Home » Buku, Seni Budaya

Buku: Ash

15 March 2010 471 views 7 Comments

ash1Oleh: Alex

Beberapa penulis sudah mencoba melakukan redefinisi dongeng. Kali ini yang dilakukan oleh Malinda Lo dalam novel Ash adalah menulis kembali kisah Cinderella dari sudut padangnya dengan cara yang tak biasa. Ada gadis muda, peri, pemburu, dan tambahan twist kisah cinta lesbian.

Tokoh utama novel ini adalah gadis muda bernama Aisling (Ash). Sejak kematian sang ibu, ayah Ash menikah lagi dengan perempuan yang membawa dua anak perempuan sebagai saudara tiri Ash. Tapi tidak lama kemudian ayah Ash meninggal, membuat Ash terpaksa harus tinggal bersama ibu tirinya yang kejam. Ia diperlakukan seperti pembantu dan disuruh bekerja di rumah untuk membayar utang-utang ayahnya.

Ash yang percaya pada kisah-kisah peri hutan menemukan pelarian ketika membaca dongeng-dongeng dari buku milik ibunya. Dongeng-dongeng itu masuk ke dalam mimpinya, dan ia percaya suatu hari peri hutan akan datang dan membawanya pergi lalu mereka akan hidup bahagia selamanya. Hingga suatu hari dia sungguhan bertemu dengan Sidhean, peri hutan yang tampan memesona. Ash pun berjanji akan menyerahkan dirinya pada Sidhean jika saatnya tiba.

Kemudian, dalam satu pesta Ash bertemu dengan Kaisa, pemimpin pasukan pemburu kerajaan. Sejak itu ada debar aneh yang tak bisa dipahami oleh Ash. Kedua perempuan ini menjalin hubungan yang makin dekat tiap kali mereka sesekali bertemu dan perlahan-lahan jatuh cinta. Namun Sidhean sudah menyatakan Ash sebagai manusia miliknya yang ditakdirkan jadi pasangannya, dan Ash dihadapkan pada pilihan untuk memilih cinta abadi bersama sang peri atau cinta sejatinya bersama manusia biasa.

Dua hubungan yang dimiliki Ash terjalin dengan menarik. Sidhean dan Kaisa ditampilkan sebagai dua sosok yang kuat dibanding Ash. Kekuatan dua karakter ini akan membuat pembaca mungkin sulit bersimpati dengan Ash yang jadi kelihatan lemah. Namun, di sisi lain kita jadi bisa memahami dilema dan kebimbangan yang dihadapi oleh Ash.

Untuk ukuran novel fantasi remaja non-seri, novel ini juga tidak terlalu tebal hanya 264 halaman. Akibatnya, banyak detail yang kurang digarap oleh sang pengarang. Tidak jarang pembaca harus merangkai sendiri deskripsi keindahan dan imajinasi yang seharusnya bisa lebih dikembangkan dalam novel ini.

Tapi Ash merupakan novel yang amat baik dalam mengangkat kisah cinta sesama jenis. Malinda Lo merangkainya dengan cara yang unik tanpa membebani tokoh dan ceritanya dengan penjelasan atau dijadikan isu yang basi. Tidak perlu ada penjelasan. Titik. Ash jatuh cinta pada Kaisa. Dua-duanya perempuan. Titik.

Kisah cinta lesbian termasuk langka dalam cerita fantasi, bahkan untuk bacaan dewasa. Novel ini, sekali lagi, adalah novel remaja yang ditargetkan untuk pembaca 13 tahun ke atas. Cinta yang terjadi antara Ash dan Kaisa digambarkan dalam keindahan magis cerita fantasi dan romantisme dongeng yang memukau. Tidak heran Ash jatuh cinta pada Kaisa. Semuanya terjadi tanpa dipaksakan juga tanpa dialog-dialog yang berlebihan.

Ash merupakan novel debut pengarang kelahiran Cina yang kini bermukim di America, Malinda Lo. Ia merupakan lulusan Harvard University dan Stanford University, yang juga mantan editor di situs lesbian www.afterellen.com. Saat ini ia bermukim di California Utara bersama partnernya. Novel Ash, yang terbit bulan Juli 2009 ini memperoleh banyak pujian juga kritik. Beberapa kali Ash juga memperoleh nominasi untuk penghargaan buku remaja dan fantasi. Di antara limpahan novel-novel remaja/fantasi yang menjadi tren di seluruh dunia, kehadiran Ash memberikan satu rasa baru yang membuat pembaca lesbian/nonlesbian bisa merasakan keindahan cinta dua perempuan dalam balutan kisah fantasi.

NB: Novel ini diperoleh di TB Kinokuniya, Jakarta. Harga Rp220.000,- (Hardcover edition)

@Alex, SepociKopi, 2010

7 Comments »

  • Rd said:

    Bought it from amazon.com a minute ago. Can’t wait to read the book!! Thanks, Alex untuk reviewnya.

  • Lafé said:

    Cm ad di tko bku kinokuniya aj y??

  • Regina said:

    Thanks for the review :)

  • no_name said:

    wah..sepertinya, saya wajib beli buku ini…tks atas reviewnya, cukup membuat penasaran untuk menjelajah isinya.

  • Senyuman dira said:

    Kykx ne bk bgs,tp kocek blg ne buku gk bgs,krn bs memangkas hampir separoh uang bulanan..

  • Ruka said:

    Novelnya keren kaeanya.. :D

    Bisa pesen online ga ia? Jauh sii… :(

  • alex said:

    pesen online bisa lewat http://www.amazon.com atau http://www.bookdepository.co.uk Aku biasa pake yg kedua.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.