Have Your Say: Lima Tahun Mencintainya
Kesempatan memiliki banyak waktu dan kebersamaan dengan kekasih hati memang menyenangkan. Tapi ketika intensitas kebersamaan semakin tinggi, mampukah kita mengatasi kebosanan dan berbagi masalah yang datang seiring waktu? Dengarlah penuturan sahabat kita, AndroMedha, yang berjuang untuk hubungannya yang pernah nyaris berakhir namun berhasil dipertahankan hingga bilangan lima tahun.
Aku nggak tau harus memulai dari mana, karena apa yang terjadi sampai saat ini awalnya aku anggap kebetulan. Walaupun aku sendiri meyakini bahwa nggak ada hal yang kebetulan. Ok, saya akan mulai dari hal yang pada umumnya dirasakan semua orang pada saat terpuruk karena roda kehidupan sedang bergulir di titik terbawah, saat kehidupan seolah tidak berpihak, saat teman-teman mulai menjauh hingga masalah keluarga yang menumpuk.
Aku mengalami fase dimana semangatku hilang, bahkan aku nyaris tidak menyelesaikan kuliahku, aku sempat pindah-pindah kuliah demi berdekatan dengan teman-temanku.
Di tempat kuliahku inilah aku bertemu dengan partnerku sekarang. Nggak ada sedikitpun dalam benakku dan partner bahwa kita akan menjadi pasangan yang sampai saat ini berjalan hampir lima tahun. Kami teman satu kelas, dia adalah anak yang smart dan rajin. Saking rajinnya, kalau ada tugas semua teman satu kelas akan nyontek hasil pekerjaannya, termasuk aku. Keakraban kami berlanjut saat aku berrgabung dalam organisasi kemahasiswaan dimana partnerku bergabung juga di dalamnya.
Kami sering melakukan kegiatan bareng, aku sering menelponya untuk sharing, menanyakan tugas, curhat atau hanya sekedar menanyakan “lagi apa?”, “sudah nyampe belum?” dan hal-hal sederhana lainnya. Rasa nyaman mengetahui kabarnya lambat laun menjadi kebutuhan buatku. Bahkan kekhwatiranku semakin menjadi ketika partnerku jatuh sakit saat kami sedang menjadi panitia kegiatan outbound.
Kedekatan dan kenyamanan ini membuat kami saling memotivasi untuk lulus kuliah dengan nilai yang memuaskan. Semua berjalan layaknya persahabatan. Hingga suatu ketika kami melakukan “sesuatu” yang tidak diharapkan (atau mungkin diharapkan).
Setelah kejadian itu partner menginginkan sebuah komitmen antara kami. I didn’t know what to say, karena aku tidak pernah punya komitmen dengan perempuan. Tapi karena kecintaanku padanya, aku berani untuk menyatakan komitmen cinta dan kami pun mendeklarasikan hubungan kami walaupun hanya kami berdua yang tau.
Kami sempat bekerja di tempat yang berbeda. Tapi saat aku resign dari tempat lama kebetulan ada lowongan di tempat partnerku bekerja hingga sampai sekarang kami bekerja di tempat yang sama, satu divisi yang sama, bahkan di posisi yang sama. Beruntung juga, sekarang kami bisa meneruskan kuliah di kampus dan jurusan yang sama.
Semua berjalan tanpa halangan yang berarti. Tapi ternyata kuantitas kebersamaan tanpa kualitas seperti hanya menggugurkan kewajiban saja. Sering bersama ternyata tidak selalu membuat hubungan menjadi indah. Jamur kebosanan mulai tumbuh, sikap posesif mulai menggila, timbul keresahan saat teman-teman kantor mulai curiga dengan hubungan kami yang mereka ketahui sebagai saudara sepupu. Hal-hal seperti ini ternyata bisa menyulut pertengkaran-pertengkaran kecil. Misalnya hanya gara-gara kelamaan pesen makanan, kelamaan nunggu saat mau pulang bareng atau saat atasan nyindir dengan kata-kata “pasangan yang cocok” yang bikin partner nggak pengen keliatan sering bersamaku, dsb.
Sampai pada satu pertengkaran besar membuat kami sempat ingin mengakhiri hubungan ini. Kejadian ini kerena sikap cemburuku yang berlebihan karena melihat isi e-mail partner yang isinya menyatakan bahwa dia ingin mencari kenyamanan dari orang lain, saat partner merasa aku mengekangnya. Aaargh… seperti kena sambaran petir di siang bolong
Tapi akhirnya kami menyadari bahwa permasalahan ini bukan sekedar masalah cemburu atau masalah nyaman, namun juga kami harus lebih peka terhadap lingkungan sekitar, aku dan partner harus lebih terbuka tapi tetap menghargai privacy masing-masing, saling menjaga kepercayaan dan positive thinking. Dan ternyata rasa sayang kami terlalu besar untuk bisa memutuskan berpisah. Karena kalau aku kehilangan dia berarti aku juga kehilangan seorang adik, teman diskusi, teman makan sampe perut nggak kuat lagi nampungnya, sahabat, guru tentang banyak hal, partner in crime dan partner in bed tentunya.
Apa yang sudah aku dan partner jalani semua jadi proses pembelajaran kami berdua. Yang kami lakukan sekarang adalah do our best buat diri sendiri, pasangan, orang tua dan lingkungan sekitar. Kami ingin menunjukkan bahwa Don’t judge people by their personal life but their personality and achievement. Walaupun kami sama-sama pernah meraih predikat best employee, bisa membiayai hidup sendiri, tapi kami merasa masih banyak hal yang belum kami raih.
Kami memiliki seorang teman straigh yang mengetahui hubungan kami. Selain itu keberadaan Sepocikopi juga menambah kaya cara pemikiran kami, keberadaan lingkungan yang memahami kami membuat perasaan kami sedikit lebih relieve dan memotivasi kami untuk melakukan hal-hal yang lebih baik lagi.
Ternyata semua yang terjadi bukan kebetulan belaka. Semua sudah jadi jalanNya. Yang paling penting dari semuanya adalah selalu berpikiran baik padaNya. Dan buat mySerenadeLuna, sampai saat ini I can’t tell u the reasons why I love U, cuz I just want to.
@AndroMedha, SepociKopi, 2010









Do your best … Utk layang2 indah yg kmu miliki sekarang
sy dgn pasangan taun ini juga masuk tahun ke 5..
Kami LDR slama ini..kami hny mengandalkan kualitas kmunikasi sj..
Kunci kbrhasilan hub ya memang ktrbukaan..n sjauh ini hub kami slalu hangat stiap hari seperti br jadian…:-)
Mt brbhagia untk kalian..
We’ve been together for a while now
We’re growing stronger everyday now
It feels so good and there’s no doubt
I will stay with you as each morning brings sunrise
And the flowers bloom in springtime
On my love you can rely
And I’ll stay with you
Though relationships can get old
They have the tendency to grow cold
We have something like miracle
Yeah, and I’ll stay with you
Oh I’ll stay with you through the ups and the downs
Oh I’ll stay with you when no one else is around
And when the dark clouds arrive
I will stay by your side
I know we’ll be alright
I will stay with you
Dear my AndroMedha…you know how i love this song very much, it fits our relationship perfectly
i love u
buseeettt.. romantis amat ni serenade sm amdromedha. ngalahin anang sama syahrini. may happiness always bless both of u.
Huhu..ngriiiii mmoooddeee ON..
Langgeennnggggg yah buat kaliaannn^^
Perfect……….
keren… ^^
5 tahun ?lama banget..aku ma partner baru mau 1 tahun..moga aku dan dia bisa selanggeng kalian ^^
hebatt..selamat y
usia relationship menjelang 4 tahun keatas memang rawan, spt yg udah di tulis “jamur jamur kebosanan”.
i’ve been there too..
hati2 dengan teman curhat partner yang mengaku teman apalagi yg mmg sdh mengincar partner dan mengendap endap menunggu kalian sdg ada masalah, lebih baik diselesaikan dengan komunikasi yg baik.
kalau mmg sdh tdk cocok lbh baik diakhiri dengan baik2, bukan dengan diam diam jadian.
meski bukan hukum rimba berlaku, namun ketika kita pernah “mengerecoki” hubungan couple lain, percayalah cepat atau lambat kita juga bisa mengalami hal yang sama (dikerecoki).
cheers..
Sweet
umm,,bgtu mnyenangkan ..
aq jg ingin sprti itu,,wlpun st ni aq rapuh dgn hub q..’
V,aq ykin swtu saat aq bkln dpt hal yg lbh mxenagkn,,wlpun g sempurna V,aq ttep gen bahagia…
so nice bwt andromeda n serenade Luna…
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments