te.Lez.kop: DIY
Oleh: Shinigami
Yang menyangka tulisan ini tentang Daerah Istimewa Yogyakarta dapat telur bebek alias nol besar. DIY di sini adalah singkatan dari Do It Yourself, sebuah konsep yang mungkin kalau dicari padanannya dalam bahasa Indonesia bisa merujuk kepada konsep swakarya. Slogan DIY ini sempat populer di kalangan punk dan skinhead di luar negeri, khususnya Inggris, ketika mereka pertama kali terbentuk pada sekitar tahun 1980-an. Kira-kira, yang mau mereka sampaikan adalah jangan bergantung kepada orang, kerjakan sendiri. Jadi, apakah kita akan membahas tentang bekerja keras dan bersikap mandiri dalam memenuhi kebutuhan kita? Hmmm… iya sih. Dalam hal seksual tapinya, alias masturbasi. Hehehe….
Saya selalu heran dengan teman-teman lesbian yang sering berkomentar tidak bisa memenuhi hasrat seksualnya lantaran tidak punya pacar. Oh please, seperti yang enggak kenal kata masturbasi aja. Kalau hal yang dibicarakan di sini hanyalah menjawab hasrat seksual, masturbasi selalu bisa menjadi jawaban, sebab ia tidak ribet dan efektif. Maksudnya? Stay with me, I’ll discuss it further.
Ya, saya bilang masturbasi itu tidak ribet. Sekali lagi, kalau yang dibahas hanyalah libido, masturbasi selalu menguntungkan karena ia murni soal pemuasan libido. Masturbasi tidak memberi ruang pada keruwetan aspek non-libido yang terwujud antara sepasang kekasih. Hal-hal semacam cemburu, cekcok, salah paham, tanggung jawab, dkk. tidak ikut-ikut di sini. Kita cuma dapat enaknya. Bagus bukan?
Saya juga bilang masturbasi itu efektif. Bagaimana tidak, kalau yang terlibat di sini hanya kamu, tubuhmu, dan otakmu? Artinya kepuasan terjamin. Masih bingung? Begini lho ya, yang melakukan kamu, yang merasakan juga kamu; nah, otomatis kamu sudah tahu bagaimana tubuhmu merespon apa atau apa-apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai orgasme. Tidak perlu mengarahkan atau memberi kode kepada siapa pun. Saya yakin 101% bahwa masturbasi bisa mengantar orang mencapai orgasme lebih cepat daripada bercinta. Yang belum yakin silakan catat waktu kalian masing-masing.
Sebelum saya lanjutkan, mari kembali ke paragraf kedua di atas, khususnya di bagian “tidak bisa memenuhi hasrat seksualnya lantaran tidak punya pacar.” Kalau ditilik lagi, apa itu berarti fungsi pacar adalah untuk pemenuhan hasrat seksual? Kalau memang ada yang berpandangan demikian, semoga enggak ada yang naksir. Kasihan pacarnya nanti. Menurut saya, peran pacar bukan hanya di urusan libido. Pacar itu orang yang mengiringi langkah kita dalam tangis dan tawa, penyeimbang hidup kita di dunia. Jadi, kalau hasrat seksual tak terpenuhi, tak usahlah beralasan tak punya pacar, tak perlu mengerdilkan peran atau fungsi seorang pacar menjadi sekedar budak nafsu. Selalu ada opsi masturbasi.
Satu hal klasik yang sering mengganjal orang melakukan masturbasi adalah dosa. Jangan salah, saya menghormati konsep pahala/kebaikan dan dosa yang ada dalam agama-agama, tetapi saya lebih menghormati kewenangan prerogatif Yang Kuasa dalam memutuskan siapa atau apa yang berdosa dan tidak lewat japri di hari penghakiman nanti. Dengan segala hormat, sesama manusia yang terbatas pikiran dan pemahamannya tidaklah layak mengangkat dirinya menjadi hakim atas yang lain. Karena itu, menurut saya, hak bermasturbasi hendaknya dipulangkan kepada masing-masing individu. Yang keukeuh tidak mau melakukannya saya persilakan, yang memilih mempraktekkannya boleh-boleh saja.
Hal klasik satu lagi yang kerap dimunculkan berkaitan dengan masturbasi adalah soal kesehatan. Bagi yang langganan koran, silakan dibaca kolom konsultasi kesehatannya. Mungkin sebulan sekali akan ada orang yang menanyakan apa benar masturbasi menyebabkan lutut keropos, dan sekitar sebulan sekali pula pengasuh kolom akan menjawab tidak benar, diiringi penjelasan bahwa yang mungkin mengganggu dari masturbasi adalah bila si pelaku merasa tertekan karena memikirkan dosa atau norma yang berlaku di masyarakat. Saya setuju tuh. Malah menurut saya, kalau masih bisa bermasturbasi artinya masih sehat. Bukan begitu, bukan?
Terakhir, bagi seorang lesbian, masturbasi memiliki fungsi yang cukup penting. Masturbasi memberi lesbian kesempatan untuk mengenal organ-organ seksualnya. Semakin piawai si lesbian single bermasturbasi, semakin kenal ia bagaimana memperlakukan bagian-bagian sensitif itu. Fakta ini penting sebab seorang lesbian akan melakukan hubungan seksual dengan sesama perempuan yang tentu saja memiliki organ-organ seksual yang sama (kita tidak bicara bentuk, warna, atau ukuran ya.) Akibatnya, pada saat ia memiliki partner untuk bercinta, ia pasti jadi lebih mengenal bagaimana ia seharusnya mengantar pasangannya mengalami sensasi kenikmatan yang berujung pada orgasme. Singkatnya, masturbasi itu semacam proses otodidak. Nah, kata orang, manusia tidak boleh berhenti belajar hingga ajal menjelang, bukan? Baiklah, saya ucapkan selamat belajar, semoga nanti dapat cum laude. *kedipin satu mata*









Yup q stuju..slh 1 bntuk pmbelajaran qt lbh mngenal spot2 yg..hmmm
Ini jg ckp mmbntu hub q dgn pasangan.qt long distance..bohong klo qt g prnh da dmasa libido tinggi tp g mgkn ktemu.
Jalan lain ny ya qt masturbasi sm2.dgn sling memberi fantasi mlakui sms,tlp atw YM..^_^
gw setuju bgt !!! malah normal kok py libido n’ dilampiasin, kalo ngempet terus malah jd enggak normal.
Mesam mesem aj ah
Yg jelas ga butuh waktu yg lama bwt warming up, langsung keringetan deh, atau bahkan ga keringetan sm skali, saking cepatnya kt dpt apa yg kt cari..Hehehe.. It’s a shortcut to the sky…xixixi..
wkakakakakak…
itulah salah satu guna jari sodara-sodara…
like this…kenyataan nya mang MB jd kebutuhan bwt yg LDR,haha
padahal biar kejar-kejaran nya ber manfaat,kalian semua masuk pelatnas,misalnya jadi atlit maraton.kan bisa sekaligus mengharumkan nama bangsa,dapet duit n sehat pula…
hehehehe…..gmana y…..partner gw libidony selalu tinggi,tp gw suka,jadi dy nempel teruuuuuus,,,,kl udah nempel yaaaaaaa…. Gituuuuu dyeeeeeeehhhh….
dalam terapi pecandu/ex user,ada ruangan khusus untuk “eksplorisasi diri” (kami menyebutnya begitu
) dan memang sangat membantu proses pemulihannya
hahaha. . Jd pengen nyoba jg MB berhubung gw LDR sm partner. Menyebabkan ketergantungan gak yah kira2
Walah.
Masturbasi kan termasuk aksi sehat dan bersih anak-anak indonesia..
Shinigame, terimakasih telah menulis opini tentang ini, cause I can say I’m sexually active even I have no girlfriend yet..
)
dan aku setuju masturbasi sehat dan kreatif
enyak enyak enyak
ma partner g bisa ketemu tiap hari,tp kadang suka ngedadak kepengen..so why not.. :-p
Mandrabasi,
Omasbasi,
Masturbasi
xixiii dong dong
gw blom prnh masturbasi
n gk kpengen jg
y, perlu! tapi jangan overdosis nnti bisa2 kesenengan sendiri n jadi gak puas ma partner (karena terbiasa dengan khayalan sendiri).
okta
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments