Home » Have Your Say, Sepocikopiana

Have Your Say: Adik Tersayang

7 May 2010 297 views 16 Comments

TwoRosesSebenarnya, coming out di keluarga bukan hanya terbatas pada ayah ibu saja. Adik, kakak, sepupu, oom, tante, keponakan, dan nenek/kakek juga termasuk coming out. Siapa yang pernah mencoba melakukannya? Dengarkan sahabat lesbian kita, Shylloa, yang bercerita tentang hubungannya dengan adik tersayang.

Adikku berbeda tujuh tahun dengan saya. Saya punya dua kakak, masing-masing berbeda dua dan lima tahun. Saya nyaris menjadi anak bungsu, tapi rupanya Tuhan berkehendak lain. Waktu saya di kelas satu SD, ibu hamil lagi. Adik saya perempuan, namanya Intan.

Sebenarnya saya sering menjadi anak bawang sebelum adik lahir. Dua kakak saya, laki-laki dua-duanya, sering menganggap saya tidak ada. Mereka asyik dengan permainan perang-perangan mereka sendiri, dan saya selalu disingkirkan. Mereka juga selalu berkomplot dalam hal mengadukan kenakalan saya kepada ibu. Mereka juga pernah memukul saya dengan sapu lidi kalau ibu tidak ada. Pokoknya saya selalu jadi sasaran kenakalan kedua kakak saya.

Waktu adik saya lahir, saya senang sekali. Akhirnya saya punya saudara perempuan yang nantinya bisa bermain dengan saya, pikir saya naif. Saya juga senang dengan bayi dan membantu ibu merawat. Saya senang dengan pekerjaan perempuan. Dulu waktu saya kecil, walaupun kakak saya kedua-duanya lelaki, saya tidak tomboy. Saya bermain masak-masakan, dokter-dokteran, menggunakan rok, kuncir rambut, main boneka, dan cengeng seperti layaknya anak perempuan lainnya.

Intan ternyata berbeda jauh dengan saya. Ya, umurnya, ya sifatnya, ya tingkah lakunya. Intan tomboy sekali dan berani. Biarpun terpaut dua belas tahun dengan kakak tertua, dia berani melawan kakak sehingga selalu pecah perang di rumah. Saya adalah kakak perempuannya yang selalu menyayanginya. Intan tidak pernah melawan saya, dia patuh dan nurut kepada saya.

Perbedaan tujuh tahun di masa kanak-kanak memang adalah perbedaan yang cukup jomplang. Dia masih baru belajar mengenali alfabet waktu saya sudah mengerti arti naksir-naksiran di kelas empat. Saya mulai jatuh cinta dengan seorang anak perempuan, teman sekelas yang tomboy sekali. Ketika saya remaja, Intan masih duduk di SD. Dan ketika saya kuliah dan menyadari orientasi seksual saya, Intan masih duduk di SMP.

Butuh waktu yang lama sekali sampai akhirnya saya dan adik saya selevel dalam hal intelektualitas dan dapat diajak berdiskusi tentang kehidupan manusia dewasa. Selama masa pertumbuhan kami berdua, kami terikat dalam hubungan kakak beradik yang erat. Saya tidak pernah dekat dengan kakak-kakak saya, tapi saya selalu ingat dan sayang kepada Intan.

Sampai suatu hari, ketika Intan sudah mendapat gelar S1-nya, saya memutuskan untuk coming out kepadanya. Coming out ini bukan sekadar coming out dari emosi saja, tapi sudah saya tunggu lama dan pikirkan baik-baik. Saya juga sudah mengecek berkali-kali reaksi Intan tentang homoseksualitas. Intan juga sudah mulai bertanya-tanya mengapa kakak perempuannya tidak pernah terlihat bersama pacar lelaki atau mengapa tidak bersiap-siap menikah seperti kebanyakan teman-teman saya yang lain.

Saya pikir saat itu tepat. Sayangnya, Intan ternyata tidak sesiap saya. Dia shock dan kaget mendengar pengakuan saya. Saya pikir kekagetan itu wajar, tapi juga berlebihan karena seharusnya adik saya yang biasa berbagi dengan saya sejak dia masih bayi, sudah bisa menebak orientasi seksual kakaknya. Butuh waktu dua hari bagi Intan untuk dapat mencerna semuanya dan akhirnya “mengalah” untuk menerima.

Hubungan saya dan Intan tetap berjalan manis dan harmonis sampai sekarang. Saya beberapa kali mengajaknya ikut kalau nonton atau jalan-jalan di mal dengan Yayang. Intan masih beberapa kali mengingatkan saya untuk memiliki pacar lelaki, menikah, dan punya anak. Tapi beberapa kali juga dia menggoda saya dengan cewek-cewek cakep yang berseliweran, dan ikut marah kalau Yayang saya menyakiti saya. Intinya, saya tidak pernah merasa ditentang oleh Intan.

Senang memiliki anggota keluarga yang menerima saya apa adanya. Sampai sekarang, saya tidak akan mau coming out kepada orangtua dan kakak-kakak lelaki saya. Kalau teman-teman lesbian nggak bisa coming out kepada ayah ibu karena kondisi, cobalah untuk coming out ke salah satu anggota keluarga lain yang dekat dan sayang. Rasa lega karena diterima oleh salah satu anggota keluarga itu adalah perasaan yang tak ternilai harganya.

@Shylloa, SepociKopi, 2010

16 Comments »

  • Loli pop said:

    Kejujuran adl hal trindah, kasih sayang adl pembangun pribadi diri agar menjadi jiwa kuat, keluarga adl kunci utama meraih segala’y didunia, coz gak ada yg lebih mengerti qt selain keluarga. Tp, ada di mana hal” trindah itu sirna siapkan hati n’ tetaplah prcaya pd TUHAN untuk slama’y.

  • Adis said:

    wow….what a great decission….
    but till now i still keep ”it” only for me, my gf, and my ex….
    Salut buat km….bagi” pil keberaniannya say hehe….

  • Morning Dew said:

    Sptnya adikmu dewasa sekali. Dia paham ma keadaanmu. Teruslah utk mencamkan nasihat2 dia sebab dia lakukan itu krn dia sangat menyayangimu dgn tulus. Aiiih seandainya gw punya adik cewek… Asik kali ya!

  • dee said:

    wish i have one in my life..
    still cant CO to anyone in the family.
    too risky.
    n YES,
    i can feel ur huge hapiness when one of ur fam accept u as who u r.
    so relief.

  • Senyuman dira said:

    Slmt bwt km yg bs trbuka dg slh 1 anggota kluarga..
    Ktrtarikn q pd wanita maskulin lebih tinggi dr pd ke lelaki,tak mungkin q ungkapkan..
    Sama aja membunuh ortu q plan2..

  • Adis said:

    Setuju banget sama Dira….

  • inez said:

    andai sj aku punya adik atow kakak sbg tman berbagi psti aku tdk kesepian!!! Tp aku nggak punya.

  • R Lee said:

    :: bener,,hnya dngn satu anggota klurga yg tau dn menerima (ttep dngn nasihat ini-itu), rasa kelegaan uda terasa brada d puncak. adik perempuanku jga uda tau dn prlahan mulai bisa menerima. aku skrg uda gg sungkan lgi untk brbagi dngn dia, begitupun dia tntng pacar cowokx dan aku tentang yayankku. si yynk jga uda gg sungkan ngasih prhatian ke dia slyakx adikx yg jga harus dia jaga. dan adikku pun menerima smua prhatian yynk dngn manja dan senyumannya. Alhamdulillah, mudah2an slalu ada senyuman untk kita smua dri keluarga trsayang. :-)

  • Eka said:

    Lo bleh syg m adik lo tp hx sbtas saudara aja

  • mel said:

    coming out pada keluarga….hala yg tdk akan pernah saya lakukan

  • Idoel said:

    Adik perempuanku menangis seharian dan memeluk saya ketika mengetahui orientasi seksual saya berbeda. Skg stiap pasngan saya selalu saya knlkan ke adeku dan aq sgt menyayanginya. :-D coming out dlm kelg sangat perlu dilakukan..jgn takut untk mencoba. Semangaad..:-D

  • Agl said:

    gw pribadi udah come out ke kakak gw. aslinya kita ga deket2 banget. krn suatu kejadian terpaksa harus cerita juga ke dia. tapi syukur banget dia sangat menerima keadaan gw. yang penting kita kenal sodara kita dulu. yakinin bahwa dia bukan sodara yang rese dan suka menghakimi. leganya coming out ga terganti. apalagi kalo diterima. :)

  • Aeni said:

    Yaps, Qu juga pengen bangat pux adik or kaka perempuan yg bisa ngrtiin aqu tpi syang 3 kakkqu n adikqu cwo smua.

  • carmen said:

    lagi nunggu saat yang tepat untuk kasi tahu adikku tersayang, dan mengenalkannya ke kekasihku. kapan “saat yang tepat” itu? takutnya jadi efek bola salju

  • ocizolee said:

    coba ak punya sodara cewek.. hm,tapi ternyata ak punya 2 adek cowo n ak anak paling tua cewe satu2ny… kayanya ga mungkin buat coming out ke family..

  • Alif said:

    Senangnya… seandainya bs begitu… :(

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.