Have Your Say: Tekad Berbuah Keberhasilan
Lesbian sukses adalah impian para lesbian untuk merebut keberadaan diri di masyarakat. Berpikir menjadi lesbian yang berguna? Ya harus, bagaimana mungkin kita menjadi beban masyarakat terus menerus? Dengarkan cerita sahabat lesbian kita, Orenai, yang meniti karirnya dari nol.
Saya bukan berasal dari keluarga yang mapan atau memiliki sepasang orangtua yang memiliki pekerjaan hebat. Ayah saya seorang tukang daging sapi di pasar tradisional dekat rumah di kota kecil saya. Ibu membantu ayah untuk berjualan daging setiap pagi. Kami sudah terbiasa mengurus diri kami sendiri kalau ditinggal orangtua bekerja. Ternyata hal itu menempa saya menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggungjawab sejak kecil.
Adik saya ada tiga dan saya adalah sulung. Setiap siang pulang sekolah, saya harus menjemput adik-adik saya dari sekolah dan bersama-sama berjalan kaki pulang. Di rumah biasanya nasi dan makanan sudah disiapkan ibu. Saya harus mengurus makan siang untuk adik-adik, termasuk menyapu, mencuci piring, dan membereskan meja. Setelah itu saya harus menjaga adik-adik agar tetap berada di rumah, tidak keluyuran, dan membuat PR-nya.
Saya sudah merasa keanehan pada diri saya ketika saya kelas dua SMP. Tapi tidak ada yang bisa saya tanyakan. Maklum, kota kelahiran saya kecil dan tidak ada orang dewasa tempat saya mengadu dan bertanya. Saya berkali-kali menyukai perempuan, baik teman kelas maupun guru. Saya terpesona dengan kecantikan perempuan daripada ketampanan lelaki. Saya jatuh cinta setengah mati dengan teman kelas saya waktu SMA, tapi saya menahan diri.
Selesai SMA, ayah tidak punya uang untuk menyekolahkan saya di jenjang kuliah walaupun peringkat saya di SMA adalah nomor satu. Saya pergi ke Jakarta untuk mengadu nasib. Atas restu orangtua, saya bertekad ingin tetap melanjutkan sekolah apabila memungkinkan. Di Jakarta, saya diterima bekerja sebagai salah satu office girl di perusahaan besar di Jakarta daerah Sudirman. Pekerjaan utama saya menyiapkan kopi atau teh, membersihkan kantor, dan mengurus fotokopi atau berkas-berkas kantor.
Saya kos di dekat kantor. Kehidupan saya pas-pasan sekali saat itu, yang penting makan saya tercukupi. Saya nyaris putus asa dengan impian saya melanjutkan kuliah. Tapi saya tetap bertegar diri, meniatkan hati untuk memperkaya diri dengan mengambil kursus bahasa Belanda. Kebetulan di kota saya dulu, tetangga saya seorang nenek tua yang fasih berbahasa Belanda. Saya ingat dulu sering diajarkan bahasa Belanda oleh beliau.
Suatu hari saya melihat iklan di harian Kompas tentang lowongan menjadi staf general affairs di kedutaan Belanda. Dengan penuh semangat saya melamar, meyakinkan diri bahwa kemampuan saya berbahasa Belanda menjadi modal utama saya. Benar saja, seminggu kemudian saya dipanggil untuk wawancara. Wawancara berjalan dalam bahasa Belanda dan saya berhasil dengan baik. Saya diterima tanggal 1 Juni 2004.
Gaji yang saya terima memang jauh lebih besar daripada menjadi office girl, tapi saya tidak dapat pergunakan semau-maunya karena impian saya melanjutkan sekolah masih membara. Saya simpan dengan rapi dan menyimpan mimpi. Setahun kemudian, saya mencoba memasuki perguruan tinggi, sekolah sore/malam termasuk wiken dengan izin dari atasan. Untunglah diperbolehkan sehingga pekerjaan kantor tidak terganggu. Saya lulus D3, yang saya lanjutkan menjadi S1.
Sekarang saya masih bekerja di kedutaan Belanda dengan jabatan assistant manajer. Sekolah saya sudah selesai. Dua bulan lalu saya mendapat kabar bahwa saya mendapat program S2 dengan beasiswa penuh di Belanda. Alangkah senangnya saya. Beberapa kawan termasuk bos saya sudah mengetahui orientasi seksual saya. Dengan lingkungan terbatas, saya coming out kepada mereka setelah keberhasilan demi keberhasilan telah saya adapatkan. Tidak ada satu pun yang mempermasalahkan orientasi seksual saya, bahkan saya pernah beberapa kali dijemput pacar pulang kantor dan mereka mengetahuinya.
Tahun depan saya akan berangkat ke Belanda untuk melanjutkan program S2 saya. Tak tertutup kemungkinan apabila saya akan terus melaju ke program doctorate. Saya tidak pernah berhenti bermimpi. Dari seorang anak penjual daging yang tak lulus SMP, saya mencapai segala hal yang pernah diangankan oleh orangtua saya. Menjadi lesbian tidak menutup saya untuk menjadi sampah masyarakat. Dengan niat dan tekad yang kuat, lesbian seperti saya bisa menjadi seseorang pantas diperhitungkan oleh lingkungan sekitar. Kalau saya bisa, saya yakin teman-teman lainnya juga bisa.
@Orenai, SepociKopi, 2010









WOW.
Saya terkesan banget. Dengan kerja keras dan kemauan orang seperti kak orenai.
Latar belakang ekonomi keluarga ga menentukan seperti apa masa depan kita.
Terus berjuang kak!
Salud dengan semangat anda, bahkan saaia iri membaca’a krn ad seorang lesbian yg berhasil..
Saaia wajib meniru semangat anda..
inspiring!
i wish i could come out…
gw blum bisa..coz tuntutan profesi yg menharuskan gw jd ikon ‘baik dan benar’.kdg gw lelah, tapi lama lama gw terbiasa…
baca yang ini…
menjadi motivasi bagiku=))
owesome…
Salam kenal, Orenai
Salute, and I wish you luck!
cerita yg inspiratif..
thanks 4 sharing..
hebat, hebat, hebat
salut and sukes selalu! wish I could coming out too…
nice post!
benar2 menginspirasi.. salut n selamat buat orenai yaa
Hebat! Moga” saya jg bsa seperti itu
sekilas sperti khidupanku jg ^^ aku jg dpt beasiswa utk kuliah s-1ku skr.
Mari bjuang bersama, bkn masalah L or bukan, tapi apa makna hidup ddunia yg kita emban msg, jia youu! moga kita semua bisa mraihnya, amin v_v
@ Orenai, salut
Lesbian ato bukan, jgn pernah bhenti utk pny impian yg besar. Salut utk comingout ny yg bs dterima lingkungan skitar. seandainy bs comingout jg
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments