Home » Humaniora, Tajuk

Tajuk: Kanker Serviks dan Kita

13 April 2010 108 views 4 Comments

spring_by_lillifredOleh: Nuha Guwa

Sebuah pesan masuk lewat hp pagi tadi, pesan dari seorang sahabat yang kiprahnya dalam hidup saya sangat tinggi. Seorang perempuan straight yang begitu menerima coming out saya apa adanya. Seseorang yang kemudian menjadi sangat istimewa dalam keseharian. Membantu saya meniti angan-angan kesuksesan, hidup sejahtera, dan bahagia bersama orangtua serta partner. Seseorang yang banyak memberi saya ruang untuk maju bersama kelesbianan. Tentu Tajuk kali ini bukan kisah lebay tentang sahabat saya tadi. Meskipun sebenarnya saya agak mellow, dan ingin rasanya menulis berlembar-lembar hal positif tentang dia. Pagi tadi ia mengabarkan bahwa uterus, ovarium, termasuk appendix yang nggak ada kaitannya dengan kanker serviks dalam tubuhnya baru saja dibuang. SMS itu secara tiba-tiba membuat saya linglung.

”Semua habis! Diangkat semua.”

Kanker serviks merupakan kanker yang tersering dijumpai di Indonesia. Yayasan Kanker Indonesia mencatat 8,000 perempuan setiap tahun meregang nyawa melawan penyakit ini. Bahkan dalam setahun, ditemukan 15,000 kasus baru kanker serviks pada wanita di Indonesia. Semoga kita atau orang-orang terkasih tidak lagi termasuk dalam angka yang sangat mengerikan tersebut. Yang paling seram lagi WHO mengeluarkan pernyatan bahwa kanker serviks menjadi penyebab kematian perempuan nomor dua di dunia setelah penyakit jantung koroner. Sementara itu banyak ahli kesehatan memprediksi setahun ke depan kanker serviks akan menjadi penyebab kematian wanita nomor satu, jika tidak dilakukan upaya deteksi dini dan pengobatannya. Oh, my God!

Barangkali banyak di antara kita tidak tahu sejauh mana bahaya kanker serviks itu sampai seseorang yang kita sayangi divonis mengidapnya, seperti keadaan linglung saya sekarang ini. Padahal begitu sering membacanya di media massa , dan acapkali sering ada penyuluhan dan bagian gosip teman-teman untuk melakukan pap smear rutin.

Sekali lagi, apa sebenarnya kanker serviks? Kanker ini konon trejadi pada area leher rahim atau serviks. Di sana terjadi pertumbuhan kelompok sel yang tidak normal. Serviks merupakan bagian rahim yang berhubungan dengan vagina. Penyebab utamanya adalah virus yang disebut Human Papilloma (HPV) yang memicu munculnya kanker.

Baiklah, coba kita kenali seperti apa sifat si Human Papilloma ini. Secara teori ia mudah ditularkan melalui hubungan seksual, namun penularan juga bisa terjadi meski tidak melakukan hubungan seksual, nah loh? Ya berhati-hatilah dalam keseharian menjaga kebersihan vagina, karena kekebalan virus ini sangat tinggi, bisa bertahan dalam suhu panas. Di Indonesia virus ini sepertinya sangat menggemari perempuan usia 40-45 tahun. Namun menurut catatan dunia HPV ini kerap menempel pada perempuan usia produktif antara 30-50 tahun. Meskipun belum mencapai usia tersebut barangkali kita perlu melakukan pencegahannya.

Tidak seperti virus kebanyakan yang dampaknya langsung kelihatan, infeksi HPV atau kanker serviks stadium dini berlangsung tanpa menimbulkan gejala sedikit pun sehingga penderita masih dapat menjalani kegiatan sehari-hari. Namun sebenarnya sel-sel serviks yang tidak normal yang disebut juga sebagai lesi pra-kanker tersebut bisa dideteksi dengan mudah jika dilakukan pemeriksaan rutin semacam pap smear tadi. Baiklah, lalu bagaimana jika status kanker lebih progresifitas atau stadium lanjut ? Coba kenali gejala-gejala yang dapat timbul ini, jika terjadi pendarahan spontan antara periode menstruasi rutin mesti dicurigai, atau jika timbul keputihan yang bercampur dengan darah dan berbau, nyeri panggul, gangguan atau bahkan tidak bisa buang air kecil, bagi yang berhubungan intim dengan pria (menikah) ada rasa nyeri ketika berhubungan seksual, jangan tunda menghubungi dokter!

Pembunuh nomor wahid ini sangat ganas menggerogoti rahim, padahal sebenarnya sangat mudah dicegah. Di luar sana , pencegahan paling populer dengan memberikan vaksinasi pada perempuan yang belum menikah mulai usia 9 tahun. Vaksin HPV dapat membantu memberikan perlindungan terhadap beberapa tipe HPV yang dapat menyebabkan masalah dan komplikasi seperti kanker serviks dan genital warts. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada perempuan muda sedini mungkin, karena tingkat imunisasi tubuh serta pertumbuhan dan reproduksi sel di area serviks masih sangat baik.

Karena resiko berkembangnya infeksi menjadi kanker serviks adalah 3-10 kali lebih tinggi pada perempuan yang tidak menjalankan deteksi dini secara teratur. Bagi perempuan yang sudah melakukan hubungan seksual dengan pria, diwajibkan melakukan deteksi dini secara rutin. Hal ini dapat mendeteksi sel abnormal, lesi pra-kanker dan kanker serviks namun tidak dapat mencegah terjadinya infeksi HPV. Kanker serviks yang ditemukan pada stadium dini dan diobati dengan cepat dan tepat dapat disembuhkan.

Kita barangkali paling sering menghabiskan uang untuk menopang keindahan bagian wajah, namun melupakan perawatan yang lebih demi kesehatan bagian terindah antara dua bagian paha kita tersebut. Tetaplah menjaga kebersihan vagina, tukar sesering mungkin pembalut di saat menstruasi, berhati-hatilah dengan kebersihan disaat berhubungan intim. Jari yang kotor, kuku yang panjang merupakan tempat nyaman bagi kuman. Katakan tidak pada pasangan yang memiliki kuku panjang jika ia ingin memasukkan jari-jari tersebut ke dalam vagina kita. Minta ia merapikan dan membersihkan kuku sebelum berhubungan intim. Sejauh ini belum ditemukan korelasi apakah penyebab kanker rahim juga diakibatkan, kotornya kuku, panty liner atau pembalut. Yang jelas satu-satunya pembunuh rahim kita hanya virus bernama keren itu, Human Papilloma! Tapi tidak ada salahnya jika kita mencegah semua hal tersebut terjadi dengan menjaga kebersihan sekitar vagina.

Oya, bagi yang mau vaksin, silahkan mendatangi dokter ahli kandungan harga vaksinnya per paket, totalnya memang agak mahal yakni sekitar 3 juta 250 ribu rupiah. Tergantung dokternya sih, bisa dicicil berdasarkan waktu penyuntikan. Vaksinasi dilakukan 3 kali misal suntikan pertama bulan April bisa bayar 800 ribu rupiah, suntikan kedua bulan Juni, suntikan selanjutnya bisa empat atau lima bulan kemudian, dengan jumlah bayaran yang sama. Yuk, selamatkan lesbian Indonesia dari kanker serviks, tentu dengan memulainya dari diri sendiri, baru kemudian orang-orang terkasih.

@Nuha Guwa, SepociKopi, 2010

4 Comments »

  • Zee said:

    Ayo kita selamatkan diri kita sndiri,trus keluarga,,kmudian org sekampung/sekota,seprovinsi,,se indonesia bhkan sedunia,dari kanker serviks yg dpt mengundang sang maut !!

    Note: selamatkn kaum hawa nya aja,,cause, kaum adam gak mungkin mendrita kanker serviks..
    Kalau ada yg bahas mslh kanker prostat itu baru masalah kaum adam.

  • Magda said:

    Thanx bt informasinya. Pasti sangat berguna bt banyak org. Terutama cew2 kyk qt.

  • Joe said:

    Mari slmtkn kaum Qt dr kanker serviks,
    jgn biarkn org yg Qt syg direnggt olh virus mmtikan itU(yg gx qt syg juga hrz tTp qt slmtkn,jgn eg0is!)

    ayo budayakn hdp brsiH,.!
    & jgn lp,panties@ di gnti miniml 2x shari,
    jgn ampe b’mggu2 gt,(hihi. . .)

  • noy said:

    kmarin d tv, anissa n juwita bahar
    mberikan bansos kpd seorang
    remaja brusia 14 th yg tlah tkena kanker serviks

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.