Home » Have Your Say, Sepocikopiana

Have Your Say: Dear Ayah

16 April 2010 82 views 9 Comments

water lilyHubungan kedekatan ayah dan anak kerap tidak menjadi kenangan bagi para lesbian. Tapi tidak bagi banyak orang. Banyak anak yang sangat dekat dengan ayahnya sampai mereka tak terpisahan. Dengarkan sahabat lesbian kita, Sitha yang bercerita tentang ayahnya.

Ibuku sudah lama meninggal sejak aku berumur delapan tahun. Aku masih ingat wajah ibu, tapi adikku yang sudah ditingga ibu ketika ia berusia tiga tahun tidak bisa mengingatnya dengan baik. Ada banyak foto ibu di rumah kami, tapi foto itu memudar dengan waktu yang berlanjut. Aku masih mengenang ibuku sebagai perempuan yang mencintai dan melahirkanku, tapi tidak ada yang mampu menyaingi rasa sayangku kepada ayah.

Ayah tidak menikah setelah ibu meninggal. Agak janggal memang. Biasanya seorang duda mencari seorang ibu untuk anak-anaknya yang ditinggalkan. Tapi ayahku tidak. Ia memiliki beberapa hubungan dekat dengan perempuan-perempuan selama aku tumbuh dan berkembang, tapi ia tidak pernah menikahi perempuan itu. “Papa terlalu sayang sama kamu,” katanya selalu pada aku dan adikku. “Papa tidak mau menghadirkan ibu tiri bagi kalian berdua.”

Aku tumbuh besar dengan perhatian penuh dari ayah. Kebetulan rumah kami adalah ruko, di mana lantai atas adalah rumah dan lantai bawah adalah toko bahan bangunan. Ayah bekerja di bawah, memudahkan dia untuk mengawasi aku dan adikku. Perhatian ayah tidak pernah berkurang sedikit pun, rasanya seperti memiliki orangtua lengkap dengan ayah yang seperti ayahku. Tiap sore, ayah pasti naik, meninggalkan tokonya dan diserahkan kepada staff untuk membantu aku dan adikku membuat pekerjaan sekolah dan belajar.

Aku merasakan orientasi seksualku berbeda sejak SMP. Aku menjadi semakin lebih tomboy daripada feminim. Ayah berkali-kali menasehatiku untuk lebih bersikap seperti layaknya perempuan, tapi berkali-kali pula aku gagal. Sepertinya aku tidak akan pernah bisa berhasil menjadi feminim.Teman-teman lelakiku sangat banyak dan aku tidak terlalu bergaul dengan teman-teman cewekku. Di umur 16 tahun, aku jatuh cinta dan merasakan keanehanku semakin menjadi-jadi.

Ayahku sepertinya mendeteksi hal itu. Tapi dia diam saja, dan aku juga masih terlalu bingung untuk menceritakan apa yang kurasa. Akhirnya aku kuliah dan bekerja, saat itulah aku sudah bisa lebih damai dan tenang menerima orientasi seksualku sebagai lesbian. Mula-mula aku coming out kepada adikku yang lelaki. Sebenarnya adikku bisa menerima keadaanku, tapi dia mengkuatirkan ayah kami. Adikku merekomendasikan agar tidak tidak perlu mengatakan apa-apa kepada ayah.

Tapi justru ayahlah yang mendatangiku. Biarpun dia tidak pernah terang-terangan mengatakan aku lesbian, tapi dari obrolan kami, ayah mengatakan bahwa dia tetap mendukung atas apapun pilihanku. Aku lega. Kuanggap itu suatu jalan yang direstui oleh ayah.

Sampai hari ini, aku dan ayah tetap dekat, tapi belum pernah kubawa pacarku ke hadapannya. Suatu hari, pasti akan kulakukan. Ayah, semoga Ayah tahu bahwa aku sangat menyayangimu.

@Sitha, SepociKopi, 2010

9 Comments »

  • Morning Dew said:

    teringat satu moment paling bersejarah dalam kehidupan-ku sbg wanita. Ayah-lah yang pertama kali mengajari-ku bagaimana memasang pembalut wanita saat menstruasi pertama-ku.

  • rani said:

    waw enak bisa coming out gt,,, mmmm kalo aku mah tak punya nyali sebesar itu ,,hebat hebat,,,,

  • oji said:

    bedanya adlh bokap menikah lg…
    meski msh berkomunikasi smp hr ini [br aja td pg tlp] tp tetap sj bliau blm merestui coming out-nya diriq…
    bgtupun dg 2 kakakq yg lain
    mrk tau tp menganggap isu ini tdk ada msk aq sudah membuat pengakuan
    ato mgkn mmg sebaiknya bgt?

  • Lafé said:

    Jd inget alm.bokap. Actually, 23th hdup 1 atap ma bokap,tnyata g ga prnah mengenal bokap dgn baik! My biggest regret!!! I havent done anything dat make him happy n proud :’( Mgkn krn bokap pendiam n g jg bgtu. Jd teramat sgt jrg qta bkomunikasi. U knw wot, I jst wanna say U’LL NEVA KNW WOT U HAVE ‘TILL IT’S GONE! Alwys do d best 4 da people u loved b4 it’s 2 late. I wish I could turn back da time!!!

  • Joe said:

    Smpai st ini,blm trpikirkn olh ku uTk c0ming ouT,

    bs2 aq sm kksh dipisahin lg:-(
    gx sanggup !!

    Buat sitha,
    smg kamu bs terus akur sma ayh kamu,.

  • A. Krisna said:

    Nice story sitha…
    never think to “coming out” to my parent coz I love them so much, let them understand by the time.
    @lafe: so sorry for that, but I feel that, parents usually proud of their childrens, stated or not..

  • Lafé said:

    @A.Krisna: thx

  • Zee_J said:

    Hmm, sungguh cerita yg mengagumkan. Seorang ayah yg mampu mengerti akan hal yg mgkn msh bnyak org tua yg laen tdk prnh mau mengerti.

  • Sarah said:

    father is my hero ! Aku udah coming out ke beliau..dia bilang dia hanya ingin yg terbaik untuk ku..love my father so

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.