Puisi: Alufiru
Alufiru
Oleh: Zetha Septina Abdu
kita melewati masa kecil dengan amat lucu
tanpa lolipop, balon warna-warni
dan tak pernah tahu bagaimana cara membuat gelembung dari permen karet
usia mengumpul dalam ketukan langkah berirama tango
dan kita mengenangnya
sebagaimana bunyi harmonika
yang dimainkan dengan leher kaku
berusaha melarikan senja dengan suara seserak mungkin
karena pagi hari selalu saja datang lebih cepat
sementara mimpi-mimpi diburu dan ditombaki
pada sebuah akhir yang dipaksakan,
kita selalu menunggu gerimis menderas menjadi hujan
membiarkan curahnya memenuhi seluruh kekosongan
sebuah cara sederhana, kelak kita berharap ia punya nama:
tapi bukan cinta
Tentang Zetha Septina Abdu:
Tinggal di kota berhati nyaman, masih saja suntuk menyelesaikan skripsi di salah satu universitas negri di Jogja.














ehm.. baca puisi ini.. rasanya.. seperti dicintai..
ilove you,
Leave your response!