Cuci Mata: Buku – Harta Berharga Dalam Hidup
Oleh: Sidney
“Heran ya sama anak zaman sekarang. Mereka bisa beli yogurt seharga empat puluh ribu tapi tidak mau membeli buku dengan harga yang sama.” Tanteku mengeluh ketika dia datang ke rumahku minggu lalu. “Si Anne itu kalau pergi sama teman-temannya bisa habis ratusan ribu hanya untuk beli kopi dan yogurt.”
Aku tahu yang dicecar tanteku bukanlah yogurtnya tapi bagaimana anak muda melakukan spending uang ke hal-hal yang menurutnya tidak berguna. Kopi seharga lima puluh ribu. Yogurt seharga yang sama. Sebagai pengajar di sebuah SMA, dia tentu merasa miris.
“Padahal kan makanan cuma jadi….” Tanteku tidak melanjutkan, tapi kami semua sama-sama tahulah ke mana arah pembicaraan ini.
“Maklum, Tante, anak sekarang beda sama kita dulu,” kataku, langsung berasa tuaaaa banget.
“Ya, itulah,” kata Tante, “Anak sekarang kebanyakan dimanja, dikasih banyak fasilitas, jadinya begitu.”
“Jadi lebih baik mereka jajan buku, Tante?”
Tanteku mengangguk. “Ya, jelas, buku itu lebih bermanfaat dibanding jajanan konsumtif itu.”
Aku jadi berpikir. Sebagai salah satu makhluk konsumtif, meminjam istilah tanteku, aku selalu punya budget khusus untuk membeli buku tiap bulan. Buatku, buku itu sama pentingnya seperti sepatu, tas, atau baju. Belum lagi budget untuk membeli majalah-majalah mentereng yang menimbulkan rasa orgasmik setiap kali aku melihat warna-warni iklannya.
Sebagai manusia modern, aku nggak bisa lepas dari buku. Aku nggak menganggap membaca sebagai kegiatan kuno dan ketinggalan zaman. Bagiku buku adalah harta berharga yang kupunya dalam hidup, yah, selain sepatu dan tas, tentunya. Nggak bisa deh dibandingin sama yogurt. Sambil duduk ngopi di kafe menunggu pacar, misalnya, aku pasti mengeluarkan buku favoritku, biasanya novel. Bagiku, buku memberikan suatu ketenangan. Suaka dalam hiruk-pikuk kehidupan yang berjalan cepat.
Menunggu di airport juga, buku sering jadi penyelamatku di kala bosan. Yes, Sidney is a nerd. An out and proud nerd, not to mention a lesbian. Bagiku kegiatan membaca adalah salah satu kegiatan paling seksi yang bisa dilakukan di muka umum. Melihat perempuan konsentrasi membaca di tempat umum? Uh, bikin deg-degan.
Pendapat tanteku itu membuatku berpikir, masa sih anak-anak muda sekarang tidak suka baca buku? Bagaimana dengan lesbian? Apakah sampai sekarang mereka cuma mau baca buku yang ada lesbinya saja? Kalau sampai begini artinya ada yang salah dalam gaya hidup zaman sekarang.
Tapi aku berani bertaruh demi sepatu Louboutin-ku bahwa pendapat tanteku salah. Coba lihat sale 30% di toko buku besar itu yang selalu dijejali manusia sampai berdesak-desakkan, dan antreannya… alamakjan! Melihat itu–mungkin bukan anaknya tanteku–tapi aku yakin kok masih banyak anak-anak muda yang masih mau membeli buku dibanding yogurt.
@Sidney, SepociKopi, 2010









saya juga nemuin byk sekali orang muda yg tidak suka membaca buku. sale ditoko buku tdk seramai midnight sale di mall yg bahkan buat jalanan macet ;p
ditas para wanita ini isinya kosmetik, kala menunggu ya maenin hp.
Setuju banget, buku memang menjadi penyelamat ketika bosan menunggu. Tapi setidaknya, gairah anak-anak untuk rajin membaca buku harus lebih dipacu. Sehingga daya kreativitas dan imajinasi mereka jadi lebih terasah. Mungkin orang tua (seperti tante loe, itu lebih membatasi duit saku buat si anak,)….semangat baca buku…
aggree with Sidney.bagiku membaca adalah sesuatu ritual yang setiap harinya tidak boleh dilewatkan.coz dgn membaca kita tahu tentang banyak hal dan banyak orang2 cerdas dan jenius karena mereka hobi membaca.so,lets keep on learning by reading a book.
yup i agree, book is very important. We can see another perspective of life from a book! I love book! Call me a nerd too
saya juga suka membaca..buku menjadi sesuatu yang sedemikian menarik di mata saya, bahkan saya rela untuk begadang jika buku yang sedang dibaca terasa sangat menarik.
O iya, ada yang tahu user name yang saya gunakan berasal dari buku mana?
setuju,setuju.saya suka buku!!
bnr bgt artikelnya..
tp klo aku membaca it kebutuhan,membaca ap aj bkn cm buku.
…gmn negara kita mau mju,klo generasinya mmbaca aj mls^^
Nowdays, people prefer to E-BOOK than BOOK…..
Cause it’s more simple and you can get faster knowledge only with a click in one finger…^_^
Buku ada d urutan k3 bwt q ngabisin uang, setelah makan n PC Accs….. :p
@Scout Finch, Sama… Bahkan bisa bolos kerja gara2 buku….
@Adis, Maunya seh juga baca E-Book, tapi baru bentar pasti pindah ngegame…. >:)
@T@NK=hmmm….so u have to find out the good ebook than ur game…but actually i’m a gamer too hihiihi…
Salam kenal,
Sebagai orang yang merasa sebagai penggemar buku kelas wahid, ya terang aja saya punya budget khusus buat beli buku. Tapi saya juga punya budget khusus buat ngupi di Starbucks, hehehe… Bukan kopinya, orang saya gak gitu doyan kopi kok. Cuman hang out sama temen2 nya itu lho yang precious. Kopi-nya mang entar masuk WC, but the memories when you sit there having a great times with your friends will stay with you forever. (Kecuali kalo kena amnesia ato kita udah tua dan pikun, heheheh…)
Anyway, nice post. Saya juga merasa tuaaaaa banget kalo udah mulai ngomong “Anak2 jaman sekarang kok beda ya sama jama kita dulu…” Hihihi…
yg jadi pertanyaan saya adalah apakah si-tante mengajarkan anak utk membaca buku nda? karena anak-anak melihat, anak-anak meniru…
Halo semua,
gimana menggolongkan diri dari generasi tua dan muda?
kayaknya aku generasi nanggung kali ya. Btw, ngomong soal buku, aku punya banyak buku koleksi pribadi, sampai aku harus menyewa satu kamar eksta untuk mereka. sebagian akan aku sumbangkan. tapi masih harus kupilih2 karena ada yg masih ingin kubaca, dan belum sempat terbaca dari sejak dibeli. kesbukan bekerja membuatku sulit bagi waktu. dan ketika ada waktu untuk baca buku, dan habis, rasanya kemewahan yg luar biasa. belakangan juga berusaha baca majalah. oh ya apakah di jakarta ada yg mengadakan club buku? mau dunk join?
yg jadi pertanyaan saya adalah apakah si-tante mengajarkan anak utk membaca buku nda? karena anak-anak melihat, anak-anak meniru…
duh… Syd, jangan2 pernah deg-degan gara2 ngliat aku membaca waktu di airport neh? hahaha… soalnya, satu benda yang ngga pernah boleh ketinggalan kemana aja aku pergi adalah buku!
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments