Home » Bumbu Rahasia, Sepocikopiana

Malari Lesbus

1 April 2010 400 views 25 Comments

snowOleh: Ade Rain

Suasana mall memang menggelora; bau benda-benda baru menyeruak keluar masuk. Bagi yang shopaholic bau pabrik seolah aroma makanan lezat. Lihat desain sun glasses Moschino, Oliver Peoples, Dior at Safilo… waduh kerennya Miu miu David Clulow, Saint Laurent yang ciamik. Dari sana agak memutar ada Mango, sedang diskon 20 %, harganya sungguh menggoda! Di Zara ada sale winter jacket keren abis. Mampir deh! Nyerah! Aku menggesek kartu yang nilainya berupa beberapa lembar uang seratus ribuan, cukup. Cukup. Tiba-tiba aku teringat kata-kata eks patner: “Masih banyak orang miskin!” Buru-buru aku meninggalkan bebauan belanja!

Belum usai godaan tadi, ada promosi lingerie dan satin bra di Debenhamm. Yes, bra! Tengah asyik-asyiknya aku meneliti bra tiba-tiba mataku kepergok seseorang perempuan. Sepertinya aku melihatnya di lantai dasar, loh kok…? Ia mengendap-ngendap dariku, berpura-pura tidak melihat. Ketika kudekati, ia membelakangiku seakan menganggapku manekin. Ketika aku ke depannya, ia malah menimang-nimang baju, menarik-narik bekas jahitan, melihat ke dalamnya, seolah-olah segerombolan sarang semut tengah membuat sarang di sana. Aku berharap dia berbalik ke arahku, tapi dia acuh.

“Sstt, seseorang mengikutiku, Nak. Seseorang sedang menguntit.”

Di ruang ganti, aku dan Sulung bersalin pakaian. Sulung memakai kemejaku, aku memakai kaus seksinya. Kami memisahkan diri, berjanji bertemu di tempat parkir. Sulung keluar lebih dulu, aku menyusul beberapa menit kemudian. Benar saja cewek itu mengikuti Sulung. Kami berkomunikasi lewat Blackberry Messenger. Tuhan, hari gini masih ada yang menguntit ternyata. Kuikuti perempuan misterius tadi. Dia mengekor Sulung ke arah parkir mobil. Tiba-tiba dia berhenti dan menerima telpon. Dengan seketika ia berbalik arah. Aha, gantian aku berpura-pura tidak melihat. Ampun, Tuhan! Dia menemui seseorang! Oh, dia? Lesbian yang berani mati mengejar-ngejar itu? Dia belum kapok meski pernah kuancam? Melihat perempuan itu lagi rasa-rasanya aku capek jadi lesbian. Bukan apa-apa dia benar-benar stalker sejati!

Tuhan sedang mengajariku ilmu jiwa, biar aku lulus jadi manusia. Soalnya, akhir-akhir ini banyak sekali tes-tes yang dibuat-Nya untuk mengukur seberapa kental kelesbiananku. Nih contohnya lagi, masih dalam situasi gamang dengan urusan cinta pribadi antara aku dan eks, muncul masalah lain, kali ini berasal dari seorang yang kuanggap sahabat. Entah setan apa yang membuatnya membeberkan semua curhatku pada salah seorang mantanku yang lain. Dia mengaku sahabatku loh! Tapi tega membagi semua rahasia kami ke seseorang yang sepatutnya nggak perlu tau akan semua itu!

Oke, kapok? Ya, udah merasa bonyok nih! Tobat jadi lesbian? Entah! Hati masih penyok dengan masalah tak sengaja dari teman lesbian ke teman lesbian lain, akhirnya aku mengenal rantai makanan eh rantai borgol, eh maksudnya rantai persahabatan lesbian lain. Sebut saja Jamila. Jamil ini benar-benar cewek te-o-pe-be-ge-te! Tidak ada yang kurang darinya, segala yang ada di dunia dia punya. Barangkali dengan berstandarkan hal tersebut ia berpikiran dapat memiliki siapa saja termasuk diriku.

Mulailah petulangannya mencari-cari cara agar bertemu denganku, mencuri informasi semua tentang aku. Perempuan sekaliber James Bond itu memang canggih menemukan semua data pribadi. Sampai aku makan siang di mana, jam berapa, dia berhasil nongkrong sebelum aku datang. Itu belum apa-apa, dia juga tahu semua detil masa laluku, karirku, nama ikan peliharaanku, majalah langganan, sampai merek parfum yang terakhir kali bisa dideteksi! Ia membuat hidupku penuh ketakutan.

Mulai dari judul drama “Lesbian Digamang Cinta”, “Teganya Sahabat Lesbian”, “Dikejar Lesbian Tajir” “Di-voodoo Lesbian Penyihir”, apalagi? Belum, ini belum selesai. Masih dalam kurun waktu yang nggak begitu jauh, ada kejadian lagi. Suatu kali aku harus berangkat ke sebuah ibu kota negara tetangga. Setelah pekerjaan selesai, aku dibawa berkeliling kota oleh teman lesbian yang sudah lama kukenal dan pernah berkunjung ke Indonesia juga. Ia menyetir mobil dan aku duduk di sampingnya. Rasa tenang memang mahal, malam semakin larut. Usai mengunjungi salah seorang teman lain agak di luar kota, akhirnya kami pulang pukul dua dini hari. Entah setan apa, tiba-tiba tangannya menggenggam tanganku dan membawa ke pahanya. Sementara dua teman di belakang kami hanya cengengesan. Pelecehan! Aku mual! Aku lolos dari mereka setelah diselamatkan teman-teman straight-ku; tentu dengan kisah sinetron yang teramat panjang juga! Capek deh!

Seluruh energi lesbianku rontok, gugur, jatuh ke jurang, di sana langsung di mangsa harimau lapar, sisa badan diinjak rombongan gajah. Sudah jadi puing dan serpihan dikerubuti semut. Remah-remahnya dikerubuti virus salmonela. Makhluk hidup semacam manusia yang nggak sengaja memegang sisa-sisa dagingku dan lupa cuci tangan bakal langsung kena tipus akut! Cobaan bertubi-tubi itu membuatku terkena penyakit kronis bernama malari lesbus. Semua yang berbau lesbian membuatku, demam, sakit kepala, gatal-gatal, dan pusing. Kalau lagi berdenyut, aku cuma sanggup tiduran. Kalau dikategorikan kanker, ini stadium dua.

Sulung bilang duniaku terbalik. Ia benar. Ketika sakit begini, nalar normalku tak bisa lagi jalan. Aku menjadi kasar kepada teman-teman lesbian, sama sekali tidak bisa membedakan mana lesbian baik dan tidak. Dalam keadaan sakit begini, aku tidak sanggup bergaul dengan teman-teman lesbian mana pun. Tiga bulan merangkak pergi. Aku masih belum berhubungan dengan lesbian, rasanya memang ada yang kurang tapi sekaligus ada beban berat yang juga ikut berkurang. Keindahan dan ketakutan tidak bisa berdampingan. Rasa takutku masih besar dan aku belum bisa merasakan kembali keindahan bergaul dengan lesbian.

Semuanya sungguh berbalik. Jika dulu euphoria kehidupan mal berarti bau menarik, kini malah sebaliknya. Jika dulu aku beranggapan bertemu dengan lesbian di dunia nyata sama asyiknya seperti jalan-jalan di mal, tapi kini apa itu tadi? Mal (baca: lesbian)? Ah, kini hatiku bokek untuk cuci mata. Seleraku juga katro dan tertukar. Aku lebih menyukai bau buku bapuk dari toko buku bekas, sendirian bersandal jepit di bioskop, menyepi di balik dinding berwarna pucat, atau menghilang di akhir pekan ke dalam hutan hujan.

@Ade Rain, SepociKopi, 2010

25 Comments »

  • rani said:

    ya uda insyaf aja jd lesbi trus hidup normal..nikah dan puny anak toh betul betul btul…

  • klasik said:

    biar kejar-kejaran nya brmanfaat,mending lo semua ikut pelatnas,misalnya jd atlit maraton gtu,jadi kan selain kejar-kejaran,lo bisa mengharumkan nama bangsa,sehat n dapet duit..

  • Danish said:

    wew, sadis amat pengalaman2 burukna..
    well, ga semua jahat kan? aq baik kok.. hehe..

    masalah selera.. emang yg kayak gitu katro ya? aq juga suka buku bekas, sendirian ke bioskop pake sendal jepit n menyendiri dikamar.. tapi asik aja tuh.. apa adanya toh..

  • van said:

    peace = expensive

  • Dan M said:

    Tenangin diri aja dulu. Mumpung liburan.
    Tp kalo lg nenangin dirinya, bareng teman straight.
    Plus ada teman cowok jg. Yah setidaknya lesbian-lesbian yg berkeliaran di mall, gak berani dekat-dekat.

  • meliâ said:

    smangat ya de,mudah2 bisa kembali ceria lagi…mel ga bs ngomong apa2,berhubung sepertinya de lbh pengalaman dan luas pergaulan di dunia L.jgn lama2 ya kena penyakitnya ^^

  • dazzle said:

    Been there done that…back and forth and back :)
    Hang in there, babe

  • Magda said:

    Wah kl ade rain aja bisa kena penyakit gt. Gmn gw? G usah sampe segitu-gitunya kl trauma, kan g semua jahat. Tp emang lbh baik ade menenangkan diri dl. Biar lbh baik.

  • Lafé said:

    Wkakak,sori. Ahahaha,eh sori. Lebay ah critanya!

  • PoLuted_Mind said:

    wow…memang lesbian drama ada ya..
    tapi omong tentang baik-dan tidak, tergantung orangnya, bukan karena dia lesbian atau tidak.
    dan pengalaman-pengalaman seperti itu, memberi pelajaran hidup, moga Ade diberik ketabahan menghadapinya.

  • Tuyus said:

    Kata orang bijak, manfaat terjatuh adalah agar kita dapat belajar berdiri kembali. I pray the best for you, AR.
    @ Lafe : kamu lucu ya…

  • Joanna said:

    Ya ampun kk ku,sibuk bgt dong ngelayanin orang-orang aneh.Duh kasian kk,karena terlalu TOP tuh k.

  • lushka said:

    ahahaha..saking kerennya ya Kak? Yuk sini maen ama kita aja. kita ga gigit ataupun kurang ajar megang2 paha, kita ga segitu homonya kok..hihi. Ntr kita makan duren bareng sambil maen gundu dan bergunjing masalah sosial ga cuma ngobrolin lesbian…yuk yuk yuk

  • Rie Y said:

    jd tkt….

  • wangi said:

    knp y? Ak cm bc judulny tp udah tw itu artikel pasti curhatan nya si ade rain.wkaka
    btw, ikt dong kak ke htn hjn. Sendal ku yg sbelah msh ketinggalan disana. LOL.

  • Tim said:

    Welcome to the katro club.
    Yay :)

  • rain_bow said:

    ntar juga recover kok rain, no worries. perlu waktu aja. yang penting ati2 jangan berteman dengan yang beresiko.

  • Shiena said:

    I like it

  • Lafé said:

    @Tuyus: sbnarnya yg lucu ntu si ade rain. Dunia L mang kyk drama bgt n ade rain such a drama queen alias lebay. Btw,tuyus, nice 2 knw U

  • Lafé said:

    For ade rain, dnt get me wrong ya. Ga prnah ad mksd mnghina ato mencela. G jstru mengagumi tulisan2 lo,but dis time lebay ah (lucu2an aj c)!

  • wombee said:

    better temenan ma straight…
    @ danish : i know u.sendal jepit.u on my eyes.

  • Tuyus said:

    @ Lafe : as far as I know she is a queen. Or was she ?

  • Lafé said:

    @Tuyus: she is indeed a drama queen!

  • tweet-tweet said:

    buat jaga2 aja, mulai sekarang selalu bawa alat setrum kecil banyak tuh modelnya
    ada yang kek ballpen dll
    pepper spray juga ampuh looh

  • Joy said:

    ibarat gelombang ada pasang dan surut…
    yahhh nikmati sja saat pasang dan surut, toh semunaya akan tetap indah dan menjadi kenangan manis

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.