Tak Perlu Kuatir
Oleh: Carmen
“How can you be so sure of yourself?” kata Sopak. Temanku ini gelagatnya seperti bersiap-siap mau interview. Dan ditanya pertanyaan yang multitafsir dan bikin ge-er itu, aku jadi merapikan dudukku.
“Maksudnya apa nih, yang mana?” tanyaku. Sopak menjelaskan panjang lebar; hingga akhirnya aku berkesimpulan bahwa ia menanyakan alasan mengapa aku memilih jalan hidupku sebagai aku (yang lesbian, dan percaya diri). Tentang perasaan sebagai pendosa, misalnya. Kata Sopak, selayaknya aku pernah merasa sebagai pendosa karena mencintai perempuan padahal aku sendiri perempuan. Sempat sih memang dulu aku bingung, bukan karena mencintai perempuan, tapi karena aku bingung mengapa aku tidak merasa jadi pendosa, begitu.
Mungkin juga karena saat aku diingatkan tentang Tuhan; aku tidak merasa ada kebencian terpancar dalam perkataanNya. Yang kuhayati tentangNya, selalu ada garis besar tentang cinta. Karena cinta teramat besar yang ditunjukkan Tuhan padaku, sepatutnyalah aku menunjukkan rasa syukur lewat perbuatan.
Aku pribadi suka sekali tulisan awal di SepociKopi untuk bulan April, yaitu tentang lesbian yang menjadi terang. Terang adalah segala hal yang mencolok karena berperilaku baik, bukan karena coming out sembarangan. Kalau gelap adalah hal yang tersisih karena berperilaku jelek, bukan karena memang lesbian makhluk terpinggirkan. Stereotipe bahwa lesbian adalah makhluk gelap yang menyusahkan bisa dipatahkan dengan menjadi terang.
Lebih jauh lagi, menurutku nih, aku tidak perlu khawatir menjadi lesbian. Yang perlu dikhawatirkan adalah saat di mana aku bukanlah orang yang jujur dalam keseharian, tidak menghargai orang lain, dan semaunya sendiri. Ibaratnya begini: Kalau ada lesbian yang semaunya sendiri, tidak jujur, suka selingkuh, dan malas, bagaimana kita mau menuntut orang lain untuk menerima kita? Yang ada orang lain malah jadi ilfil. Sama halnya, bagaimana pula kita pe-de menerima diri sendiri sebagai orang yang baik dan tidak gelap, kalau terang-terangan perilaku kita memang gelap?
Nah, beda skenarionya kalau ada lesbian yang jujur, setia pada pasangannya, suka bekerja keras, dan peduli pada sekitar. Bukankah lebih besar kemungkinannya orang sekeliling kita akan melihat bahwa lesbian mempunyai akhlak baik dan punya potensi sama seperti manusia-manusia lainnya? Selain itu, keuntungan lainnya adalah kita menjadi lebih percaya diri. Lha, di sini kehidupannya baik-baik saja kok, apa yang perlu dikhawatirkan dengan menerima diri sendiri! Dan kenapa situ yang gusar?
Semangat, mari sama-sama berusaha menjadi lesbian yang terang. Cring cring cring.
@Carmen Casanova, SepociKopi, 2010









Prikitiw!! Semangat..
saya mau jadi terang
hari gene emang susah liat lesbian yg “terang”.. jgnkan “terang” lesbian yg smart & berprestasi dengan talenta yg positifpun msh kurang banget. kebanyakan pd sibuk untuk mengejar bahkan mengemis cinta sana-sini.
pdhal kita seharusnya menunjukkan pd masyarakat klo kita bukanlah sampah bg mereka tp kita adalah bagian dr masyarakat yg punya kreativitas yg sm.
sepocikopi kmarin aku krm email keredaksi sepocikopi,, tp blm dibalas. Emang klo mau bertax soal ketentuan tulisan yg bs dimuat hrs kirim email kmn??? mohon jwbnx. terima kasih sblmx.
yupz! mari kita mjadi lesbian teraaaang ^^
)
cring cring cring kembali
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments