Have Your Say: Cinta Pandangan Pertama
Katanya, cinta datang dari mata turun ke hati. Cinta pada pandangan pertama, begitu pendapat orang-orang yang mengalaminya. Masih adakah yang percaya pada cinta pandangan pertama? Dengarkan sahabat lesbian kita, Tria Z., berkisah tentang cinta pertamanya.
Cinta pertamaku terjadi di kelas 1 SMA. Dari SMP yang dekat dengan rumahku, aku pindah ke SMP di pinggiran kota, yang sedikit jauh dari rumahku. Namun SMA itu adalah SMA yang terbaik dan terkenal. Seleksi masuknya sulit dan hanya murid dengan nilai bagus bisa diterima. Aku bangga bisa masuk ke SMA favorit itu. Kedua orangtuaku juga bangga.
Hari pertama adalah upacara bendera bersama semua murid-murid baru. Hanya beberapa teman mantan SMP-ku yang berhasil masuk di SMA ini, jadi aku tidak terlalu kenal dengan murid-murid baru. Awal upacara bendera ini juga dijadikan ajang oleh kakak-kakak senior untuk saling berkenalan. Di sanalah, aku melihat cinta pertamaku.
Dia adalah kakak seniorku, kelas dua SMA, yang juga anggota Paskibra dan pengurus OSIS. Tubuhnya mungil dan rambutnya pendek. Mataku seketika tertancap pada kemanisan parasnya, dan jantungku langsung bergemuruh. Selama upacara berlangsung, aku mendapat tempat di posisi yang enak, tak terhalang murid-murid lain untuk diam-diam mengamati dirinya.
Cukup sehari aku mencari info untuk mengetahui namanya. Sebut saja namanya Amanda. Dia bersama tim-nya ternyata ditugaskan untuk membantu kelasku beradaptasi. Betapa beruntungnya aku. Selama seminggu, masa Orientasi Pelajar, aku didampingi oleh kehadirannya.
Mulanya aku tidak berani menyapanya sama sekali. Lidahku kelu setiap kali berhadapan dengan dia. Tapi Kak Amanda tidak segan-segan mengucapkan “selamat pagi” dengan sopan dan ramah kepadaku jika aku berpapasan dengannya di kelas, mencairkan kekakuanku. Lama-lama aku berani membalas ucapan selamat paginya, dan di akhir masa Orientasi Pelajar, aku sudah dapat bercanda dengannya.
Hari-hari berlalu, rasa sukaku dengan Kak Amanda tidak pernah habis. Aku selalu menyempatkan diri berpura-pura naik ke lantai dua, hanya untuk melewati kelasnya saja dan berharap berpapasan dengannya. Aku tidak pernah bercerita kepada siapa pun tentang rasa sukaku. Aku merasa aneh dengan diriku, tapi kutelan semuanya rapat-rapat.
Suatu hari, di perpustakaan sekolah, kesukaanku membaca membawaku menemukan novel Dicintai Jo. Aku terkejut ketika membaca novel itu, menemukan penjelasan atas rasa sukaku yang menggebu-gebu dengan Kak Amanda. Sejak hari itu, aku tidak berhenti memburu novel-novel yang bertema homoseksual, mulai dari novel lokal sampai novel terjemahan. Aku menjadi jauh lebih tenang ketika tahu bahwa perasaanku ini bukan aneh atau janggal, tapi normal dan orang lain pun mengalaminya.
Kak Amanda baru saja lulus. Selama setahun terakhir, aku berusaha mendekatinya dengan caraku di OSIS. Sekarang Kak Amanda berniat melanjutkan pendidikannya di universitas jauh dari kotaku. Entah kapan aku bisa bertemu lagi dengannya. Tapi, kenanganku bersama Kak Amanda selalu terpatri dalam ingatanku. Dia adalah cinta pertama dan cinta pandangan pertamaku. Aku belum memiliki keberanian untuk mengatakan perasaanku padaku, apalagi mengirimkan email/surat. Mungkin, kalau waktu dan tempat mengizinkan, di suatu hari di masa depan, aku akan bertemu lagi dengannya. Saat itu, kuanggap alam semesta menyampaikan pesan, bahwa itulah saat aku harus mengucapan “I love you” untuk Kak Amanda.
@Tria Z, SepociKopi, 2010









he9..jadi inget jaman dulu pas lg seragam abu2 he9
pernah ngalamin jg,
love at 1st sight? hmmmm mungkin lbh k rasa suka atau kekaguman belum taraf cinta ;]
Aww..dalem banget..
Smoga bisa ketemu kak amandamu lagi..
Hahaha.. Cinta pertama sama pacar pertama, beda ya?
Cool..
Naksir-> senior ->osis.
Bedanya, satu ramah murah senyum, satu lagi sadis kaya psycho.
Ada ap sih dengan senior yang menjabat osis? Sungguh menarik remaja lesbian.
masa sekolah emang masa paling bahagia
gw jg pernah kaya loe… ama k’ Venny…
haha..sptinya 1st sight qta mirip” ya..
sama, gw jg, sama osis juga, k’ Memel..haha
prasaan cantik bgt wkt itu..
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments