Home » Puisi, Seni Budaya

Puisi: Alufiru

8 March 2010 69 views One Comment

Alufiru
Oleh: Zetha Septina Abdu

kita melewati masa kecil dengan amat lucu
tanpa lolipop, balon warna-warni
dan tak pernah tahu bagaimana cara membuat gelembung dari permen karet

usia mengumpul dalam ketukan langkah berirama tango
dan kita mengenangnya
sebagaimana bunyi harmonika
yang dimainkan dengan leher kaku
berusaha melarikan senja dengan suara seserak mungkin
karena pagi hari selalu saja datang lebih cepat
sementara mimpi-mimpi diburu dan ditombaki

pada sebuah akhir yang dipaksakan,
kita selalu menunggu gerimis menderas menjadi hujan
membiarkan curahnya memenuhi seluruh kekosongan
sebuah cara sederhana, kelak kita berharap ia punya nama:
tapi bukan cinta

Tentang Zetha Septina Abdu:
Tinggal di kota berhati nyaman, masih saja suntuk menyelesaikan skripsi di salah satu universitas negri di Jogja.

One Comment »

  • arie-sa said:

    ehm.. baca puisi ini.. rasanya.. seperti dicintai.. :) ilove you,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.