Malari Lesbus
Oleh: Ade Rain
Suasana mall memang menggelora; bau benda-benda baru menyeruak keluar masuk. Bagi yang shopaholic bau pabrik seolah aroma makanan lezat. Lihat desain sun glasses Moschino, Oliver Peoples, Dior at Safilo… waduh kerennya Miu miu David Clulow, Saint Laurent yang ciamik. Dari sana agak memutar ada Mango, sedang diskon 20 %, harganya sungguh menggoda! Di Zara ada sale winter jacket keren abis. Mampir deh! Nyerah! Aku menggesek kartu yang nilainya berupa beberapa lembar uang seratus ribuan, cukup. Cukup. Tiba-tiba aku teringat kata-kata eks patner: “Masih banyak orang miskin!” Buru-buru aku meninggalkan bebauan belanja!
Belum usai godaan tadi, ada promosi lingerie dan satin bra di Debenhamm. Yes, bra! Tengah asyik-asyiknya aku meneliti bra tiba-tiba mataku kepergok seseorang perempuan. Sepertinya aku melihatnya di lantai dasar, loh kok…? Ia mengendap-ngendap dariku, berpura-pura tidak melihat. Ketika kudekati, ia membelakangiku seakan menganggapku manekin. Ketika aku ke depannya, ia malah menimang-nimang baju, menarik-narik bekas jahitan, melihat ke dalamnya, seolah-olah segerombolan sarang semut tengah membuat sarang di sana. Aku berharap dia berbalik ke arahku, tapi dia acuh.
“Sstt, seseorang mengikutiku, Nak. Seseorang sedang menguntit.”
Di ruang ganti, aku dan Sulung bersalin pakaian. Sulung memakai kemejaku, aku memakai kaus seksinya. Kami memisahkan diri, berjanji bertemu di tempat parkir. Sulung keluar lebih dulu, aku menyusul beberapa menit kemudian. Benar saja cewek itu mengikuti Sulung. Kami berkomunikasi lewat Blackberry Messenger. Tuhan, hari gini masih ada yang menguntit ternyata. Kuikuti perempuan misterius tadi. Dia mengekor Sulung ke arah parkir mobil. Tiba-tiba dia berhenti dan menerima telpon. Dengan seketika ia berbalik arah. Aha, gantian aku berpura-pura tidak melihat. Ampun, Tuhan! Dia menemui seseorang! Oh, dia? Lesbian yang berani mati mengejar-ngejar itu? Dia belum kapok meski pernah kuancam? Melihat perempuan itu lagi rasa-rasanya aku capek jadi lesbian. Bukan apa-apa dia benar-benar stalker sejati!
Tuhan sedang mengajariku ilmu jiwa, biar aku lulus jadi manusia. Soalnya, akhir-akhir ini banyak sekali tes-tes yang dibuat-Nya untuk mengukur seberapa kental kelesbiananku. Nih contohnya lagi, masih dalam situasi gamang dengan urusan cinta pribadi antara aku dan eks, muncul masalah lain, kali ini berasal dari seorang yang kuanggap sahabat. Entah setan apa yang membuatnya membeberkan semua curhatku pada salah seorang mantanku yang lain. Dia mengaku sahabatku loh! Tapi tega membagi semua rahasia kami ke seseorang yang sepatutnya nggak perlu tau akan semua itu!
Oke, kapok? Ya, udah merasa bonyok nih! Tobat jadi lesbian? Entah! Hati masih penyok dengan masalah tak sengaja dari teman lesbian ke teman lesbian lain, akhirnya aku mengenal rantai makanan eh rantai borgol, eh maksudnya rantai persahabatan lesbian lain. Sebut saja Jamila. Jamil ini benar-benar cewek te-o-pe-be-ge-te! Tidak ada yang kurang darinya, segala yang ada di dunia dia punya. Barangkali dengan berstandarkan hal tersebut ia berpikiran dapat memiliki siapa saja termasuk diriku.
Mulailah petulangannya mencari-cari cara agar bertemu denganku, mencuri informasi semua tentang aku. Perempuan sekaliber James Bond itu memang canggih menemukan semua data pribadi. Sampai aku makan siang di mana, jam berapa, dia berhasil nongkrong sebelum aku datang. Itu belum apa-apa, dia juga tahu semua detil masa laluku, karirku, nama ikan peliharaanku, majalah langganan, sampai merek parfum yang terakhir kali bisa dideteksi! Ia membuat hidupku penuh ketakutan.
Mulai dari judul drama “Lesbian Digamang Cinta”, “Teganya Sahabat Lesbian”, “Dikejar Lesbian Tajir” “Di-voodoo Lesbian Penyihir”, apalagi? Belum, ini belum selesai. Masih dalam kurun waktu yang nggak begitu jauh, ada kejadian lagi. Suatu kali aku harus berangkat ke sebuah ibu kota negara tetangga. Setelah pekerjaan selesai, aku dibawa berkeliling kota oleh teman lesbian yang sudah lama kukenal dan pernah berkunjung ke Indonesia juga. Ia menyetir mobil dan aku duduk di sampingnya. Rasa tenang memang mahal, malam semakin larut. Usai mengunjungi salah seorang teman lain agak di luar kota, akhirnya kami pulang pukul dua dini hari. Entah setan apa, tiba-tiba tangannya menggenggam tanganku dan membawa ke pahanya. Sementara dua teman di belakang kami hanya cengengesan. Pelecehan! Aku mual! Aku lolos dari mereka setelah diselamatkan teman-teman straight-ku; tentu dengan kisah sinetron yang teramat panjang juga! Capek deh!
Seluruh energi lesbianku rontok, gugur, jatuh ke jurang, di sana langsung di mangsa harimau lapar, sisa badan diinjak rombongan gajah. Sudah jadi puing dan serpihan dikerubuti semut. Remah-remahnya dikerubuti virus salmonela. Makhluk hidup semacam manusia yang nggak sengaja memegang sisa-sisa dagingku dan lupa cuci tangan bakal langsung kena tipus akut! Cobaan bertubi-tubi itu membuatku terkena penyakit kronis bernama malari lesbus. Semua yang berbau lesbian membuatku, demam, sakit kepala, gatal-gatal, dan pusing. Kalau lagi berdenyut, aku cuma sanggup tiduran. Kalau dikategorikan kanker, ini stadium dua.
Sulung bilang duniaku terbalik. Ia benar. Ketika sakit begini, nalar normalku tak bisa lagi jalan. Aku menjadi kasar kepada teman-teman lesbian, sama sekali tidak bisa membedakan mana lesbian baik dan tidak. Dalam keadaan sakit begini, aku tidak sanggup bergaul dengan teman-teman lesbian mana pun. Tiga bulan merangkak pergi. Aku masih belum berhubungan dengan lesbian, rasanya memang ada yang kurang tapi sekaligus ada beban berat yang juga ikut berkurang. Keindahan dan ketakutan tidak bisa berdampingan. Rasa takutku masih besar dan aku belum bisa merasakan kembali keindahan bergaul dengan lesbian.
Semuanya sungguh berbalik. Jika dulu euphoria kehidupan mal berarti bau menarik, kini malah sebaliknya. Jika dulu aku beranggapan bertemu dengan lesbian di dunia nyata sama asyiknya seperti jalan-jalan di mal, tapi kini apa itu tadi? Mal (baca: lesbian)? Ah, kini hatiku bokek untuk cuci mata. Seleraku juga katro dan tertukar. Aku lebih menyukai bau buku bapuk dari toko buku bekas, sendirian bersandal jepit di bioskop, menyepi di balik dinding berwarna pucat, atau menghilang di akhir pekan ke dalam hutan hujan.
@Ade Rain, SepociKopi, 2010









ya uda insyaf aja jd lesbi trus hidup normal..nikah dan puny anak toh betul betul btul…
biar kejar-kejaran nya brmanfaat,mending lo semua ikut pelatnas,misalnya jd atlit maraton gtu,jadi kan selain kejar-kejaran,lo bisa mengharumkan nama bangsa,sehat n dapet duit..
wew, sadis amat pengalaman2 burukna..
well, ga semua jahat kan? aq baik kok.. hehe..
masalah selera.. emang yg kayak gitu katro ya? aq juga suka buku bekas, sendirian ke bioskop pake sendal jepit n menyendiri dikamar.. tapi asik aja tuh.. apa adanya toh..
peace = expensive
Tenangin diri aja dulu. Mumpung liburan.
Tp kalo lg nenangin dirinya, bareng teman straight.
Plus ada teman cowok jg. Yah setidaknya lesbian-lesbian yg berkeliaran di mall, gak berani dekat-dekat.
smangat ya de,mudah2 bisa kembali ceria lagi…mel ga bs ngomong apa2,berhubung sepertinya de lbh pengalaman dan luas pergaulan di dunia L.jgn lama2 ya kena penyakitnya ^^
Been there done that…back and forth and back
Hang in there, babe
Wah kl ade rain aja bisa kena penyakit gt. Gmn gw? G usah sampe segitu-gitunya kl trauma, kan g semua jahat. Tp emang lbh baik ade menenangkan diri dl. Biar lbh baik.
Wkakak,sori. Ahahaha,eh sori. Lebay ah critanya!
wow…memang lesbian drama ada ya..
tapi omong tentang baik-dan tidak, tergantung orangnya, bukan karena dia lesbian atau tidak.
dan pengalaman-pengalaman seperti itu, memberi pelajaran hidup, moga Ade diberik ketabahan menghadapinya.
Kata orang bijak, manfaat terjatuh adalah agar kita dapat belajar berdiri kembali. I pray the best for you, AR.
@ Lafe : kamu lucu ya…
Ya ampun kk ku,sibuk bgt dong ngelayanin orang-orang aneh.Duh kasian kk,karena terlalu TOP tuh k.
ahahaha..saking kerennya ya Kak? Yuk sini maen ama kita aja. kita ga gigit ataupun kurang ajar megang2 paha, kita ga segitu homonya kok..hihi. Ntr kita makan duren bareng sambil maen gundu dan bergunjing masalah sosial ga cuma ngobrolin lesbian…yuk yuk yuk
jd tkt….
knp y? Ak cm bc judulny tp udah tw itu artikel pasti curhatan nya si ade rain.wkaka
btw, ikt dong kak ke htn hjn. Sendal ku yg sbelah msh ketinggalan disana. LOL.
Welcome to the katro club.
Yay
ntar juga recover kok rain, no worries. perlu waktu aja. yang penting ati2 jangan berteman dengan yang beresiko.
I like it
@Tuyus: sbnarnya yg lucu ntu si ade rain. Dunia L mang kyk drama bgt n ade rain such a drama queen alias lebay. Btw,tuyus, nice 2 knw U
For ade rain, dnt get me wrong ya. Ga prnah ad mksd mnghina ato mencela. G jstru mengagumi tulisan2 lo,but dis time lebay ah (lucu2an aj c)!
better temenan ma straight…
@ danish : i know u.sendal jepit.u on my eyes.
@ Lafe : as far as I know she is a queen. Or was she ?
@Tuyus: she is indeed a drama queen!
buat jaga2 aja, mulai sekarang selalu bawa alat setrum kecil banyak tuh modelnya
ada yang kek ballpen dll
pepper spray juga ampuh looh
ibarat gelombang ada pasang dan surut…
yahhh nikmati sja saat pasang dan surut, toh semunaya akan tetap indah dan menjadi kenangan manis
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments