Home » Opini, Sepocikopiana

Hurting You

Submitted by on 19/05/2010 – 6:54 pm6 Comments | 326 views

Oleh: Akapela Violinist

Mencintai seseorang tanpa alasan? Saya yakin kita memiliki sejuta alasan mengapa kita bisa sampai jatuh cinta kepada seseorang. Mungkin karena orang itu baik, mungkin karena orang itu rupawan, mungkin karena orang itu adalah tipe yang dicari, mungkin karena orang itu memperlakukan kita secara istimewa sehingga kita takhluk padanya, dan masih banyak mungkin-mungkin yang lain. Lihatlah, banyak alasan untuk mencintai seseorang. Lalu, bagaimana bila menyakiti seseorang? Adakah alasan untuk menyakiti orang lain, bahkan menyakiti orang yang kita cintai?

Dahulu, saya sering menyakiti partner. Saya dan partner pengidap LDR – Long Distance Relationship. Saya ingin selalu menghubunginya 7×24 jam dengannya padahal partner sangatlah disibuki oleh kuliah dan kegiatan di kampus. Tidak jarang dia menghilang di pagi hari lalu muncul di malam harinya, dia juga bisa seharian menghilang apabila jadwalnya terlalu padat. Saya pun ngambek, saya merasa seperti tidak punya partner dan tidak dihargai sebagai partner.

Partner akan menghubungi saya begitu dia sampai di rumah, begitu kesibukan-kesibukannya telah berakhir. Ya, dengan keadaan sangat lelah dia menelpon saya yang sudah terlanjur ngambek. Terkadang saya tidak menghiraukan telepon darinya, namun lebih sering saya angkat lalu saya ngamuk-ngamuk. Bila sudah begitu, partner hanya akan terdiam.

Akhir-akhir ini saya baru sadar, saya telah menyakitinya ketika ngamuk-ngamuk. Bayangkan, kamu seharian melakukan kegiatan lalu kamu pulang dengan energi yang nyaris habis, tentu saja kamu berharap orang yang kamu cintai menyapamu lembut dan menjadi sandaranmu. Namun yang kamu dapatkan malah teriakan yang memekakkan telinga serta omelan yang tidak henti-hentinya menyudutkanmu.

Kejadian tersebut terjadi karena saya tengah emosi. Ya, hanya karena emosi saya sampai tega menyakiti orang yang saya cintai. Memang, seringkali emosi kita luapkan dengan letupan amarah yang kemungkinan besar akan menyakiti sang objek. Tak usah lah ketika emosi, ketika akal sehat bekerja dengan baik pun kita juga mampu menyakiti orang lain. Sebagai contoh, saat kita selingkuh tentu saja kita sadar 100% hal itu salah dan hal itu akan menyakiti partner, namun beberapa dari kita tetap saja melakukannya.

Mengapa beberapa dari kita sampai mampu menyakiti partner dengan hal yang tidak penting bernama perselingkuhan? Sebenarnya hanyalah orang-orang bodoh yang berselingkuh sebab selingkuh sudah pasti menyakiti partner. Hanyalah orang-orang bodoh yang mampu menyakiti orang yang mereka cintai. Tidak dipungkiri, saya pun termasuk di dalamnya.

Emosi di atas juga tidak bisa dijadikan alasan mengapa kita menyakiti orang yang kita cintai atau orang lain. Toh emosi dapat diredam dan dikendalikan. “Jika kamu sedang marah, berhitunglah sampai sepuluh sebelum bicara. Jika kamu sangat marah, berhitunglah sampai seratus sebelum bicara. Niscaya kamu tidak akan menyakiti lawan bicaramu.” Itulah quote favorit yang sering saya terapkan untuk meminimalkan letupan amarah saya yang nantinya akan menyakiti orang lain.

Partner saya yang dulu lebih memikirkan perasaan saya daripada perasaan dirinya sendiri. Dia juga pandai memposisikan dirinya sebagai saya. Karena dua hal itulah jarang sekali dirinya menyakiti saya. Pantaskah kita menyatakan bahwa kita mencintai seseorang sedangkan kita lebih memikirkan perasaan sendiri daripada perasaannya? Pantaskah kita menyatakan bahwa kita mencintai seseorang sedangkan mudah sekali bagi kita untuk menyakitinya? Adakah alasan mengapa seseorang bisa melukai orang yang dicintainya?

Partner mengajari saya banyak hal. Sayangnya sekarang saya sudah kehilangan dia. Mungkin wajar, sebab saya terlalu sering menyakitinya. Lihat, tidak ada gunanya bukan menyakiti orang lain? Kita malah bisa kehilangan orang tersebut. Saya belajar dari kesalahan, saya sudah kehilangan orang yang saya cintai, dan saya tidak ingin hal itu terjadi kembali. Sejak saat itu saya pun berjanji untuk tidak lagi menyakiti orang yang saya cintai, orang yang saya sayangi, dan orang lain.

@Akapela Violinist, SepociKopi, 2010

Tags: , ,

6 Comments »

  • real says:

    hahahaha, lucu banget pas baca “tidak dipungkiri saya pun melakukannya” duuhhh….

    partner kita adalah guardian angel kita.paling tidak, ketika menemukan yg terbaik dan sebelum penyesalan datang dan berbuah kehancuran bg diri anda, coba untuk ga lirik2 *mirip dokar githoo :D

  • Bruce says:

    Cinta bukan lha yg mudah untuk dipahami..Selingkuh mgkn mjd alasan utama dalam akhir sebuah hubungan..Tapi apakah rasa cinta itu hilang hanya karena kesalahan yang fatal tersebut..Tidak kah ada rasa untuk mencoba memperbaikinya?Mgkn emosi memendam rasa cinta dan kasih sayang..Maka dari itu baiknya ketika berselisih..Hadapi dengan kepala dingin..Jangan lha nanti nasi menjadi bubur..Cinta bisa mengalahkan segalanya..

  • Romanezianca says:

    Akhir2 ini, aku sering menyakiti yayang. Situasi kehidupan yang tidak seperti yang aku harapkan membuatku menjadi lebih sensitif, egois, dan emosional. Karena hal tersebut aku jadi sering menyakiti yayangku, padahal aku mencintai dia. Terima kasih untuk artikel ini. Mudah2an aku selalu mengingatnya sehingga aku tidak lagi manyakiti yayang. Aku tidak pernah ingin kehilangan dia. Te iubesc, iubita mea!

  • feb91@lycos.com says:

    Cinta bukan lha yg mudah untuk dipahami..Selingkuh mgkn mjd alasan utama dalam akhir sebuah hubungan..Tapi apakah rasa cinta itu hilang hanya karena kesalahan yang fatal tersebut..Tidak kah ada rasa untuk mencoba memperbaikinya?Mgkn emosi memendam rasa cinta dan kasih sayang..Maka dari itu baiknya ketika berselisih..Hadapi dengan kepala dingin..Jangan lha nanti nasi menjadi bubur..Cinta bisa mengalahkan segalanya..

  • frentya says:

    @ andro : waktu…waktu2 yg telah lewat dihabiskan dlm perasan cinta dan rajutan kasih.waktu yg tidak bisa kau beli dan tergantikan. meski ada anggapan kualitas daripada kuantitas,bisakah km berkhianat pd waktu?

  • AndroMedha says:

    Adakah alasan yg bs menjawab pertanyaan
    “Mengapa qt msh mencintai pdhl dia sudah menyakiti dgn cara selingkuh?”

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.