Home » Have Your Say, Sepocikopiana

Have Your Say: Pacar Posesif Banget

14 May 2010 142 views 11 Comments

dry-flower1Tersiksa lahir batin oleh pacar? Hati-hati dengan pacar yang sangat posesif. Mulanya terasa manis karena seakan-akan dijaga dan disayang, tapi kok lama-lama kita nggak bisa melakukan apa-apa. Bagaimana melepaskan ketergantungan dengan pacar? Sahabat lesbian kita, DinDinz, mengisahkan peristiwa yang pernah dialaminya.

Ceritanya sudah lama sekitar dua tahun lalu, tapi traumanya masih membekas sampai sekarang. Waktu itu saya dijodohkan dengan seseorang oleh teman. Kata teman saya, orang ini sedang mencari pacar. Kebetulan saya juga sedang mencari pacar. Kami kenalan lewat dunia maya.

Saya lagi kosong selama setahun lebih karena pacar meninggalkan saya dengan yang lain. Orang yang diperkenalkan ini, yah sebut aja namanya B, langsung menghubungi saya lewat Fb. Kami kirim-kiriman komen, lama-lama chat, dan akhirnya SMS-an. B menyenangkan, orangnya perhatian, ramah, bisa bercanda, dan nggak pernah lupa kasih inget saya untuk salat, makan, patuh dengan orangtua, dan belajar.

Akhirnya kami berteleponan, dan mengobrol di telpon dengan B selalu asyik. Nggak pernah bosan dan nggak sadar udah berjam-jam ngobrol di telpon, rasanya baru satu jam saja. Akhirnya kami memutuskan untuk kopdar setelah tuker-tukeran foto. Waduh, rasanya sesak napas sebelum kopdar beneran. Foto B manis dan menurut penjelasannya, dia tinggi dan kurus. Untunglah kenyataannya memang benar dari apa yang dikatakan B. Saya langsung suka dengan ketika ketemu dengannya langsung.

Kami berpacaran. Prosesnya cepat, nggak berbelit-belit. Sejak B resmi sebagai pacar saya, dia mulai memperkenalkan saya ke teman-teman lesbiannya. Kami jalan bareng ke mana-mana, berdua. Kalau kami berpisah karena harus kuliah atau tak bisa bersama karena urusan lainnya, B selalu bertanya kepada saya, ke mana dan sama siapa.

Awalnya memang romantis banget deh si B ini! Ke mana-mana mau diantarin. Setiap malam saya harus lapor kepadanya apa yang saya lakukan hari itu kalau B tidak bersama-sama saya. Dia rela naik bus tiga empat kali kalau kebetulan saya harus pergi ke suatu tempat, hanya supaya kami bisa pulang bareng-bareng. Padahal rumahnya tidak searah dengan saya. Menurut B, itu adalah pengorbanan cintanya kepada saya.

Lama-lama, saya ditanya password Fb saya. Katanya kalau pacar, harusnya saling tahu password masing-masing. Dia memberi password Fb-nya kepada saya, jadinya saya nggak enak hati. Saya kasih password Fb-nya. Saya sesekali masuk ke Fb-nya, tapi tanpa sepengetahuan saya, dia rupanya sering banget masuk ke Fb saya. Saya baru sadar hal itu waktu teman lesbian saya kasih tau stat-nya dikomentarin sama “saya”, padahal saya belum buka Fb hari itu.

Beberapa kali pecah perang antara saya dan B soal urusan Fb, tapi B tetap sering masuk ke Fb saya sambil mengontrol teman-teman dunia maya saya. B juga mulai sering cemburu dengan teman-teman hetero kampus saya. Kalau saya sibuk dengan mereka karena urusan kampus, B suka datang menjemput saya, padahal sudah saya tekankan untuk tidak melakukan itu di depan mereka. Saya tidak mau coming out dengan teman-teman hetero kampus saya, tapi B selalu membuat dirinya seolah-olah orang penting bagi saya. Saya kan jadi reseh kalau ada B sok akrab dengan teman-teman kampus saya.

B juga sebal dengan para lelaki, teman kampus, yang naksir saya, padahal saya tidak naksir mereka. Dia bersikap jutek kepada mereka semua. Ini membuat saya menjadi sebal karena saya tidak mau tersebar di kampus sebagai lesbian. Kami sering bertengkar hebat masalah ini. Sampai suatu hari kami ribut besar di kampus, dan saya meninggalkan dia begitu saja karena terlalu kesal. Saya sengaja nebeng mobil teman lelaki yang kebetulan ada maunya dengan saya, membuat B menjadi marah.

B menganggap saya tergantung dengannya. Apa-apa minta dianterin, apa-apa minta dijemputin, apa-apa minta dijagain. Mungkin saya beberapa kali begitu, membuat sifat asli B yang posesif menjadi semakin menjadi-jadi. Karena sudah muak ditekan terus menerus sama B, akhirnya saya memutuskan untuk tidak meminta apa-apa lagi dengan B. Saya menjauh dari B, sendirian, tidak pacaran dengan siapa-siapa. B mengejar saya berkali-kali, menunggui saya selesai kuliah, sampai menjemput saya di rumah.

Butuh berbulan-bulan untuk keluar dari penderitaan posesif B dan kembali menjadi diri saya yang utuh seperti ini, tanpa pacar dan sanggup berdiri sendiri di atas kaki. Trauma dan rasa takutnya ketahuan oleh seluruh teman kuliah dan keluarga masih menghantui saya sampai sekarang. Saya bersyukur saya cukup berani menentang B dan keluar dari labirin kegilaan ini. Teman-teman lesbian yang keadaannya sama seperti saya, tabah saja dan kuatkan hati. Cewek posesif itu nggak banget dijadiin pacar!

@Dindinz, SepociKopi, 2010

11 Comments »

  • NJ said:

    Ehm, kenapa ya, pasangan bisa seposesif seperti itu? Apakah karena lingkup kita yg kecil sehingga mempunyai pasangan harus dijaga seketat itu? Mungkin ada penjelasan dan solusi untuk mengatasi hal tersebut. Mohon bantuan dan masukan dari teman2.

  • say_czeka15 said:

    Waduh.. gw posesive & cemburuan, makanya ga’ ada yg mau jd pacar gw deh..

  • akplaaa said:

    i used to be like B… ngga separah itu sih, tapi tetep aja :(

  • rani said:

    hehehhe kalo aku sih mungkin mau ya,soalnya bebarapa kali dapet pacar yang super cuek,,,, serasa ngggk punya pacar aja.

  • le vine said:

    posesif itu tanda ketidak percayaan diri,tanda ketidak dewasaan…tp dinz hebat bisa ambil kputusan buat out dari hub itu..
    Mati satu tumbuh seribu..perjuangan lanjut teruuss!! :)
    -le vine-

  • feb91@lycos.com said:

    Mmm.. Kyknya ada saatnya ktk qt hrs bersikap posesif dan ada saatnya qt harus cuek.. Awalnya sangking terlalu cueknya.. G smp dtgl 2x sm partner.. Dtgl gr2 cowo lg.. Ga bgt dah tuh.. Tp akhirnya balik sih.. Skrg mulai posesif.. Tp malah berasa malah dy jd ga pdulian.. Mmm.. Jd ya menurut g.. Pinter2an dah bersikap.

  • deandev said:

    sbnrnya dua-duanya sama-sama ga enak,yg diposesiv-in sama yg mosesiv-in…wkwkwk…

  • RS said:

    hmm…untung aku orangnya gak posesif. Saling percaya aja karena selain kerja, juga kuliah. Gak punya waktu mau mikir dia lagi apa, dimana, dengan siapa…ntar dia cerita sendiri kok apa kegiatannya, tanpa perlu dimata2in. Dan sampai detik ini kita tidak pernah buka HP, password apapun. Semuanya modal percaya aja.

  • Didinz said:

    thanx buat smua pmbc sk. senang udh bs membg crita di sini. salam kenal aja ya. gw ada di fb. add me.

  • PoLuted_Mind said:

    pacar kayak gitu mah ditinggalin aja, klo udah dengan segala usaha jalan keluar tapi balik lagi sikapnya. orang kayak gitu klo dibiarin lupa klo pasangannya itu juga mahluk hidup, manusia yg sosial dan individu.
    kita juga butuh dong ruang privasi, ruang untuk bergerak dan berkembang, fodasi hubungan itu kan mestinya saling percaya.
    walau gw juga kadang2 lebih sering control freak untuk beberapa hal, tapi harus menghargai hak asasi seseorang sebagai manusia individu dan sosial, karena aku juga seperti itu, jadi pacarku pun kutuntut untuk mengerti dan menghormati hal itu. klo dia mbandel, ya cari pacar lain lah hahaha…

  • Agl said:

    hiks.. itu saya.. :( tapi ga separah itu sih. cuma sama segelintir orang aja yang rasanya mengancam.
    @say_czeka15 gw jg cemburuan kok. tp terkontrol jgn meledak2. :)

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.