Home » Film, Seni Budaya

Film: Madchen in Uniform – Cinta Guru dan Murid di Asrama

3 May 2010 714 views 3 Comments

madchen3Oleh: Carmen Casanova

Sekolah buat banyak dari kita menjadi tempat mulanya cinta bersemi. Mulai dari naksir/jatuh cinta dengan teman, juga banyak yang naksir dengan guru tersayang. Karena kita lesbian, tentu sasaran cinta kita adalah guru perempuan. Oleh Christa Winsloe (1888-1944), cerita pengalaman remaja perempuan yang mencintai ibu gurunya itu juga ia tuangkan lewat tulisan karya drama pentas Gestern Und Heute (Yesterday and Today). Dua tahun kemudian, film berjudul Mädchen in Uniform (Girl in Uniform) (1931) dengan cerita serupa ditayangkan pertama kali di Jerman, dengan sutradara Leontine Sagan dan penulis skenarionya adalah Christa Winsloe sendiri. Di tahun 1958, film Mädchen in Uniform dibuat ulang dengan aktris-aktris yang berbeda namun plot yang hampir sama. Film beken Loving Annabelle (2006) juga kabarnya terinspirasi dari film Jerman ini.

Konon film Mädchen in Uniform adalah film layar lebar pertama yang menceritakan kisah cinta lesbian. Secara garis besar, film itu merupakan bentuk kritik. Kritik yang pertama adalah terhadap sistem edukasi di sekolah asrama perempuan Prusia yang sangat ketat dan menyengsarakan siswi-siswinya, dengan dalih kedisiplinan. Kritik  kedua adalah kondisi penindasan terhadap cinta murni seorang perempuan remaja. Film ini berkisah tentan perempuan muda cantik berumur 14 tahun bernama Manuela von Meinhardis (diperankan oleh Hertha Thiele).

madchenManuela bersekolah di asrama perempuan ternama dengan anak-anak dari keluarga pejabat atau tentara. Sekolah ini terkenal dengan disiplinnya yang ketat, bahkan cenderung sadis. Namun kehadiran gurunya, Elisabeth von Bernburg (Dorothea Wieck), yang sangat dihormati dan disayangi murid-muridnya, membuat Manuela sedikit terhibur. Keberadaan Bu Guru von Bernburg lama-kelamaan membuat Manuela jatuh hati. Dan Manuela juga tidak menyembunyikan perasaan  tertariknya terhadap sang guru, bahkan dia juga berani menyatakan cintanya pada Bu Guru von Bernburg. Pernyataan cinta itu dibalas oleh von Bernburg bahwa ia juga memikirkan Manuela, namun dengan tegas pula ia meminta sang murid untuk mengendalikan pikiran dan perasaan.

Cinta Manuela pada sang guru kemudian diketahui seluruh sekolah hingga dia mendapat dengan tidak boleh bertemu dengan Fraulein von Bernburg. Sang guru yang juga merasa bersalah menegaskan agar sebaiknya mereka tidak bertemu lagi. Kesedihan dan derita cinta menyebabkan Manuela akhirnya mengambil jalan nekat.

Yang mengejutkan di film ini adalah penggambaran cerita yang mengisahkan cinta Manuela senatural dan sebiasa mungkin. Cinta Manuela dianggap sebagai hal yang biasa, kecuali setelah Manuela mengalami nervous breakdown di akhir film. Ekspresi kasih si Fraulein ke Manuela pun tidak diceritakan sebagai berlebihan, namun benar-benar tulus. Ada beberapa kutipan yang menarik di film ini. Salah satunya adalah pada saat Fraulein von Bernburg berbicara kepada kepala sekolah tentang perasaan Manuela terhadapnya:

“What you call sins, I call the great spirit of love, in all its forms.”

madchen2Pada remake-nya tahun 1958,  Mädchen in Uniform tema lesbian lebih ditekankan di sini. Manuela (Romy Schneider) dikisahkan mencintai Fraulein von Bernburg (Lilli Palmer) seperti mencintai ibunya yang sudah meninggal. Walaupun pada saat Manuela mabuk, pernyataan Manuela sama persis seperti film yang pertama. Sebagai film tahun 1930-an dan 1950-an, kedua film ini cukup liberal menampilkan adegan ciuman. Bahkan pada film tahu 1931, masih tampil dengan hitam-putih.

Christa Winsloe juga menulis novel berkisah sama yang berjudul Das Madchen Manuela (1933) atau terjemahan Inggrisnya The Child Manuela (1975). Di novel ini lebih dijelaskan secara lengkap tentang Manuela masa kecil dan keluarganya. Kisah Fraulein von Bernburg juga diceritakan sedikit, di mana ia memilih tidak menikah walaupun yang meminangnya adalah aristokrat-aristokrat di negara itu; dan lebih memilih mengabdikan dirinya mendidik siswi-siswi di asrama (guru asrama di jaman itu biasanya tidak menikah, seperti biarawati). Pernyataan cinta Manuela ke sang guru juga sangat mengharukan di novel ini. Konon kabarnya, menurut Hertha Thiele, pemeran Manuela muda di film tahun 1931, kisah ini didasarkan pada kejadian nyata. Namun hanya sang pengarang yang tahu apakah kisah nyatanya memiliki akhir bahagia atau tragis seperti di film.

@Carmen Casanova, SepociKopi, 2010

3 Comments »

  • angel said:

    versi film terbarunya bisa didapetin dimana yah? sepertinya menarik..thanx.. =)

  • Princess Delianz said:

    biasanya film2 rekomendasi dari SK bagus2. aku lagi donlod nih, buat nonton nanti malam sm partner. thx Sk :)

  • Sidestory said:

    Princess Delianz! Bagi2 linknya dong!
    Dah dapet yg Pariah belum?

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.