Have Your Say: Menemukan Cinta
Dunia begitu sempit, selebar daun kelor, begitu katanya orang dulu. Masa sih? Tapi mungkin benar dengan apa yang dirasakan oleh banyak orang. Apalagi dalam urusan cinta. Wah, semakin terasa ajaib semuanya. Dengarkan kisah teman lesbian kita, Bunbun Hui, yang menceritakan cerita cintanya.
Sebut saja namaku Hui. Hampir setahun aku berada di negeri Cina menimba ilmu. Sambil menyelam minum air, aku juga melakukan pelarian untuk melupakan mantanku terdahulu yang telah meninggalkan diriku dengan seorang laki-laki yang menjadi pilihannya. Tapi biarlah, itu sudah menjadi masa lalu yang aku tinggalkan.
Hari itu hari Kamis di bulan Maret tiba-tiba ponselku berdering tanda SMS masuk. Dengan cepat kubaca SMS tersebut, “Hui, kita ketemuan yuk! Gue lagi di GZ nih! Sekalian temenin gue ketemuan dengan satu butchy. Dia sekolah di sana juga. Lumayan kan tambah teman?”
Dengan raut muka bingung aku membalas SMS tersebut, “Lu di mana, Wan? Kabari gue aja kalau jadi ketemu.”
Tak lama setelah itu pada hari Sabtu dengan cuaca yang mendung karena udara GZ belum sepenuhnya hangat, kembali ponselku berdering. Panggilan masuk kali ini. Wan menjelaskan bahwa dia tidak bisa ketemu dan mengganti hari pertemuan menjadi Minggu. Aku tidak keberatan sama sekali. Kuusulkan agar bertemu jam tiga saja.
Jadilah hari Minggu sepulang dari gereja, kami bertemu sesuai dengan waktu dan tempat yang sudah dijanjikan. Sebenarnya aku sedikit heran dengan temanku ini. Di manakah tempat tinggalku sekarang? Sebab saat aku berada di Indonesia, kami jarang bertemu dan hubungan kami (bisa dibilang) hanya sekedar teman. Tapi entah mengapa, hari itu akhirnya kami, berempat, bertemu.
“Kenalin gue, Han”
“Gue Hui”
Selesai memesan Starbucks sesuai selera masing-masing, kami terlena bergosip hingga lupa waktu. Hingga sampai pukul sepuluh malam tiba seusai makan malam, akhirnya kami memutuskan untuk berpisah. Pertemuanku dengan Han masih berlanjut dengan hanya sekedar bergosip atau menghabiskan waktu di Starbucks. Hingga suatu malam saat aku sedang membuka situs jejaring pertemanan maya, secara tidak sengaja kutemukan comment Han di salah satu temannya yang kuketahui sebagai kenalan mantanku itu. Saat itu juga langsung kutanya Han.
“Lu kenal sama Tata?!”
Han membalas “Iya. Kenapa?”
“Cuma kaget aja. Ternyata lu kenal dia.”
Tak lama setelah itu, Han mengajakku mengobrol bertiga dengan Tata. Kami berbicang beberapa menit di internet, membicarakan mantanku. Esoknya, kebetulan kami ada libur nasional, maka kuputuskan untuk bertemu. Kami nongkrong di tempat favorit, tiba-tiba Han berkata bahwa Tata meminta alamat Yahoo!Messenger-ku, dan malamnya aku dan Tata langsung mengobrol sebentar. Siapa yang menduga ternyata obrolan kami berlanjut sampai ke hari selanjuntnya?
Setelah empat hari chatting dengannya, aku menyadari ada sesuatu yang berbeda yang membuat kumerasakan dia mengisi hatiku. Akhirnya suatu waktu aku memberanikan diri untuk bertanya agar dapat diizinkan berdekatan dengannya. Dia mengizinkanku. Setelah dua minggu, kedekatan kami sungguh merupakan waktu yang menyenangkan bagiku. Hampir setiap hari kami berkomunikasi melalui chatting, lalu semakin lama hubungan kami semakin meningkat. Tidak hanya melalui chatting tetapi sesekali juga aku menelponnya.
Aku mulai menyatakan perasaan yang ada dalam hatiku. Namun kadang kami berpikir rasanya terlalu cepat menyatakan kata sayang, tapi memang begitulah yang kurasakan. Semakin lama kedekatan kami semakin serius, semakin banyak juga yang hal yang kami pikirkan untuk melangkah lebih serius lagi. Sebab, kami menyadari jarak membuat kami sulit bertemu dan juga faktor perbedaan umur kami yang cukup jauh.
Setelah berpikir beberapa lama kami pun memutuskan untuk mencoba menjalani, menjauhkan rasa bimbang dan takut yang melanda hati kami. Maka pada tanggal 1 Mei kami bersama-sama membuat komitmen. Hingga saat ini, terhitung baru beberapa hari kami menjalani, ternyata sudah banyak hal kami lewati, baik sedih, senang, kesal, serta tawa. Thank for loving me.
@Bunbun, SepociKopi, 2010









wow dunia memang suka sempit. eniwei selamat dan semoga langgeng
nice story”
mudah2an bs brtahan lama^_^
Ihh…
Tanggal jadiannya sama.
Semoga langgeng ya
moga langgeng sizta…like this…
Congrats hui.langgeng yah
amin
^^
good jom tuh..dunia emg sempit bgd…
so far, ambil hikmahny ajah..langgeng yh hui..
senengnya yg sedang in love, selamat menikmati nikmatnya cinta
yg lg jomblo sabar aja, nanti ada waktunya, termasuk gw sendiri, hahaha…promosi!
Cerita yang menarik.
Cinta datang karena terbiasa.
Hati dan perasaan adalah pemainnya.
Semoga bertahan lama.
Cinta mang ga prnh terduga,bs dtg kpn aja,dimana aja n sama siapa aja…Bagi yg dah menemukannya patut mensyukuri kl yg blm sabar aja ntr jg dp giliran qeqeqe.. Anyway moga langgeng yei;-)
semoga langgeng y, hanya “kepercayaan” yang bisa menjadikan awet klu hub. jarak jauh. aq jga mengalaminya
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments