Home » Humaniora, Tajuk

Tajuk: Sri Mulyani Indrawati dan Kita

11 May 2010 385 views 6 Comments

SRI MULYANIOleh: Nuha Guwa

Sejak sepekan terakhir saya tidak tahu apakah harus bersedih, berbangga hati atau berusaha tidak peduli dengan kabar yang cukup menghebohkan. Barangkali bersikap pura-pura tidak tahu akan lebih mudah terhindar tekanan darah tinggi, atau menyediakan pikiran yang sudah dijejali banyak hal bisa dipergunakan untuk memikirkan yang lain. Barangkali karena selama ini terlalu mengelu-elukan seseorang jadinya kecewa ketika orang tersebut harus meninggalkan tanah air. Tentu saya tidak mau lebay dengan berkeluh kesah sehingga memakan kolom dan byte SepociKopi dengan sia-sia. Sebenarnya yang saya sedihkan cuma satu, kepergian Sri Mulyani, titik.

Saya tidak mau mengomentari kepergian Sri Mulyani yang konon dapat diinterpretasikan dengan adanya dugaaan skenario yang dikarang negara atau pengalihan permasalahan bank Century. Tentu kita tidak akan mengupas dari sisi politik preketek yang banyak buruk sangkanya. Eh, mengakulah, bangsa kita memang bangsa penuh curiga. Lebih baik meninggalkan semua itu sehingga kita tidak terbebani pikiran yang tidak perlu dan jelas bukan urusan penting, kecuali terkait bank Century yang uangnya bisa dipakai untuk menyejahterakan warga miskin di negara tercinta ini. Memang benar, kalau bicara soal Sri Mulyani kita langsung bertabrakan dengan kasus aliran dana talangan 6.7 triliun rupiah tersebut, tapi sebaiknya biarkan benang kusut itu diurus KPK.

Di tengah badai bertubi-tubi yang menerpa Sri Mulyani, Bank Dunia tidak sembarangan menilai, pasti ada sesuatu yang luar biasa dalam diri perempuan ini. Dilamarnya Sri Mulyani oleh lembaga keuangan dunia tentu saja sebuah penghargaan buat perempuan Indonesia. Bukankah ini sebuah tonggak sejarah? Tentu motif dan pertimbangan yang dipergunakan memilih Sri Mulyani Indrawati dinilai dari keberhasialn dan kinerjanya yang selama ini terbukti berhasil menyelamatkan bangsa dari krisis ekonomi.

Kita harus mengakui bahwa Sri Mulyani dengan kebijakan ekonominya merupakan “tokoh perubahan”. Saya sangat berani mengatakan bahwa ialah primadona Indonesia dekade ini. Di tahun 2006 ia mendapat penghargaan sebagai Menteri Keuangan Terbaik se-Asia versi Emerging Marker Forum dan Minister of Finance of the Year 2006 oleh majalah Euromoney terbitan Swiss. Pada tahun 2008 majalah Forbes malah memasukkan Sri pada peringkat ke-23 dalam 100 Most Powerful Women. Wow Perempuan paling Berpengaruh?

Dengan latar historis kebijakan yang sangat radikal memang banyak yang mengecam Sri Mulyani. Tentu kita tidak bisa menutup mata bahwa ada sekelompok orang yang sudah lama berseberangan dengannya. Barangkali saat ini mereka sedang bertepuk tangan dengan kepergiannya. Kebijakan ekonomi Sri Mulyani membuat mereka terpojok, seperti kasus pajak tambang dan beberapa kebijakan keuangan yang tak lagi memberi peluang monopoli konglomerat. Kelompok ini bagaikan bunglon, mudah berganti kulit. Mahir bermuka dua. Mereka berani menuduh bahwa Sri Mulyani konon hanya melayani para elit, tidak memperhatikan secara langsung rakyat kecil, dan lain-lain.

Baik terlepas dari kontroversi di atas, sadarkah kita bahwa banyak kebijakannya justru berdampak pada perekonomian luas, hingga ke tempat-tempat terpencil di Indonesia ? Ekonomi kerakyatan kita masih bisa berdiri gagah ketika negara berkuasa klepek-klepek akibat skandal real estate yang menyebabkan banyak uang terpendam. Efek domino menyeret banyak negara lain ikut terkapar. Permasalahan yang rumit terkait angka-angka kurs, suku bunga, devisa, likuiditas, rush, neraca perdagangan, stimulus, dan seterusnya berhasil dikuasai Sri Mulyani untuk menenangkan pelaku ekonomi di indonesia.

Coba kita tengok bagaimana sikap Sri Mulyani ketika berada di Washington , AS , saat berbicara di forum KTT G-20 yang amat penting itu. Dia tahu bahayanya ekonomi dunia dan gonjang-ganjing permasalahan resesi. Namun, dia mampu memikirkan keuangan internasional sekaligus keuangan nasional dalam waktu yang bersamaan di belahan dunia yang berbeda — saat rupiah tiba-tiba melonjak menjadi 12,000 rupiah per dolar AS. Dia harus tampil tenang di forum dunia di mana Singapura tidak boleh ikut di dalamnya, sambil mengendalikan rupiah yang di negara sendiri membuat warga negaranya panik. Dialah satu-satunya menteri yang datang ke Washington hanya untuk mengemukakan pikiran briliannya dan harus langsung kembali ke tanah air pada hari yang sama untuk mencurahkan perhatian pada ekonomi yang hampir bangkrut itu.

Sebagai perempuan dan lesbian khususnya, kita harus mengakui betapa sulitnya mencari dan menjadi seorang Sri Mulyani di zaman ini. Sungguh, tidak rela rasanya melepas Sri Mulyani. Bukannya kita ingin merendahkan ekonom Indonesia lain yang kita yakin siap menggantikannya, namun di mana mencari seseorang yang tidak hanya sekedar pintar, aktif, responsif, berani melakukan perubahan, dan dibarengi sifat jujur, bersih dan dipercaya? Mari kita hargai Sri Mulyani sebagai seorang tokoh perubahan, yang kebijakannya dikenal ramah dengan pemodal. Kita ucapkan terima kasih kepadanya yang telah membuat pihak luar negeri percaya dengan Indonesia. Terlepas akan seperti apa ekonomi Indonesia nantinya tanpa beliau, dengan kesedihan dan rasa kehilangan yang luar biasa, kita ucapkan selamat jalan buat Srikandi Perubahan Indonesia. Apakah ada lesbian yang dapat melanjutkan pengabdian menjadi seorang Sri Mulyani juga?

@Nuha Guwa, SepociKopi, 2010

6 Comments »

  • j.maroon said:

    terlepas dr case2nya.dia wanita yg hebat,tp msh byk kok org indonesia yg sama hebatnya

  • T4nk said:

    Satu lagi orang cerdas yg di’pake’ di luar negeri, tapi di’sia2′ kan di negeri sendiri….

    Dan sampai saat ini aq masi berharap beliau yg jdi RI-2…

  • j.maroon said:

    terlepas smua kasus,dia wanita hebat.tp ms byk wni lain yg sama hebatnya,hny blm terexpose aja

  • Grey a-rhea said:

    Sampai kapan Indonesia bisa bertahan jika satu persatu orang2 hebatnya meninggalkan negara ini.. :(
    Sedih sekali melepas ekonom handal seperti ibu Sri Mulyani, tapi apa mau dikata. Seandainya berada diposisi seperti beliau sayapun akan melakukan hal yang sama. Untuk apa terus bertahan dilingkungan yang menghujat dah tidak menghargai usaha serta prestasi yang sudah kita lakukan, sedangkan diluar sana usaha dan prestasi itu dinilai dan dihargai sedemikian besar.
    Beliau telah berkerja keras dan menunjukan kontribusinya bagi negara ini, sekarang biarlah beliau berada di tempat yang sudah sepantasnya beliau dapatkan.
    Sukses selalu untuk ibu Sri Mulyani..

  • sulis said:

    Selamat utk Sri Mulyani n skali lagi indonesia kehilangan orang terbaikny

  • Rie Y said:

    Bnr…syg sekali..pdhl Srimulyani adl wanita yg hbt.
    moga aj menkeu pggntiny bs lbh baik.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.