Home » Puisi, Seni Budaya

Puisi: 9128

17 May 2010 89 views 2 Comments

9128
Oleh: Akapela Violinist

Kami datang ke ruang 9128 dengan satu tujuan
Demi kehidupan tenteram di masa depan
Atau demi menggapai tingginya bilangan

Kamu datang ke ruang 9128 dengan satu tujuan
Dengan serantang besar bekal yang hendak dibagikan
Bekal yang selalu menghangat dalam setiap pertemuan

Ada kalanya kamu lelah dengan kehidupan
Namun toh pembagian bekal tetap dilakukan
Tak jarang bekal-bekal itu malah kami abaikan hingga berserakan
Namun kamu hanya membalasnya dengan senyuman

Terima kasih telah mewariskan perbekalan
Menyisipkannya dengan asupan-asupan kehidupan
Sesuatu yang tidak sebanding dengan kekayaan

Sesuatu yang tidak mungkin kami lupakan

@Akapela Violinist, SepociKopi, 2010

nb: didedikasikan untuk seluruh dosen di belahan dunia mana pun, khususnya dosen kalkulus MA1201 bernama Ibu Badak Bercula.

2 Comments »

  • redu said:

    Puisinya kerennnn…Aku pikir ttg armagedon atw zaman akhir.

  • Gerham said:

    Kalkulus II A, GKU Barat..
    Haha

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.