Home » Friendship, Humaniora, Renungan

Sejarah Pengkhianatan

11 May 2010 438 views 11 Comments

backstabber2Oleh: Lakhsmi

Seorang lesbian mendapat kejutan di suatu hari. Ibunya menerima SMS kaleng, mengatakan anak perempuannya seorang lesbian yang selama ini berpura-pura berpacaran dengan lelaki untuk menutupi orientasi seksualnya. Anaknya juga sering bergaul dengan sesama sahabat lesbian lainnya. Sejak hari itu, hubungan si ibu-anak dalam keluarga menjadi tegang, nyaris mengakibatkan seorang lesbian diusir dari rumah, putus sekolah, dan terkatung-katung di jalanan. Siapa yang mengirim SMS kaleng dan menghancurkan hidupnya? Tentu saja dapat ditelusuri dengan mudah: pacar si anak.

Pengkhianatan. Betrayal. Backstabbing. Menggunting di dalam lipatan. Jangankan di dunia lesbian, dunia hetero pun memiliki kisah sejarah pengkhianatan yang panjang dan terkenal. Ingat cerita bagaimana Brutus mengkhianati Ceasar? Delilah mengkhianati Samson? Yudas mengkhianati Yesus? Dari sejarah Indonesia, 350 tahun penjajahan Belanda diisi dengan penuh pengkhianatan dari kaum pribuminya sendiri. Jendral Sudirman dan Cut Nyak Dien, adalah contoh pemimpin besar Indonesia yang harus takluk karena pengkhianatan dari dalam lingkungannya sendiri.

Pengkhianatan menurut Wikipedia adalah perusakan suatu hubungan sosial yang mulanya didasari pada kepercayaan, meninggalkan lubang besar tentang hukum moral dan konflik psikologis antara individu satu sama lainnya, atau individu dan organisasi. Pengkhianatan adalah sikap membela grup yang berbeda atau hanya keinginan untuk satu perpecahan. Orang yang berkhianat disebut Sang Pengkhianat.

Dalam dunia lesbian, konon backstabbing menjadi hal yang sering terdengar. Pacar/mantan pacar yang sakit hati tega melakukannya. Sahabat yang dengki nekad melakukannya. Kondisi sosial di Indonesia yang masih menabukan homoseksual, maka kerahasiaan orientasi seksual menjadi umpan yang sedap bagi para manusia pemuja altar pengkhianatan. Persahabatan lesbian, antar-gank lesbian, dan hubungan kekasih diwarnai dengan backstabbing.

Dari dulu, komunitas dan organisasi LGBT mengeluhkan hal yang sama. Para penentang kehidupan homoseksual dan lesbian yang terbesar justru bukan berasal dari masyarakat hetero. Kaum lesbian sendirilah yang paling sering berkhianat terhadap komunitasnya. Ada penyakit psikologis kronis yang didera oleh para lesbian: berbahagia dalam ketidakbahagiaan orientasi seksualnya sehingga menjadi depresi berat saat beberapa sahabat lesbian sungguh berbahagia pada pilihan hidupnya.

Mengapa terjadi seperti ini? Mengapa para lesbian sendiri yang menentang komunitas lesbian? Pertanyaan ini baiknya dikembalikan kepada diri sendiri. Musuh terbesar diri kita bukan orang lain, melainkan diri sendiri. Ketika pergumulan besar bergolak pada diri seorang lesbian, ketika seorang lesbian belum menemukan kedamaian pada dirinya… ya, dia memang sedang berhadapan dengan dirinya sendiri. Komunitas lesbian sebenarnya tidak sedang menghadapi masyarakat hetero sebagai perlawanannya, melainkan anggotanya sendiri yang belum bisa berdamai.

Selama tiga tahun, situs SepociKopi menerima komen-komen kasar dari masyarakat hetero, itu benar. Tapi percayalah, situs ini lebih sering menerima komen-komen dan ancaman yang (lebih) tak bermartabat dari sesama teman-teman lesbian sendiri! Bukankah ini menjadi ironi yang memilukan? Sementara redaksi telah menerima ratusan email di Guestbook dan email dari para pembaca lesbian yang menemukan oase informasi dan penghiburan di situs ini. Ada beberapa email mengharu-biru yang mengatakan betapa berartinya artikel-artikel di SepociKopi baginya, sebab telah menemaninya dalam kesepian dan keinginan untuk bunuh diri. Betapa menyedihkan mengetahui oase yang meneduhkan — bahkan menyelamatkan — ini malah ditentang dan hendak dirampas oleh sesama lesbian lain.

Ingatkah kisah Pararaton? Ken Arok membuat sejarah menjadi penuh darah, intrik, dan perang. Dia bukan hanya membunuh sahabatnya, Mpu Gandring yang diminta untuk membuat keris pusaka yang akan digunakan untuk membunuh Tunggul Ametung — orang yang harus dikawalnya di Tumapel. Setelah itu, Ken Arok merebut istri Tunggul Ametung, Ken Dedes dengan menimpakan kejahatan pembunuhan itu di tangan Kebo Hijo. Ia mengangkat diri menjadi pemimpin di Tumapel, bersumpah setia untuk menjadi bagian dari Kerajaan Kediri. Tahun 1222, Ken Arok memberontak dari Kerajaan Kediri, merebut kerajaan itu, dan menjadi raja pertama.

Hiruk pikuk pengkhianatan sudah berjalan sejak manusia berada di bumi. Sejarah pengkhianatan adalah cerita tentang dendam dan ambisi kejahatan para manusia yang terlibat di dalamnya. Apakah kita mau menjadi lesbian yang sempoyongan karena terus-menerus mendapat tikaman bertubi-tubi di punggung dan depan oleh lesbian lain? Dalam drama Julius Ceasar, Shakespeare melukiskan detik-detik terakhir Ceasar meregang nyawa. Ketika belati menghujam ke tubuhnya, Ceasar berkata lemah, “Dan engkau juga, Brutus?”

Sampai hari ini, masih banyak Brutus-brutus lain di antara para lesbian. Seorang teman selayaknya menjadi orang yang membelamu ketika kamu terjatuh atau berada dalam titik terendah dalam hidup, bukan orang yang mengakibatkan kejatuhanmu, apalagi menjadi yang pertama mengolok-olokmu ketika kamu berada dalam masalah. Menjauhlah dari lesbian yang hatinya diliputi awan dengki dan dendam seperti itu. Dunia sudah penuh dengan sejarah pengkhianatan – termasuk negeri ini, jangan lagi jalan panjang lesbian dipenuhi dengan jejak darah dan air mata. Wahai lesbian, engkaukah Brutus itu?

@Lakhsmi, SepociKopi, 2010

11 Comments »

  • Danish said:

    Sereem..
    Untung belum pernah ketemu kejadian seperti itu dhidupku dan jangan sampai ada..

    Smoga stiap orang dberikan kesabaran berlebih saat dia sakit hati.. Amin..

  • AndroMedha said:

    Yes,brutus2 itu msh ada. So berhati2lah sm org yg ngaku teman,jgn curhat tlalu detail sm org yg ga tlalu lo kenal krn bs jd dia berniat justru bwt dpt info ttng kamu/pacar kamu dan dia take advantages from the situasion (ex.lo dan pasangan lo di titik jenuh).
    Dia akan melakukan apa aj buat dptin obsesi pribadi,aplg klo stlh dia ga dipilih dia merasa orang yg paling dizalimi tanpa menyadari bhw sbnrnya ada orang yg lbh terluka dgn kehadirannya,tanpa menyadari bahwa dia yg udh merusak hub orang lain. Buat “Brutus” out there,think bout that..
    Keep positive tp ttp Waspadalah..!
    And I’m a million% agree with Lakhsmi . Life is too precious to spend for hurting each other.

  • Garcon said:

    lets make a new history not antoher betrayer

  • Idoel said:

    Apakh qt dsebut brutus jk membeberkan hal buruk yg qt kethui ttg org yg dcintai teman/shbt qt??
    Ato qt diam saja??

  • frentya said:

    setuju bgt ma andromedha.brutus2 kyk gene seringkali hadir di kala lo ama pasangan di titik jenuh,menyaru (masking) jd temen curhat, kirim gift (perhatian), nulis2 di blog betapa dia memuja pasangan lo.ujung ujungnya pas dia nunggu moment buat nembak pasangan lo.begitu masa berat lo lewat dan pasangan lo balik ma lo,dgn teganya dia nyebut pasangan lo munafik.seolah olah dia dah dizalimi kalian bdua,pdhl dia sndiri yg nyari2 penyakit.ati2 aja,byk yg model beginian,dan kambuhan lg,dia bakal ngulangi aksinya begitu dendamnya terbls. buat andromedha..gw suka istilah lo : dapetin obsesi pribadi,,mantaf gan!

  • indah_oji said:

    tergantung,
    konfirmasi dengan orang yang bersangkutan langsung lebih baik menurutku, atau bicara bertiga dengan orang-orang tersangkutpaut/bersangkutan dengan masalah yang ada kayaknya lbh gentle de.kl maen belakang mah cemen namanya
    krn bukan sahabat namanya kl km tau ada yang salah tp g membicarakannya dg sahabatmu ;]

  • tikussjourney said:

    para brutus akan selalu ada jadi pintar” bawa diri lah, mereka bahkan dapat berwujud malaikat penuh kasih. mereka susah melihat orang lain senang dan senang melihat orang lain susah!

  • AndroMedha said:

    @frentya: betrayer itu skrng ngrasa menang krn dia terpilih..
    But betrayer is betrayer rite?
    Honesty is everything,klo dng ngsh tau kebenaran akan membuat lbh baik knp ga..
    Ciayo…

  • Carmen said:

    mengerikan… . apa ini serius terjadi, backstabbing?

    ternyata gw kuper.
    serem juga ya, padahal kan sesama lesbian.

  • frentya said:

    @ AndroMedha : kepilih bukan berarti awet. toh akhirnya si betrayer didepak jg ma ex gw,lucunya si betrayer mendamatisir (queen of the drama queen) jd
    @ Carmen : kerjaan orang laper mata men.tega aje mutusin pcr bwt obsesi pribadi ngejar psngan orang,klasik bgt.

  • try_me said:

    Saya pernah menjadi “Brutus” terhadap mantan saya, dan saya tidak bangga akan hal itu :(

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.