Mix n’Match: Perempuan-Perempuan di Balik Layar
Oleh: Alex
Bahasan Mix n’Match kali ini bakal rada serius walaupun nggak lepas dari topik hiburan. Tanggal 7 Maret ini kebetulan pengumuman Academy Award alias Oscar. Keramaian yang muncul adalah nama Kathryn Bigelow yang disebut berkali-kali sebagai kandidat kuat pemenang sutradara terbaik untuk film The Hurt Locker yang juga dinominasikan sebagai film terbaik. Yang lucu sebenarnya, Kathryn Bigelow yang berusia 58 tahun ini bersaing ketat dengan mantan suaminya, James Cameron—sutradara Avatar untuk dua penghargaan penting ini.
The Hurt Locker bercerita tentang perang yang amat sangat lelaki dari sudut pandang sutradara perempuan. Filmnya mendapat banyak pujian dan penghargaan. Kalau suka film perang yang manusiawi, The Hurt Locker adalah film yang patut ditonton. Kathryn Bigelow sebelumnya pernah menyutradarai film Point Break dengan bintang utama Keanu Reeves. Walaupun gagal di Golden Globe, Kathryn Bigelow menjadi sutradara terbaik dalam BAFTA Award dan Directors Guild of America.
Kathryn Bigelow merupakan sutradara perempuan keempat yang memperoleh nominasi Sutradara Terbaik di Academy Award. Jika menang di Oscar tahun 2010 ini, dia akan jadi perempuan pertama yang menjadi sutradara terbaik selama 82 tahun Academy Award diadakan. Kayaknya Amerika masih kalah sama Indonesia yang punya Nia Dinata dan Mira Lesmana deh. Atau sejumlah sutradara perempuan lain di Indonesia yang mendapat beragam penghargaan.
Perempuan pertama yang memperoleh nominasi Academy Award adalah Lina Wertmuller, sutradara Italia yang mendapat nominasi tahun 1976 untuk film Seven Beauties, sebuah komedi hitam tentang kisah di kamp konsentrasi. Hampir dua puluh tahun kemudian Jane Campion dinominasikan sebagai sutradara terbaik dalam film The Piano pada tahun 1994, sebuah film dengan karakter perempuan yang kuat dengan tema psycho-sexual yang mencengangkan. Kemudian hampir sepuluh tahun, tepatnya pada tahun 2003, Sofia Coppola memperoleh nominasi dalam film Lost in Translation.
Kalau untuk Academy Award, memenangkan perempuan sebagai sutradara terbaik bakalan jadi yang pertama, pada tahun 1984, Golden Globe sudah memenangkan Barbra Streisand sebagai sutradara terbaik untuk film Yentl. Sebuah film tentang perempuan Yahudi yang menyamar sebagai laki-laki agar bisa bersekolah. Masalah timbul ketika dia jatuh cinta pada laki-laki, dan ada perempuan lain yang naksir padanya karena mengira dia laki-laki sungguhan. Yentl merupakan salah satu yang banyak mendapat pujiaan dan celaan pada saat yang bersamaan terutama karena Barbra Streisand yang hampir sepanjang film berperan sebagai laki-laki.
Selain nama-nama tersebut di atas, beberapa sutradara perempuan pernah nyerempet-nyerempet di Oscar. Nora Ephorn, misalnya. Film yang disutradarainya, Julie and Julia, memberikan nominasi Oscar buat Meryl Streep sebagai aktris terbaik. Saya menyukai film-film Nora Ephorn, yang selain menjadi sutradara juga merupakan novelis dan produser. Film-filmnya biasa bertema komedi romantis yang membuai seperti Sleepless in Seatle, You’ve Got Mail, dan Bewitched.
Satu lagi adalah Julie Taymor. Dia merupakan sutradara film, teater, dan opera yang pernah mendapat beberapa penghargaan Tony Award, Emmy, dan Academy Award untuk lagu original terbaik. Dia juga perempuan pertama yang memenangkan Tony Award sebagai sutradara drama musikal terbaik dengan menyutradarai The Lion King versi drama panggung musikal. Saat ini Julie Taymor sedang mengadaptasi Spider-Man untuk diangkat ke panggung teater musikal Broadway.
Dua film layar lebar yang mengangkat nama Julie Taymor adalah Frida dan Across the Universe. Film Frida yang diangkat dari kisah hidup seniman Meksiko Frida Kahlo memperoleh beberapa nominasi Oscar. Across the Universe, film musikal dengan lagu-lagu The Beatles yang dirilis tahun 2007, juga memperoleh banyak pujian.
Jadi siapa pun yang memenangkan Academy Award, perempuan-perempuan ini sudah mencatatkan sejarahnya di balik layar.
Selamat menonton.
@Alex, SepociKopi, 2010














five ?s untuk The Hurt Locker.
lucunya, tahun lalu sudah diputar di bioskop-bioskop Jakarta dan sekarang ditayangkan kembali. mungkin karena hype academy award akan sang sutradara Kathryn Bigelow.
Summit Entertainment pasti kini bangga, film-film mereka berkualitas baik, dipuji kritikus. minimal, Twilight telah menjadi pop di tahun 2008.
Leave your response!