Home » Have Your Say, Sepocikopiana

Have Your Say: Cinta Pandangan Pertama

30 April 2010 260 views 8 Comments

lovepicKatanya, cinta datang dari mata turun ke hati. Cinta pada pandangan pertama, begitu pendapat orang-orang yang mengalaminya. Masih adakah yang percaya pada cinta pandangan pertama? Dengarkan sahabat lesbian kita, Tria Z., berkisah tentang cinta pertamanya.

Cinta pertamaku terjadi di kelas 1 SMA. Dari SMP yang dekat dengan rumahku, aku pindah ke SMP di pinggiran kota, yang sedikit jauh dari rumahku. Namun SMA itu adalah SMA yang terbaik dan terkenal. Seleksi masuknya sulit dan hanya murid dengan nilai bagus bisa diterima. Aku bangga bisa masuk ke SMA favorit itu. Kedua orangtuaku juga bangga.

Hari pertama adalah upacara bendera bersama semua murid-murid baru. Hanya beberapa teman mantan SMP-ku yang berhasil masuk di SMA ini, jadi aku tidak terlalu kenal dengan murid-murid baru. Awal upacara bendera ini juga dijadikan ajang oleh kakak-kakak senior untuk saling berkenalan. Di sanalah, aku melihat cinta pertamaku.

Dia adalah kakak seniorku, kelas dua SMA, yang juga anggota Paskibra dan pengurus OSIS. Tubuhnya mungil dan rambutnya pendek. Mataku seketika tertancap pada kemanisan parasnya, dan jantungku langsung bergemuruh. Selama upacara berlangsung, aku mendapat tempat di posisi yang enak, tak terhalang murid-murid lain untuk diam-diam mengamati dirinya.

Cukup sehari aku mencari info untuk mengetahui namanya. Sebut saja namanya Amanda. Dia bersama tim-nya ternyata ditugaskan untuk membantu kelasku beradaptasi. Betapa beruntungnya aku. Selama seminggu, masa Orientasi Pelajar, aku didampingi oleh kehadirannya.

Mulanya aku tidak berani menyapanya sama sekali. Lidahku kelu setiap kali berhadapan dengan dia. Tapi Kak Amanda tidak segan-segan mengucapkan “selamat pagi” dengan sopan dan ramah kepadaku jika aku berpapasan dengannya di kelas, mencairkan kekakuanku. Lama-lama aku berani membalas ucapan selamat paginya, dan di akhir masa Orientasi Pelajar, aku sudah dapat bercanda dengannya.

Hari-hari berlalu, rasa sukaku dengan Kak Amanda tidak pernah habis. Aku selalu menyempatkan diri berpura-pura naik ke lantai dua, hanya untuk melewati kelasnya saja dan berharap berpapasan dengannya. Aku tidak pernah bercerita kepada siapa pun tentang rasa sukaku. Aku merasa aneh dengan diriku, tapi kutelan semuanya rapat-rapat.

Suatu hari, di perpustakaan sekolah, kesukaanku membaca membawaku menemukan novel Dicintai Jo. Aku terkejut ketika membaca novel itu, menemukan penjelasan atas rasa sukaku yang menggebu-gebu dengan Kak Amanda. Sejak hari itu, aku tidak berhenti memburu novel-novel yang bertema homoseksual, mulai dari novel lokal sampai novel terjemahan. Aku menjadi jauh lebih tenang ketika tahu bahwa perasaanku ini bukan aneh atau janggal, tapi normal dan orang lain pun mengalaminya.

Kak Amanda baru saja lulus. Selama setahun terakhir, aku berusaha mendekatinya dengan caraku di OSIS. Sekarang Kak Amanda berniat melanjutkan pendidikannya di universitas jauh dari kotaku. Entah kapan aku bisa bertemu lagi dengannya. Tapi, kenanganku bersama Kak Amanda selalu terpatri dalam ingatanku. Dia adalah cinta pertama dan cinta pandangan pertamaku. Aku belum memiliki keberanian untuk mengatakan perasaanku padaku, apalagi mengirimkan email/surat. Mungkin, kalau waktu dan tempat mengizinkan, di suatu hari di masa depan, aku akan bertemu lagi dengannya. Saat itu, kuanggap alam semesta menyampaikan pesan, bahwa itulah saat aku harus mengucapan “I love you” untuk Kak Amanda.

@Tria Z, SepociKopi, 2010

8 Comments »

  • J T said:

    :) nice story, mirip ama pengalaman pribadi gw.

  • indah_oji said:

    he9..jadi inget jaman dulu pas lg seragam abu2 he9
    pernah ngalamin jg,
    love at 1st sight? hmmmm mungkin lbh k rasa suka atau kekaguman belum taraf cinta ;]

  • Zorra said:

    Aww..dalem banget..
    Smoga bisa ketemu kak amandamu lagi..

  • stargirl said:

    Hahaha.. Cinta pertama sama pacar pertama, beda ya?

  • Manies said:

    Cool..
    Naksir-> senior ->osis.
    Bedanya, satu ramah murah senyum, satu lagi sadis kaya psycho.
    Ada ap sih dengan senior yang menjabat osis? Sungguh menarik remaja lesbian.

  • akplaaa said:

    masa sekolah emang masa paling bahagia :)

  • tomBOY said:

    gw jg pernah kaya loe… ama k’ Venny…

  • Angelo said:

    haha..sptinya 1st sight qta mirip” ya..
    sama, gw jg, sama osis juga, k’ Memel..haha
    prasaan cantik bgt wkt itu..

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.