Home » Humaniora, Telezkop

te.Lez.kop: DIY

31 March 2010 149 views 17 Comments

woman-in-bedOleh: Shinigami

Yang menyangka tulisan ini tentang Daerah Istimewa Yogyakarta dapat telur bebek alias nol besar. DIY di sini adalah singkatan dari Do It Yourself, sebuah konsep yang mungkin kalau dicari padanannya dalam bahasa Indonesia bisa merujuk kepada konsep swakarya. Slogan DIY ini sempat populer di kalangan punk dan skinhead di luar negeri, khususnya Inggris, ketika mereka pertama kali terbentuk pada sekitar tahun 1980-an. Kira-kira, yang mau mereka sampaikan adalah jangan bergantung kepada orang, kerjakan sendiri. Jadi, apakah kita akan membahas tentang bekerja keras dan bersikap mandiri dalam memenuhi kebutuhan kita? Hmmm… iya sih. Dalam hal seksual tapinya, alias masturbasi. Hehehe….

Saya selalu heran dengan teman-teman lesbian yang sering berkomentar tidak bisa memenuhi hasrat seksualnya lantaran tidak punya pacar. Oh please, seperti yang enggak kenal kata masturbasi aja. Kalau hal yang dibicarakan di sini hanyalah menjawab hasrat seksual, masturbasi selalu bisa menjadi jawaban, sebab ia tidak ribet dan efektif. Maksudnya? Stay with me, I’ll discuss it further.

Ya, saya bilang masturbasi itu tidak ribet. Sekali lagi, kalau yang dibahas hanyalah libido, masturbasi selalu menguntungkan karena ia murni soal pemuasan libido. Masturbasi tidak memberi ruang pada keruwetan aspek non-libido yang terwujud antara sepasang kekasih. Hal-hal semacam cemburu, cekcok, salah paham, tanggung jawab, dkk. tidak ikut-ikut di sini. Kita cuma dapat enaknya. Bagus bukan?

Saya juga bilang masturbasi itu efektif. Bagaimana tidak, kalau yang terlibat di sini hanya kamu, tubuhmu, dan otakmu? Artinya kepuasan terjamin. Masih bingung? Begini lho ya, yang melakukan kamu, yang merasakan juga kamu; nah, otomatis kamu sudah tahu bagaimana tubuhmu merespon apa atau apa-apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai orgasme. Tidak perlu mengarahkan atau memberi kode kepada siapa pun. Saya yakin 101% bahwa masturbasi bisa mengantar orang mencapai orgasme lebih cepat daripada bercinta. Yang belum yakin silakan catat waktu kalian masing-masing.

Sebelum saya lanjutkan, mari kembali ke paragraf kedua di atas, khususnya di bagian “tidak bisa memenuhi hasrat seksualnya lantaran tidak punya pacar.” Kalau ditilik lagi, apa itu berarti fungsi pacar adalah untuk pemenuhan hasrat seksual? Kalau memang ada yang berpandangan demikian, semoga enggak ada yang naksir. Kasihan pacarnya nanti. Menurut saya, peran pacar bukan hanya di urusan libido. Pacar itu orang yang mengiringi langkah kita dalam tangis dan tawa, penyeimbang hidup kita di dunia. Jadi, kalau hasrat seksual tak terpenuhi, tak usahlah beralasan tak punya pacar, tak perlu mengerdilkan peran atau fungsi seorang pacar menjadi sekedar budak nafsu. Selalu ada opsi masturbasi.

Satu hal klasik yang sering mengganjal orang melakukan masturbasi adalah dosa. Jangan salah, saya menghormati konsep pahala/kebaikan dan dosa yang ada dalam agama-agama, tetapi saya lebih menghormati kewenangan prerogatif Yang Kuasa dalam memutuskan siapa atau apa yang berdosa dan tidak lewat japri di hari penghakiman nanti. Dengan segala hormat, sesama manusia yang terbatas pikiran dan pemahamannya tidaklah layak mengangkat dirinya menjadi hakim atas yang lain. Karena itu, menurut saya, hak bermasturbasi hendaknya dipulangkan kepada masing-masing individu. Yang keukeuh tidak mau melakukannya saya persilakan, yang memilih mempraktekkannya boleh-boleh saja.

Hal klasik satu lagi yang kerap dimunculkan berkaitan dengan masturbasi adalah soal kesehatan. Bagi yang langganan koran, silakan dibaca kolom konsultasi kesehatannya. Mungkin sebulan sekali akan ada orang yang menanyakan apa benar masturbasi menyebabkan lutut keropos, dan sekitar sebulan sekali pula pengasuh kolom akan menjawab tidak benar, diiringi penjelasan bahwa yang mungkin mengganggu dari masturbasi adalah bila si pelaku merasa tertekan karena memikirkan dosa atau norma yang berlaku di masyarakat. Saya setuju tuh. Malah menurut saya, kalau masih bisa bermasturbasi artinya masih sehat. Bukan begitu, bukan?

Terakhir, bagi seorang lesbian, masturbasi memiliki fungsi yang cukup penting. Masturbasi memberi lesbian kesempatan untuk mengenal organ-organ seksualnya. Semakin piawai si lesbian single bermasturbasi, semakin kenal ia bagaimana memperlakukan bagian-bagian sensitif itu. Fakta ini penting sebab seorang lesbian akan melakukan hubungan seksual dengan sesama perempuan yang tentu saja memiliki organ-organ seksual yang sama (kita tidak bicara bentuk, warna, atau ukuran ya.) Akibatnya, pada saat ia memiliki partner untuk bercinta, ia pasti jadi lebih mengenal bagaimana ia seharusnya mengantar pasangannya mengalami sensasi kenikmatan yang berujung pada orgasme. Singkatnya, masturbasi itu semacam proses otodidak. Nah, kata orang, manusia tidak boleh berhenti belajar hingga ajal menjelang, bukan? Baiklah, saya ucapkan selamat belajar, semoga nanti dapat cum laude. *kedipin satu mata*

17 Comments »

  • tha said:

    Yup q stuju..slh 1 bntuk pmbelajaran qt lbh mngenal spot2 yg..hmmm

    Ini jg ckp mmbntu hub q dgn pasangan.qt long distance..bohong klo qt g prnh da dmasa libido tinggi tp g mgkn ktemu.
    Jalan lain ny ya qt masturbasi sm2.dgn sling memberi fantasi mlakui sms,tlp atw YM..^_^

  • sammy said:

    gw setuju bgt !!! malah normal kok py libido n’ dilampiasin, kalo ngempet terus malah jd enggak normal.

  • Lafé said:

    Mesam mesem aj ah ;-)

  • Belva said:

    Yg jelas ga butuh waktu yg lama bwt warming up, langsung keringetan deh, atau bahkan ga keringetan sm skali, saking cepatnya kt dpt apa yg kt cari..Hehehe.. It’s a shortcut to the sky…xixixi..

  • cahnez said:

    wkakakakakak…
    itulah salah satu guna jari sodara-sodara… :D

  • ewiz said:

    like this…kenyataan nya mang MB jd kebutuhan bwt yg LDR,haha

  • klasik said:

    padahal biar kejar-kejaran nya ber manfaat,kalian semua masuk pelatnas,misalnya jadi atlit maraton.kan bisa sekaligus mengharumkan nama bangsa,dapet duit n sehat pula…

  • klasik said:

    hehehehe…..gmana y…..partner gw libidony selalu tinggi,tp gw suka,jadi dy nempel teruuuuuus,,,,kl udah nempel yaaaaaaa…. Gituuuuu dyeeeeeeehhhh….

  • hujan petir said:

    dalam terapi pecandu/ex user,ada ruangan khusus untuk “eksplorisasi diri” (kami menyebutnya begitu :) ) dan memang sangat membantu proses pemulihannya :)

  • gladysme said:

    hahaha. . Jd pengen nyoba jg MB berhubung gw LDR sm partner. Menyebabkan ketergantungan gak yah kira2 :-D

  • Manies said:

    Walah.
    Masturbasi kan termasuk aksi sehat dan bersih anak-anak indonesia..

  • PoLuted_Mind said:

    Shinigame, terimakasih telah menulis opini tentang ini, cause I can say I’m sexually active even I have no girlfriend yet..
    dan aku setuju masturbasi sehat dan kreatif :-) )

  • pus said:

    enyak enyak enyak :D

  • sarah said:

    ma partner g bisa ketemu tiap hari,tp kadang suka ngedadak kepengen..so why not.. :-p

  • Tim said:

    Mandrabasi,
    Omasbasi,
    Masturbasi
    xixiii dong dong

  • noy said:

    gw blom prnh masturbasi
    n gk kpengen jg :)

  • cumi2 bakar said:

    y, perlu! tapi jangan overdosis nnti bisa2 kesenengan sendiri n jadi gak puas ma partner (karena terbiasa dengan khayalan sendiri).

    okta

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.