sejenak hy utk menghela nafas n mengumpulkan tenaga utk bs terus b’tahan..mgkn dy jg sdg kebingungan apa yg hrs dy lakukn..jgn slhkan dy krn dy pun ada d posisi yg sulit.

  • Loli pop said:

    go back to true road. . .

    kaeri e michi dore tadashii desu. . .:-l

  • yo said:

    bener bener NGENA BANGET . . nice :D .

  • Angelo said:

    memiliki semua waktu dan hati???
    indah memang, tp kynya terlalu muluk..ditengah kesibukan dan status yg spt ini kita ga bisa mnuntut tlalu banyak.
    dan kalo memang ini jalan yg dipilih, menjadi bayangannya, brarti harus siap terima konsekuensinya.
    sebagai bayangan berarti selalu ada di sampingnya, mendukungnya, berharap yg terbaik baginya, ga lebih.

  • alle said:

    hy bontot kecil salam kenal ja ych q jg masih sendiri ko :)

  • rani said:

    37 ya waw,,, coba lebih mudah dikit aku mau deh hehehehhe

  • Ajeng said:

    Cerita yg menarik..
    Btw gmn caranya aq mau posting crt jg ke sepoci kopi

  • no_name said:

    Sesungguhnya tiada keabadian di dunia ini. Setiap unsur memiliki waktu paruh. Termasuk cinta dan kebersamaan. Hanya pemilik keabadianlah yang cintanya abadi. Jadi lepaskanlah, bebaskanlah. Jangan memenjara diri. Agar abadi, mencintailah sang pemilik keabadian dan pada sosok yang juga mencintaiNya. Karena kebersamaan itu bisa berlanjut hingga akhir nanti. Jangan biarkan kurva itu menurun menuju garis x horisontal, buatlah double curve, vertikal menuju Y…….Ketika kehidupan harus berlanjut -sesuai judulnya-, sayapun akan berkata :.tahukah sayang..kalau cinta yang sesungguhnya sungguh membebaskan..

  • Angelo said:

    @no_name: I agree with u.

    kebahagiaan sejati adalah ketika melihat org yg kita sayang bahagia….itu sudah lebih dari cukup..

  • ly vii said:

    w o w w w ..

    Hti q brgetar ..
    Seandai’na jh mmliki na adlah kbebasan dan kbnaran bkn kslahan

    .bhwa itu krunia yag tuhan brkan untk mncintai ..

  • Ajeng said:

    Jadi kangen pacar..
    “sayang.. I Luph u,peluk cium dr aku” ;)

  • ndut said:

    LIKE THIS..!!!

    Beginikah seharus’a menjadi seorang lesbian?
    Selalu d tuntut mempunyai rasa sabar yg lebih. Menerima segala bentuk “KEHARUSAN” sebagai bentuk rasa sayang.

    Semangat selalu..!! Semoga hidupmu selalu seperti embunpagi.

  • vien said:

    seorang Lesbian, sampai saat ini, harus mengerti satu hal. mencintai tidak sama dgn memiliki. saat kita memutuskan utk mencintai, kita harus siap utk tidak memiliki. kita harus mencintai dgn ihklas. mencintailah utk kebaikannya. krn saat kt mencintai demi kebaikannya, kita tidak akan menggunakan ego utk kita utk memilikinya. dan saat kita tidak merasa memilikinya, kita tidak akan pernah kehilangan.
    saat km melihatnya bahagia dlm hidupnya, itulah bukti cintamu.

  • Embun Pagi said:

    Mungkin aku tidak akan pernah bisa mengubah situasi. Seharusnya aku bisa mengubah caraku menghadapi situasi ini.
    Terima kasih untuk semua komentar teman-teman.

  • Yaaku said:

    Se7 sm Vien…

  • eliz said:

    tahukah sayang? banyak sahabatku terpenjara seperti ini dan mereka bertahan, ada yg menerima dengan rasa cinta yg besar, rasa ego yg direndahkan, rasa toleransi yg dibesarkan dan kasih sayang yg semakin terlihat di mata masing-masing pasangan ketika ber-dua-an… kenapa bertahan, hanya mereka dan restu Ilahi yg dapat menjawab semua permasalahan, so enjoy your part dear….
    wish you both all the best…

  • anne said:

    Tuhan tau apa yang yelah terjadi pada kita,……perasaan yang terlarang dan tertekan ketika kita harus memutuskan arah hidup ini,bagaikan di persimpangan jalan…….yang akhirnya akan buat kita luka,,perih dan sakit..uhhhhhhhhh……………….

  • Joansca Jo said:

    “Cinta tidak harus memiliki” mungkin kalimat itu sering kita dengar, so sabar sabar dan sabar….mungkin itu juga yang sering kita rasakan,lihatlah kedepan…….ada banyak hal indah yang bisa kamu rasakan… dan pasti ada seseorang yang ingin merasakan sejuknya ‘embun pagi’…Good luck sis… :)

  • EmbunPagi said:

    Thanks to Anne & Jo,

    aku masih percaya, dibalik perasaan yang terlarang dan tertekan ada banyak hal indah yang akan terjadi.

  • just fidy said:

    Q menyadari tentang satu hal, tentang alasan dia yang tidak ingin menyakiti orang2 yang menyayangiX, yang buat dia berpikir u/ kesekian kalinya menerima cintaku. aku sedih kita tidak bisa bersama tapi aku tetap mencintainya…… ( you know who you are…..)

  • dinda said:

    Suatu kisah yg menyentuh,sepertinya kamu org yg penuh kasih,.aku boleh kenal dg mu.?

  • Embun Pagi said:

    @ dinda, terimaksih, – n pastinya boleh.

  • Dinda said:

    Buat,mbak embun pagi.trims juga ya,stlh aku bc kisah mbak tsb.aku ingat pd seorg yg ku syg.

  • 242609@Gmail.com said:

    Embun pagi, aq spenuhnya mengerti.
    G perlulah km rubah sikap utk mlwn situasi, krn emang bcinta dg cara yg qt pilih akirnya hrz tbagi.
    Bukan krn qt mau atau ingin.., tp karena harus..
    Hanya sedikit saja org yg mmiliki kberanian lebih utk mcoba memiliki org yg dsayangi.
    Salut.

  • ipin said:

    hemm….seperti yg kualami …. :)

  • ranee, said:

    Meskipun kita tak bisa memiliki dia, namun percayalah sesungguhnya Cinta kita yang dianggap Terlarang itu menyimpan sebuah kekuatan Cinta sejati yang gak akan pernah Mati ..

  • Mio said:

    Menyentuh Bnget Ceritanyaa,,

    sabar sabar sabar ,,

  • dewilyla said:

    bukan menjadi sesuatu yg harus atw menjadi sesuatu yg benar..tapi cukup menjadi sesuatu apa yg kita inginkan…jalani hidup tanpa paksaan’

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.