Home » Puisi, Seni Budaya

Puisi: Melankoli Semesta

22 March 2010 71 views 2 Comments

Melankoli Semesta
Oleh: Abmi Handayani

bangun aku dari segala mimpi
kutemukan diri bersemayam di peluk-Mu
bersama milyaran zat, warna, dan hembus napas
yang terus ada meski satu telah gugur
menyambut surya dan gejolak hari
menanti abyad langit dan gemulai kelip bintang
aku bukan hanya setitik debu, ya Khalik
melainkan nyaris tak ada
seakan bayu meniupterbangkanku menjadi serpihan
menghelaku ke segala penjuru-Mu
tuk memburas dengan ratusan wajah;
berliter muram; berkilogram sukacita;
menenun kejadian demi kejadian bagai laba-laba dan sarangnya
sebelum Kau utuhkan aku kembali dalam lepas nyawa dari raga
tuk mendengar tutur ruhku tentang segalanya

Sruni, 2009

Tentang Abmi Handayani:
Lahir tahun 1987 dan menyelesaikan kuliah di UGM. Pernah menerbitkan novel Cha untuk Chayang (GPU, 2007) berkolaborasi dengan Dalih Sembiring. Selain menulis novel dan puisi, cerpen-cerpennya juga telah dimuat di sejumlah media massa.

2 Comments »

  • memed said:

    great abmi..bisa juga agnostic kaya kamu bikin puisi ginian..

  • klasik said:

    gw mang ga ngrti puisi,tp yg td menurut gw judul nya harus gnti.gmna kalo…”sarang laba2 si tukang jahit” kn ad kaitan ma setiap kalimatny.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.