Home » Have Your Say

Have Your Say: Menemukan Cinta

21 May 2010 87 views 10 Comments

Sun_Flower_by_CQcatDunia begitu sempit, selebar daun kelor, begitu katanya orang dulu. Masa sih? Tapi mungkin benar dengan apa yang dirasakan oleh banyak orang. Apalagi dalam urusan cinta. Wah, semakin terasa ajaib semuanya. Dengarkan kisah teman lesbian kita, Bunbun Hui, yang menceritakan cerita cintanya.

Sebut saja namaku Hui. Hampir setahun aku berada di negeri Cina menimba ilmu. Sambil menyelam minum air, aku juga melakukan pelarian untuk melupakan mantanku terdahulu yang telah meninggalkan diriku dengan seorang laki-laki yang menjadi pilihannya. Tapi biarlah, itu sudah menjadi masa lalu yang aku tinggalkan.

Hari itu hari Kamis di bulan Maret tiba-tiba ponselku berdering tanda SMS masuk. Dengan cepat kubaca SMS tersebut, “Hui, kita ketemuan yuk! Gue lagi di GZ nih! Sekalian temenin gue ketemuan dengan satu butchy. Dia sekolah di sana juga. Lumayan kan tambah teman?”

Dengan raut muka bingung aku membalas SMS tersebut, “Lu di mana, Wan? Kabari gue aja kalau jadi ketemu.”

Tak lama setelah itu pada hari Sabtu dengan cuaca yang mendung karena udara GZ belum sepenuhnya hangat, kembali ponselku berdering. Panggilan masuk kali ini. Wan menjelaskan bahwa dia tidak bisa ketemu dan mengganti hari pertemuan menjadi Minggu. Aku tidak keberatan sama sekali. Kuusulkan agar bertemu jam tiga saja.

Jadilah hari Minggu sepulang dari gereja, kami bertemu sesuai dengan waktu dan tempat yang sudah dijanjikan. Sebenarnya aku sedikit heran dengan temanku ini. Di manakah tempat tinggalku sekarang? Sebab saat aku berada di Indonesia, kami jarang bertemu dan hubungan kami (bisa dibilang) hanya sekedar teman. Tapi entah mengapa, hari itu akhirnya kami, berempat, bertemu.

“Kenalin gue, Han”

“Gue Hui”

Selesai memesan Starbucks sesuai selera masing-masing, kami terlena bergosip hingga lupa waktu. Hingga sampai pukul sepuluh malam tiba seusai makan malam, akhirnya kami memutuskan untuk berpisah. Pertemuanku dengan Han masih berlanjut dengan hanya sekedar bergosip atau menghabiskan waktu di Starbucks. Hingga suatu malam saat aku sedang membuka situs jejaring pertemanan maya, secara tidak sengaja kutemukan comment Han di salah satu temannya yang kuketahui sebagai kenalan mantanku itu. Saat itu juga langsung kutanya Han.

“Lu kenal sama Tata?!”

Han membalas “Iya. Kenapa?”

“Cuma kaget aja. Ternyata lu kenal dia.”

Tak lama setelah itu, Han mengajakku mengobrol bertiga dengan Tata. Kami berbicang beberapa menit di internet, membicarakan mantanku. Esoknya, kebetulan kami ada libur nasional, maka kuputuskan untuk bertemu. Kami nongkrong di tempat favorit, tiba-tiba Han berkata bahwa Tata meminta alamat Yahoo!Messenger-ku, dan malamnya aku dan Tata langsung mengobrol sebentar. Siapa yang menduga ternyata obrolan kami berlanjut sampai ke hari selanjuntnya?

Setelah empat hari chatting dengannya, aku menyadari ada sesuatu yang berbeda yang membuat kumerasakan dia mengisi hatiku. Akhirnya suatu waktu aku memberanikan diri untuk bertanya agar dapat diizinkan berdekatan dengannya. Dia mengizinkanku. Setelah dua minggu, kedekatan kami sungguh merupakan waktu yang menyenangkan bagiku. Hampir setiap hari kami berkomunikasi melalui chatting, lalu semakin lama hubungan kami semakin meningkat. Tidak hanya melalui chatting tetapi sesekali juga aku menelponnya.

Aku mulai menyatakan perasaan yang ada dalam hatiku. Namun kadang kami berpikir rasanya terlalu cepat menyatakan kata sayang, tapi memang begitulah yang kurasakan. Semakin lama kedekatan kami semakin serius, semakin banyak juga yang hal yang kami pikirkan untuk melangkah lebih serius lagi. Sebab, kami menyadari jarak membuat kami sulit bertemu dan juga faktor perbedaan umur kami yang cukup jauh.

Setelah berpikir beberapa lama kami pun memutuskan untuk mencoba menjalani, menjauhkan rasa bimbang dan takut yang melanda hati kami. Maka pada tanggal 1 Mei kami bersama-sama membuat komitmen. Hingga saat ini, terhitung baru beberapa hari kami menjalani, ternyata sudah banyak hal kami lewati, baik sedih, senang, kesal, serta tawa. Thank for loving me.

@Bunbun, SepociKopi, 2010

10 Comments »

  • Agl said:

    wow dunia memang suka sempit. eniwei selamat dan semoga langgeng :)

  • Rie Yu said:

    nice story”
    mudah2an bs brtahan lama^_^

  • dian said:

    Ihh…
    Tanggal jadiannya sama.
    Semoga langgeng ya :)

  • ZeeArka said:

    moga langgeng sizta…like this…

  • flapuding said:

    Congrats hui.langgeng yah :) amin

  • Amel said:

    ^^
    good jom tuh..dunia emg sempit bgd…
    so far, ambil hikmahny ajah..langgeng yh hui..

  • LeZerin said:

    senengnya yg sedang in love, selamat menikmati nikmatnya cinta ;-)

    yg lg jomblo sabar aja, nanti ada waktunya, termasuk gw sendiri, hahaha…promosi!

  • Dan M said:

    Cerita yang menarik.
    Cinta datang karena terbiasa.
    Hati dan perasaan adalah pemainnya.
    Semoga bertahan lama.

  • Shifa said:

    Cinta mang ga prnh terduga,bs dtg kpn aja,dimana aja n sama siapa aja…Bagi yg dah menemukannya patut mensyukuri kl yg blm sabar aja ntr jg dp giliran qeqeqe.. Anyway moga langgeng yei;-)

  • idoel said:

    semoga langgeng y, hanya “kepercayaan” yang bisa menjadikan awet klu hub. jarak jauh. aq jga mengalaminya :D

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.