A Letter For My Straight Friends
Oleh: Sarah
Dear NaNiNeWeeQi,
Surat ini kutulis di antara laporan yang harus segera kuselesaikan. Entah kenapa tiba–tiba saja aku ingin menulis. Pernakah aku katakan isi hatiku yang terdalam kepada kalian? Sepertinya belum. Sudah hampir empat tahun kita bersama. Melewati masa–masa D2 yang penuh cerita. Ingatkan kenakalan dan kejahilan kita terhadap teman–teman dan dosen yang kadang membuat mereka kesal, tapi sering kali kulihat tatapan kagum mereka ketika melihat nama kita terpampang di deretan mahasiswa dan mahasisiwi berprestasi.
Kita paling senang nonkrong di mall sambil makan es krim, padahal yang kita pakai adalah office wear. Kampus kita memang memang membuat kita tampil seperti executive muda. Wajib berpakaian resmi, perempuannya harus memakai rok, kemeja panjang atau blazer, highheel, dan ber-make up. Lelaki harus meakai dasi, potongan rambutnya rapi, tapi selalu saja kita seperti anak–anak. Kita sudah terbiasa untuk saling jujur, bersama kalian membuatku menjadi diri sendiri. Tapi yang paling menakjubkan adalah perasaan nyaman yang kalian hadirkan di hatiku ketika aku jujur bahwa aku adalah seorang lesbian. Kalian tetap menganggapku teman.
Na, aku kagum dengan daya tarikmu, tapi ini bukan perasaan kagum seorang lesbian ke perempuan, tapi rasa kagum seorang teman ke teman lainnya. Kamu tidak terlalu cantik, tapi kamu sangat menarik. Semua orang menyukai senyummu, gaya bicaramu yang lucu, dan juga keramahanmu. Menyenangkan bisa bekerja di satu perusahaan denganmu setelah masa D2 kita selesai. Kadang kamu memang mengesalkan, apalagi jika berurusan dengan waktu: kamu sepertinya tidak tahu kalau on time itu artinya tepat waktu. Namun kamu tetap menyenangkan. Kamu yang paling bisa menerima partnerku, Al, sebagai temanmu. Aku ingat ketika aku tidak enak badan, tengah malam kamu pindah ke kamarku dan menemaniku tidur. Aku ingat ketika kamu memasak untukku dan Al ketika dia datang ke kosan. Aku juga ingat curhatan kita tentang cinta, obrolan seorang straight dan lesbian bercerita tentang cinta. Sungguh, aku tak merasa berbeda. Kamu dengan santai mendengarkan saat aku bercerita tentang Al, tidak peduli bahwa yang kuceritakan adalah seorang perempuan. Kamu tidak risih ketika aku memelukmu di saat kamu menangis teringat mantan. Kamu tak menggapku berbeda sama sekali.
Nie, aku merindukanmu. Setelah kamu pindah kerja dan kita jarang berkomunikasi kecuali via email, aku jadi sering kangen kamu. Kamu teman paling ekstrim yang pernah aku punya. Kamu pembela teman sejati, walau kadang temanmu yang salah. Kamu memiliki daya tarik yang berbeda dengan perempuan lain. Aku senang jika kamu sudah berdandan. Kamu tidak peduli pendapat orang lain, tapi sungguh kamu selalu terlihat menarik. Aku selalu tersenyum setiap kali mengingat apa yang kita bicarakan. Obrolan 17 tahun ke atas yang menyenangkan ketika membahasnya denganmu. Kita jadi sering cengar–cengir tak jelas. Tidak jadi masalah untukmu walau pun orientasi seksku kepada perempuan. Aku ingat ketika kamu memergokiku dan Al sedang berciuman, kamu hanya nyengir dan mengirimkan pesan via email kepadaku keesokan harinya.
“Sar, lo kalo mau ciuman jangan sampe gue liat dunk. Kalo gue pengen kan berabe, masa gue harus cium tembok? Mau tanggung jawab lo kalo gue dilaporin polisi sama tembok?” Sungguh Nie, aku merasa nyaman dengan kecuekanmu.
Neu, kamu mungkin belum sempat mengenal Al. Kamu baru sekali bertemu dengannya, itu pun hanya sebentar, tapi kamu tetap santai walau aku lesbian. Waktu kita masih sering bertemu, kamu selalu manja padaku. Tiap menyebrang jalan pasti memegang tanganku, kalau ada yang menggangu pasti bilang padaku. Ketika ada butchie yang menatapmu penuh hasrat, kamu menggeserkan badanmu mendekatiku, seolah–olah denganku kamu merasa aman. Aku ingat pertemuan kita di pernikahan teman kita baru–baru ini. Kamu bilang aku manis, aku menggunakan dress coklat waktu itu. Kamu memelukku dan bilang kamu kangen aku. Kamu selalu begitu, selalu menyambutku dengan hangat setiap kali kita bertemu, aku sungguh menghargainya, Neu.
Wee, di antara kalian semua kamu yang terakhir tahu kalau aku lesbian. Aku sempat merasa ragu untuk jujur padamu. Kamu sangat berkarakter dan sangat anti dengan hal–hal tabu. Aku tidak yakin kamu bisa menerima temanmu seorang lesbian. Kita memang tidak benar–benar dekat, aku pun jarang bercerita denganmu, tapi aku tetap tidak mau kehilangan teman sepertimu. Kamu yang paling optimis dengan kehidupan, yang paling semangat meraih cita–cita, aku mengagumi itu. Aku hampir saja putus asa menunggu balasan SMS darimu ketika aku mengakui bahwa aku lesbian. Bayangan buruk menghantuiku saat itu, tapi semuanya sirna. Balasan smsmu di luar dugaan.
“Jadi bener ya, Sar ? Udah gue duga sih. Ya udah nggak apa-apa, tapi lo hati–hati aza ya. Jangan sampe kenapa–napa.” SMS balasanmu sangat sederhana, tapi begitu berarti untukku. Wee, kapan–kapan kenalan ya sama Al?
Qi, banyak lelaki yang menganggap lesbian itu mahluk yang aneh. Aku sering dikirim pic yang tidak sopan ketika chat dengan lelaki, mereka sering menggap bahwa lesbian adalah pelaku seks yang menggelikan. Menakutkan untukku jika harus jujur kepada lelaki bahwa aku lesbian. Perlu berpikir ratusan kali untuk melakukannya, tapi tidak kepadamu. Di antara semuanya, kamu yang pertama kali tahu bahwa aku lesbian. Kamu tak menganggapku aneh, kamu bilang siapa pun diriku aku tetap teman baikmu. Kamu memang sempat tidak setuju aku dengan Al, bukan karena dia perempuan, tetapi karena menurutmu dia sempat membuatku bersedih. Kamu tidak pernah rela jika aku bersedih. Tapi sekarang kamu sudah menerima Al sebagai partner ku,kamu sudah mengerti bahwa aku menyayanginya. Aku ingin mengenalkan Al kepadamu secara langsung.
Friends, sungguh kalian adalah hadiah yang sangat manis yang Tuhan berikan untukku. Kalian membuatku melupakan masa lalu akan teman–teman straight yang sempat membuatku terluka. Senyum kalian sungguh berarti untukku. Aku tidak pernah lagi merasa takut menjalani pertemanan dengan siapa pun walau aku lesbian. Mungkin tak semua orang bisa menerimaku, tapi aku yakin masih bayak straight di luar sana yang bisa begitu open minded seperti kalian. Aku sayang kalian. Friendship forever!
@Sarah, SepociKopi, 2010









I l0ve this letter! U r very2 lucky friend..
Hebat.
Teman- teman yg sgt baik.
Jrg bs nemuin org sperti mreka. Mnatap kt tetap sprti dulu biarpun, kt udah ngasih mereka pengetahuan baru. Lesbian.
i like this letter too, i hope someday i brave enough to talk to my straight friends. how lucky u r.
very nice…! sng y bs pny tmen2 spt it,, sarah u r so lucky!
Greeaaattt…berharap punya teman2 sperti itu,syangny gw masi lum brani crita ma tmen2 gw, cuma 1 tmen gw yg taw… He’z my bezt friend ever,..
“For gud tme n bad tme I”ll be on ur side forever more,thatz wht friends r for,…
FriendshiPNeveREnd…
Yupz.,friendship’s exciting…aplg ko qta bs b’shbt dg pilhn ht qta..
baca tulisan ini membuat hati q hangat n nyaman..sehangat persahabatan yg murni..tp sayangnya g banyak temen kyk gitu..selamat y sarah km slh 1 orang yg beruntung mendapatkanya^^
salam hormat untuk NaNiNeWeeQi
dengan segala kerendahan hati
meskipun ini bukan yang seharusnya terjadi,,,
jiwa raga “al” milik sarah
hiks…
jd teringat seorang sahabat..
someday..
suatu saat gw pasti jujur sm lo.
km beruntung bgt,punya temen seperti mreka..i wish gw jg bs ngomong ma temen st8 gw..
jadi inget sahabat straight ku,,tmen kntor,,emg bener beruntung bgt punya sahabat seperti itu,,skrg dy lg cuti hamil,,miss her so much,,
Aku yakin seluruh pembaca sepocikopi iri dg sarah karena mempunyai teman2 yg sangat welcome.
Dan buat NaNiNeWeeQi…kalian benar2 org yg berjiwa besar.
Nice story… Andai gw juga punya temen2 straight yg model begono. Boleh pinjem ga temen2 lo?? Hehehe… ;D
- Visit my blog : http://www.junandmarlive.blogspot.com -
Wah leganya y udh come out ma true friends! Me, myself, still have no guts 2 tell who I really am
begitulah seharusnya berteman yah dan begitulah pertemanan sejati diuji, kalau tidak bisa menerima kita apa adanya, cukupkan saja dia menjadi teman biasa, bukan teman istimewa a.k.a sahabat
woow..benar2 bsyukur pny shabat spt mreka..
mreka dgn pemikiran trbuka menerima perbedaan yg ad..
cba ya orang2 pny pmikiran spt para shabat sarah..ahh dunia akn mjd lbh indah..he2..
two thumbs up to them..
hmm, sayangnya temen deket di saat aku kuliah gak bgitu.. mereka bilang terima aku, tapi sering bilang “inget umur, insaf loe!”. trus juga sering nahan aku pergi saat mereka tau aku janjian ama partner..
Haha. . 1hal yg tsembunyi dr karyamu. .
Kampuz mu adlh kampuz q . . Hehehe. .
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments