Home » Humaniora, Kesehatan dan Seksualitas

Kesehatan dan Seksualitas: Musuh (Dalam Selimut) Seks

7 May 2010 241 views 4 Comments

blanketOleh: Juno Bis

Kalau kita mendengar istilah ‘musuh dalam selimut’ yang terbayang pastilah orang-orang yang telah kita anggap teman baik, selalu seiring sejalan, merasa senasib sepenanggungan, (kalo kata penyanyi dangdut sih, sudah ‘sepiring semangkuk’) tetapi ternyata mereka juga yang tega mengkhianati pertemanan itu. Kalau kita ngomong mengenai pelajaran Bahasa Indonesia, seratus untuk dugaan kamu! Tetapi, musuh yang akan kita intai dengan teropong seks kali ini bukanlah sembarang musuh, melainkan oknum-oknum pengganggu kenikmatan aktivitas berselancar di ranjang. Siapa saja mereka? Mari, kita ubek-ubek tempat persembunyian mereka!

Alkohol
Tentunya kalian pernah mendengan mitos bahwa dengan meneguk alkohol sebelum bercinta, seseorang akan terhindar dari perasaan malu-malu atau sok ja-im di depan teman bercintanya. Perkiraan itu tidak sepenuhnya keliru. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli, alkohol yang dikonsumsi dalam takaran rendah dapat memberikan perasaan bebas dan santai. Takaran rendah yang dimaksud di sini kira-kira satu atau dua sloki minuman bermerek ‘Lelaki Bertopi Tinggi, Berpayung, dan Bertongkat’. Jadi, sekarang kita maklum kenapa teman-teman yang sedang tipsy (hampir, tapi belum, mabuk) bisa dengan bebasnya bercerita tentang hal-hal yang tak mungkin mereka bicarakan dalam keadaan waras.

Nah, terdorong oleh asumsi yang agak ngawur ini, banyak orang yang meminum alkohol berlebihan sebelum bercinta, dengan harapan bahwa mereka akan makin ‘okehh beib’ saat bermain. ‘Makin banyak alkohol, makin seru!’, kira-kira begitulah harapannya. Namun ternyata, alkohol yang ditenggak dalam takaran tinggi akan memberikan efek depresif bagi otak manusia. Akibatnya ekspresi seksual akan terhambat sehingga kenikmatan bercinta pun tak mampu diresapi oleh pelakunya. Dan yang lebih mengenaskan lagi, apabila terus dikonsumsi berlebihan, alkohol akan membuat para pencandunya berperilaku tak senonoh kepada pasangannya. Efek alkohol mengganggu kemampuan berpikir seseorang untuk membedakan yang tindakan yang pantas dan tidak pantas saat melakukan aktivitas seksual.

Berat badan berlebih
Karena saya pun termasuk kategori ini, tak ada maksud hati untuk menyinggung perasaan teman-teman senasib – maksudnya sama-sama gemuk. He, he! Yang saya maksud berat ‘berlebih’ di sini adalah berat badan yang jauh melebihi ukuran ideal. Rumus menghitung berat badan ideal adalah = (Tinggi badan – 100) x 90%. Catatan: Untuk peragawati rumus ini lebih serem lagi, yaitu = (Tinggi badan – 110). Nah, kalau kira-kira berat badanmu sudah melewati garis demarkasi, berhati-hatilah! Berat badan bonus itu tidak saja membuat langkah kaki menjadi sulit dan nafas terengah-engah, tetapi juga akan mengganggu keindahan berasyik masyuk di ranjang. Coba bayangkan bagaimana dua orang kelas berat mengatur posisi dan gerak pada saat mereka bercinta. Binnunn, kan?

Kalau saya kaji lagi pengalaman pribadi, memang tak ada ujian yang lebih berat lagi daripada menahan godaan menyantap hidangan favorit di depan mata selagi kekasih di samping mulai mencolek-colek perut (maksudnya untuk mengingatkan program diet). Duuuh, betapa merananya siksa dunia! Tetapi, tabahkan hatimu, teman! Salah satu kiat menunjukkan cinta kepada kekasih adalah dengan memenuhi permintaannya untuk mengurangi takaran makan. Memiliki berat badan ideal juga akan menguntungkan kita, kan? Maksudnya, terhindar dari nafas pendek, langkah kaki menjadi ringan, tidak cepat keringatan, dan yang tak kalah serunya: gerak dan posisi bercinta bisa sampai jumpalitan loh.

Rokok
Saya bukan orang yang tidak bersimpati terhadap buruh pabrik rokok dan saya pun tidak ikut-ikutan mendukung pengesahan undang-undang anti rokok. Tetapi terus terang, sampai detik ini saya tak melihat adanya manfaat merokok. Selain menghabiskan (baca: membakar) uang, bagi kita kaum perempuan, merokok menimbulkan berbagai macam penyakit berbahaya, seperti kanker paru-paru, kanker serviks, kanker usus, menyebabkan ketidaksuburan, merusak janin, kulit keriput, dan mempercepat pengapuran tulang.

Sebagai orang yang awam dalam pengetahuan tentang dampak merokok terhadap kegiatan seks, pendapat saya sangat sederhana, memasukkan nikotin ke dalam paru-paru sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Dan berdasarkan pengalaman pribadi dengan beberapa perempuan yang pernah saya kencani, merokok menimbulkan bau badan dan bau mulut. Ini yang sangat mengganggu ketika saya dan pasangan mulai bercumbu. Gairah yang awalnya menggebu, tiba-tiba sirna ketika mencium aroma nafas dan bau badan yang tidak menyenangkan. Bagi saya, secantik apa pun seseorang, kalau dia merokok, maka hilanglah auranya.

Musuh di balik selimut (beneran)
Nah, ini dia musuh yang paling berbahaya! Dia bisa menyebabkan kita kehilangan pasangan saat itu juga. Musuh ini terkadang luput dari pengintaian dan penerawangan kita, namun pelan-pelan tetapi pasti dia akan berusaha menyempil di balik selimut. Dia bisa datang tak diundang dan pergi tak diantar (tapi bukan jailangkung, lho!). Mau tahu, seperti apa musuh kita yang satu ini? Wujudnya bisa saja cantik, namun bisa pula ganteng. Dia adalah selingkuhan pasangan kita! Bayangkan skenario ini, ketika masuk ke kamar, kita mendapati kekasih sedang berselimut. Karena merasa kekasih sudah siap tempur, kita pun perlahan menyingkapkan selimut, dan…. whuaaaa! Ada perempuan selingkuhannya di balik selimut itu! Apa yang harus kita lakukan? Ajak main kartu re-mi aja kali, ya?!

Kalau selingkuhan kekasih hadir di kamar tidur kita, perlu juga kita introspeksi mengapa hal itu sampai terjadi. Kita kurang memberi perhatiankah? Selingkuhan itu CLBK kekasih, kah? Atau servis kita di tempat tidur tidak memuaskan? Nah, tindakan selanjutnya terserah Anda!

Setelah obrolan kita kali ini mudah-mudahan teman-teman bisa mencegah kehadiran musuh-musuh (dalam selimut) seks yang saya maksud. Selamat melipat selimut, ya?!

@Juno Bis, SepociKopi, 2010

Catatan:
Sumber artikel diambil dari Internet, majalah seks, KBBI, dan pengalaman pribadi.

4 Comments »

  • Tim said:

    Kang mas juno arjuno…..(hehehhe maaf ya klo sok akrab)
    lagi diet juga nih,skipingan trus biar bisa jumpalitan.
    Thanks d’info.

  • Adis said:

    Kl musuh dlm selimut tuh bkn hal” d atas…huf tp BBnya si bebi…….y’ gt deh….

  • Loli pop said:

    MENAKUTKAN!!! Pengalaman pribadi’y. . .

    mending info’y aja ah,. . . . =m=”

  • frentya said:

    yups musuh dlm selimut gwe dulu temen curhat di huni.jd ada ce yg dah lama ngincer si huni,rajin chat,nge wall,sms,kirim2 message ampe pas qta lg introspeksi dy nge cut jalan nembak huni.gwe pcya karma,cpt atw lambat.yg jelas gwe ga mau bls tuh ce.gwe biarin aja,hidup terlalu pendek bwt ‘rebutan’

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.